Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Hampir ketahuan


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Saat tengah malam Rani terbangun dari tidurnya karena perutnya terasa lapar. Usia kandungannya saat ini sudah 5 bulan, lapar di tengah malam sudah menjadi hal yang biasa bagi wanita hamil seperti Rani yang memang jadi mudah lapar.


Rani keluar kamar lalu menuju dapur, saat dia melewati kamar yang di tempati ibu Marni telinganya lamat-lamat mendengar d3s4h4n sepasang pria dan wanita yang sedang bertempur di malam hari. Rani penasaran siapa pria yang sedang bertempur dengan ibu Marni.


" Ibu Marni membawa masuk laki-laki ke rumah ini tanpa izin lebih dulu? Kalau Yanto tahu pasti dia akan marah, Yanto tidak suka jika di rumahnya ada laki-laki lain yang masuk dengan sembarangan. Apa lagi tengah malam begini, kira-kira siapa ya pria yang sedang bertempur dengan wanita tua itu. Ternyata ibu Marni murahan juga,tidak beda jauh dengan anaknya. Aku sih tidak masalah jika dia seperti itu tapi jangan di rumah ini juga."Seru Rani bicara pada dirinya sendiri.


Rani mencoba mendekatkan telinganya di daun pintu kamar ibu Marni. Suaranya semakin jelas dan semakin nyata jika ibu Marni memang sedang bertempur. Suara d3s4h4n ibu Marni sepertinya memenuhi ruangan kamarnya. Rani yang mendengarnya saja sampai dibuat merinding, wanita tua seperti ibu Marni ternyata masih doyan dengan pertempuran di tengah malam.


" Si4l4n !! Pintu kamar nya di kunci, padahal aku ingin melihat pria yang masih mau dengan ibu Marni. Kok ada ya, pria yang mau dengan nenek-nenek, itu kira-kira yang dapat bayaran ibu Marni atau prianya. Memang sih, aku akui ibu Marni itu masih cantik dan modis, tapi dari segi umur dia itu sudah bau tanah juga."Ucap Rani tetap bicara pada dirinya sendiri.


Rani pun meninggalkan kamar ibu Marni dan membiarkan wanita tua itu terus bertempur dengan sang prianya. Tanpa Rani ketahui, jika pria yang saat ini bertempur dengan ibu Marni adalah ayah dari anak yang saat ini sedang dia kandung.


Rani mengambil dua butir telur dan menggorengnya hanya dengan penyedap rasanya saja. Sebab hanya itu saja didalam kulkas, tidak butuh waktu lama telur dadar Rani sudah matang dan Rani memakannya hanya dengan kecap saja sebab nasi pun sudah habis.


Saat Rani sedang menikmati makanannya, tiba-tiba ibu Marni keluar kamar dan dia kedapur. Namun betapa terkejutnya dia saat mendapati Rani sedang makan di dapur.


" Rani."Seru ibu Marni kaget sembari membenarkan ikatan rambutnya yang berantakan.


" Kenapa bu, kok kaget? Seperti melihat hantu saja. Oh iya bu, sudah berapa ronde sampai ibu kelelahan seperti itu. Sudah tua, bukannya sadar diri tapi masih saja doyan main sama laki orang."Seru Rani sambil tersenyum kecut memandang penampilan ibu Marni yang berantakan dan wajah dipenuhi dengan keringat. Bahkan di lehernya pun banyak tanda merah hasil pertempurannya.

__ADS_1


" Emm... Kamu sudah tahu, Ran?."Tanya ibu Marni yang mengira jika Rani sudah tahu hubungannya dengan Yanto.


" Iya aku sudah tahu bu, aku punya telinga. Suara ibu loh sampai menggema begitu, keenakan ya bu? Tidak masalah si bu yang penting jangan sampai ibu hamil dan jangan sering-sering tempur di rumah ini, karena suara ibu sangat mengganggu gendang telingaku."Seru Rani lagi lalu kembali mengunyah makanannya.


* Kenapa Rani tidak marah saat tahu aku ini main sama Yanto. Apa memang Yanto sebelumnya sudah memberitahunya, terserah lah. Yang penting Yanto memberiku banyak uang, dan Rani tidak marah pun itu justru hal yang bagus.*Gumam Ibu Marni dalam hatinya.


Setelah menghabiskan makanannya tadi, Rani pun kembali ke kamarnya. Saat melewati kamar ibu Marni dia ingin sekali masuk dan melihat pria yang tadi sudah bertempur dengan ibu Marni. Namun dia urungkan, karena saat ini ibu Marni masih ada di dapur. Tidak sopan jika dia masuk kamar tanpa ada ibu Marni di dalam kamar, apalagi jika sang pria tidur dalam keadaan polos.


