Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Salah minum


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Apa mas? Ibu dan Serli ada di rumah ini? Apa yang mau mereka berdua lakukan di rumah ini? Bukannya tadi mereka marah-marah sama Ratu, aneh banget sih mas?."Seru Ratu merasa aneh dengan sikap Serli dan ibu mertuanya.


Arya baru saja memberitahu Ratu jika Serli dan ibu Marni ada di rumah dan sedang beristirahat di kamar tamu.


" Katanya mereka mau minta maaf dek, mereka mau memperbaiki hubungan dengan mu. Mereka juga mau menginap disini beberapa hari katanya, tapi mas tidak bisa seenaknya memberikan izin. Semua tergantung sama kamu dek, tapi mas curiga jika mereka sedang merencanakan sesuatu. "Ucap Arya juga tidak begitu yakin dengan kebaikan yang di tunjukan Serli dan ibu Marni.


Ratu juga tidak percaya jika Serli dan ibu Marni bisa berubah drastis dan secepat itu. Patut untuk di curigai, bisa saja memang mereka benar sedang merencanakan sesuatu untuk mencelakainya. Sedikit banyaknya Ratu sudah paham bagaimana tabiat ibu mertuanya.


" Untuk malam ini aku izinkan mereka menginap disini mas, kita lihat apa yang akan mereka lakukan. Pasti ada maksud terselubung, bukan aku tidak mau rukun dengan mereka atau tidak percaya dengan mereka. Tapi aneh saja mas, kita lihat saja sampai besok."Ucap Ratu ingin tahu maksud apa yang sudah direncanakan ibu mertuanya dan adik iparnya.


Arya hanya mengangguk patuh dan setuju saja dengan Ratu. Dia juga tidak mau berurusan dengan ibu terlalu dalam, semakin dibaiki bukannya sadar diri tapi justru mau senaknya saja.


Ratu masuk kamar mandi untuk membersihkan badannya. Tepat jam setengah 6 Ratu turun kedapur , saat dia sampai dapur dia melihat pemandangan yang aneh. Dimana ibu Harti dan Serli sedang membantu bik Siti menyiapkan makan malam. Seumur dia menikah dengan Arya, baru ini Ratu melihat Serli turun ke dapur untuk membantu memasak.


" Ratu. Kamu sudah bangun nak, kamu duduk saja sambil menonton Televisi. Biar ibu dan Serli yang membantu bik Siti memasak menyiapkan makan malamnya. Kamu itu sedang hamil muda, Jadi jangan capek-capek ya."Ucap Ibu Harti bicara dengan sangat-sangat lembut.


* Sepertinya memang ada maksud terselubung. Pasti mereka ada niat jahat, aku harus waspada. Apapun yang mereka ucapkan aku tidak boleh percaya begitu saja. Heemm.. Dirumah inikan setiap sudut sudah ada CCTV jadi aku bisa pantau apa yang mereka lakukan dirumahku .*Gumam Ratu dalam hatinya.


" Iya mbak, mbak Ratu istirahat saja. Aku juga sekalian mau belajar memasak sama ibu dan bik Siti. "Ucap Serli ikut berkomentar.


" Oh begitu, baiklah. "Jawab Ratu lalu dia pergi dari dapur dan lebih memilih menonton televisi.


Tidak menunggu waktu lama, Adzan magrib pun berkumandang. Ratu kembali lagi kekamarnya untuk sholat magrib berjamaah bersama dengan suaminya di kamar.


" Sholat dikamar saja mas."Seru Ratu.


" Iya dek. Sana kamu ambil wudhu dulu, tadi mas sudah wudhu kok setelah mandi."Ucap Arya bicara sangat lembut.


" Ok."Jawab Ratu cepat.


Selesai wudhu Ratu dan Arya sholat magrib berjamaah. Selesai sholat mereka turun untuk makan malam, saat sampai dimeja makan sudah ada Ibu Marni dan Serli yang duduk menunggu kedatangannya.


" Maaf ya bu, tadi Ratu dan mas Arya sholat magrib dulu jadi agak lama. Oh iya, apa bik Siti sudah pulang bu?." Tanya Ratu sambil melongokkan kepalanya kearah dapur mencari keberadaan bik Siti.


" Bik Siti sudah pulang, tadi selesai memasak langsung pulang. Memangnya bik Siti kalau pulang jam segitu ya?."Tanya ibu Marni.

__ADS_1


" Iya bu, selesai dia masak makan malam pasti akan pulang. Karena memang aku yang meminta bik Siti pulang saat sudah selesai memasak untuk makan malam. Kita makan saja dulu baru nanti di lanjut mengobrol."Ucap Ratu lalu dia mengisi piring Arya lebih dulu baru piringnya.


Mereka pun makan malam bersama, untuk pertama kalinya makan malam semeja dengan ibu mertuanya dengan tenang tanpa ada yang sindir menyindir. Biarpun Ratu nampak santai dan tenang, namun dia terus mengantisipasi dua wanita yang saat ini ada di hadapannya. Ratu melihat ibu Marni dan Serli juga mengambil makanan yang sama dengan yang Ratu makan.


