
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Saat jam istirahat, Bima menemui Arya di ruangannya. Bima ingin meminta solusi kepada adiknya itu, Bima sudah tidak seperti dulu lagi. Meskipun ibunya meminta Bima untuk memanfaatkan Arya, namun nyatanya Bima tidak seperti itu lagi.
" Apa yang ingin mas Bima bicarakan?."Tanya Arya langsung pada intinya saja. Dia tidak punya waktu banyak, jam setengah 2 dia ada meeting dengan klien.
" Aku ingin menceraikan Rani."Jawab Bima pada inti yang akan dia sampaikan kepada Arya.
Apa ?
Arya langsung kaget dan syok saat mengetahui Bima ingin menceraikan Rani. Setahu dia, Bima sangat mencintai Rani dan setiap kesalahan Rani selalu dimaafkannya. Bahkan kesalahan terbesar saat uang tabungan untuk beli rumah dihabiskan Rani untuk keluarganya saja Bima masih bisa memaafkannya.
" Mas Bima jangan main-main dengan kata cerai. Perceraian memang diperbolehkan tapi Allah juga tidak menyukai perceraian mas. Jika ada masalah bicarakan dengan baik-baik, dan jangan langsung memutuskan untuk bercerai."Ucap Arya, sebagai seorang adik tentunya dia mencoba untuk mengingatkan dan menasehati kakaknya agar tidak gegabah.
" Rani sepertinya selingkuh, dan jujur aku juga sudah punya wanita idaman lain."Jawab Bima berterus terang tanpa ada yang dia tutupi.
Tujuan utama Bima bertemu Arya adalah untuk mencari solusi, sehingga seburuk apapun tindakannya dia akan berkata jujur kepada Arya agar Arya bisa membantunya mencari jalan keluar yang baik.
" Mbak Rani selingkuh? Dan mas Bima juga ada wanita idaman lain? Lantas apa bedanya mbak Rani dan mas Bima?."Tanya Arya tidak habis fikir dengan kelakuan Bima dan Rani.
Bima pun menceritakan semua awal mula dan kronologi dia sampai ingin menceraikan Rani. Dimana Rani yang tidak mengurusnya, tidak menghargainya dan hal itu yang membuat Bima semakin tidak sanggup hidup dengan Rani. Rani juga tidak mau untuk memiliki anak, dengan dugaan Rani selingkuh dan hal itu membuat Bima semakin yakin untuk bercerai.
" Tidak ada wanita baik-baik yang mau dengan suami orang mas."Seru Arya .
" Dia wanita yang baik dan pengertian, meskipun dia orang berada , dia sangat menghargaiku. Dia seperti Ratu, meskipun orang kaya tapi tidak sombong dan tidak mau menunjukan apa yang dia miliki. Awalnya dia mau menikah denganku, namun saat aku bicara jujur jika aku sudah beristri dia marah besar dan membatalkan rencana pernikahan kami. Dan meminta mas untuk memperbaiki hubungan dengan Rani, tapi aku tidak bisa. Aku sudah bertekad untuk menceraikan Rani. "Ucap Bima tetap membela nama baik Karin.
" Lantas sekarang apa mas Bima yakin jika mbak Rani itu berselingkuh sampai ke tahap hubungan ranjang? Mas Bima sudah punya buktinya dan melihat dengan mata kepala sendiri. Aku sarankan mas selidiki dulu, jangan sampai mas menyesal. Jika terbukti mbak Rani memang seperti yang mas bicarakan tadi, mas Bima bisa ambil tindakan tegas."Ucap Arya memberikan pendapat untuk masalah Bima.
__ADS_1
Hhhuuuffffff.
Bima menghela nafas dengan kasar, dia membenarkan ucapan Arya jika dia harus mencari bukti perselingkuhan Rani lebih dulu baru dia akan menggugat cerai Rani.
" Baiklah, aku akan mencaritahu bukti-bukti perselingkuhan Rani. Kalau begitu aku permisi dulu, terima kasih sudah mau mendengarkan keluh kesahku."Ucap Bima tidak lupa berterima kasih kepada Arya.
" Iya mas,sama-sama. Semoga mas Bima mengambil keputusan yang tepat."Jawab Arya lagi.
Bima hanya menganggukkan kepalanya, lalu dia bangkit dan keluar dari ruangan Arya. Saat Bima sudah berada di luar ruangan Arya, Bima mengambil ponselnya untuk mengetahui posisi Rani dari Gps ponsel Rani yang Bima aktifkan dan Bima hubungakan ke ponselnya.
" Haahh.... Rani ada di dekat hotel XX? Mau apa dia ada disana? Aku tidak boleh kecolongan, aku harus segera kesana agar aku tahu apa yang dilakukan Rani disana.
Bima pun langsung keluar gedung perusahaan, dengan cepat dia mengendarai motornya menuju GPS sesuai dengan titik dari ponsel Rani. Setelah 20 menit, Bima sudah sampai di area hotel dan benar saja, titik GPS itu berhenti di hotel.
Bima langsung masuk ke gedung hotel dan menemui resepsionis untuk menanyakan kamar yang Rani sewa.
" Maaf mbak, saya mau menemui sepupu saya Rani dan suaminya mereka sepertinya baru beberapa menit yang lalu cek in nya. Mereka ada di kamar nomor berapa ya? Ponsel saya kehabisan batrai jadi tidak bisa menghubungi mereka langsung."Tanya Bima mencoba untuk bersikap tenang agar Resepsionis tidak menaruh curiga.
" Nama lengkapnya pak?."Tanya Resepsionis dengan ramah dan sopan.
