Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Rujak mangga muda


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Duhh bu Marni, kami tidak menyangka ya ibu seburuk itu. Menjijikan sekali sih, berarti sekarang sedang hamil ? Hamil tanpa ada ikatan pernikahan dan hamil nya sama mantan pacar Serli? Berondong dong? Pantas saja dulu Serli juga dengan pernikahan pertamanya sempat hamil dulu, ternyata memang ada bibitnya. Tapi Alhamdulillah Serli sekarang sudah berubah, dan jadi wanita baik-baik."Seru ibu Pinah panjang lebar mencibir ibu Marni.


Dan masih banyak cibiran dan hinaan dari ibu-ibu yang lainnya. Ibu Marni hanya bisa menunduk malu, niat dia mempermalukan pak Santo justru dia yang di buat malu. Ibu Marni seolah tidak percaya, ternyata pak Santo bisa menyerang kata-katanya balik sehingga keadaan berbalik.


" Kalau aku hamil memang kenapa? Bukan urusan kalian kan? Meskipun kami tidak menikah, tapi pria itu sangat menyayangi dan mencintaiku. Buktinya dia membelikan aku rumah, dia memberikan aku uang bulanan puluhan juta. Hidup ku di tanggungnya, jadi hidup ku meskipun tidak menikah tetap saja enak. Kalian iri kan makanya menghujatku seperti itu?."Seru ibu Marni melakukan pembelaan diri.


" Idih, dasar tua b4ngk4 tidak tahu diri. Menjijikan, kok mau ya hamil tanpa di nikahi. Mur4h4n banget."Seru ibu Ani dengan ucapannya yang pedas.


Ibu Marni mendekati ibu Ani dan rombongannya, lalu dengan kebrutalannya dia menyerang ibu Ani lebih dulu. Dia menarik rambut ibu Ani, sampai ibu Ani menjerit kesakitan. Ibu - ibu yang lain bergegas memisahkan ibu Marni dan ibu Ani. Namun tangan ibu Marni seakan susah sekali lepas dari rambut ibu Ani. Sampai pak Santo akhirnya ikut turun tangan menghentikan keributan yang terjadi di halaman rumahnya.


" Marni !! Pergi kamu dari sini, kalau kamu tidak mau pergi aku akan minta ibu-ibu ini untuk mengeroyok kamu. "Seru pak Santo dengan tegas.


Mata ibu Marni memindai perkumpulan ibu-ibu yang lebih dari 10 orang itu. Dia tidak mungkin melawan mereka sendirian, apa lagi dia sendiri sedang hamil.


" Awas saja ya kalian semua !! Aku tidak akan pernah melupakan apa yang sudah kalian lakukan hari ini. Dasar ibu-ibu kampungan, Miskin !!."Seru ibu Marni dengan kasar.


" Biar kami miskin dan kampungan, kami tidak mur4h4n seperti kamu !!."Seru ibu Ani dengan tangan masih mengusap-usap kepalanya yang sakit.


Brruukk


Ibu Marni dengan cepat mendorong ibu Ani lalu dia pergi begitu saja meninggalkan ibu Ani yang masih tersungkur. Ibu Marni tanpa permisi langsung mensiki taksi yang memang sedari tadi menunggu di pinggir jalan.


" Dasar Marni si4l4n ! Lont3 !."Seru ibu Ani berteriak dengan lantang.


Pak Santo pun meminta perkumpulan ibu-ibu itu untuk segera meninggalkan rumahnya. Pak Santo juga meminta maaf sudah membuat keributan dan mengganggu ketenangan tetangga yang lainnya. Akhirnya ibu-ibu itupun pergi meninggalkan halaman rumah pak Santo dan kembali ke rumahnya masing-masing.

__ADS_1


" Ada-ada saja kelakuan Marni. Hemm.. Maafkan aku Marni, aku tidak bermaksud mempermalukan kamu ataupun mengumbar aib mu. Tapi aku melakukan itu semua untuk meluruskan anggapan para tetangga. Misal tadi kamu datang dengan baik-baik, tidak akan mungkin aku menceritakan aibmu."Ucap pak Santo bermonolog pada dirinya sendiri.


Drreett Dreeeett Dreett


Tiba-tiba ponsel Pak Santo bergetar, ada panggilan masuk. Pak Santo mengambil ponselnya yang ada di atas meja dan melihat siapa yang menghubunginya.


" Ratu ? Ada apa Ratu menghubungiku?."Gumam pak Santo dengan kening berkerut.


[ Hallo, Assalamualaikum Ratu. Ada apa nak?] Tanya pak Santo saat menjawab telepon Ratu.


