Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tamu yang sama


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Mas, turun dulu yuk dari pelaminan kita samperin keluarga dari mantan suamiku dulu. Maaf ya mas, bukan maksud ku mau mengistimewakan mereka. Hanya saja tidak enak kalau mereka tidak kita sapa, apa lagi mereka datang dari kota dan pasti perjalanan juga jauh."Ucap Rani merasa tidak enak jika tidak menyapa Ratu dan rombongan.


Para tamu undanganpun masih menikmati acara, sehingga belum ada yang ingin berpamitan pulang sehingga Rani mengajak Agung untuk menyapa Ratu dan yang lainnya. Agung sama sekali tidak keberatan ataupun tersinggung, jika Rani tetap menjaga hubungan baik dengan mantan keluarga suaminya sudah pasti keluarga mantan suaminya adalah orang-orang yang baik.


" Iya sayang aku paham kok. Sekalian nanti kita sapa teman ku dan rekan kerjaku ya juga ya."Ucap Agung setuju dengan ajakan Rani.


" Iya mas."Jawab Rani mengangguk patuh.


Rani dan Agung izin kepada orang tua mereka untuk turun dari pelaminan. Dengan mesra Agung berjalan menghampiri Ratu dan yang lainnya dengan tangan Rani melingkar di lengan Agung dengan mesra. Sepasang pengantin itu nampak mesra dan romantis, membuat para tamu undangan merasa iri dengan keromantisan mereka.


* Memangnya keluarga mantan suami Rani yang mana sih? Kenapa dia malah menuju ke meja tempat Ratu dan keluarganya. Atau keluarga mantan suaminya yang ada di meja samping Ratu itu?.*Gumam Agung dalam hatinya.


Ratu dan rombongan memang duduk terbagi dua meja, Ratu dan Arya bergabung dengan orang tuanya. Sedangkan Bima, Serli dan pasangannya duduk di meja yang ada di sebelah Ratu.


" Hai Ratu, Arya dan semua nya. Akhirnya kalian datang juga. Terima kasih bapak dan Om Tante sudah hadir di pernikahan ku."Ucap Rani menyapa Ratu dan orang tuanya.


Hhaaahhhhh


Mata Agung membulat, dan dia kaget saja saat Rani menyapa rombongan Ratu. Agung pun bertanya-tanya pada dirinya sendiri, ada hubungan apa Ratu dengan keluarga mantan suami Rani.


" Terima kasih Tuan Satria dan keluarga sudah bisa hadir di pernikahan kami yang sederhana ini. Ratu, Arya terima kasih ya kalain jauh-jaauh sudah mau datang ke sini."Ucap Agung juga beterima kasih.


" Mas, jadi yang mas Agung maksud teman dan klien kerja itu Ratu dan Arya serta keluarganya? Loh mereka ini kan juga keluarga dari mantan suamiku, dan beliau ini pak Santo mantan bapak mertuaku."Seru Rani dengan wajah nampak terkejut.

__ADS_1


Ternyata mereka berdua pun baru menyadari jika yang mereka maksud tadi adalah orang-orang yang sama. Agung dan Rani pun menghampiri meja Bima dan istrinya, di sana juga ada Serli dan Yusuf.


" Jadi pak Bima ini yang mantan suami kamu, kalau ini sering bertemu di kantornya Arya. Aku tidak menyangka dengan semua ini, Ratu dulu teman ku saat SMA dan Arya teman bisnis ku dan ternyata istriku juga mengenal mereka. Dunia memang sempit."Seru Agung lalu tertawa.


* Pantas saja hubungan Rani dengan keluarga mantan suaminya baik-baik saja, ternyata yang menjadi keluarganya adalah keluarga dari Arya. Yang memang semua orang baik - baik.*Gumam Agung dalam hatinya.


Selama 20 menit Agung dan Rani menyapa Ratu dan yang lainnya. Kini mereka harus kembali naik ke pelaminan, sebab para tamu undangan akan berpamitan. Sementara itu, Ratu dan yang lainnya diajak Andi untuk beristirahat di dalam rumah. Mereka tamu jauh, dan tentunya pasti lelah dan butuh istirahat.


" Jadi ini rumah nya mbak Rani?."Tanya Serli saat mereka sudah masuk dalam rumah.


" Bukan, ini rumah kontrakan yang tidak di tempati. Rumah kontrakan mbak Rani yang sebelah, di sana ramai jadi kalian semua saya ajak ke sini saja agar bisa beristirahat. Tapi maaf, rumahnya kecil dan kamarnya hanya ada dua."Ucap Andi merasa tidak enak dengan keluarga Ratu.


" Nak Andi, ini sudah lebih dari cukup juga kok. Terima kasih sudah di siapkan tempat untuk kami istirahat. Kami memang butuh istirahat, sebab sore nanti kami harus pulang. Kami semua mau ke kampung keluarganya Ratu."Seru pak Santo dengan ramah.


" Loh bapak dan yang lainnya tidak menginap saja dan besok baru lanjut perjalanan ke kampung?."Seru Andi memberikan saran.