" Kamar 242, Hemm ini dia kamarnya. Tapi bagaimana aku bisa masuk untuk mencari tahu apa yang sedang dilakukan Rani didalam sana."Ucap Bima pada dirinya sendiri.
Bima mencoba mendekatkan telinga kedaun pintu, namun dia tidak mendengar apa-apa. Saat dia memegang gagang pintu, ternyata pintu itu tidak terkunci dan lagi-lagi Bima tersenyum senang. Dengan penuh kehati-hatian Bima masuk dan mencari keberadaan Rani.
" Ahhh....Yanto. Kamu semakin nakal."Seru seorang wanita yang suaranya sangat Bima kenali dengan baik.
" Rani !! Kurangajar, ternyata benar dugaanku jika dia sudah tidur dengan laki-laki lain. Aku tidak akan mengganggu kalian, aku akan mengambil foto dan video sebagai bukti agar perceraiannku nanti lancar."Gumam Bima lalu dia mengaktifkan video di ponselnya.
Pandangan Bima tertuju kearah kamar yang ditempati Rani dan prianya. Dengan nyata, Bima dapat melihat betapa menggilanya sang istri yang sedang beraktifitas diatas tubuh teman prianya. Sebagai laki-laki yang masih sah menjadi suami Rani, tentunya Bima tidak membenarkan kelakuan Rani. Kelakuan Rani tak ubahnya seorang p3l4cur !.
" Terus sayang... Aku sudah mau sampai puncak ini, sayang."Suara Yanto tersengal-sengal sambil menikmati permainan Rani yang sangat memabulkannya.
" Iya sayang, kita sampai puncak sama-sama ya. Jangan mendahuluiku, biar rasanya sama-sama nikmat."Ucap Rani dengan sangat menjijikan.
__ADS_1
* Menjijikan , lihat saja Rani. Hari ini juga, setelah dari sini aku akan menggugatmu cerai. Aku sudah tidak mau lagi dengan wanita menjijikan sepertimu. Jangan-jangan kamu sudah sering melakukan hal seperti ini dan bodohnya aku baru tahu hari ini.*Gumam Bima dalam hatinya.
Sementara itu, Ratu yang saat ini sedang belanja bulanan di supermarket bersama bik Siti, dikagetkan dengan seseorang yang menabraknya dari belakang dengan menggunakan troli.
" Maaf, maaf mbak saya tidak sengaja."Ucap perempuan cantik sambil mengatubkan kedua tangannya.
" Ehh.. Iya mbak tidak apa-apa. Lagian tidak ada yang luka kok mbak."Jawab Ratu dengan ramah.
Wanita yang menabrak Ratu itupun terus meminta maaf, dia merasa tidak enak sudah menabrak Ratu sampai Ratu hampir terjatuh. Dan sudah dipastikan, jika pinggang Ratu itu pasti sakit.
" Maaf ya mbak, saya tadi sedikit melamun sehingga tidak menyadari jika ada orang didepan saya. Sebagai permintaan maaf saya, saya trakrir mbak dan ibu makan siang. Mau ya mbak, kebetulan saya juga belum makan siang."Ucap wanita itu dengan sangar ramah.
Ratu melihat jika wanita yang ada dihadapannya ini sepertinya wanita baik-baik dan ajakannyapun serius. Tidak ada salahnya Ratu menerima tawaran wanita itu, selain menbah teman juga menambah silahturahmi.
" Boleh kalau memang tidak merepotkan mbak...."Seru Ratu menjeda ucapannya karena dia belum tahu nama wanita itu.
" Karina, panggil saja saya Karina."Jawab wanita itu yang ternyata adalah Karina.
" Mbak Karina, kalau saya Ratu dan ini bik Siti. Senang bisa berkenalan dengan mbak Karina."Seru Ratu juga mengenalkan dirinya.
" Sama-sama mbak Ratu. Ya sudah sekarang silahkan lanjut belanjanya, setelah itu kita makan siang bareng. Ingat ya, tidak boleh menolak."Ucap Karina mengingatkan.
Ratu dan bik Siti mengangguk ramah lalu mereka bertiga akhirnya belanja bersama. Setelah 15 menit berlalu, akhirnya mereka sudah selesai belanja dan saat ini sudah berada di salah satu restoran cepat saji yang ada di samping supermarket.
" Bibik tidak enak kalau ikut gabung dengan mbak Ratu."Ucap bik Siti merasa tidak enak dengan Ratu dan Karina.
" Loh bik Siti mau kemana? Tetap ikut makan dimeja yang sama, saya tidak apa-apa kok Bik."Seru Ratu tetap meminta bik Siti untuk duduk dengan mereka.
" Iya bik. Karina juga tidak apa-apa, justru kalau ramai itu enak loh makannya. Sekarang bibik duduk lagi dan pesan makanan yang bibik mau. Jangan sungkan-sungkan, pesan saja yang bibik inginkan. Ayok mbak Ratu juga pesan makan dan minumnya."Ucap Karina dengan sangat ramah dan sopan seakan sudah kenal lama dengan Ratu.
* Mbak Karina ini kelihatannya wanita yang sabar dan lembut, sopan serta ramah. Baru pertama kenal dia sudah sebaik ini, dan orannya pun humble.*Gumam Ratu dalam hatinya.
Ratu dan bik Siti pun memesan makanan dan minuman sesuai dengan keinginannya masing-masing. Baik Ratu maupun Karina sama-sama senang bisa saling mengenal. Sambil menunggu makanan, mereka mengobrol seputar pekerjaan. Dari cerita Karina, Ratu bisa menangkap jika Karina ini pekerja keras dan wanita yang mandiri.
__ADS_1
*************