
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Arya sudah melaporkan ibu Marni ke kantor polisi dan kasusnya sedang di proses. Arya langsung yang melaporkan ibunya, dia mau ibunya di hukum agar dia jera dan tidak memusuhi Ratu lagi.
Ratu sendiri tidak menceritakan apa yang sudah di perbuat oleh ibu mertuanya kepada keluarganya. Ratu tidak mau keluarganya menuntut lebih ibu mertuanya, apalagi sang kakak, Raja. Bisa-bisa dia tidak percaya dengan Arya, dan akan membawanya pulang untuk tinggal dengannya.
Tok
Tok
Tok
Pintu ruangan Ratu di ketuk dari luar, Ratu pun mempersilahkan orang yang ada di luar untuk masuk.
" Apa aku mengganggu Nona Ratu?." Tanya Almira dengan mengulas senyumnya yang manis.
" Ehh.. Kak Almira. Masuk dan silahkan duduk kak."Seru Ratu kaget Almira datang tanpa mengabarinya dulu.
Semenjak tahu jika Almira adalah teman Raja, Ratu sudah merubah panggillannya menjadi Kak. Justru Almira yang memanggil Ratu menjadi Nona Ratu. Almira tahu jika Ratu anak dari orang kaya, pemilik STR group yang perusahaannya sudah mendunia. Jadi merasa sungkan untuk memanggil dengan panggilan nama saja.
" Jangan panggil seperti itu sih kak, aku malas bertemu denganmu jika kak Almira masih saja memanggilku Nona."Seru Ratu sambil mengerucutkan bibirnya.
" Iya deh iya, ternyata bumil sekarang ambekan ya."Ucap Almira menggoda Ratu.
" Loh kok kak Almira tahu kalau aku hamil? Hemm.. Pasti dari kak Raja kan? Hanyo ngaku, diem-diem suka teleponan sama kak Raja ya?."Tanya Ratu penuh selidik.
Almira senyum-senyum salah tingkah, ketahuan juga jika dia memang akhir-akhir ini sering teleponan dengan Raja. Bukan hanya teleponan, tapi memang mereka sering bertemu.
" Ya begitulah kira-kira."Jawab Almira malu-malu.
" Atau jangan-jangan sudah pacaran ya?." Tanya Ratu semakin membuat Almira malu-malu kucing.
Wajah Almira memerah bak udang rebus, Ratu semakin yakin jika saat ini Almira dan kakaknya sudah ada hubungan yang lebih spesial selain hubungan sebagai teman. Tidak ada salahnya Almira bicara jujur soal hubungannya dengan Raja, lagipula Raja juga kakak kandungnya Ratu.
__ADS_1
" Raja sudah menyatakan cintanya kepadaku. Ini dia sudah memberikan cincin sebagai bukti keseriusannya kepadaku."Ucap Almira dengan menunjukan cincin yang sudah melingkar di jari manisnya.
" Wah cincin berlian ? Selamat ya kak, akhirnya kak Raja punya pacar ku. Emm.. Jangan-jangan kak Almira datang kesini mau cari gaun pengantin untuk kak Almira sendiri? Diam-diam kalian sudah merencanakan pernikahan? Ayo ngaku saja."Seru Ratu sambil memukul pelan lengan Almira.
" Tidak secepat itu juga Ratu. Baru juga 3 hari pacaran mau langsung menikah? Aku datang kesini karena aku memang mau cari gaun pengantin, tapi bukan buat aku. Tapi buat pengantin yang lainnya, dia mau gaun yang glamour dan bernuansa gold."Ucap Almira menjelaskan.
Saat Almira dan Ratu sedang serius membicarakan detail gaun yang diinginkan oleh custemernya. Tiba-tiba ada salah satu karyawan datang memberitahu Ratu jika ada pelanggan yang datang dan sengaja mencari masalah. Mendengar ada pelanggan yang cari masalah, Ratu dan Almira pun segera keluar untuk menyelesaikan masalah yang ada.
Almira meminta Ratu untuk sabar menghadapi pelanggan, jangan sampai membuat nama baik butik jelek.
" Akhirnya keluar juga kamu, Ratu."Ucap perempuan yang sangat Ratu kenal.
" Mbak Rani ! Mau apa mbak Rani datang kesini, kalau mau belanja ya silahkan tapi jangan cari masalah begini."Ucap Ratu .