* Mereka makan sop dan ayam gorengnya juga, hemm berarti ini makanan amam. Aku punya feeling jika mereka ini akan mencelakai kandunganku.*Gumam Ratu seakan bisa membaca fikiran ibu mertua dan adik iparnya.


Acara makan malam pun selesai, Ratu membereskan meja makan dan tentunya di bantu oleh ibu mertua dan adik iparnya.


" Kamu duduk saja di depan, biar ibu sama Serli yang mencuci piringnya."Seru ibu Marni.


" Sudah tidak apa-apa bu, kita cuci sama-sama saja. Oh iya tumben ibu kok baik sama Ratu, jujur Ratu sangat senang ibu bersikap seperti ini. Ratu senang bisa dekat sama ibu dan Serli, Ratu harap semua yang ibu lakukan ini tulus dan tidak ada niat jelek yang terselubung."Ucap Ratu sengaja bicara seperti itu.


" Ratu, ibu dan Serli minta maaf ya kalau selama ini kami berdua selalu memusuhi mu dan tidak baik dengan mu. Bahkan tadi siang ibu dan Serli sempat marah-marah sama kamu, ibu sadar betul jika selama ini ibu sudah banyak salah sama kamu, Ratu. Ibu ingin memperbaiki hubungan kita, kamu mau kan memaafkan ibu?."Tanya Ibu Marni dengan lembut.


Siapapun yang saat ini mendengar penuturan ibu Marni pasti dia akan percaya begitu saja dan menganggap ibu Marni adalah ibu mertua yang baik dan pengertian. Padahal apa yang dia ucapkan itu hanyalah siasatnya saja untuk mengambil hati Ratu.


" Asal ibu dan Serli benar-benar serius mau berubah dan memperbaiki hubungan kita, Ratu akan sangat senang bu. Dari dulu Ratu memimpikan bisa rukun dan akran dengan kalian."Jawab Ratu.


Ratu pun memeluk ibu Marni dan Serli secara bergantian. Setelah itu mereka kembali menyelesaikan mencuci piring disertai canda tawa dari mereka bertiga. Selesai mencuci piring Ratu mau membuat teh untuk teman mereka menonton televisi tapi ibu Marni melarangnya, karena dia yang akan membuatnya. Ratu pun meninggalkan mereka di dapur, Ratu memilih bergabung dengan Arya di ruang keluarga sambil menonton televisi.


" Dek mana ibu dan Serli?."Tanya Arya yang tidak mendapati ibu dan adiknya.


" Mereka lagi buat teh mas. Nanti pasti juga gabung kesini kok."Jawab Ratu dengan jujur.


" Hemm.. Dek mas tidak mau teh, tapi mas mau cokelat panas. Bisa tidak adek buatkan cokelat panas untuk mas?." Tanya Arya penuh harap.


Saat dekat dengan dapur, langkah kaki Ratu tiba-tiba berhenti karena terdengar suara Ibu Marni dan Serli yang sedang berkasak kusuk. Ratu ingin tahu apa yang saat ini mereka bicarakan.


" Obatnya mana Serli?. Kita masukkan saja ke dalam gelas tehnya Ratu, ibu sudah malas pura-pura baik depan dia. Menyebalkan sekali."Ucap ibu Marni dengan kesal.


" Besok saja bu, pas sarapan atau makan siang. Kalau sekarang pasti kita yang akan disalahkan, kalau besokkan ada bik Siti. Nanti dia yang bikin minum dan kita masukkan obat itu kedalam gelas minumannya mbak Ratu, nah jika seperti itu pasti bik Siti yang akan di salahkan. Kita aman kan? Jadi tidak akan ada pesaing anakku dan ibu lagi, dan uang bulanan ibu aman dan jatah bulanan anakku aman."Ucap Serli dengan liciknya.


Deegghh


Ratu syok saat mendengar jika mereka berdua ternyata benar-benar ingin mencelakai Ratu, terutama kandungan Ratu. Apa yang sedari tadi Ratu fikirkan ternyata memang benar, dan yang lebih nyesak adalah mereka melakukan itu karena mereka takut anak dalam kandungan Ratu akan jadi pesaing mereka mendapatkan uang bulanan Ratu.


* Kurangajar !! Ternyata mereka benar-benar benalu yang tidak tahu diri, lihat saja aku pastikan apa yang mereka rencanakan tidak akan pernah terjadi dengan ku.*Gumam Ratu dalam hatinya.


********


Pagi hari seperti biasa, bik Siti sudah datang dan membantu Ratu menyiapkan sarapan. Ibu Marni dan Serli sepertinya belum keluar dari kamarnya, pagi ini Ratu dan bik Siti hanya memasak tumis kangkung, goreng ikan dan bakwan sayur saja.


