
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Apa? Serli besok menikah?."Seru Arya kaget saat Bima datang kerumah memberi kabar jika Serli akan menikah.
Bima datang untuk menjemput pak Santo sekaligus memberitahu Arya dan Ratu jika Serli akan menikah. Pak Santo yang memang meminta pria yang menghamili Serli untuk menikahi Serli pun terkejut dengan pernikahan yang terkesan mendadak bahkan tidak di rundingkan lebih dulu dengannya.
" Kamu serius Bim?." Tanya pak Santo.
" Serius pak, Bima juga baru tahu malam ini dan ibu langsung meminta Bima untuk menjemput bapak. Besok acaranya jam 9 pagi pak,bapak pulang ya sama Bima. Bagaimanapun bapak wali yang sah untuk Serli."Ucap Bima meminta bapaknya untuk pulang.
Ratu dan Arya juga meminta pak Santo untuk pulang dulu, menjadi wali nikah Serli. Tidak mungkin juga pak Santo tidak menghadiri acara pernikahan Serli.
" Bapak akan pulang."Jawab pak Santo.
" Iya pak. Oh iya, Bima juga mau bilang kalau besok lusa Bima mau pindah ke kontrakan."Seru Bima yang merasa malu jika dia terus menerus tinggal di rumah pak Santo, apalagi sekarang ibu mertuanya juga ikut tinggal dengannya.
" Kenapa pindah ke kontrakan mas?."Tanya Bima.
" Hemmm aku ingin mandiri Arya, sekarang juga ibu mertuaku ikut tinggal denganku. Aku tidak mau semakin merepotkan Bapak dan kamu, bagaimanapun itu juga bukan rumah ku. Aku mengontrak tidak jauh kok dari rumah, di kontrakan milik Bu Janah hanya 10 menit saja dari rumah."Ucap Bima berterus terang.
Arya dan Ratu hanya mengangguk saja, pilihan Bima mengontrak memang lebih baik. Mungkin dengan begitu, istrinya bisa berubah. Setelah mengobrol cukup lama, pak Santo dan Bima pun pulang dengan mengendarai motor Bima.
" Mas, besok kira-kira kita bawa apa ya mas kesana? Kira-kira untuk makanan apa sudah ada yang mengurusnya?."Tanya Ratu.
" Sudah biarkan saja, lagi pula ibu ataupun Serli tidak ada yang bicara langsung sama kita. Kalau memang mereka butuh bantuan seharusnya mereka kasih kabar. Besok kita datang-datang saja, bawa saja amolop dan serahkan sama Serli jangan sama ibu."Ucap Arya masih terlihat dengan jelas jika dia kesal dengan ibu Marni.
__ADS_1
" Ya sudah, Aku ikut apa kata kamu saja mas."Jawab Ratu dengan pasrah.
Malam semakin larut, Ratu dan Arya sudah masuk kamar. Seperti biasa, sebelum tidur pasti Ratu sibuk dengan rutinitas di depan meja riasnya.
" Dek, belum selesai ya?." Tanya Arya.
Ratu tahu apa yang dimaksud sang suaminya, apalagi kalau bukan soal nafkah batin. Sudah 3 hari ini Ratu kedatangan tamu bulanannya.
" Belum mas, baru juga 3 hari mas. Biasanya kan 7 sampai 8 hari, sabar ya mas. Nanti kalau sudah selesai boleh deh main sampai lembur."Ucap Ratu sambil mengedipkan matanya dan itu justru menggoda Arya.
" Jangan menggodaku dek, mas sudah tersiksa ini."Seru Arya dengan wajah manyun cemberut.
" Iya deh maaf. Ya sudah yuk tidur, besok kita harus kerumah bapak jangan sampai telat, kalau telat kita juga yang malu mas."Seru Ratu.
Ratu naik ke ranjang dan berbaring di samping kanan Arya. Arya langsung memeluk istri nya dan masuk ke dalam selimut.
*******
" Apaan sih bu, inikan hari libur. Mas Bima tidak kekantor, jadi aku tidak harus bangun pagi-pagi untuk menyiapkan sarapan mas Bima."Seru Rani dengan wajah kusutnya.
" Kamu lupa, kalau hari ini Serli mau menikah? Kamu bisa kan bantuin beresin ruang tamu dan ruang keluarga, kalau soal makanan tidak perlu bingung. Ibu sudah pesan catering beserta kue-kue nya juga. Ibu juga sudah meminta tolong bu Pinah dan Bu Lulu untuk didapur. Kamu cukup bantu beresin rumah saja."Seru ibu Marni bicara dengan nada bicara yang lembut.
