Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Semakin menjadi


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Rani masuk ke kamar yang di tempati ibu Marni, nampak kamar ibu Marni sangat berantakan. Namun Rani seolah tidak kaget lagi, mantan ibu mertuanya itu dari dulu memang jorok dan kamar berantakan sudah menjadi hal yang lumrah. Terdengar gemercik air dari dalam kamar mandi, yang berarti saat ini ibu Marni sedang mandi.


Rani mengira ibu Marni sudah mandi tapi nyatanya dia masih mandi.


Ceklekkk...


Pintu kamar mandi terbuka, Ibu Marni kaget saat mendapati Rani sudah ada di dalam kamarnya. Ibu Marni pun nampak gugup saat melihat keberadaan Rani. Seolah-olah sedang menyembunyikan sesuatu.


" Rani, mau apa kamu masuk kamar ibu?."Tanya ibu Marni dengan gugup.


" Loh kenapa? Bukannya Rani memang sudah biasa ya bu keluar masuk kamar ini, lagi pula ini kan rumah Rani. Kok ibu gugup begitu sih?."Seru Rani merasa aneh dengan sikap ibu Marni.


" Emm... itu, emm ibu hanya kaget saja tiba-tiba melihat kamu ada di kamar ibu. Soalnya tadi sebelum ibu masuk kamar, kamar kamu masih tertutup rapat. Ibu kira kamu masih tidur sama nak Yanto. Oh iya Ran, sebenarnya hubungan kamu dengan nak Yanto itu bagaimana? Kamu bilang ingin kembali mendekati Bima tapi kenapa masih sama Yanto? Yang benar itu yang mana? Ibu tidak mau ya membantu kamu kalau kamu tidak pasti seperti ini."Seru Ibu Marni sangat pintar mengalihkan pembicaraan.


Rani sendiri tidak tahu harus menjawab bagaimana. Dengan Yanto dia sudah sering di abaikan, dan dipakai saat sudah tidak ada wanita lain. Sama saja Rani hanya dijadikan ban serep saja oleh Yanto. Yanto masih tetap memberikan dia uang yang bisa memenuhi kebutuhannya dan tempat tinggal yang layak.


Cintanya Rani tetap ada untuk Bima bahkan dia ingin memperbaiki hubungannya dengan Bima. Akan tetapi semua itu sepertinya tidak mungkin. Bima sudah menikah dan tidak mungkin bisa rujuk dengannya.


" Aku tidak tahu bu. Jalani saja apa adanya dulu, mungkin biar anak ini lahir dulu dan setelah lahir akan Rani serahkan sama Yanto. Baru Rani memikirkan merebut Bima dari Karina. "Ucap Rani sudah berubah lagi.


" Bukannya kata kamu si Yanto itu suka main perempuan dan dia kasar. Kenapa masih saja kamu mau sama dia?."Tanya ibu Marni lagi.


" Karena uang bu. Sudah jangan bahas masalah ini lagi, kalau Yanto dengar nanti bakalan runyam. Bu, hari ini ikut aku periksa kandungan ya. Aku malas pergi sendirian."Seru Rani meminta Ibu Marni menemaninya cek kandungan.

__ADS_1


Tubuh ibu Marni sangat lelah, dia ingin istirahat saja di rumah. Yanto tadi benar-benar bering4s sekali , menggarapnya sampai satu jam.


" Ibu sepertinya tidak bisa Ran, ibu pusing dan tubuhnya pegal-pegal. Makanya tadi masak belum sempat ibu bereskan, ibu langsung masuk ke kamar. Kamu minta antar si Yanto saja, pasti dia mau."Ucap ibu Marni menolak.


" Ya sudah kalau begitu."Seru Rani lalu dia keluar dari kamar ibu Marni.


Rani sudah tidak melihat Yanto di meja makan. Rani pun menghampiri Yanto di kamar dan mengajak Yanto untuk menemaninya cek kandungam ke rumah sakit.


" Yanto, kamu bisa tidak antarkan aku ke dokter kandungan?."Tanya Rani ragu-ragu.


Yanto terdiam, jika Rani mengajaknya begini berarti si ibu Marni tidak mau ikut. Dengan begitu Yanto juga harus menolaknya agar bisa berduaan dengan ibu Marni. Satu jam permainan dengan wanita paruh baya itu belum bisa membuat Yanto pu4s.


" Aku tidak bisa, ada janji sama orang. Memangnya si ibu Marni itu tidak bisa menemani kamu?."Tanya Yanto berbasa-basi.


" Tidak bisa,dia kurang enak badan. Kali ini saja sih Yan, selama ini kamu baru sekali saja menemani aku cek kandungan. Bagaimanapun anak ini juga anak kamu Yanto."Seru Rani mencoba memaksa Yanto.


* Yess ternyata benar wanita tua itu tidak mau ikut. Hemmm... Aku bisa menggarapnya lagi, aku masih penasaran dengannya. Kira-kira kuat berapa jam dia bermain di atas ranjang.*Gumam Yanto dalam hatinya.


