Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Agung kasmaran


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Jadi nanti setelah dari pernikahan mbak Rani, mau langsung ke kampung kakek Karim?."Tanya Serli nampak bersemangat saat tahu jika mereka akan berkunjung ke kampung halaman mama Dinda.


Apa lagi kunjungannya saat ini Serli sudah bersama pasangan halalnya tidak seperti kunjungan beberapa bulan yang lalu. Rencana mereka ke kampung mama Dinda sebenarnya tidak terencana, semua itu berawal karena mama Dinda yang ingin menjenguk orang tuanya sehingga timbullah rencana mereka akan pada ikut semua.


" Iya dek, mas Arya kemarin bilangnya seperti itu."Jawab Yusuf sembari membantu karyawan membereskan barang-barang.


" Aku senang sekali bisa ke kampung tante Dinda mas. Kampungnya itu sejuk dan asri banget, kakek dan nenek mbak Ratu juga baik banget. Kalau sudah di sana tuh rasanya malas untuk pulang. Memangnya nanti mau di kampung berapa hari mas?."Tanya Serli ingin tahu mereka akan liburan di kampung berapa hari.


" Kemungkinan 1 minggu dek. Yuk kita pulang, toko sudah beres nih"Seru Yusuf mengajak Serli pulang.


Haaahhh ? Satu minggu ?


Waktu yang cukup untuk Serli berlibur di kampung itu. Sudah pasti mereka semua akan betah liburan di sana, di tambah daerah yang asri dan para warga yang ramah. Di sana bisa bermain ke sawah, bisa jalan-jalan ke ladang.


" Ayok pulang."Seru Yusuf kembali mengajak pulang Serli.


" Ehh iya mas. Sebentar aku ambil rantang makanan dulu."Seru Serli ingat dengan rantangnya yang belum dia bereskan.


Yusuf mengangguk lalu dia keluar toko dan menunggu Serli di luar saja. Setelah Serli berada di luar, Yusuf pun menutup roling toko dan menguncinya. Sepasang suami istri itu pun pulang dengan mengendarai motor dan berboncengan.


Pak Santo sendiri saat ini sudah jarang datang ke toko, dia diminta untuk beristirahat saja di rumah dan akan datang ke toko sesekali saja untuk melihat keadaan toko.


" Assalamualaikum, Pak."Seru Yusuf dan Serli bersamaan saat sudah sampai rumah.

__ADS_1


" Waalaikumsalam. Kalian sudah pulang?."Seru pak Santo menyambut anak dan menantunya yang baru saja pulang.


" Iya pak. Kok bapak menyiram bunga-bunga ini sih, ini kan sudah menjadi tugasnya Serli setiap sore pak. Bapak lebih baik istirahat saja, biar nanti Serli yang lanjutkan menyiram bunga-bunga ini. Atau bapak mau minum kopi atau teh? Biar Serli buatkan."Seru Serli melarang pak Santo menyiram bunga agar tidak kecapean.


" Cuma menyiram bunga seperti ini tidak akan membuat bapak capek, Serli. Lebih baik kamu masuk rumah dan mandi lalu temani suami kamu istirahat. Nak Yusuf istirahat saja ya, pasti kalian lelah karena seharian ini sudah bekerja di toko."Ucap pak Santo sangat menghargai menantunya.


Terkadang Yusuf justru merasa tidak enak jika pak Santo memperlakukannya seperti itu. Yusuf merasa belum bisa menjadi suami yang baik untuk Serli, karena dia belum bisa memberikan hunian untuk Serli. Sedangkan nafkah yang diberikannya pun berasal dari toko milik pak Santo. Pak Santo sendiri tidak berfikir sampai situ, dia sudah memberikan toko itu untuk Serli dan dikelola bersama Yusuf.


" Iya pak, bapak juga istirahat ya."Seru Yusuf juga meminta bapak mertuanya untuk istirahat.


Pak Santo hanya tersenyum sambil menganggukkan kepalanya saja. Yusuf dan Serli masuk ke rumah, lalu Yusuf mandi lebih dulu dan bergantian dengan Serli. Selesai mandi mereka sholat asar terlebih dahulu baru mereka mengistirahatkan tubuh mereka.


" Mas, nanti makan malam mau di masakin apa?."Tanya Serli sembari tiduran di ranjangnya.


" Apa saja dek, apa saja yang kamu masak pasti mas makan kok. Oh iya dek, kalau kita ikut ke kampungnya tante Dinda toko berarti tutup dong dek? Nanti bapak marah apa tidak kalau toko tutup sampai semingguan?."Tanya Yusuf takut bapak mertuanya marah.