Wanita yang sengaja cari masalah di butiknya Ratu adalah Rani. Rani datang dengan sombongnya untuk membuat kacau di butik Ratu. Hal itu Rani lakukan karena dia masih saja dendam dengan Ratu, dan berusaha membuat nama baik butik Ratu jelek.
" Aku mau belanja tapi harus kamu yang melayaninya."Seru Rani dengan sombongnya menunjuk kearah Ratu.
" Maaf aku sibuk, minta layani yang lain saja. Kalau masih juga tidak mau, lebih baik mbak Rani keluat saja dari sini dan jangan bikin ulah. Lisa, kamu minta karyawan untuk melayaninya dan jika masih saja buat ulah kamu usir saja."Ucap Ratu memberi mandat kepada menjer butiknya, Lisa.
" Haii !! Sombong sekali kamu ya, dasar wanita kampung ! Baru juga punya butik sekecil ini sudah belagu."Seru Rani dengan sengaja bicara dengan lantang.
" Kurangajar kamu Ratu !! Lihat saja, kamu bakalan tidak bisa hidup bahagia. Aku akan membuat hidupmu menderita, lepaskan aku bisa keluar sendiri."Teriak Rani dengan lantang.
Sedari tadi ternyata ada Anne didalam butik, dia yang datang untuk mencari gaun ternyata menyaksikan semua keributan yang terjadi. Tanpa fikir panjang, Anne menyusul Rani yang sudah di seret oleh Satpam tadi.
Setelah berada di luar butik ternyata Rani masih ada disana juga. Anne bergegas menghampiri Rani untuk mencari tahu siapa Ratu yang sebenarnya sampai dia sebenci itu dengan Ratu.
" Maaf apa saya mengganggu mbak?."Tanya Anne nampak ramah.
" Kamu siapa? Dan ada hubungan apa mendatangiku atau sebelumnya kita sudah pernah kenal?."Tanya Rani dengan ketus.
" Oh maaf, sebelumnya kita belum pernah kenal. Nama saya Anne, emm begini apa bisa kita bicara di tempat yang lebih nyaman? Saya ingin tahu tentang Ratu."Seru Anne mencoba mendekati Rani.
Rani melihat penampilan Anne dari atas sampai bawah, dia yakin jika Anne pasti bukan orang sembarangan. Anne golongan orang-orang kaya, bisa dilihat dari penampilannya yang modis dan barang-barang yang dipakainya juga barang branded dan tentunya harganya juga mahal.
" Boleh, kita ngobrol di cafe yang tidak jauh dari sini saja. Kamu bawa mobilkan? Aku bareng sama kamu saja, soalnya aku tadi tidak bawa mobil."Seru Rani sengaja menyombongkan diri didepan Anne.
Anne mengangguk dan tentunya dia tidak keberatan mengajak Rani naik mobilnya. Mereka berduapun sudah dalam mobil Anne, Anne mengendarainya menuju cafe yang tidak jauh dari butik. Hanya butuh kurang leboh 8 menit, Anne dan Rani sudah berada di cafe.
__ADS_1
" Apa yang ingin kamu ketahui tentang Ratu? Sebelumnya, memang kamu itu siapanya Ratu?." Tanya Rani ingin tahu lebih dulu siapa Anne.
" Saya ini teman bisnis nya Arya suami Ratu. Hemm.. Jujur saja, kalau saya ini naksir atau suka sama Arya. Dan saya berusaha untuk merebut Arya dari Ratu, makanya itu saya sedang mencari tahu siapa itu Ratu. Maaf tadi kalau tidak salah nama mbak ini Rani kan? Saya dengar pas Ratu menyebut nama mbak tadi."Ucap Anne bicara terus terang dengan Rani.
* Oh ternyata Anne ini suka sama Arya? Hemm cantik dan kaya juga si Anne ini, mobilnya tadi saja kelihatan bagus dan mewah. Bagaimana kalau aku kenalkan Anne sama ibu Marni saja, nah kalau sama ibu pasti akan semakin seru dan Anne ini sepertinya cocok sama ibu.*Gumam Rani dalam hatinya.
Rani pun menceritakan siapa dia kepada Anne, tentunya dia cerita yang bagus-bagus tentang dirinya dan tentunya itu versi dari Rani sendiri. Anne diam menyimak semua apa saja yang di ceritakan oleh Rani. Anne tahu jika Rani adalah mantan istri kakaknya Arya, dan Ratu tidak akur dengan Rani serta keluarga Arya terutama sama ibu mertuanya.
