Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Rencana Yanti


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Jadi wanita tadi yang namanya Yanti, Mas? Yang katanya mau merusak rumah tangga Ratu dan Arya? Tapi kok aku perhatikan dia suka ya mas sama kamu?."Tanya Rani setelah mereka sudah berada di rumah.


Setengah jam yang lalu mereka sudah sampai rumah. Setelah dari mall, mereka juga ke toko kue membi kue untuk oleh-oleh dibawa pulang ibu Darti esok hari. Setelah hati Agung tenang dan terlihat santai, Rani memberanikan diri untuk menanyakan perihal wanita yang bernama Yanti.


Hhhuuuuffff


Agung menghela nafas dengan kasar, dia memang harus menjelaskan lebih lagi soal Yanti kepada Rani agar Rani tidak salah paham.


" Yanti itu dulu memang menyukai mas sayang, bukannya mas sudah pernah cerita kan? Tapi mas sama-sekali tidak menyukainya, mas justru benci sama wanita itu. Karena mas ini bukan tipe pria yang suka dikejar-kejar wanita. Kalau dia masih suka sama mas, ya itu urusan dia. Yang penting mas sekarang sudah punya kamu, dan untuk selamanya sama kamu."Ucap Agung sambil menggenggam tangan Rani dengan lembut.


" Iya mas, aku percaya sama mas. Maaf ya mas, aku tadi sempat berkecil hati saat dia menghina mu karena menikahi seorang janda. Tapi ternyata mas membelaku, terima kasih mas."Ucap Rani mengukir senyum manis di bibirnya.


* Mana mungkin aku membiarkanmu di hina oleh orang, sampai menutup mata ini aku akan tetap menjagamu, istriku.*Gumam Agung dalam hatinya.


Agung membawa Rani dalam pelukannya, meskipun dia menikahi Rani dengan statusnya seorang janda, Agung merasa beruntung bisa menikahi Rani. Agung sama sekali tidak mempermasalahkan status status Rani, dan akan selalu melindungi Rani dari orang-orang yang berusaha menjatuhkan Rani.


" Mas, emm aku mau ke kamar ibu dulu ya. Mau membantu ibu packing barang-barangnya, mana mas tadi beliin oleh-oleh banyak banget. Tidak tahu bisa kebawa semua tidak itu."Ucap Rani.


" Bisa, nantikan sopir yang mengantar ibu pulang. Mau sebanyak apapun barang yang ibu bawa pasti bisa kok, mobil sendiri ini bukan angkutan umum sayang."Seru Agung sambil mencubit pipi Rani pelan.


" Iya juga ya mas. Hemm ya sudah, aku bantuin ibu dulu ya mas. Mas Agung istirahat saja."Ucap Rani bangkit dan berjalan menuju kamar ibu Darti.

__ADS_1


Mengingat kejadian di Mall tadi, Agung kembali emosi. Seandainya bukan di tempat umum sudah pasti tadi dia akan menampar mulut Yanti. Sebagai lelaki sejati tentunya dia tidak mau mempermalukan dirinya sendiri. Ada saatnya nanti dia akan memberi Yanti pelajaran, sampai kapanpun Agung tidak akan terima jika Yanti menghina istrinya.


*****


Ibu Marni bahagia tinggal di rumah Bima, Karina memperlakukannya dengan baik dan penuh kasih sayang. Dia merasa bersalah dulu sudah menentang pernikahan Bima dan Karina. Sekarang dia mengakui dan merasakan sendiri bagaimana baiknya sang menantu. Begitupun dengan Ratu, dia sering datang ke rumah Bima untuk menjenguk ibu Marni dan turut serta membawa kedua anak kembarnya.


Ratu, Bima dan Arya meminta ibu Marni untuk tidak mengingat ataupun membahas masalalu lagi. Mereka semua sudah memaafkan sang ibu sehingga tidak perlu membahas hal yang akan membuat bersedih.


" Devan, Revan sini sama nenek. Lihat nih, nenek punya apa?."Seru ibu Marni memanggil sikembar sembari membawa buah mangga yang sudah dia kupas dan dipotong-potong dalam piring.


Devan, Revan yang memang sangat menyukai semua jenis buah terutama mangga, mereka pun langsung menghampiri ibu Marni. Kedua anak kecil itu duduk manis di dekat neneknya sambil menikmati mangga dengan lahapnya.


