Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tidak mau di pecat


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Satu hari berlalu, masih dengan tagihan catering dan biaya mekup yang sampai hari ini belum selesai juga. Ibu Marni mengira jika Arya dan Ratu sudah membayarnya, namun siapa sangka jika para penagih itu hari ini datang kembali.


" Mas, apa kamu tidak bisa bayarin tagihan itu? Minta orang kantor untuk mentransfer uang dong. Kamu tidak bawa ATM tapi kan bisa di kirim lewat internet banking mas."Seru Serli dengan suara manja.


Hhhuuffff


Terdengar helaan nafas Harsa dengan berat, Harsa tidak mungkin meminta orang kantor untuk mentransfer uang. Sebab dia tidak punya akses untuk keuangan kantor.


" Baiklah sayang, tunggu sebentar."Ucap Harsa yang akhirnya mengiyakan permintaan Serli.


Demi sebuah nama harga dirinya Harsa akan tetap berbohong dengan Serli dan keluarganya. Harsa menjauh dari Serli, dia menghubungi Wida untuk meminjam uang. Ya, saat ini hanya Wida sang istri sahnya lah yang bisa menolongnya.


[ Ada apa? Kamu butuh uang?.] Tanya Wida yang sudah tahu tujuan Harsa menghubunginya.


[ Emm.. Iya ma. Ma, tolong papa pinjam uang 25 juta ma. Untuk bayar tagihan pernikahan kemarin, nanti bisa di potong dari gaji bulanan saya setiap bulannya. Tolonglah ma, kali ini saja. ] Ucap Harsa memohon.


Wida sudah pasti akan meminjamkannya, dengan begitu gaji Harsa pun akan berkurang untuk membayar hutang. Setiap bulan dia akan memotong 5 juta gaji Harsa, Harsa tinggal punya uang 7 juta saja untuk kebutuhan hidupnya yang Wida yakini itu tidak akan cukup.


[ Baik aku akan kirim ke rekening mu, tapi ingat setiap bulan aku akan memotong gajimu. Dan dimulai dari bulan ini, seminggu lagi gajian dan kamu akan menerima gajimu sesuai jumlah setelah di potong hutang.]


[ Iya ma, iya. Papa setuju, tolong cepat ya ma.]


Tuuttttt


Wida mematikan sambungan telepon wecara sepihak.


" Hemmm... Aku sengaja pinjam lebih. Sisanya bisa untuk cari kontrakan ."Ucap Harsa bermonolog sendiri.


Trringgg


Segera Harsa memeriksa ponselnya, uang 25 juta sudah bertambah di rekening nya. Dengan senyum lebar Harsa kembali ke ruang tamu dimana mertuanya dan para penagih berada.

__ADS_1


" Bagaimana mas? Sudah di transfer?." Tanya Serli memburu.


" Sudah dong sayang. Berapa tagihan catering dan jasa mek up nya. Sini biar saya transfer."Seru Harsa dengan sombongnya.


" Catering 12 juta."


" Mek up 3 juta."


Ucap para penagih hampir bersamaan, lalu menyebutkan rekeningnya masing-masing. Tidak sampai 5 menit urusan tagihan itu sudah selesai dan para penagih pun meninggalkan rumah pak Santo.


* Huhhh.. Padahal kalau pembayarannya kas lewat tanganku aku untung 5 juta. Memang belum rezeki ku saja ini.*Gumam ibu Marni dalam hatinya.


" Bu, kok ibu bilang tagihannya 20 juta? Ternyata cuma 15 juta saja?."Tanya Serli heran.


" Oh itu, ya yang 5 juta buat biaya yang lain-lain seperti bayar tenaga bu Pinah dan bu Lulu kemarin. Ibu kira kemarin kue-kue itu masuk hitungan sendiri, tidak tahunya kue-kue sudah masuk hitungan 12 juta itu."Ucap ibu Marni beralasan.


Serli sudah tahu akal bulus ibunya, beruntung pembayarannya via transfer. Di ruangan itu ada Rani dan ibu Darti juga, mereka hanya diam saja karena tidak mau ikut campur dengan masalah tagihan, takut untuk dimintai patungan.


" Oh iya, mbak Rani mana amplop untukku? Mbak Rani sebagai kakak ipar belum ngasih aku hadiah atau amplop loh."Seru Serli menagih langsung didepan suaminya.


" Ehh.. Kok cuma aku yang kamu mintain. Seharusnya Ratu juga dong, aku tidak mau ngasih kalau Ratu tidak ngasih juga. Enak banget hidup dia, sama-sama ipar itu juga harus adil."Seru Rani dengan ketus.


Dia yakin jika Rani tidak mungkin akan memberikan dia amplop sebanyak itu. Kakak iparnya satu itu terlalu pelit dan medit, dikasih 100 ribu saja sudah bagus banget.


Rani pura-pura sibuk dengan ponselnya seolah ada orang yang menelponnya agar dia bisa menghindari Serli.


" Huuuhhh kalau pelit tidak usah belagu, sombong !! Kenapa juga ibunya juga pakai diajak tinggal disini, merepotkan saja."Ucap Serli ketus.


" Dasar bocah tidak punya sopan santun. Menikah karena hamil duluan saja bangga, mana cuma dinikahi secara siri."Seru Ibu Darti menghina Serli.