" Kalau begitu sekarang saja kita kerumah ibunya Arya mbak. Aku sudah tidak sabar ingin mengenal orang tuanya Arya."Ucap Anne sangat bersemangat.
" Ok, tapi sebentar aku habiskan minuman dan makananku dulu. Sayang kalau tidak dihabiskan, padahal tadi sebelum keluar aku baru saja makan tapi tidak tahu kok sudah lapar lagi."Ucap Rani lalu memakan nasi goreng yang sudah dia pesan.
Anne hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saja. Dia sedikit risih melihat cara makan Rani yang seperti orang kelaparan, atau 3 hari tidak makan. Kalau bukan karen dia butuh dengan Rani, mungkin saat itu juga dia akan menjauhi Rani.
Setelah 10 menit, Rani dan Anne sudah keluar dari cafe dan menuju rumah orang tua Arya. Sebelumnya mereka mampir minimarket lebih dulu untuk membeli sesuatu sebagai buah tangan. Tidak perlu waktu lama, mobil yang dikendarai Anne sudah sampai di rumah pak Santo. Ternyata Ibu Marni dan Serli juga belum lama sampai rumah.
" Rani, akhirnya kamu datang juga kesini. Ada yang ingin ibu bicarakan sama kamu."Ucap ibu Marni dengan tegas.
" Itu urusan nanti bu, sekarang ada teman Rani yang ingin berkenalan sama ibu. Ini namanya Anne, dia ini teman bisnisnya si Arya dan lebih tepatnya dia ini suka sama Arya bu. Dia orang kaya dan sepertinya sangat royal, tidak seperti Ratu bu."Ucap Rani sedikit berbisik ditelinga Ibu Marni.
Ibu Marni langsung memandang perempuan yang datang bersama Rani tadi, anaknya cantik dan kelihatannya memang orang kaya. Ibu Marni pun tahu maksud kedatangan Rani, dia ingin mendekatkan wanita itu dengannya.
" Maaf mengganggu waktu istirahatnya ibu, perkenalkan nama saya Anne. Saya teman bisnisnya Arya, senang sekali bisa berkenalan dengan Orang tuanya Arya. Ibu masih muda dan cantik, pantas saja kalau Arya sangat tampan. Oh iya ini oleh-oleh untuk ibu."Ucap Anne sedikit memuji ibu Marni agar dia merasa terbang tinggi.
Ibu Anne merasa melayang dengan pujian yang diberikan oleh Anne, sampai dia melupakan marahnya kepada Rani. Ibu Marni mengajak Anne duduk di sofa ruang tamu, mereka duduk bersebelahan sedangkan Rani duduk sendiri sambil memainkan ponselnya.
Anne bercerita banyak tentang kehidupannya, membuat ibu Marni respek dengan Anne. Dia setuju jika Anne mendekati Arya, dia pun akan membantu Anne untuk bisa mendapatkan Arya.
" Nak Anne tenang saja, saya sebagai ibunya Arya setuju jika Arya sama nak Anne. Bukan sama si Ratu menantu yang pelit itu."Ucap ibu Marni dengan yakin.
" Saya sangat senang kalau ibu mau membantu saya untuk mendapatkan Arya. Menjadi istri kedua pun Anne tidak masalah bu, setelah menikah Anne akan membuat Arya membenci Ratu."Ucap Anne penuh percaya diri.
Saat mereka sedang asik dengan obrolannya, tiba-tiba ada mobil polisi berhenti tepat di depan rumah. Ibu Marni langsung syok dan ketakutan, pasti polisi itu datang untuk menangkapnya. Ternyata Arya tidak main-main, dia serius dengan ucapannya.
" Kenapa ada polisi datang kesini bu? Memangnya ada masalah apa?."Tanya Rani sambil melongok ke arah luar.
Dua polisi itupun turun dari mobil dan berjalan menuju rumah ibu Marni. Terlihat sekali ibu Marni sangat ketakutan, dia tidak bisa bersembunyi karena polisi itu sudah keburu datang lebih dulu. Serli yang tahu ada polisi datang memilih berdiam diri di kamar saja, dia tidak mau keluar takut jika polisi juga menangkapnya.
*************
__ADS_1