" Binar tidak mau buah, Nak?."Tanya ibu Marni melihat ke arah Binar yang asik bermain.


Binar yang baru 8 bulan lebih fokus dengan mainan boneka beruangnya.


Ratu memandang pemandangan yang cukup indah yang ada di depannya. Di mana ibu Marni menyuapi Devan dan Revan secara bergantian. Ada sercah kebahagiaan dalam diri Ratu, seandainya dari awal ibu Marni juga bisa memperlakukan dia seperti itu pasti semua akan terasa lebih bahagia.


* Tidak perlu menyesali masalalu, Ratu. Dari setiap kejadian di masalalu, ada hikmahnya tersendiri. Sekarang kamu cukup nikmati saja perjalanan hidupmu, dan nikmati kebahagiaan yang saat ini telah tersaji di hadapanmu.*Ratu bermonolog pada dirinya sendiri.


" Bu, boleh Serli minta mangganya?."Tanya Serli mendekati ibu Marni.


Sedari tadi Serli memperhatikan sikembar makan mangga, sehingga dia pun menginginkannya juga.


" Boleh dong, ini untuk kamu. Nanti ibu kupaskan lagi yang banyak. Itu semalam mas mu beli banyak banget, karena dia tahu ibu suka makan mangga."Seru ibu Marni memberikan piring yang berisi mangga kepada Serli.


Revan dan Devan pun sudah kenyang, mereka berdua kembali bergabung bermain dengan Binar sigemoy comel yang menggemaskan. Bahkan anak satu tahun itu pernah meminta kepada ibunya untuk membeli adik bayi seperti Binar.


" Terima kasih bu."Jawab Serli menerima piring dengan senyuman tulus.

__ADS_1


Ibu Marni pun kembali ke belakang untuk mengupas mangga untuk Serli. Dia sudah berjanji akan melakukan apapun untuk Serli. Dia merasa bersalah dengan apa yang terjadi dengan Serli di masalalu.


*****


Setelah pertemuannya dengan Agung dan Rani di mall. Yanti semakin penasaran dan tertantang ingin mendekati Agung, menurutnya Rani tidaklah cantik dan masih cantik dia. Akan tetapi, Yanti tidak melupakan rencananya untuk menghancurkan kebahagiaan Rani.


" Aku akan cari orang untuk membantuku menghancurkan Ratu. Paling tidak Ratu merasakan apa yang pernah aku rasakan. Lihat saja Ratu, aku akan memulainya dari sekarang. Aku sudah tidak perduli dengan papa dan mas Firman. Lagian aku juga tidak mencintai mas Firman, dianya saja yang cinta mati sama aku."Ucap Yanti terus bicara pada dirinya sendiri.


Yanti mengambil ponselnya lalu menghubungi seseorang untuk membantunya menghancurkan Ratu.


[ Ada pekerjaan untuk mu, jangan lupa temui aku di cafe XX jam 7 malam nanti. Kali ini kamu harus bisa melakukan tugasmu dengan baik.] Ucap Yanti.


[ Tugas apa? Jangan asal bicara sebelum kamu memberitahuku tugas apa yang harus aku lakukan? Apa harus bawa anak buah?.] Tanya seorang pria dari seberang telepon.


[ Bawa saja anak buah mu. Nanti kamu pasti akan tahu tugas apa yang harus kamu lakukan. Aku akan membayarmu mahal.]


[ Ok, jam 7 malam aku akan menemui mu.]


Klik


Yanti mematikan sambungan teleponnya. Dia tersenyum sinis membayangkan Ratu yang akan menangis meraung-raung.


" Ratu harus hancur ! Dan Agung harus bisa aku dapatkan, dari dulu aku penasaran dengan Agung tapi dia selalu jual mahal. Kali ini, Ratu dulu yang akan aku urus, setelah itu baru Agung."Seru Yanti seolah dia yakin jika rencananya akan berjalan dengan lancar.


Yanti sudah mempunyai cara untuk menghancurkan hidup Ratu. Kali ini bukan hubungan rumah tangganya yang dia hancurkan, tapi dia punya kunci kehidupan Ratu yang akan dia jadikan alat balas dendam nya. Yanti sangat yakin, Ratu akan menderita dan hidupnya akan hancur.


Kira-kira apa ya rencana Yanti? Jangan lupa terus dukung karya Author ya kak.


**************

__ADS_1


__ADS_2