Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kerja sama baru


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Rani sudah membaca pesan yang dikirimkan oleh Ratu dan dia juga langsung membalas pesan dari Ratu tersebut.


[ Iya Ratu, calon suamiku bernama Agung dan ternyata benar, dia memesan pakainnya di RD butik.] Balas Rani dengan jelas.


Hari pernikahan Rani dan Agung tinggal 1 setengah bulan lagi. Agung dan mamanya yang menyiapkan semuanya, Andi sebagai adik Rani juga ikut membantu sebisanya. Dia tidak bisa full membantu, sebab dia juga harus bekerja. Andi membantu Agung mengurus surat-surat yang dibutuhkan.


" Mbak, nanti setelah menikah apa mbak akan ikut mas Agung ke kota?."Tanya Andi.


" Sebagai wanita yang sudah bersuami, mbak pasti akan ikut kemanapun suami mbak mengajak tinggal. Mau di desa, di kota mbak harus menerimanya. Kamu tidak perlu khawatir, mbak pasti akan sering-sering datang ke sini. Oh iya hubunganmu dengan Fina bagaimana? Apa kalian tidak mau kejenjang yang serius?."Tanya Rani ingin tahu hubungan adiknya lebih dalam lagi.


" Kami baik-baik saja mbak, alhamdulillah orang tua Fina juga baik dan bisa menerima Andi. Kalau untuk kejenjang yang serius kami pasti sudah merencanakan mbak, tapi tidak untuk tahun ini."Jawab Andi dengan jujur.


" Alhamdulillah kalau keluarga Fina menerima mu dengan baik. Mbak ikut senang, niat baik jangan ditunda lama-lama."Seru Rani menasehati Andi.


Andi mengangguk paham, dia pasti akan menikah dengan Fani. Andi menunggu urusan Rani dan Agung selesai dulu, baru dia akan menyiapkan segala keperluan nya untuk menikahi sang pujaan hati.


Tringg


Ada notifikasi pesan masuk di ponsel Rani. Segera Rani membuka pesan itu, dan ternyata pesan itu dari Ratu.


[ Ohh.. terima kasih atas jawabannya mbak. Jadi aku tidak penasaran lagi, selamat menyiapkan hari pernikahan ya mbak.] Balas Ratu disertai emote tertawa.

__ADS_1


Heeemmmm


Rani menggelengkan kepalanya sambil senyum-senyum. Ternyata Ratu lucu juga, seandainya saja dulu dia tetap bersikap baik sama Ratu mungkin saat ini dia tidak akan canggung saat bertemu dengan Ratu.


" Mbak, kenapa? Mas Agung?."Tanya Andi dengan keponya.


" Bukan, ini Ratu. Istrinya Arya, adiknya mas Bima."Jawab Rani dengan detail agar Andi cepat tanggapnya.


" Ohhh.. Kirain mas Agung, soalnya mbak Rani senyum-senyum sendiri. Heheee... Oh iya mbak, ternyata perusahaan air minum yang ada di desa sebelah itu milik mas Agung loh. Aku baru tahu kemarin lusa, langsung dari mas Agung nya sendiri."Seru Andi dengan yakin.


" Perusahaan air minum yang sekarang menjadi tempat kamu kerja itu? Kok mbak baru tahu ya? Mbak memang belum tahu banyak soal mas Agung, dek. Memang kamu kapan ketemu mas Agung?."Seru Rani yang memang belum tahu banyak soal Agung.


Perkenalan nya dengan Agung yang singkat, membuat Rani belum bisa tahu Agung dengan detail. Agung bekerja dimana, makanan kesuakaannya apa dan hoby nya apa saja Rani juga belum tahu. Bahkan rumah orang tuanya saja dia belum tahu, hanya tahu alamatnya saja. Rumah Agung sendiri juga dia hanya tahu alamatnya, Agung bilang jika dia tinggal masih satu komplek dengan rumah Yanto yang pernah dia tempati.


" Kemarin lusa mbak, mas Agung datang ke sana untuk mengantarkan syarat-syarat untuk mendaftarkan pernikahan. Tahu gak mbak, mas Agung meminta Andi untuk menjadi penanggung jawab di perusahaan air minum itu. Andi pasti kaget dong mbak, sampai sekarang Andi belum kasih jawaban."Ucap Andi memberitahu Rani soal pertemuannya dengan Agung kemarin lusa.


" Kamu fikir-fikir saja dulu dek, jika kamu mampu tidak ada salahnya kamu ambil. Siapa tahu ini memang sudah menjadi rezeki kamu yang diberikan Allah melalui mas Agung."Ucap Rani menasehati Andi.


Andi sudah selesai membantu Rani membereskan barang belanjaan yang berat-berat. Kini dia masuk ke rumah untuk menemui Tegar dan bermain dengan keponakan kecilnya itu yang semakin menggemaskan. Hari ini Andi dapat shif siang, sehingga dia bisa menyempatkan diri untuk membantu Rani.