" Yanto kemana ya, kok dia sekarang ini kalau malam tidak pernah tidur di kamar ku. Aku kenapa sih mikirin si Yanto itu, yang penting uangnya lancar itu sudah lebih dari cukup."Seru Rani lagi lalu dia berbaring dan menutup tubuhnya dengan selimut.


******


Hhooeekk Hooeekk Hooeekk


Pagi-pagi buta Ratu sudah muntah-muntah sampai tubuhnya lemas dan wajahnya pucat. Selama dia hamil, baru pagi ini dia muntah sampai bolak-balik dan sampai parah seperti itu.


" Tidak tahu mas. Semalam aku makan normal seperti biasa, makanannya pun sama dengan yang mas makan kan. Apa mungkin karena semalam mas terlalu lama ngajak mainnya."Seru Ratu malah kefikiran sampai situ.


Arya hanya menggeleng mendengar ucapan istrinya yang aneh. Arya pun membantu Ratu berbaring di atas kasur kembali.


" Mas buatkan teh hangat dulu ya untuk mengurangi rasa mualnya."Ucap Arya dengan lembut dan hanya di jawab Ratu dengan anggukan kepala saja.


Arya keluar dari kamar dan langsung menuju dapur, ternyata di dapur sudah ada mama mertuanya dan nenek Rahayu yang sedang memasak untuk sarapan. Tidak lama kemudian datang Serli dan Karina yang akan ikut membantu memasak.


" Kalian kenapa kok pada kompakan ke dapur semua? Arya mau bantuin memasak?."Tanya Dinda dengan kening yang berkerut.


" Arya mau membuat teh hangat untuk Ratu, Ma. Sedari tadi dia mual serta muntah-muntah terus, tidak biasanya dia seperti ini. Apa mungkin karena kemarin dia kecapean karena terlalu senang main di sawah."Seru Arya memberitahu mama mertuanya.

__ADS_1


" Oh.. Kirain mama kamu mau bantuin memasak juga. Biasa wanita hamil memang seperti itu, ya sudah kamu temani Ratu saja nanti biar mama yang buatkan tehnya. Air nya lagi mama rebus, sebentar lagi mendidih."Ucap Dinda meminta Arya untuk menemani Ratu saja.


Arya mengangguk patuh, dia kembali ke kamar nya untuk menemani Ratu. Dilihatnya Ratu masih berbaring dengan mata yang memandang ke langit-langit kamarnya.


" Mas, mana tehnya?."Tanya Ratu saat menyadari keberadaan suaminya.


" Air nya masih di rebus dek, nanti mama yang buatin tehnya. Mas malah diminta untuk menemani adek saja. Perutnya mas oles minyak angin saja ya biar sedikit hangat, apa masih mual?."Seru Arya sangat lembut memperlakukan sang istri.


" Mualnya sedikit saja mas, sudah mendingan kok mas. Tadi juga sudah aku oles minyak angin sendiri kok pas mas lagi di dapur tadi. Sekarang mas Arya mandi saja, nanti ganti dengan ku."Seru Ratu meminta suaminya untuk mandi lebih dulu.


" Iya sudah, adek istirahat saja ya. Nanti mandinya air hangat saja ya, biar mas siapin."Seru Arya lagi.


" Iya mas."Jawab Ratu mengangguk sambil tersenyum.


Sambil menunggu Arya mandi, Ratu turun dari ranjang lalu menyiapkan pakaian ganti untuk Arya. Setelah itu , Ratu keluar kamar menuju dapur dimana saat ini para wanita sedang bergotong royong memasak sarapan.


" Loh , kok malah kesini? Ini baru saja mama minta Serli untuk mengantarkan teh kamu."Seru Dinda.


" Bosan ma di kamar, Ratu minum teh nya di sini saja lah sembari lihat kalian memasak. Maaf ya, Ratu tidak bisa bantuin memasak."Seru Ratu sambil menarik kursi samping nenek Rahayu.


" Iya tidak apa-apa. Ya sudah ini minum teh nya selagi hangat, ini juga kue yang mama buat kemarin masih ada. Makan kuenya juga ya, jangan biarkan perut kamu kosong. Ingat ada nyawa yang harus dikasih makan juga di dalam sini."Ucap Dinda sambil mengusap perut buncit Ratu.


" Siap Bos."Seru Ratu sambil mengangkat tangannya hormat kepada mamanya.


Pagi ini para wanita yang berbeda usia dan generasi itu akan memasak menu yang simpel dan cepat, ada tumis bunga pepaya, sambal ikan tongkol dan sayur bening bayam serta ada tempe goreng tepung sebagai pelengkap menu mereka sarapan.


***********

__ADS_1


__ADS_2