
.
.
.
💐💐 HAPPY READING 💐💐
" Aku tidak akan pergi dari sini dan membiarkan kamu berdua dengan wanita mur4h4n ini !! Aku ini sedang hamil anak kamu Yanto, tega kamu melakukan semua ini kepadaku."Ucap Rani mulai meneteskan air matanya.
Aarrgghhhhh....
Yanto berteriak sambil mengacak-acak rambutnya secara kasar. Gagal sudah rencananya untuk bisa berduan dan menjelajah permainan bersama Serli. Semua sudah di kacaukan oleh kedatangan Rani.
" Serli, aku akan adukan perbuatan kamu ini kepada keluargamu. Agar kamu di tendang jauh-jauh oleh keluargamu, ibu masih dipenjara masih saja cari mangsa. Seharusnya fikirin bagaimana caranya ibumu bisa keluar, aku heran sama Arya kenapa kamu tidak dia laporkan juga. Padahal memang kamu dan ibumu yang merencanakan semua itu."Seru Rani tersenyum sinis.
" Tutup mulut mu !! Jangan ikut campur dengan urusanku, mbak. Kamu dan mas Bima sudah bukan suami istri lagi, jadi kamu sudah bukan siapa-siapa ku lagi."Seru Serli berani membantah ucapan Rani.
Hhhuuuufffff
Yanto membuang nafasnya dengan kasar, dia benar-benar di buat pusing dengan dua wanita yang sedari tadi ribut tidak ada titik terangnya juga. Sehingga Yanto memilih untuk pergi dari situ, dan tidak lupa Yanto menarik tangan Rani agar ikut dengannya dan menyelesaikan urusan mereka di rumah.
" Kita pulang sekarang, Rani."Seru Yanto menarik tangan Rani.
" Mas Anto."Seru Serli memprotes tindakan Yanto justru memilih bersama Rani.
" Kamu disini saja dulu ya, aku akan menyelesaikan masalah ku dengan Rani. Setelah semuanya beres aku akan menemuimu lagi. Jangan marah ya, sayang."Ucap Yanto bicara sangat lembut dengan Serli.
__ADS_1
" Ciiihhh... Sok lembut. Dulu saja juga begitu, lama-lama sudah tidak bisa bersikap lembut lagi. Kamu itu benar-benar keterlaluan Yanto."Ucap Rani memprotes sikap Yanto.
Dengan cepat Yanto menarik tangan rani masuk ke mobil dengan kasar. Dia menghempaskan Rani begitu saja di kursi belakang tanpa perduli jika saat ini Rani sedang mengandung anak dari hubungannya yang tanpa ikatan pernikahan. Rani merintih kesakitan sambil memegangi perutnya yang terasa kram.
" Aduh.. Kenapa perutku sakit begini. Yanto tolong kerumah sakit, perutku sakit sekali."Ucap Rani berteriak kesakitan.
" Jangan manja kamu !! Kalau kamu terus saja berteriak aku turunkan dijalan kamu !! ."Bentak Yanto dengan kasar.
Rani langsung diam, dia takut Yanto akan benar menurunkannya di jalan. Rani mengusap perutnya sambil menahan rasa sakitnya, lambat laun rasa sakit di perutnya sudah mulai sedikit berkurang.
Sementara itu di perusahaan Arya, Anne yang baru sampai parkiran turun dengan tergesa-gesa dan langsung menuju lantai dimana ruangan Arya berada. Dia tidak terima Arya membatalkan kontrak kerja sama secara sepihak, apalagi kontrak itu sudah mulai berjalan selama 2 minggu ini.
Brrakkkk
Tanpa mengetuk pintu dan tanpa permisi lebih dulu Anne membuka pintu ruangan Arya dengan sangat kasar. Beruntung sekali di ruangan Arya sedang tidak ada tamu, Arya tahu maksud kedatangan Anne pasti akan memprotes kerja sama yang dia batalkan.
" Apa maksud anda membatalkan kerja sama kita? Kerja sama itu sudah mulai dikerjakan, anda jangan seenaknya seperti ini dong. Jika seperti ini, perusahaan saya merugi."Seru Anne dengan kasar.
" Saya punya alasan tersendiri kenapa saya sampai membatalkan kerja sama dengan perusahaan anda !! Anda itu wanita yang licik, anda kira saya tidak tahu jika semalam anda sudah menjebak saya !!."Teriak Arya dengan menunjuk wajah Anne.
Ciihhh...
Bukannya takut, justru Anne tersenyum kecut sambil meletakkan dua tanggannya dia atas perutnya. Ternyata apa yang difikirkannya tadi benar adanya, jika Arya sudah tahu jika dialah yang menjebaknya.
