
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Kemana juga Mita dan mamanya, di telepon dari kemarin tidak kunjung bisa juga. Padahal saat ini aku butuh bantuan mereka."Ucap Anne pada dirinya sendiri.
Anne terus mengutak-atik ponselnya mengirim pesan kepada Mita dan mama Mita tapi tak kunjung di balas juga. Di telepon pun tidak bisa-bisa. Mita dan mamanya saat ini sedang jalan-jalan ke negeri gingseng.
Anne saat ini berada disebuah pesta jamuan makan malam para pengusaha. Dia datang seorang diri, dia berharap malam ini bertemu dengan Arya. Jika bisa bertemu dengan Arya adalah sebuah keberuntungan.
Mata Anne menyapu setiap sudut tempat pesta itu, dan tiba-tiba matanya menangkap seorang pria yang memang dia tunggu-tunggu kedatangannya. Senyum bahagia mengukir di bibir tipis Anne.
" Arya? Dia ternyata datang juga ke acara ini? Hemm.. Sepertinya dia datang sendirian dan ini kesempatan bagus untuk aku mendekati Arya. Hemm.. Lihat saja, malam ini aku akan mendapatkan mu , Arya."Ucap Anne bermonolog sendiri.
Anne memanggil satu pelayan pria yang sedang mondar-mandir mengantatkan minuman kemeja-meja para pengusaha yang sedang berbincang itu.
" Apa ini Non?."Tanya pelayan itu tidak tahu maksud Anne mengapa tiba-tiba memberikan uang yang cukup banyak.
" Uang ini untuk kamu, asal kamu mau membantuku memasukan bubuk ini kedalam minuman pria yang sedang duduk disana. Itu yang memakai jas hitam dengan kemeja marron."Seru Anne sedikit berbisik ditelinga pelayan itu.
Pelayan itupun melihat kearah tangan Anne yang menunjuk ke arah Arya. Dia sudah tahu maksud Anne, tapi pelayan itupun takut untuk melakukannya. Dia takut ketahuan dan akan berurusan dengan polisi dan tentunya terancam dipecat dari pekerjaannya.
" Jangan takut, semuanya aman. Kamu tinggal masukkan bubuk ini kedalam minumannya, lihat di depannya belum ada minuman. Cepat kamu lakukan tugasmu, dan uang 2 juta ini sebagai bayaranmu. Aku jamin tidak bakal ketahuan. Jangan lupa siapkan kamar 1 yang besar, dan siapkan air putih untukku."Seru Anne sambil terus menyakinkan sang pelayan.
Dengan bujuk rayu Anne, akhirnya pelayan itupun mau melakukan apa yang diperintahkan oleh Anne. Secara diam-diam dan hati-hati sekali, pelayan itu mendekati meja yang tertata rapi makanan dan minuman. Dengan gerakan cepatnya segelas orange jus sudah dia bubuhi bubuk pemberian Anne tadi.
Anne melangkah mendekati meja dimana ada Arya dan beberapa pengusaha yang lainnya.
" Hai semuanya, apa aku mengganggu obrolan kalian?." Seru Anne dengan ramah dan sopan.
" Hai juga ibu Anne, sama sekali tidak mengganggu kok. Ibu Anne datang sama siapa? Silahkan duduk bu Anne."Seru pak Budi yang memang mengenal baik orang tua Anne, sebab perusahaannya juga bekerja sama dengan perusahaan Anne.
" Terima kasih pak Budi."Jawab Anne dengan lembut.
Arya diam saja dan nampak cuek dengan kehadiran Anne. Bukan dia tidak mau menyapa Anne, hanya saja dia tidak mau terlihat dekat dengan Anne yang akan membuat Anne salah mengartikan. Arya sendiri tahu jika Anne memang menaruh hati dengannya, bukan dia terlalu percaya diri tapi dari gelagat Anne semua itu bisa terlihat.
" Pak Arya apa kabar?."Tanya Anne sambil mengulurkan tangannya kearah Arya.
" Alhamdulillah baik bu, Anne."Jawab Arya dengan terpaksa menerima uluran tangan Anne.
__ADS_1
" Loh kok pak Arya belum ada minuman? Apa mau saya ambilkan?."Tanya Anne pura-pura.
" Tidak perlu bu Anne. Terima kasih, itu ada pelayan biar saya panggil pelayan saja untuk meminta minuman."Jawab Arya.
Tanpa di panggil pelayan itu sudah mendekati Arya dan di nampan hanya ada 1 gelas orange jus, dan 2 gelas minuman beralkohol. Memang sudah menjadi tugas pelayan mendekati meja-meja untuk menawarkan minuman dan makanan kepada para pengusaha yang sedang berkumpul itu. Tentunya Arya mengambil orange jusnya, karena memang dia tidak minum minuman yang beralkohol, meskipun beralkohol rendah.
Melihat Arya meminum, minuman itu senyum Anne terukir tipis disudut bibirnya. Akhirnya apa yang dia rencanakan berhasil juga, dan malam ini dia akan memiliki Arya untuk seutuhnya.
