Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kejujuran Bima


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Bima tidak mau memulai hubungannya dengan Karina dengan kebohongan sehingga dia akan memberitahu statusnya yang sebenarnya. Hubungan yang di awali dengan kebohongan suatu saat akan menjadi boomerang untuk dirinya sendiri.


" Karina, aku ingin bicara jujur denganmu. Tapi aku mohon tolong jangan marah dan jangan benci aku. Awalnya aku akan merahasiakan nya, akan tetapi, setelah aku fikir-fikir aku harus mengatakan ini."Ucap Bima terdengar dia bicara dengan serius.


Sungguh Karina penasaran apa yang akan dikatakan oleh Bima. Baru 30 menit yang lalu mereka mengungkapkan isi hatinya dan kini mereka sudah resmi menjalin hubungan dan akan ketahap yang serius.


" Apa yang ingin mas bicarakan? Bicaralah, aku mau tidak ada kebohongan diantara kita."Jawab Karina.


Hhhuuuufffff


Terdengar Bima menghela nafas dengan berat sebelum dia bicara. Sebenarnya dia takut jika Karina akan meninggalkannya jika dia bicara jujur soal statusnya. Jika dia tidak jujur, Bima tidak mau Karina akan tahu dari orang lain dan itu akan semakin melukai hati Karina.


" Aku sudah menikah."Ucap Bima akhirnya dia bicara jujur dengan Karina tentang status pernikahannya.


Ddeegghh


Karina langsung syok mengetahui status Bima yang sebenarnya sudah menikah. Ingin marah, tetapi Karina juga ingin tahu apa alasan Bima yang sempat merahasiakan statusnya. Baru juga beberapa menit lalu bahagia, kini Bima sudah membuat hati Karina sakit.


" Kamu sudah menikah? Maksudnya mas Bima sudah punya istri?."Tanya Karina dengan menguatkan hatinya.


" Iya aku memang pria yang beristri."Jawab Bima dengan jujur.


Ppllaakk

__ADS_1


Satu tamparan berhasil Karina layangkan di wajah Bima. Karina tidak menyangka jika Bima laki br3ngsek yang tega membohonginya. Padahal dirinya sudah sangat yakin jika Bima bisa menjadi imam nya yang baik. Karina merasa dibohongi dengan sikap baik yang ditunjukan oleh Bima.


" Gila kamu mas !! Kamu sudah beristri dan kamu berani mengajak aku menikah. Kenapa tidak dari awal kamu memberitahu tentang statusmu. Kamu jahat mas, baru beberapa menit yang lalu kamu mengajakku menikah tapi sekarang kamu sudah membuat ku kecewa. Keterlaluan kamu mas."Ucap Karina dengan mata yang berkaca-kaca.


" Karina, tolong jangan menangis seperti ini. Aku tidak bisa melihat kamu menangis, maafkan aku Karina. Aku punya alasan tersendiri kenapa aku sempat merahasiakan semua ini darimu. Aku sangat mencintai kamu, dan aku merasa nyaman dan dihargai saat bersamamu. Dan hal itu tidak bisa aku rasakan saat bersama istriku. Istriku sama sekali tidak pernah menghargaiku, dia tidak pernah mengurusku. Yang dia mau hanya uangku, aku jenuh dengan hubungan itu Karina. Aku sudah berniat untuk bercerai dengannya, karena rumah tangga ku penuh dengan konflik."Ucap Bima mencoba menjelaskan semuanya kepada Karina sambil meraih tangan Karina.


Karina menepis tangan Bima, dia tidak mau Bima mendekatinya hanya sebagai pelariannya dari kejenuhan dari istrinya. Dan lagipula Karina tidak mau di cap sebagai wanita perusak rumah tangga orang.


" Mas, kamu ini mikir tidak sih bagaimana sakitnya hati istrimu jika kamu seperti ini. Aku tidak mau melanjutkan hubungan yang baru beberapa menit ini. Perbaikilah hubunganmu dengan istrimu dan lupakan aku. Aku juga seorang wanita mas, aku pernah merasakan sakitnya dihianati. Jangan sampai istrimu juga merasakan sakit hati karena aku."Ucap Karina bicara dengan cukup bijak.


" Tidak !! Aku tidak akan mau melepaskanmu Karina. Dari pertama kali kita bertemu, aku sudah merasakan getaran cinta. Aku akan mengakhiri hubunganku dengan istriku, karena aku sudah tidak sanggup hidup dengannya. Ditambah dia juga sudah banyak membohongiku, dia juga tidak mau memiliki anak. Itulah yang membuat aku bertekad untuk bercerai dengannya."Ucap Bima terus menyakinkan Karina.


Karina bimbang dan ragu untuk terus melanjutkan hubungannya dengan Bima. Tapi sepertinya memang Bima ingin serius dengannya, Bima nampak tidak bahagia dengan pernikahannya terdahulu.