[ Waalaikumsalam pak. Bapak tidak apa-apa kan? Ibu tidak menyakiti bapak?] Seru Ratu bertanya langsung pada intinya.


Haaahhhh


Pak Santo tiba-tiba bengong, darimana Ratu tahu jika tadi ibu Marni datang ke rumahnya.


[ Alhamdulillah bapak tidak apa-apa. Kok kamu tahu kalau ibu datang ke rumah? Apa ada orang yang memberitahu kamu?]


[ Iya pak. Tadi ibu Rt yang memberitahu Ratu, katanya ibu datang dan marah-marah sampai ribut juga sama ibu-ibu. Apa ibu marah ya pak, gara-gara tidak diundang saat pernikahan Serli kemarin?]


[ Oh begitu, syukurlah pak. Ya sudah, sekarang Ratu tutup dulu ya pak teleponnya. Assalamualaikum]


[ Iya nak, Waalaikumsalam.]


Sambungan telepon pun terputus, Pak Santo kembali meletakkan ponsel di atas meja.


*****


Di cafe, Karina nampak bermalas-malasan. Padahal pekerjaannya banyak, namun sudah dia serahkan kepada menejer cafenya. Karina sedari dia datang hanya tiduran di sofa sembari mengacroll sosial medianya.


" Sepertinya makan rujak mangga muda enak banget ini. Dimana ya kira-kira yang jual rujak mangga muda? Aku coba lihat-lihat di sosial media saja, siapa tahu ada yang jual dan bisa delivery."Seru Karina bicara pada dirinya sendiri.


Saat ini yang ada di fikiran Karina adalah rujak mangga muda yang sangat menggugah selera. Padahal dirinya sendiri dari pagi belum makan nasi, hanya roti tawar 1 lembar dan teh hangat saja yang masuk ke perutnya.

__ADS_1


Karina terus mencari penjual rujak yang di promosikan di sosial media. Akhirnya mata Karina pun berbinar , dia menemukan penjual rujak yang bisa delivery dan ternyata penjualnya tidak jauh dari kantor tempat Bima bekerja.


" Ini kan daerah tempat mas Bima bekerja? Hemm tapi kalau aku minta mas Bima yang belikan pasti sore baru bisa di bawa pulang. Aku minta delivery saja langsung sama penjualnya, atau bisa lewat jasa kurir."Seru Karina.


Karina pun memesan dua porsi rujak mangga muda, dan dua porsi rujak dengan buah yang komplit. Rujak itu akan dia simpan di kulkas, saat dia menginginkan rujak tinggal makan saja tidak perlu menunggu atau repot-repot beli.


" Padahal belum makan nasi, ini juga sudah jam makan siang. Tapi kok tidak n4fsu makan nasi, tidak apa-apa ya kalau belum makan nasi makan rujak? Tidak apa-apa lah ya, kepengin ini."Ucap Karina bicara pada dirinya sendiri.


Karina keluar dari ruangannya, dia menunggu orang yang mengantarkan rujak di depan cafe. Setelah menunggu sekitar 35 menit, akhirnya rujak-rujak yang di pesan Karina sudah ada di tangannya.


" Apa itu mbak?."Tanya salah satu karyawan Karina.


" Oh ini rujak buah. Kalian ada yang mau?."Tanya Karina tetap menawarkan kepada karyawannya.


" Tidak mbak."Jawab karyawan Karina dengan cepat sambil menggelengkan kepalanya.


" Ok kalau kalian tidak mau."Seru Karina lalu lanjut masuk ke ruangannya.


Di ruangannya Karina memakan rujak mangga mudanya. Dan yang lainnya dia simpan dulu di dalam kulkas dan akan dia bawa pulang.


" Duhh seger banget ini mangga mudanya. Sama sekali tidak asam."Ucap Karina terus menikmati rujaknya sampai tidak sadar jika dia sudah habis 1 porsi.


Tring


[ Karina istriku sayang, kamu sudah makan apa belum?] Pesan dari Bima mengganggu acara Karina yang sedang menikmati rujak mangga mudanya.


Karina tidak langsung membalasnya, namun dia membiarkannya dulu. Karin kembali membuka 1 bungkus rujak lagi dan menikmati setiap kunyahannya.


[ Kok cuma di baca saja?] Pesan dari Bima lagi.


" Idih mas Bima ini ganggu konsentrasi ku mrnikmati rujak saja."Ucap Karina lalu meletakkan garfunya di atas bungkus rujak.


[ Ini lagi makan mas.] Tulis Karina dengan singkat.

__ADS_1


**********


__ADS_2