" Itu mertua sapa adik ipar Mbak Ratu belum bangun ya?."Tanya bik Siti.

__ADS_1


" Belum bik, mungkin kecapean. Mereka semalam yang membereskan meja makan dan semua piring kotor bik."Jawab Ratu bicara dengan jujur.


" Emm.. Kok mereka itu aneh ya mbak. Tiba-tiba bisa baik seperti itu, biasanya kalau datang itu teriak-teriak sampai telinga ini sakit. Bibik tidak percaya kalau mereka itu sudah berubah."Seru bik Siti.


Ratu hanya menanggapinya dengan senyuman saja. Tidak mau terlalu jauh membicarakan ibu mertua dan adik iparnya. Saat Ratu dan bik Siti sedang membersihkan dapur karena memang menu sarapan sudah selesai dimasaka, ibu Marni tiba-tiba masuk dapur dengan wajah seakan merasa bersalah karena bangun kesiangan dan tidak membantunya memasak.


" Maafin ibu ya nak Ratu, ibu terlalu nyenyak tidurnya jadi bangun kesiangan. Apa yang perlu ibu bantu?." Tanya ibu Marni pura-pura perduli.


" Sudah tidak ada yang perlu dikerjakan kok bu. Ibu bangunin Serli saja terus kita sarapan bersama. Ini bik Siti lagi mau buatin minumannya, ibu mau teh, susu atau kopi?."Tanya Ratu nampak biasa saja seolah dia tidak tahu rencana busuk ibu mertuanya.


" Serli sudah bangun, dia tadi lagi mandi. Ibu teh saja, Serli buatkan susu hamil saja ya bik."Jawab ibu Marni dengan pura-pura ramah.


Bik Siti hanya menganggukkan kepalanya, bik Siti membuat dua cangkir teh dan 2 gelas susu ibu hamil rasa cokelat. Ratu sendiri naik ke lantai atas untuk memanggil suaminya. Ibu Marni melihat situasi, di kantong dasternya sudah ada obat yang dia persiapkan untuk di campurkan kedalam minuman Ratu.


" Sudah selesai bik? Sini biar aku saja yang membawa ke meja makan, bibik lanjutkan pekerjaan bibik di dapur."Ucap ibu Marni.


" Iya Bu."Jawab bik Siti singkat.


Ibu Marni membawa nampan yang berisi teh dan susu ke ruang makan. Dia menyusun minuman itu di tempatnya masing-masing. Saat meletakkan susu milik Ratu, ibu Marni toleh kanan kiri untuk melihat keadaan. Setelah dirasa aman dia dengan cepat mencampurkan obat serbuk kedalam gelas susu Ratu.


" Nah setelah ini semuanya akan beres. Sakit-sakit perut kamu, Ratu."Ucap ibu Marni pelan.


Tanpa ibu Marni ketahui, jika bik Siti tahu apa yang dia lakukan. Saat Ibu Marni masuk kamar untuk memanggil Serli, dengan cepat bik Siti menukar gelas susu Serli dan Ratu. Setelah itu bik Siti kembali lagi kedapur untuk melanjutkan pekerjaannya.


" Bik Marni pintar juga."Ucap Ratu sambil melihat kearah layar monitor laptop nya.


" Yuk dek kita sarapan."Seru Arya yang sudah siap.


" Ehh.. Iya mas."Jawab Ratu lalu mematikan laptopnya lebih dulu.


Mereka berdua bersama-sama turun ke ruang makan. Disana sudah ada Serli dan ibu Marni, mereka menyambut dengan senyum sumringah. Terlebih ibu Marni, dia sudah yakin jika rencananya kali ini akan berhasil.


" Ratu kamu dan Serlikan sama-sama sedang hamil, jadi kalian minum susu ya. Ibu dan Arya yang minum teh."Ucap ibu Marni dengan manisnya.


Tanpa fikir panjang, sebelum makan Ratu meminum susunya lebih dulu sampai habis setengahnya. Melihat Ratu yang meminum susu yang sudah di campur obat, Serli dan ibunya saling melempar pandangan dengan senyum tipis di sudut bibirnya.


Serli juga meminum susunya, sampai habis setengahnya. Dia belum merasakan apa-apa, karena obat itu akan bekerja setelah 5 menit. Mereka berempat pun sarapan bersama, dan diselingi obrolan ringan.


* Kenapa Ratu belum kesakitan? Apa obatnya belum bekerja.*Gumam ibu Marni.


Saat Arya sudah selesai sarapan dan sedang menikmati tehnya, tiba-tiba Serli kesakitan dan memegangi perutnya .


" Aduh.. Aduh. Perut Serli sakit bu. Kenapa perut Serli sakit begini."Seru Serli berteriak kesakitan.

__ADS_1


* Haahh... Kenapa Serli yang kesakitan? Apa salah minum? Tapi tadi sudah benar jika obat itu aku masukkan ke gelas nya Ratu.*Gumam ibu Marni dengan penuh keheranan.


**************


__ADS_2