" Dijaga ya bu ucapannya itu. Lebih bagus suami saya dong, biarpun saya hamil duluan dia orang kaya. Dan yang terpenting suami saya bertanggung jawab dan banyak uangnya. Daripada anak situ, tukang bohong. Bisanya menghabiskan uang mas Bima saja, sampai rumah saja tidak punya."Ucap Serli tidak mau kalah berdebat dengan ibu Darti.


Ibu Darti bangkit dan mendekati Serli, hampir saja di menampar pipi Serli. Beruntung Harsa dengan cepat menangkap tangan ibu Darti. Sorot mata ibu Darti penuh amarah, Serli sama sekali tidak takut.


" Serli, ibu Darti ini tamu ibu. Kamu yang sopan dulu kalau bicara. Jaga sikal kamu, ibu tidak pernah mengajari kamu untuk kurangajar begitu."Seru ibu Marni menegur sikap Serli.


" Ibu memang tidak mengajari Serli, tapi Serli melihat tingkah dan kelakuan ibu sendiri."Jawab Serli.


Serli menarik lengan suaminya untuk masuk ke kamar. Sore ini juga Serli dan Harsa akan pindah, Harsa sendiri belum mencari tempat tinggal untuk Serli. Akan tetapi dia tetap menerima ajakan Serli untuk pindah.

__ADS_1


" Sayang kalau rumah ini bagaimana? Kita tinggal masuk saja tidak perlu beli perabot. Tapi biasa sewanya 1 bulan 3 juta, kamu kan pengusaha. Tentunya uang 3 juta gampang kan? Nanti kalau aku merasa nyaman di rumah itu, kita beli saja rumahnya."Ucap Serli sambil menunjukan gambar rumah yang akan mereka sewa.


" Emmm.. 3 juta sayang? Kamu dapat darimana info tentang rumah itu?."Tanya Harsa dengan wajah kebingungan.


" Ini dari temanku, Sayang. Aku semalam sudah meminta tolong dia untuk mencarikan rumah yang bisa di sewa atau di kontrakan. Bagaimana? Kita ambil yang ini saja ya, dari pusat kota juga tidak jauh."Ucap Serli sambil mengalungkan tangannya di leher Harsa.


Harsa hanya menganggukkan kepalanya saja dengan pelan. Biaya sewa 3 juta berbulan sangat memberatkannya, mana gajinya juga dalam beberapa bulan ini akan di potong untuk membayar hutangnya.


Serli dan Harsa kini sudah berada di atas ranjang , sepasang pengantin baru itu mulai bertempur lagi. Tidak peduli siang-siang bolong, jika n4fsu sudah menguasai diri memang sudah lupa segala-galanya.


********


Tok


Tok


Tok


Mita mengetuk ruangan Arya, dia datang untuk meminta tolong Arya agar Arya mau bicara dengan Raja. Mita tidak mau dipecat, dia masih sangat membutuhkan pekerjaannya itu.


" Masuk."Seru Arya dari dalam ruangannya.


Cekleeekk


Mita membuka pintu ruangan Arya, terlihat Arya dengan gagahnya duduk di kursi kebesarannya. Mita benar-benar kagum dengan Arya, rasa cintanya untuk Arya sampai detik ini masih bersemi dalam hatinya.


" Mita? Mau apa kamu datang keruanganku? Bukannya kamu sudah di pecat dan pak Raja sendiri yang memecatmu? Sudah kamu ambil surat pemecatanmu di kantor pusat?." Tanya Arya secara beruntun.


" Arya, tolong aku kali ini saja Arya. Tolong bilang pak Raja untuk tidak memecatku. Aku sangat butuh pekerjaan ini Arya. Atau begini saja, pak Raja kan sudah memecatku dan kamu bisa rekrut aku menjadi karyawan tetap di perusahaan ini. Lagi pula posisi kepala staff pemasaran kan masih kosong."Ucap Serli dengan penuh semangat.


Arya dengan cepat langsung menggelengkan kepalanya. Dengan Mita dipecat saja dia sudah ikut senang, sebab tidak ada lagi orang yang suka keluar masuk di ruangannya dan tidak ada orang yang selalu merayu dan mengajaknya makan siang.


" Maaf, aku tidak bisa. Semua keputusan sudah ada di tangan Pak Raja selaku Direktur utama STR Group. Terkecuali dari awal kamu memang bekerja di perusahaan ini. Maaf Mita, aku masih banyak pekerjaan dan kamu bisa tinggalkan ruanganku."Ucap Arya tegas meminta Mita untuk keluar dari ruangannya.


" Kamu tega Arya, padahal kamu kan tahu jika aku masih sangat membutuhkan pekerjaan ini. Cari pekerjaan di luaran sana itu susah Arya, lagipula kamu itu seorang direktur perusahaan cabang. Kamu berhak menentukan siapa saja yang bisa bekerja di perusuhaan ini."Ucap Mita bicara dengan kesal.


" Biarpun aku punya kekuasaan di perusahaan ini, keputusanku tetap sama dengan pak Raja. Aku tidak mau kamu bekerja di perusahaan ini, karena kamu itu kurangajar dan tidak punya sopan santun. Apa kamu tidak malu? Kamu sudah menghina dan merendahkan istriku tapi kamu masih saja memohon untuk bisa bekerja di perusahaan istriku?."'Tanya Arya yang kini juga sudah terpancing emosi.


Mita kikuk dan gugup, tidak tabu lagi harus bagaimana membela dirinya. Perkataan Arya tadi sudah menjadi skak m4ti untuknya.

__ADS_1


***********


__ADS_2