Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Dia ibuku


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Sepulang dari kantor, Bima mendatangi tempat tinggal ibu Marni. Bima tahu tempat tinggal ibu Marni dari Rani, diam-diam Rani mengikuti ibu Marni dan dia pun memberitahu Bima.


Tok


Tok


Tok


Bima mengetuk pintu rumah tempat tinggal ibu Marni. Ibu Marni yang sedang bersantai nampak heran dengan pintu rumah nya yang di ketuk. Jika yang datang Yanto pastinya tanpa dia mengetuk pintu pun dia bisa langsung masuk.


" Siapa ya? Kalau Yanto pasti dia langsung masuk? Apa tetangga? Ahh selama dua minggu ini aku tinggal di sini tidak ada tuh tetangga yang bertamu?."Seru ibu Marni bermonolog pada dirinya sendiri.


Dengan rasa penasarannya, ibu Marni berjalan untuk membukakan pintu. Sebelum membuka pintu dia mengintip lewat jendela lebih dulu untuk mengetahui siapa yang bertamu.


" Hah.. Bima ?."Seru ibu Marni kaget saat dia tahu jika yang datang adalah Bima.


Tok Tok Tok


Bima kembali mengetuk pintu, kali ini ketukan pintu Bima semakin keras. Dia tahu jika ibu Marni ada di dalam, namun sengaja mengulur-ulur waktu.


" Ibu !! Buka pintunya bu ! Aku tahu ibu ada di dalam, jangan buat Bima semakin keras mengetuk pintu bu. Apa ibu mau Bima permalukan dengan mendatangkan para tetangga?."Seru Bima berteriak.


Ibu Marni semakin takut menghadapi Bima, pastinya Bima saat ini sudah tahu kabar kehamilannya sehingga dia datang menemuinya. Ibu Marni takut Bima berulah, dengan terpaksa Ibu Marni membukakan pintu untuk Bima.


" Emm.. Bima, masuk Bim."Seru ibu Marni dengan gugup.


Bima memandang penampilan ibunya yang sangat-sangat berbeda dari biasanya. Sekarang ibunya lebih terawat, penampilannya pun semakin modis dengan perhiasan banyak menempel di tubuhnya. Wajah full mek up dan dress yang dikenakan pun hanya sebatas lutut.


" Mana Yanto?."Seru Bima dengan ketus.

__ADS_1


" Kalau kamu datang kesini untuk mencari Yanto, Yanto tidak ada di rumah. Kalau kamu memang mau bertemu dengan ibu, masuk dulu kita bicara di dalam saja."Seru Ibu Marni lalu dia berjalan menuju sofa ruang tamu.


Bima pun melangkahkan kakinya masuk dan duduk di sofa. Dengan tatapan mata yang tajam, Bima tetap memindai penampilan ibunya.


" Kenapa kamu melihat ibu seperti itu? Ada yang salah dengan penampilan ibu?."Tanya ibu Marni tidak suka dengan tatapan mata Bima.


" Ibu tidak malu dengan apa yang sudah ibu lakukan ini? Jujur, Bima sangat malu dan jijik punya ibu yang berkelakuan seperti ibu. Belum juga resmi bercerai sudah hamil dengan pria lain tanpa adanya ikatan pernikahan !! Dan yang lebih parahnya, pria itu mantan pacar Serli dan pria itu lebih pantas menjadi anak ibu !! Bima malu dengan kelakuan ibu."Seru Bima mulai menumpahkan segala kekesalannya yang sudah lama dia pendam.