" Tidak mungkin bapak marah mas, bapak itu bukan orang yang pemarah. Justru bapak itu pernah bilang sama Serli kalau suruh liburan dulu dan toko tutup saja. Kerja, ya kerja tapi jangan lupa untuk membahagiakan diri juga."Ucap Serli yang yakin jika pak Santo tidak akan marah.


Serli langsung duduk dan memandangi Yusuf yang tadi berbaring di sampingnya. Dia terus memandangi Yusuf sampai Yusuf merasa tidak nyaman dengan pandangan Serli.


" Mas, sudah berapa kali aku bilang jangan bicara seperti itu dan jangan bahas itu lagi. Aku tidak suka mas bicara seperti itu, aku ini menerima apa saja dan berapa saja nafkah yang mas berikan. Meskipun itu penghasilan dari toko, tapi itu halal dan itu juga hasil dari jerih payah mas Yusuf. Sekali lagi mas bicara seperti itu, Serli akan marah dan meminta mas tidur di luar."Seru Serli nampak kesal dengan ucapan Yusuf tadi.


" Maaf dek, mas hanya merasa belum bisa menjadi suami yang baik untuk kamu. Maaf ya dek, mas janji tidak akan bicara seperti itu lagi. Sekarang kita ke dapur yuk, mas bantuin adek masak."Ucap Yusuf merayu Serli agar Serli tidak marah.


Heeemmmmm


Serli hanya berdehem saja sambil melongos dan masih nampak kesal dengan Yusuf. Serli keluar dari kamar dan berjalan menuju dapur untuk menyiapkan makan malam. Serli hanya akan masak yang cepat saja, sayur bening bayam, ayal goreng dan sambal saja.


" Mas bantu apa ini dek?."Tanya Yusuf.


" Petikin bayam nya saja."Jawab Serli tanpa melihat wajah Yusuf.

__ADS_1


Dengan cekatan Yusuf mengambil bayam dan mengerjakan sesuai dengan yang diperintahkan Serli. Tidak perlu diajari, Yusuf sudah pandai membantu pekerjaan dapur. Sedari dulu Yusuf sudah sering membantu ibunya memasak. Bahkan ibunya jarang memasak, semua dikerjakan Yusuf dan adiknya.


Sementara itu di tempat lain, Agung sedang menghubungi Rani menanyakan baju pengantin nya yang tadi siang sudah di antarkan oleh pihak butik.


[ Sayang, apa bajunya sesuai dengan permintaanmu? Ukurannya pas tidak? Kalau masih ada yang mau diperbaiki, bisa dari sekarang sayang] Ucap Agung lewat sambungan telepon bicara dengan Rani.


[ Tidak mas, semuanya sudah sesuai dengan permintaanku. RD butik memang bagus dan kualitasnya terjamin, tidak salah aku pesan di RD butik.] Jawab Rani memuji butik milik Ratu.


Agung setuju dengan Rani, RD butik memang bisa diandalkan. Pantas saja dia memiliki koneksi kerja sama yang luas. Baju yang dipesan Agung dan keluarganya pun semuanya bagus dan sesuai.


[ Emm.. Untuk ukuran nya ibu bagaimana? Apa juga sesuai, itu mama asal saja. Soal nya bikinnya juga dadakan, semoga saja pas sama ibu.]


[ Alhamdulillah punya ibu juga pas kok mas.]


[ Syukurlah kalau begitu. Oh iya, mana Tegar? Apa dia sudah tidur?]


Agung berbasa-basi menanyakan keberadaan Tegar, sebab dia sudah tidak ada bahan lagi untuk mengobrol dengan Rani. Sudah 1 jam lebih mereka bertelepon namun Agung belum ada niatan untuk menyudahi teleponnya.


[ Tegar sudah tidur dari tadi mas. Emm.. Mas, sudah dulu ya. Ini sudah malam, aku mau istirahat nanti keburu Tegar bangun malah aku tidak bisa tidur lagi.]


[ Oh iya sayang. Maaf ya aku tadi keasikan ngobrol sama kamu, Sayang.]


[ Iya. Assalamualaikum]


[ Waalaikumsalam, calon istriku.]


Tutttttt


Sambungan teleponpun terputus, Agung hanya senyum-senyum sendiri. Dia sudah seperti orang yang kasmaran, memang pada dasarnya dia sedang kasmaran dan jatuh cinta dengan Rani.


Kita doakan saja semoga Agung bisa membahagiakan Rani dan bisa menjadi ayah yang baik untuk Tegar.

__ADS_1


************


__ADS_2