" Pak Arya, bu Anne kami kesana dulu ya. Ada urusan sama sang pemilik acara ini."Seru pak Budi.
Pak Budi dan yang lainnya meninggalkan Anne dan Arya. Arya mulai tidak nyaman dengan tubuhnya, tiba-tiba terasa gerah panas dan kepalanya sedikit pusing.
* Yesss.. Akhirnya obat itu bekerja dengan baik.*Gumam Anne dalam hati.
" Pak Arya kenapa? Sakit?."Tanya Anne seolah dia tidak tahu apa yang terjadi dengan Arya. Padahal itu semua ulahnya.
" Hemm.. Kepala saya sedikit pusing dan badan saya tiba-tiba terasa panas dan gerah bu. Saya tidak kuat lagi berada disini, lebih baik saya pulang saja."Seru Arya memilih untuk pulang daripada terjadi sesuatu dengannya.
" Mana bisa pak Arya mengendarai mobil dalam keadaan seperti ini. Lebih baik pak Arya beristirahat saja dulu di hotel ini, sebentar saya panggilkan pelayan untuk mengantarkan pak Arya kekamar. Mungkin pak Arya ini terlalu kelelahan makanya jadi seperti ini."Ucap Anne lagi.
Arya hanya menganggukkan kepalanya saja, karena yang dia inginkan saat ini adalah mengguyur tubuhnya dengan air dingin agar rasa panas di tubuhnya cepat mengilang. Tidak menunggu lama, Anne sudah kembali bersama pelayan yang sudah dia bayar tadi.
Pelayan tadi membantu Arya menuju kamar hotel, dan Anne mengikuti nya dari belakang dengan senyum sumringah bahagia.
Anne dan pelayan itupun membawa masuk Arya ke salah satu kamar hotel. Setelah Arya berbaring di kasur dengan penampilannya yang sudah berantakan, pelayan itupun keluar dan membiarkan Arya dan Anne didalam sana. Pelayan itu keluar dari kamar lalu dia mengacungkan jempolnya kearah pria yang tadi mengikuti mereka.
'" Ada apa dengan tubuhku ini, kenapa aku sangat menginginkannya. Ratu, iya hanya Ratu yang bisa membantuku." Ucap Arya terus meracau.
" Sayang apa yang perlu aku bantu."Seru Anne dengan suara yang dibuat-buat seakan terdengar m3n3s4h.
" Dek, kamu ada disini dek. Mas,, mas sudah tidak bisa menahannya dek. Tolong bantu mas dek, sepertinya ada yang memberikan obat kedalam minuman mas dek."Seru Arya yang sudah tidak bisa membedakan mana Anne dan mana Ratu karena pandangan matanya sudah mulai tidak jelas karena pengaruh obat itu sudah menjalar, bahkan akal sehatnya seakan sudah tidak berfungsi dengan baik.
Anne tersenyum mendengar Arya yang sudah tidak bisa menahannya lagi. Anne mengambil segelas air minum yang ada di atas nakas lalu meminumnya sampai habis. Kebiasaan Anne setiap kali dia ingin melakukannya pasti akan minum air putih lebih dulu agar tubuhnya lebih segar.
Namun setelah dia minum air itu, tiba-tiba tubuhnya juga ikut panas sama seperti yang dirasakan Arya. Anne tidak perduli, dia tidak menyadari jika minuman itu juga sudah ada obat nya dia hanya beranggapan jika AC kamar itu mati. Anne naik keranjang dan sudah menanggalkan pakaiannya, namun tiba-tiba lampu kamar mati.
" Ahh.. Kenapa ini. Mengganggu kesenangannku saja, tapi tidak masalah yang penting aku masih tetap bisa bersenang-senang dengan Arya."Ucap Anne.
Dua orang pria masuk ke kamar tentunya tanpa sepengetahuan Anne. Anne pun tidak menyadarinya karena keadaan kamar gelap gulita. Salah satu pria tadi menarik Arya dan membawa Arya keluar dari kamar, dan yang satunya lagi menggantikan posisi Arya.
Setelah Arya terbebas dari kamar itu, lampu kembali dihidupkan. Anne dan pria tadi sudah mulai melancarkan aksinya masing-masing dan tidak lupa ada kamera pengintai yang sudah dipasang oleh pelayan tadi.
" Ahh.. Arya, akhirnya malam ini aku bisa memilikimu untuk seutuhnya. Tanamlah benih sebanyak mungkin agar dia bisa tumbuh dirahimku ini Arya sayang."Seru Anne sudah menikmati permainan sang pria pengganti Arya tadi.
__ADS_1
Anne dalam mode setengah sadar karena pengaruh obat p3r4ngs4ng yang sudah dimasuk kan kedalam minumannya tadi.
Sementara itu dikamar yang berbeda, Arya dibawa ke kamar mandi dan di guyur dengan air dingin untuk menghilangkan pengaruh obatnya. Beruntung pelayan tadi hanya memasukkan sedikit obat.
" Maaf kan saya tuan, saya tadi terpaksa melakukannya."Seru pelayan meminta maaf.