" Kamu jangan ikut campur dengan urusan ibu, Bima. Ibu sudah bahagia dengan Yanto, biarpun Yanto tidak menikahi ibu tapi dia sudah mencukupi semua kebutuhan ibu dan dia sangat menyayangi dan mencintai ibu. Lebih baik kamu urus rumah tangga mu dengan wanita pilihan mu itu. Ibu sudah tidak mengganggu kehidupan kalian lagi, jadi kalian jangan mengganggu hidup ibu lagi. Dan jika kamu malu dengan kelakuan ibu, jangan anggap ibu ini ibumu lagi. Beres kan, jadi kamu tidak akan menanggung malu lagi."Ucap ibu Marni dengan mudahnya tanpa memikirkan perasaan Bima sama sekali.


Brraaakkk


Bima memukul meja dengan cukup kuat sampai suaranya menggema di ruangan itu. Bima mengesampingkan rasa sakit di tangannya, amarah dan emosi sudah menguasai dirinya.


" Beginikah kelakuan seorang ibu yang sudah melahirkan aku? Bu, aku memang anak ibu dan aku lebih muda dari ibu. Tapi aku berhak menasehati ibu dan meluruskan kelakuan ibu yang tidak baik ini. Mau sampai kapan ibu hidup tanpa ikatan dengan Yanto? Jika dia memang mencintai ibu, minta dia untuk menikahi ibu secepatnya agar kalian tidak terus melakukan zin4. Setelah itu ibu tidak menganggap Bima anak ya terserah. Apa ibu tahu pekerjaan Yanto? Yanto itu punya bisnis h4r4m bu."Seru Bima mencoba bicara baik-baik meskipun saat ini dia benar-benar marah dengan ibu Marni.


" Pergi kamu dari rumah ini, Bima !! Kamu jangan ikut campur soal kehidupanku, aku ini lebih tahu apa yang harus aku lakukan. Aku sudah bahagia dengan kehidupan ku yang sekarang ini. Mau aku z!n4 atau tidak itu urusan ku dan satu lagi, jangan ikut campur dengan apapun yang dikerjakan Yanto. Aku tidak perduli Yanto berbisnis apa dan dengan cara apa, yang penting uangnya banyak."Seru ibu Marni sudah mengganti sebutan kata ibu menjadi aku.


Ibu Marni keras kepala, dia sama sekali tidak mau mendengar nasehat Bima. Bima pun tidak akan memaksakan kehendaknya, sudah cukup baik dia datang dan menasehati ibunya serta mengingatkan sang ibu.


" Baik bu, yang penting sebagai seorang anak Bima sudah mengingatkan ibu. Jika suatu saat terjadi sesuatu dengan ibu, jangan pernah mengadu ataupun minta tolong sama Bima dan adik-adik Bima."Seru Bima lagi.


Jdduuuaaarrr


Bima terperangah dan syok saat ibu nya bicara dengan lantang jika sudah tidak menganggapnya dan kedua adiknya sebagai anaknya lagi. Harta yang diberikan Yanto sudah membutakan mata hati ibu Marni. Ibu yang dulu dia segani kini sudah berubah, tidak ada rasa sayang nya lagi kepada anak-anaknya.


" Baik bu, Bima akan pergi. Tapi ingat bu, apa yang sudah Bima katakan tadi. Jika terjadi sesuatu dengan ibu, jangan pernah meminta bantuan Bima dan kedua adik Bima. Bima pamit bu, Permisi."Seru Bima bangkit dan berjalan keluar rumah.


Namun siapa sangka saat Bima baru membuka pintu, Yanto baru sampai dan baru turun dari mobilnya, Yanto heran melihat keberadaan Bima di rumahnya. Sebab Yanto memang belum tahu jika Ibu Marni adalah ibu kandung dari Bima.


" Kamu ngapain di rumah ku?."Seru Yanto tidak suka melihat keberadaan Bima di rumahnya. Sebab dia merasa sudah tidak ada hubungan apapun dengan Serli maupun Bima.


Buugghh


Buugghh


Buugghh

__ADS_1


Tanpa ampun Bima langsung memukuli Yanto tanpa ampun. Yanto sampai tidak bisa menghindar dan membalas pukulan Yanto. Melihat Yanto yang dipukuli Bima, ibu Marni langsung berlari memeluk Yanto dan melindungi Yanto dari pukulan Bima.