" Mas Bima selesaikan dulu urusan dengan istri mas, baru mas Bima temui aku lagi. Jangan temui aku jika urusan kalian belum selesai."Ucap Karina.


" Baik, aku akan segera menyelesaikan urusanku dengan istriku. Aku mohon, tolong kamu tunggu aku. Setelah urusanku selesai, aku akan datang melamarmu."Ucap Bima berjanji dengan penuh keyakinan.


Sementara saat ini, di salah satu hotel. Rani dan mantan pacarnya saat SMA dulu sedang bergumul dengan panasnya. Iya, sudah 3 hari ini Rani berkomunikasi dengan mantan pacarnya dan ternyata mantan pacarnya ada dikota yang sama.


Rani menemui mantan pacarnya di salah satu hotel yang sudah mereka janjikan. Dan akhirnya terjadilah permainan panas yang diperankan oleh Rani dan mantan pacarnya. Apalagi mantan pacar Rani sudah memberikan uang yang cukup banyak untuk Rani sehingga Rani terlena dengan uangnya.


" Ahhh... Rani kamu memang Hot."Seru pria dengan suara yang serak karena menahan sesuatu yang hampir saja meledak.


" Iya dong. Rani gitu loh."Jawab Rani dengan bangganya.


Rani sudah tidak perduli jika perbuatannya itu adalah dosa besar. Yang terpenting baginya saat ini adalah uang, dengan begitu dia bisa mendapatkan uang yang lebih banyak dan bisa membeli barang-barang yang dia inginkan. Dia juga sudah bosan setiap hari di rumah dengan jatah bulanan yang tidak seberapa.


Rani memang tidak bersyukur, kebutuhan rumah sudah dicukupi oleh Bima. Uang 2 juta yang diberikan Bima pun tetap tidak cukup.


Aarrrrggggghhhhh

__ADS_1


L3nguh4n panjang keluar dari mulut mereka berdua. Mereka sama-sama pada puncak permainannya. Rani terkapar di samping prianya, dengan nafas yang memburu. Sudah 1 jam dia bermain dan memegang kendali permainan.


" Rani kamu sangat membuat aku puas."Ucap pria yang bernama Yanto sambil memeluk tubuh Rani yang dipenuhi keringat.


" Aku juga puas, Yan."Jawab Rani dengan senyum mengembang.


" Apa kamu tidak takut jika suami mu tahu hubungan kita ini? Kalau aku sih santai saja karena aku single."Ucap Yanto lalu mencium pipi Rani.


" Suamiku tidak akan tahu, lagipula jika dia tahu biar saja. Aku sudah bosan hidup miskin sama dia, dia dulu itu royal tapi sekaranng pelit banget. Jika aku bercerai dengan nya apa kamu mau menikahiku?."Tanya Rani yang kini sudah memiringkan tubuhnya dengan tangan memeluk tubuh Yanto.


Bukannya menjawab pertanyaan Rani, Yanto justru melahap buah kembar Rani dengan sangat rakus. Namun meskipun begitu, Rani menyukainya sampai suara d3s4h4n kembali keluar dari mulutnya. Sesuatu milik Yanto pun sudah kembali mengeras, Yanto mengambil posisi untuk mulai penyatuannya kembali.


Kini Yanto sudah memegang kendali permainan. Rani dibuat merem melek karena ulah Yanto yang memang sangat berbeda dengan Bima. Bagaimanapun yang haram itu justru lebih enak ya, Ran.


Bima saat ini sudah ada di rumah kontrakannya , dia mencari keberadaan Rani namun dia tidak menemukan Rani.


" Rani mana bu?."Tanya Bima saat ibu Darti baru bangun tidur.


" Emm... itu. Itu Rani pergi sama teman kerja butiknya dulu, katanya mau menjenguk temannya yang sakit."Jawab Ibu Darti terbata-bata dan gugup.


Ibu Darti tahu dimana saat ini Rani berada. Ya, ibu Darti tahu jika sekarang Rani sedang jalan dengan Yanto, seban Rani memang cerita jika dia bertemu dengan Yanto.


" Sudah lama Rani pergi, Bu?."Tanya Bima lagi.


" Belum ada satu jam. Mungkin sebentar lagi juga pulang kok, maklumlah Bim. Selama ini Rani kan cuma dirumah saja, jadi kalau dia keluar ya kamu jangan marah."Ucap Ibu Darti membela Rani.


" Ya sudah. Bima mau istirahat dulu, Bu."Seru Bima pelan lalu melangkah menuju kamar yang dia tempati bersama Rani.


Bima masuk kekamarnya untuk beristirahat, akan tetapi sebelum dia benar- benar istirahat Bima mengambil ponselnya dan mencoba menghubungi Rani namun ponsel Rani justru tidak aktif.


**************

__ADS_1


__ADS_2