Dengan Rani, ibu Marni tidak bisa bicara kasar atau meninggikan suaranya karena saat ini ada Ibu Darti juga. Tapi pada dasarnya ibu Marni memang jarang marah dengan Rani, terbukti dengan uang tabungan yang habia ibu Marni hanya marah sesaat lagi. Dan sekarang justru terlihat semakin sayang dengan Rani.
" Kalau sudah catering untuk apa ibu panggil Bu Pinah dan bu Lulu untuk bantu di dapur?." Tanya Rani heran.
" Ya untuk menyiapkan minumam dan makanan, memangnya siapa yang mau menyiapkan makanan jika makanannya datang? Dan untuk mencuci piring juga siapa? Apa kamu mau cuci piring?."Tanya ibu Marni.
Rani langsung menggelengkan kepalanya dengan cepat. Mana mau dia mencuci piring, sudah pasti cucian piring gelas juga banyak. Sebab Rani tahu jika ibunya mengundang sekitar 20 orang atau tetangga nya, belum tamu dari pihak laki-lakinya.
Sekitar jam setengah 8 makanan sudah diantarkan oleh orang catering. Makanan yang ibu Marni pesan cukup banyak dan makanan yang enak-enak. Ada daging rendang, sop iga, dendeng balado, ayam bakar, capcai seafod dan masih ada beberapa yang lainnya.
__ADS_1
" Bu, banyak sekali pesan makanannya bu?." Tanya Bima kaget saat makanan sudah tersusun rapi di atas meja.
" Ini hari spesial jadi ibu mau menunya juga spesial. Kamu itu bagaimana sih Bim, calon suami Serli itu orang kaya dan dia juga seorang pengusaha. Tidak masalah dong kalau kita menyiapkan semuanya serba mewah. Cuma habis 12 juta saja kok untuk makanan dan kue - kuenya."Jawab ibu Marni dengan santainya.
" Apa 12 juta? Memang calon suami Serli kasih uang berapa untuk biaya konsumsi bu?." Tanya Bima dengan kaget.
" Belum ada. Tapi setelah acara selesai pasti juga dia ngasih. Kalau tidak ngasih mah itu soal gampang."Jawabnya lagi-lagi dengan santainya.
Bima tidak habis fikir dengan ibunya, bisa-bisanya ibunya sudah pesan banyak makanan sampai habis 12 juta tapi pihak laki-laki belum memberikan uang sepeserpun. Bima tidak mau berdebat dengan ibunya, dia pun berlalu keteras depan menghampir pak Santo yang sedang mengobrol dengan pak Rt dan beberapa tetangga yang lainnya.
Tepat jam 8 pagi, Arya dan Ratu sampai di rumah pak Santo. Arya langsung ikut bergabung dengan pak Santo sedangkan Ratu masuk ke rumah untuk menemui calon pengantin.
" Datang juga kamu?." Tanya ibu Marni sinis.
" Datang dong meskipun tidak ada undangan secara langsung."Jawab Ratu dengan santainya.
" Kamu bawa apa? Hahh... Kamu datang dengan tangan kosong? Tidak bawa apa-apa? Dihhh pelit banget jadi orang. Katanya orang kaya tapi datang ke nikahan adik ipar tidak bawa apa-apa, kalau aku sih malu."Seru Rani tiba-tiba menyela dan bicara dengan ketus.
" Memangnya mbak Rani sudah kasih apa?." Tanya Ratu sambil bersedekap.
Rani langsung terdiam dan salah tingkah, dia memang tidak memberikan apa-apa. Tapi bukan berarti Ratu juga tidak memberikan apa-apa.
" Sudah jangan bikin ribut. Awas saja kalau kamu bikin keributan di rumah ku, Ratu. Sebentar lagi pengantin pria akan datang, kalian jangan ribut lagi."Seru ibu Marni.
Ratu meninggalkan ke tiga wanit toxic itu, dia memilih masuk ke kamar Serli. Dikamarnya, Serli baru saja selesai dirias oleh MUA yang tidak kaleng-kaleng, Ratu pastikan mekup Serli itu lebih dari 3 juta.
" Wah cantik banget kamu, Ser."Seru Ratu mengagumi kecantikan Ratu.
" Iya dong, aku memang cantik. Mbak apa tidak lihat jika MUA yang calon suamiku datangkan adalah MUA yang profesional dan hasilnya sangat-sangat memu4skan."Jawab Serli dengan bangganya.
Serli tidak tahu jika yang mendatangkan MUA itu bukanlah Harsa melainkan ibu Marni sendiri yang sengaja memakai jasa mekup yang profesional. Ibu Marni ingin membuat Harsa semakin jatuh cinta dengan Serli, sehingga MUA mahalpun dia datangkan.
__ADS_1
***********