" Anda salah paham, aku sama sekali tidak menjebak mu Arya. Kita sama-sama dijebak, dan semalam kita sudah melakukannya sampai berkali-kali. Arya, kamu tenang saja, aku tidak akan memberitahu siapa-siapa soal semalam. Cukup kita berdua saja yang tahu, tapi jika aku hamil mau tidak mau kamu harus bertanggung jawab. Aku tidak mau hamil tanpa adanya suami, Arya."Ucap Anne merayu Arya dengan suara yang dibuat selembut mungkin.
* Dasar wanita licik, memangnya aku yang sudah melakukannya. Jika kamu hamil pun itu bukan urusanku, sebab anak itu bukan anakku.*Gumam Arya dalam hati.
__ADS_1
Anne mendekati Arya dan dia melingkarkan tangannya di lengan Arya. Dengan cepat Arya melepaskan tangan Anne dari lengannya, dia tidak sudi dipegang-pegang oleh Anne. Anne terlihat mendengus dengan kesal, tidak ada pria yang menolak pesona Anne terkecuali Arya. Anne semakin tertantang untuk mendekati dan mendapatkan Arya.
" Kamu semalam itu sangat perk4s4 sekali, Arya. Apa kamu tidak menikmatinya? Mustahil jika kamu tidak menikmatinya, karena semalam kita main sampai berjam-jam bahkan sampai dini hari. Lihatlah bekas permainan bu4s mu."Seru Anne semakin menempelkan tubuhnya ketubuh Arya dengan membuka kancing kemeja nya paling atas agar sesuatu didalam sana dapat terlihat dengan jelas.
Bbrrruuukkk
Arya mendorong tubuh Anne menjauh secara kasar, Anne tersungkur dan tubuhnya mengenaik kotak sampah yang ada didekat meja kerja Arya. Sampah yang ada didalam nya ikut bertaburan dan mengenai Anne.
" Jangan pernah sentuh aku dengan tanganmu !! Aku tidak sudi menjalin kerja sama dengan wanita licik sepertimu, maka dari itu aku membatalkan kerja sama kita. Sekarang keluar dari ruanganku, sebelum aku memanggil satpam untuk menyeretmu keluar !!."Ucap Arya bicara dengan tegas.
" Semalam kamu sangat menikmati permainan kita dan kamu juga yang sudah mengambil mahkotaku. Sekarang seenaknya saja kamu mencampakkan ku, apa begini watak asli seorang Diretur RR Group? Lihat saja sampai kerja sama benar-benar kamu batalkan aku akan membongkar soal semalam kepada istrimu. "Seru Anne mengancam Arya.
Betapa liciknya Anne, dia menjadikan kejadian semalam sebagai senjatanya untuk mengancam Arya. Tapi Arya tidak takut sama sekali dengan ancaman Anne, sebab yang sudah bermain dengan Anne semalam bukanlah dirinya. Betapa Anne menikmati permainannya semalam, sampai dia tidak menyadari jika pria yang semalam bukanlah Arya.
" Ohh silahkan, aku tidak takut dengan ancaman mu. Justru kamu sendiri yang akan malu dan menyesal, Anne."Seru Arya memandang sinis Anne.
" Semalam terlalu banyak benih yang kamu tanam, sampai aku hamil kamu harus bertanggung jawab. Ok, soal kerja sama aku sudah tertarik lagi jika kamu batalkan ya batalkan saja. Satu yang kamu harus ingat, jika kamulah orang yang sudah mengambil mahkotaku dan kamu harus bertanggung jawab. Tadinya aku akan diam saja, tapi saat tahu ke egoisan kamu aku akan membongkar semuanya."Seru Anne semakin mengancam Arya.
Arya tidak memperdulikan celotehan dari Anne, dia menghubungi pos keamanan untuk bisa keruangannya dan mengusir Anne secara paksa. Demi menjaga kewarasannya Arya lebih memilih mengusir Anne. Tidak menunggu lama, dua satpam sudah berada di ruangan Arya.
" Aku bisa pergi sendiri tidak perlu kamu memanggil Satpam seperti ini."Ucap Anne.
" Oh.. Silahkan anda tinggalkan ruangan ini dan jangan pernah datang ataupun menginjakkan kaki anda di perusahaan ini. Satu lagi, jika anda masih cari gara-gara dengan saya, saya pastikan anda akan malu dan hidup anda tidak akan pernah bahagi. Camkan itu Anne !!."Seru Arya tegas dan penuh pengancaman.
Anne ditarik paksa oleh dua satpam, Anne berontak minta untuk dilepaskan. Satpam itupun akhirnya melepaskan Anne dan membiarkan Anne berjalan sendiri.
*************
__ADS_1