
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Ratu dan Arya sudah sampai di rumah pak Santo , kedatangan mereka di sambut oleh pak Santo sendirian. Dan benar saja, pak Santo memang hanya sendirian di rumah. Sedangkan Serli keluar dari sore tadi dan akan pulang malam nanti saat sudah larut.
Setelah menyalami Pak Santo, Ratu membawa rantang yang berisi makanan tadi ke dapur untuk dia siapkan di meja makan. Ratu melihat keadaan dapur sedikit berantakan, ada beberapa piring dan gelas kotor di atas wastafel. Untuk sementara Ratu membiarkannya saja dulu, dia akan mencucinya saat nanti sudah selesai makan malam.
" Mas Arya, pak yuk kita makan. Makanannya sudah Ratu siapkan."Seru Ratu memanggil suami dan mertuanya untuk makan malam.
Keduanya secara bersamaan menganggukkan kepalanya lalu bangkit dan berjalan menuju dimana meja makan berada. Makanan yang dibawa Ratu terlihat sangat menggugah selera, untuk rasa sudah tidak bisa di ragukan lagi.
" Kamu masak ini semua, nak?."Tanya pak Santo.
" Tidak semuanya pak, ada masakan bik Siti juga kok. Bapak makan dulu ya, sini biar Ratu yang ambilkan."Ucap Ratu lalu mengisi piring pak Santo dengan nasi dan beberapa sayur dan lauknya.
Setelah selesai mengambilkan bapak mertuanya, Ratu beralih mengambilkan untuk suaminya baru dia mengisi piringnya sendiri. Makan malam pun dimulai, mereka bertiga menikmati makanan dalam piringnya masing-masing.
Hanya sekitar 20 menit saja mereka sudah selesai makan malam. Arya meminta pak Santo untuk menonton televisi lebih dulu, sebab Arya akan membantu membersihkan meja makan dan mencuci piring lebih dulu.
" Sudah mas temani bapak saja sana, ini cuma sedikit kok."Seru Ratu menolak dengan halus.
" Tidak apa-apa dek, mas bantuin biar cepat selesai. Kalau sudah selesai kan kita bisa bergabung sama bapak."Jawab Arya sambil memainkan alis nya.
" Hemmm baiklah."Jawab Ratu sudah tidak bisa menolak bantuan suaminya lagi.
__ADS_1
Setelah 10 menit, Dapur sudah bersih dan semua perkakas kotor juga sudah bersih dan berada di tempatnya masing-masing. Ratu membuat 3 cangkir teh untuk menemani mereka mengobrol sambil menonton televisi.
" Minum tehnya pak, mas."Seru Ratu meletakkan 3 cangkir teh di atas meja.
" Terima kasih."Jawab Pak Santo dan Arya bersamaan.
Ratu pun ikut duduk di samping sang suami, matanya fokus ke layar televisi yang sedang menyiarkan kontes dangdut.
" Emm.. Serli kemana pak?."Tanya Ratu memulai membuka pembicaraan.
" Tidak tahu dia kemana, bapak sore tadi ketiduran dan bangun sebelum magrib. Ternysta Serli sudah tidak ada di rumah."Jawab pak Santo dengan wajah menyiratkan kesedihan.
" Memangnya Serli kalau pergi tidak pamit pak?."Tanya Arya juga ikut bicara.
Pak Santo hanya menggelengkan kepalanya lalu m3ny3s4p teh manis buatan Ratu. Ratu seakan tahu jika mertuanya enggan membicarakan soal Serli, dia pun mengalihkan topik pembicaraan. Ratu menyampaikan niatnya lagi untuk mengajak pak Santo tinggal dengannya.
" Pak, bagaimana kalau bapak ikut tinggal dengan kami agar bapak tidak kesepian seperti ini."Ucap Ratu bicara dengan lembut.
Ratu dan Arya saling beradu pandangan, terlihat Arya menggelengkan kepalanya sebagai tanda agar Ratu tidak memaksa pak Santo untuk tinggal dengan mereka. Ratu paham, sehingga dia tidak mau memaksanya.
Ada rasa bersalah dalam hati Ratu karena membiarkan pak Santo kesepian di rumahnya. Tanpa adanya seorang istri yang menemaninya, terlebih Serli yang seharusnya bisa menemani pak Santo terlihat lebih acuh dan tidak perduli.
" Ratu akan mengeluarkan ibu dari penjara."Seru Ratu membuat Arya dan pak Santo langsung memandang kearah Ratu.