Pak Santo tidak bisa memutuskannya sendiri, dia sendiri terserah dengan yang lainnya. Jika mau menginap ya ok mau lanjut perjalanan juga tidak masalah.


" Nanti di bicarakan lagi. Bima , Yusuf sama Arya juga masih ada di sana, mereka lagi menikmati hiburan."Seru pak Santo.


*****


Setelah berunding, akhirnya malam ini keluarga Ratu dan yang lainnya menginap di rumah yang sudah di siapkan Rani. Acara pesta pernikahan Rani dan Agung sendiri hanya sampai sore saja. Sehingga saat malam mereka semua bisa berkumpul untuk makan malam bersama. Tampak sekali kekeluargaan dan keakraban di antara mereka.


" Pak Santo, kok ibu Marni tidak di ajak? Apa karena kalian sudah berpisah jadi sudah tidak ada komunikasi lagi?."Tanya ibu Darti saat mereka sudah selesai makan malam dan berkumpul di rumah Rani.


Rani nampak tidak enak dengan pertanyaan yang dilayangkan ibunya. Ibu Darti tidak tahu jika saat ini ibu Marni ada didalam penjara. Rani sengaja tidak memberitahunya, agar ibunya tidak kepo dengan masalah yang menjerat ibu Marni.


" Iya bu, kami sudah hidup masing-masing dan saya juga tidak tahu sekarang Marni tinggal dimana."Jawab pak Santo dengan sengaja dia juga tidak mau membuka aib dari mantan istrinya.


" Ohhh begitu."Jawab ibu Darti ber oh ria.

__ADS_1


" Emm.. Bu, jangan bahas soal ibu Marni. Tolong bu, Rani jadi tidak enak nih sama yang lainnya."Seru Rani berbisik di telinga ibu Darti.


Ibu Darti mengangguk paham, dia juga tadi secara spontan saja bertanya soal ibu Marni. Tanpa dia sadari jika pertanyaannya tadi membuat suasana sedikit tidak nyaman, terutama pak Santo.


Arya, Bima dan Agung memisahkan diri. Mereka mengobrol di luar rumah, Agung selama ini tidak tahu jika Bima mantan suami Rani adalah Bima kakaknya Arya. Akibat mencari tahu setengah-setengah, tidak di cari tahu secara detail.


" Emm.. Aku benar-benar kaget saat tahu jika Bima ini yang menjadi mantan suami Rani. Kalau aku tahu dari dulu, pasti aku akan meminta izin langsung sama Bima."Ucap Agung.


" Kenapa mesti meminta izin? Aku dan Rani juga sudah tidak ada hubungan apa-apa. Kami hanya sebatas mantan isteri dan mantan suami saja, kami mencoba menjalin silahturahmi yang baik. Aku juga sudah punya kehidupan sendiri, jadi merasa aneh saja kalau meminta izin kepada saya."Seru Bima seakan tidak setuju dengan pernyataan Agung barusan.


" Iya maaf Bim. Oh iya, besok kalian mau ke kampung halaman mama nya Ratu? Seandainya aku juga bisa ikutan, tapi bagaimana mau ikut? Acara juga baru kelar, pasti tidak diizinin juga sama ibu mertua."Seru Agung ternyata juga mau ikut ke kampung orang tua Ratu.


" Pengantin baru tidak usah ikut, mendingan bulan madu saja ke luar negeri atau kalau tidak mau keluar negeri bisa ke raja ampat atau ke Bali saja."Seru Arya ikut berkomentar.


" Yang dikatakan Arya benar tuh."Bima pun ikut setuju dengan ucapan Arya.


Ketiga pria itu mengobrol cukup lama, sampai akhirnya diantara mereka ada yang mengantuk lebih dulu. Sudah pasti sang pengantin baru yang duluan mengantuk, padahal hanya alasan saja. Ingin cepat-cepat masuk kamar dan menghabikan malamnya dengan sang istri tercinta.


" Mas, apa mau malam ini ?."Tanya Rani dengan malu-malu.


" Kalau kamu siap, ya langsung malam ini tidak apa-apa, Sayang."Seru Agung sambil mengusap rambut panjang Rani yang tergerai.


" Aku siap mas, sekarang ini kita pasangan halal dan aku akan memberikan apa yang sudah menjadi kewajibanku kepadamu, suamiku."Ucap Rani dengan malu-malu.


Nyeeesssss


Hati Agung terasa dingin saat Rani mengucapkan kata suamiku. Kata yang singkat namun bisa membuat hati terasa dingin dan melayang.


" Terima kasih, istriku."Ucap Agung dengan lembut.


Malam itu juga, akhirnya terjadi pertempuran antara Rani dan Agung. Bagi Rani ini bukan yang pertama namun dia nampak malu-malu, dan bagi Agung ini adalah pengalaman pertamanya.

__ADS_1


Jika di kampung, setiap habis hajatan pasti masih ada bapak-bapak ataupun muda-mudi yang bergadang. Sekedar untuk main, ataupun ngopi bareng-bareng. Sepasang pengantin baru itu terus bekerja dan sama sekali tidak terganggu dengan suara-suara dari luar rumah.


************


__ADS_2