*****


Ratu sudah mulai sibuk di butik, Hari ini pertama kali dia kembali ke butik setelah dia melahirkan. Meskipun sudah mulai bekerja, Ratu tetap memprioritaskan anaknya. Dia akan pulang siang atau saat jam makan siang, tidak tega meninggalkan Devan dan Revan seharian meskipun ada pengasuh dan mamanya.


" Mbak Lisa, tolong untuk pesanan yang aku bilang semalam dikerjakan sesuai dengan permintaan custemer ya. Jangan sampai ada kesalahan, aku tidak mau ada komplain dari custemer."Seru Ratu mengutamakan kualitas pakaian yang dia jual.


" Iya bu."Jawab Lisa dengan patuh.


Ratu memeriksa kondisi butik yang sudah lama tidak dia datangi. Keadaan butik masih sama, tidak ada yang berubah sama sekali. Hanya pelanggan dan penghasilan yang setiap bulannya selalu bertambah. Ratu tetap mengutamakan kesejahteraan para karyawannya, sehingga setiap bulan dia tetap memberikan bonus di luar gaji pokok karyawan.

__ADS_1


" Selamat pagi bu."Sapa para karyawan butik dengan ramah dan sopan.


" Selamat pagi juga. Sudah pada sarapan kan?."Jawab Ratu dengan balik bertanya juga.


" Alhamdulillah sudah bu."Jawab para karyawan serempak.


" Alhamdulillah, ya sudah kalian lanjutkan pekerjaan kalian. Saya mau ke ruangan saya."Ucap Ratu dengan ramah.


Dulu dan sekarang Ratu tetap saja ramah dan sopan meskipun berhadapan dengan karyawannya. Keramahan dan kebaikan Ratu itulah yang membuat para karyawan betah dan semangat untuk bekerja.


" Bu, ini ada proposal kerja sama dari wedding organizer. Mereka ingin bekerja sama dengan butik kita, mereka ingin sekali bertemu dengan ibu tapi saya beritahu kalau ibu belum aktif di butik."Ucap Lisa masuk ruangan Ratu dan memberikan proposal yang kemarin dia terima.


" Emm.. Kita sudah bekerja sama dengan berapa WO sih mbak?."Tanya Ratu sambil membuka proposal.


" Sudah sekitar 13 WO yang bekerja sama dengan butik kita ini bu. Rancangan baju pengantin bu Ratu memang bagus dan terkenal sampai luar kota, apa lagi butik kita ini juga bisa sewa dan tidak harus beli. Mungkin itu juga yang membuat WO mau bekerja sama dengan kita.


" Iya sih mbak. Aku memang sengaja menyewakan baju-baju pengantin. Bagi mereka yang dananya pas-pasan kan bisa sewa. Kalau beli akan memberatkan mereka, misal 1 kebaya paling murah saja 3 sampai 4 juta, jika sewa mereka hanya bayar sekitar 30 persennya saja."Ucap Ratu memperjelas ucapan Lisa tadi.


Ratu tahu betul bagaimana menikah dengan dana yang pas-pasan seperti dia dulu. Meskipun anak orang kaya, dulu saat menikah Ratu serba sederhana bahkan untuk kebaya saat akad saja Arya meminta menyewa saja dan saat itu dapat harga 600 ribu sudah sama mek up nya. Ratu tidak menyesal, sebab dulu dia masih menyembunyikan identitas dirinya.


" Bu, pesanan atas nama Rani dan Agung itu sepasang pengantin atau bagaimana sih? Kalau sepasang pengantin kok pesannya masing-masing?."Tanya Lisa heran.


" Iya mereka sepasang pengantin. Calon suaminya memberi kebebasan sang istri untuk memilih butik sesuai keinginannya. Suaminya sendiri menyerahkan urusan bajunya sama mamanya, dan hanya datang untuk feeting saja. Ternyata butik pilihan mereka sama, memang jodohnya juga."Seru Ratu menjelaskan.


Lisa mengangguk-anggukkan kepalanya dan paham dengan apa yang diceritakan oleh Ratu. Setelah urusannya dengan Ratu selesai, Lisa keluar ruangan Ratu. Sepeninggalan Lisa, Ratu mempelajari proposal pihak WO yang ingin bekerja sama dengan butiknya.


" Bismillah semoga tahun depan bisa buka butik cabang di luar kota. Jadi klien dari luar kota tidak perlu jauh-jauh kesini. Aku juga harus tetap mengutamakan bahannya, kerapihan dan ketepatan waktu. Ternyata banyak juga yang suka dengan karya baju-baju ku, tidak hanya baju pengantin saja. Baju-baju yang lain juga banyak di sukai para pelanggan. Alhamdulillah atas rezeki ini."Ratu bicara pada dirinya sendiri.


Ratu menerima kerja sama itu, dan dia meminta Lisa untuk segera menghubungi pihak WO nya untuk bisa bertemu dengan Ratu.

__ADS_1


****************


__ADS_2