Mereka bertiga saling pandang dan terdiam sesaat.
" Kamu tidak perlu seperti ini, Ratu. Bapak baik-baik saja, ada dan tidak adanya ibu mertuamu bapak tetap seperti ini. Kamu tahu sendirikan jika selama ini ibu mertuamu itu tidak menghargai bapak. Biarkan saja dia di penjara, biar dia bisa merenungi semua kesalahannya. Itu semua konsekuensi dari perbuatannya sendiri."Ucap pak Santo tidak setuju dengan Ratu yang akan membebaskan Ibu Marni dari penjara.
" Tapi pak, ibu disana sudah 1 bulan lebih pak. Apa itu masih belum cukup? Ratu tidak mau ibu semakin membenci Ratu pak."Seru Ratu lagi.
__ADS_1
Pak Santo dan Arya sama-sama diam, namun sepertinya kedua lelaki beda usia itu belum mau jika ibu Marni dibebaskan. Setidaknya ibu Marni mau meminta maaf terlebih dahulu dan menyadari semua kesalahannya dan berjanji tidak akan mengulangi perbuatannya serta mau menjaga hubungan baik dengan anak menantunya, Ratu.
" Jika ibu mertua mu semakin membencimu itu tandanya dia memang mau lebih lama lagi di sana."Jawab pak Santo sekenanya.
" Iya pak."Jawab Ratu mengikuti apa kemauan bapak mertuanya.
Sepanjang mereka berbincang, pak Santo sama sekali tidak membahas masalah Serli dan pacarnya. Pak Santo benar-benar tidak mau merepotkan Arya dan Ratu lagi, sudah saatnya mereka bahagia dengan keluarga kecilnya. Malam pun semakin larut, Arya dan Ratu berpamitan untuk pulang.
Saat di perjalanan pulang, Arya dan Ratu mampir membeli martabak terlebih dahulu. Ibu hamil tiba-tiba ingin makan martabak manis spesial. Arya saja yang turun dari mobil, sedangkan Ratu menunggu didalam mobil.
" Kok cuma satu mas?."Tanya Ratu sambil menautkan kedua alisnya.
" Tinggal satu saja dek, makanya cuma beli satu. Ini untuk ibu hamil saja, soalnya mas kenyang banget ini."Ucap Arya.
" Ohh.. Pantas saja sudah habis, ini sudah jam 10 malam mas."Seru Ratu sambil melihat jam yang ada di ponselnya.
" Kita keluar dari rumah bapak tadi memang sudah hampir jam 10 dek. Ada lagi yang mau dibeli?."Tanya Arya.
" Tidak ada mas. Kita pulang saja, aku juga sudah tidak sabar ingin menikmati martabak manis ini ditemani teh hangat."Seru Ratu terlihat sangat senang.
* Ibu hamil apa semua seperti ini ya? Baru juga makan malam, sudah mau makan ini itu lagi. Hemm tidak masalah, yang penting ibu dan anaknya sehat. Aamiin.*Gumam Arya dalam hatinya.
Arya kembali menjalankan mobilnya, jalanan sedikit lenggang karena memang sudah malam. Tidak butuh waktu lama, mobil yang dikendarai Arya sudah sampai komplek perumahan tempat mereka tinggal.
Sementara itu, di rumah kontrakannya. Bima yang sudah tahu pekerjaan Yanto, mulai mencemaskan Serli. Dia khawatir jika Serli akan mengalami seperti wanita yang sudah-sudah, setelah bosan akan dicampakan dan bisa jadi Yanto juga akan menjualnya.
" Bagaimana cara ku melindungi Serli? Serli sama sekali tidak mau mendengarkan kata-kataku. Serli kenapa kamu itu terlalu bodoh dan keras kepala. Kalau ada apa-apa denganmu tetap kami ini yang akan menyelesaikannya. Tidak cukup dengan dirimu sendiri saja, aky harus melindungimu sebagai bentuk tanggung jawabku sebagai seorang kakak. Dulu selalu Arya yang menjadi tulang punggungmu, sekarang giliranku."Ucap Bima bermonolog pada dirinya sendiri.
" Sepertinya aku harus menemui Yanto."Ucap Bima lagi.
__ADS_1
Bima berencana untuk menemui Yanto dan bicara baik-baik agar dia menjauhi Serli. Jika Yanto tidak mau, Bima akan mengancam Yanto. Dia akan membongkar kedok apa pekerjaan Yanto yang sesungguhnya. Tentunya dia sudah mempunyai bukti-bukti yang dia dapat dari Karina.