" Bima Stop !! Jangan kamu pukul Yanto !!."Seru Ibu Marni berteriak sambil memeluk Yanto dengan erat.


Melihat ibunya yang begitu menyayangi Bima, sampai dia melindungi Bima segitunya. Membuat Yanto semakin marah dan jijik dengan kelakuan ibunya.


" Kalian berdua manusia tidak punya malu !! Kelakuan kalian seperti hew4n !."Seru Bima lantang.


" Hai Bima jaga ucapan kamu !! Memangnya kamu itu siapa sampai kamu menghakimi hidup kami seperti ini? Aku sudah tidak ada hubungan apapun dengan kamu maupun adikmu, Serli. Jadi kenapa kamu datang ke rumah ku dan membuat keributan di sini? Aku akan melaporkan kamu ke polisi karena sudah membuat keributan di rumahku."Seru Yanto mengancam Bima.


Cciiihhhh


Bima melud4h dihadapan Yanto langsung, dia tidak takut dengan ancaman Yanto. Jika Yanto mengancam melapor ke polisi, semua itu akan jadi boomerang untuk diri Yanto sendiri. Dia yang bermain-main dengan api, dan dia sendiri yang akan terbakar.


" Ohhh.. Silahkan saja aku tidak takut dengan ancaman mu itu, Yanto. Kamu kira aku tidak bisa melaporkan balik atas kasus perz!n4h4n kalian berdua? Dan kasus yang paling besar pun akan aku ungkap, kamu lupa jika aku sudah memegang kartu As mu, Yanto."Seru Bima dengab senyum mengejek Yanto.


" Mau kamu apa? Kenapa kamu cari masalah dengan ku padahal di antara kita sudah tidak ada masalah apapun."Seru Yanto lagi.


" Apa kamu tidak tahu, jika wanita tua yang sedang memelukmu itu adalah ibu kandungku !!."Seru Bima dengan lantang.


Hhhaaahhhh....


Yanto kaget saat Bima mengatakan jika ibu Marni adalah ibu kandungnya. Bima baru tahu, jika dia tahu dari dulu mungkin dia tidak akan mendekati ibu Marni.


" Jadi Marni ini ibu kamu? Dia juga ibunya Serli dan mantan ibu mertua Rani?."Seru Yanto dengan wajah kagetnya.


" Iya. Kenapa kamu kaget?."Seru Bima sinis.


" Aku memang kaget, karena aku tidak tahu kebenarannya. Sumpah aku tidak tahu, Bim."Seru Yanto jujur.


" Sekarang kamu sudah tahu kan? Apa kamu tidak ada niat untuk menikahi kekasihmu ini? Dia sedang hamil kan? Tapi terserah kamu juga, mau menikahinya atau tidak aku juga sudah tidak perduli dengan nya. Wanita yang aku hormati kini sudah tidak mau mengakui aku dan adik-adikku sebagai anak lagi."Seru Yanto tersenyum kecut sambil melirik ibu Marni.


Ibu Marni menunduk kan kepalanya, dia tidak berani menatap wajah Bima dan Yanto. Dia takut Yanto marah karena dia dari awal sudah tidak jujur siapa dia yang sebenarnya. Yanto sendiri masih terdiam, dia benar-benar bingung harus bagaimana. Untuk menikah dengan ibu Marni dia tidak mau, tapi kartu As nya ada dengan Bima dan Arya.


" Jangan kamu sakiti wanita tua ini."Seru Bima sambil menepuk pundak Yanto pelan.


Bima pun pergi meninggalkan rumah Yanto, dia melajukan motor kesayangannya dengan pelan. Saat ini di kepalanya bertumpuk-tumpuk masalah yang tidak tahu mana pangkal dan ujungnya.

__ADS_1


**********


__ADS_2