" Seandainya aku tahu jika targetnya adalah Arya, mungkin aku sudah mencegahmu dari awal. Kali ini kamu aku maafkan karena kamu juga sudah membantuku membalas kelakuan wanita itu. Sekarang pergilah, jangan sampai kamu mengulanginya lagi."Seru seorang pria dengan tegas.
Pelayan itupun lari terbirit-birit meninggalkan kamar yang saat ini di tempat Arya.
" Bagaimana? Apa perlu dilakukan apa yang memang sudah semestinya menjadi obatnya?."Tanya pria itu kepada pria yang membantu Arya menguyur tubuhnya.
" Sepertinya tidak perlu Tuan. Pak Arya sudah kembali kesadarannya, nasib baik pelayan tadi tidak menuangkan dosis banyak. Tapi tidak tahu dengan wanita tadi, dia pasti kuat main sampai tengah malam. Diminumannya selain obat l4kn4t itu juga aku minta masukan obat ku4t. Hahaaa."Ucap pria itu tertawa puas.
Setelah 40 menit akhirnya Arya keluar dari bathup dengan pakaian yang basah kuyup. Akhirnya pengaruh obat itu hilang juga, siapa sebenarnya yang sudah iseng menuangkan obat itu keminumanku. Tidak mungkin jika tidak disengaja, ini pasti disengaja. Arya meraih handuk yang menggantung di kamar mandi lalu dia melepas pakaiannya yang basah kuyup itu.
Setelah itu Arya keluar dari kamar mandi dengan hanya melilitkan handuk di pinggangnya. Dia mulai bingung, mau pakai baju apa dia saat pulang nanti karena bajunya sudah basah kuyub.
" Kak Raja."Seru Arya saat menyadari ada Raja yang duduk di sofa kamar itu.
" Kenapa? Kamu kaget?." Tanya Raja tersenyum sinis.
Pria yang sudah menolong Arya adalah kakak iparnya sendiri, Raja. Raja juga menjadi tamu undangan di acara itu sehingga dia bisa menggagalkan rencana licik wanita yang bernama Anne. Raja tidak bisa membayangkan seandainya dia tadi tidak datang, dan Arya pasti sudah bersama wanita licik itu.
" Bagaimana kamu melindungi adikku? Sedangkan melindungi dirimu sendiri saja kamu tidak sanggup. Jika aku tadi tidak datang ke acara ini, sudah pasti malam ini kamu sedang menghabiskan malam mu dengan wanita licik itu."Seru Raja. Arya sama sekali tidak tahu wanita mana yang dimaksud oleh Raja. Arya tidak bisa mengingat semua kejadian yang sudah terjadi.
" Maksud kak Raja, wanita siapa? Sumpah kak aku tidak tahu apa yang barusan terjadi. Aku hanya merasa tiba-tiba tubuhku panas dan kepalaku pusing lalu menginginkan hal itu. Aku yakin pasti ada orang yang sengaja memasukan obat itu kedalam minuman ku, soalnya itu terjadi setelah aku minum orange jus."Arya mencoba menjelaskan kepada kakak iparnya.
Tidak mau berlama-lama, Raja pun menunjukan rekaman saat Arya masih didalam kamar bersama Anne tadi. Dimana Anne saat itu sudah mulai menanggalkan bajunya dan mer4b4-r4b4 tubuh Arya dan tiba-tiba lampu kamar mati. Video memang hanya sampai disitu saja, namun masih ada Video yang lebih lagi.
" Si4l !! Jadi wanita itu yang sudah menjebakku. Kak Raja, aku tidak melakukan apapun dengan wanita itu. Buktinya aku saat ini ada disini, jadi tadi kak Raja yang sudah menolongku. Terima kasih kak, dan maaf atas kecerobohan saya. Tapi aku berani bersumpah, aku tidak melakukan apapun dan aku ini dijebak kak. Dan tolong video itu jangan sampai Ratu tahu, aku tidak mau dia salah paham dan akan mempengaruhi kandungannya."Seru Arya memohon.
" Sekarang kamu cepat pakai baju dalam papper bag itu dan kita tinggalkan tempat ini. Jangan buat adikku terlalu lama menunggu kamu pulang, malam ini aku akan menginap dirumah kalian."Raja tetap bicara dengan tegas.
Arya mengangguk dengan cepat, sambil nenunggu Arya mengganti baju. Raja memilih menunggunya diluar saja, sambil memainkan ponselnya. Dikamar sebelah, masih terjadi pertempuran panas antara Anne dan pria yang dia anggap Arya tadi.
Saat ini mata Anne sudah di ikat dengan kain, sehingga dia tidak bisa melihat apa yang dilakukan sang pria. Pria itu mempunyai cara lain untuk melakukan hubungan itu, salah satunya dengan mengikat mata Anne.
" Arya ternyata permainanmu sangat menyenangkan dan membuat aku puas. Lanjutkan Arya, terus .. terus."Seru Anne meracau tidak karuan.
Sudah satu setengah jam permainan, Anne belun sadar juga jika pria yang saat ini bersamanya bukanlah Arya.
***********
__ADS_1