Tanpa berpamitan dengan ibu Marni, Rani berangkat meninggalkan rumah. Ibu Marni mengira jika Rani pergi dengan Yanto, sehingga dia tetap saja didalam kamar dan berbaring. Tubuh tuanya sepertinya sangat lelah, setelah cukup lama tidak pernah bermain.


Tanpa menunggu lama, Yanto keluar kamar dan melangkah menuju kamar ibu Marni. Nampak ibu Marni yang berbaring di atas ranjang. Secara diam-diam Yanto menyelinap masuk ke kamar dan ke dalam selimut ibu Marni sehingga membuat ibu Marni kaget.


" Aagghhh. .. Siapa kamu."Seru ibu Marni langsung duduk.


" Hai Marni sayang ini aku. Kenapa kamu kaget begitu? Aku masih menginginkan mu, kamu harus mau melay4niku dengan baik. Tenang saja di rumah ini tidak ada siapa-siapa karena Rani sudah pergi cek kandungan. Kamu tenang saja, nanti akan aku transfer lagi."Seru Yanto yang sepertinya ketagihan bermain dengan ibu Marni.


" Yanto !! Aku kira kamu tadi ikut Rani, kenapa kamu membiarkan Rani pergi sendirian. Kasihan dia itu sedang hamil, mana tadi aku dengar suara mobil. Apa dia menyetir sendirian?."Tanya ibu Marni.


Yanto tidak perduli dengan segala macam pertanyaan ibu Marni. Yanto langsung melepaskan daster yang dikenakan ibu Marni lengkap dengan onderdil yang lain juga dia lepas. Kini ibu Marni sudah polos tanpa sehelai benang pun, namu Yanto justru menggendong tubuh ibu Marni keluar dari kamar.


" Yanto kamu mau membawaku kemana?."Tanya ibu Marni penasaran.

__ADS_1


" Ruang tengah, karena aku ingin merasakan sensasi permainan yang berbeda. Tidak hanya di atas kasur, sudah diam jangan banyak tanya. Lebih baik kamu segera lakukan tugas mu dengan baik."Jawab Yanto.


Ibu Marni tidak bisa berbuat apa-apa, dia pun pasrah begitu saja saat Yanto membawanya keluar kamar. Kini mereka sudah berada di sofa ruang keluarga, ibu Marni mulai memainkan perannya dengan baik tanpa banyak penolakan. Yanto tersenyum senang saat ibu Marni sudah mulai melakukan tugasnya.


*******


Raja dan papanya sudah pulang ke kota tempat tinggalnya. Tinggal mama nya Ratu yang masih tetap ingin di rumah Ratu. Dia masih kangen dengan Ratu, sehingga dia memilih untuk tinggal dulu.


" Mama mau ikut ke butik tidak?."Tanya Ratu mengajak mamanya supaya ikut ke butik agar tidak kesepian di rumah.


" Mama di rumah saja, mama mau buat kue kesukaan kamu sama bik Siti. Nanti siang saja mama ke butik sekalian bawa makan siang dan kue untuk kamu."Ucap mama Ratu dengan lembut.


" Oh ya sudah. Kalau begitu Ratu duluan ke butik ya ma, nanti minta antar pak sopir saja."Ucap Ratu lalu memeluk mamanya.


" Iya sayang. Arya, bawa mobilnya jangan ngebut-ngebut ya. Ingat kamu bawa wanita yang sedang hamil."Ucap mama Ratu.


" Iya ma. Kalau begitu kami berangkat ya Ma. Assalamualaikum."Seru Arya dan Ratu mengucap salam bersamaan.


" Waalaikumsalam."Jawab mama Ratu.


Ratu dan Arya berangkat dengan mobil yang sama. Arya mengantar Ratu lebih dulu, sudah menjadi rutinitas Arya mengantar jemput istrinya di butik. Jika dia pulang kantor kesorean dia akan meminta tolong pak sopir untuk menjemput Ratu.


" Mas, kapan ada waktu untuk ke kampung kakek?."Tanya Ratu saat dalam perjalanan menuju butik.


" Nanti mas atur jadwal dulu ya dek. Sudah kangen ya sama kakek nenek?."Tanya Arya.


" Iya mas, dari dulu kita sudah berencana kesana tapi tidak kesampaian juga. Tolong luangkan waktu nya ya mas, mungkin besok lusa saat weekend kita bisa kesana."Seru Ratu sedikit memaksa Arya.


" Baiklah, besok lusa kita ke rumah kakek Karim. Ajak mama sekalian ya, pasti mama juga kangen sama orang tuanya."Ucap Arya akhirnya menyetujui permintaan istrinya.


Ratu nampak tersenyum bahagia saat Arya mengiyakan permintaannya. Sudah lama dia tidak bertemu dengan kakek neneknya itu, dia berencana akan mengajak Serli agar bisa mengenal lebih keluarganya.

__ADS_1


***************


__ADS_2