
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Akhirnya pelarian dan persembunyian Yanto berakhir sudah. Malam ini Yanto berhasil dibekuk petugas saat hendak melarikan diri lewat jalur laut. Yanto hendak pergi ke salah satu pulau yang terpencil yang tidak semua orang tahu keberadaan pulau itu.
Malam ini juga Yanto langsung di gelandang menuju kantor polisi untuk diinterogasi. Baru besok dia akan di bawa ke rumah tahanan, sembari menunggu kasusnya di limpahkan ke pengadilan.
" Jangan banyak b4cot kamu !! Apa mau kamu aku door di sini?."Seru polisi saat dalam perjalanan membawa Yanto ke kantor polisi.
" Ampun pak."Jawab Yanto ternyata dia takut dengan ancaman polisi tadi.
Wajah Yanto sudah menerima beberapa bogeman, karena dia tadi sempat melawan saat ditangkap. Beruntung tidak sampai di lepaskan t3mb4kan di kakinya.
Mendengar ancaman polisi tadi, membuat Yanto langsung terdiam. Saat ini yang ada di fikirannya adalah tenang, dan memikirkan bagaimana caranya agar dia tidak dihukum dan bisa bebas dengan mudah.
" Kenapa lihat-lihat?."Seru polisi itu dengan ketus.
" Tidak pak. Emm.. Pak kalau saya kasih uang 300 juta apa bapak mau membantu saya?."Tanya Yanto dengan pelan dan sedikit berbisik agar tidak terdengar dengan polisi yang lainnya.
Polisi itu nampak mengerutkan keningnya, dia heran kenapa Yanto bicara dengan pelan dan berbisik-bisik. Dan pertolongan apa yang diinginkan oleh Yanto.
" Apa?."Tanya Polisi yang bernama Dewa itu dengan tegas.
" Bapak bantu saya untuk kabur, atau paling tidak bantu saya agar tidak di penjara. Nanti akan saya kasih imbalan berupa uang 300 juta dan jika kurang akan saya belikan motor sport untuk bapak. Bagaimana, apa bapak tertarik?."Seru Yanto pelan dan dia percaya diri seolah polisi itu akan mau bekerja sama dengannya.
Buuuggghh
Buuuggghh
__ADS_1
Tanpa menjawab, polisi itu memberi jawaban lewat bogeman nya berkali-kali di wajah Yanto. Bukannya mengurangi rasa sakit, justru wajah Yanto bertambah sakit. Polisi itu marah dan kesal dengan Yanto, dia berniat untuk menyuap anggota polisi agar bisa membantunya bebas.
" Dasar bodoh !! Kamu kira aku akan tergiur dengan tawaranmu itu? Penjahat karbitan !!."Seru pak Dewa dengan geram.
" Ada apa pak Dewa?."Tanya polisi yang lainnya merasa kepo.
" Dia mencoba menyuapku dengan uang 300 juta dan motor sport, dia mau aku membantunya terbebas dari jeratan hukum. Dasar penjahat karbitan, kalau bodoh ya bodoh saja "Ucap pak Dewa lalu tertawa jahat.
Polisi yang ada dalam mobil itupun ikut tertawa, mereka menertawakan kebodohan Yanto. Apa dikiranya dengan uangnya dia bisa membeli sebuah kesetiaan dan harga diri dari seorang polisi. Polisi bertugas untuk menjadi abdi negara, memberantas kejahatan bukan untuk menerima suapan.
" Ya kali saja bapak mau. Kalaupun tidak mau ya sudah, tapi jangan memukul ku begini dong pak. Lihat nih muka ku jadi tambah bonyok begini, hilang deh ketampananku."Seru Yanto bicara seakan dengan teman nya sendiri.
" Apa ?? Mau di tambah lagi? Mau di buat rontok itu gigi? Padahal penjahat kelas kakap tapi kok lembek banget sih, tuh para komplotan kamu sudah menunggu kedatanganmu di sel tahanan."Ucap pak Dewa.
Hhhiissshhhh
Yanto malah melengos begitu saja, para polisi itupun heran dengan sikap Yanto. Padahal saat dilakukan penangkapan tadi sangat licin dan brutal. Tapi kenapa sekarang tiba-tiba sudah berubah jadi lebay dan bodoh.
Malam semakin larut, dan saat sudah jam 2 malam alias dini hari. Dan mobil polisi yang membawa Yanto akhirnya sampai juga di kantor polisi. Untuk malam ini Yanto beristirahat di kantor polisi dulu sembari dimintai keterangan dan baru besok akan masuk rumah tahanan bergabung dengan para komplotannya dan menunggu sidang.
" Iya pak paham. Kalau boleh, tolong minta air hangat sama salep oles memar nya dong pak untuk mengobati bonyok di wajah saya ini."Jawab Yanto dengan patuh. Tubuhnya sudah sakit-sakit, jadi dia tidak mau membantah agar para polisi itu tidak menghajarnya lagi. Namun dia tetap saja membuat polisi itu kesal, dengan enaknya dia meminta obat apa dia kira kantor polisi itu rumah sakit.
" Tidak ada !!."Bentak pak Dewa membuat nyali Yanto jadi menciut.
Polisi itupun meninggalkan Yanto dan membiarkan Yanto beristirahat dengan merasakan sakit di sekujur tubuhnya. Sepeninggalan polisi, Yanto berbaring di atas lantai yang hanya beralaskan tikar saja.
" Begini ya susahnya jadi penjahat. Hemmm selama 15 tahun jadi pengedar dan jadi penjahat, baru kali ini aku masuk penjara. Huuhh dasar apes-apes, pasti aku dihukum puluhan tahun bahkan bisa hukum m4ti. N4rkoba itu hukumannya tidak ringan."Ucap Yanto pada dirinya sendiri.
******
Oooeeekk Oeeekk Ooeeekk
Tengah malam, Devan tiba-tiba menangis. Mendengar suara tangisan Devan, Revan pun ikut terbangun dan menangis. Arya dan Ratu langsung terbangun saat mendengar tangisan kedua anaknya.
__ADS_1
" Duh kenapa mereka itu dek?."Seru Arya segera menyusul Ratu yang sudah lebih dulu turun dari ranjang.
" Mungkin haus mas, mas gendong Revan dulu ya. Aku mau kasih Asi Devan, sepertinya Devan yang bangun duluan. Bisa dilihat dari siapa yang nangis lebih kencang."Ucap Ratu lalu mengambil Devan dan membawanya duduk di pinggiran ranjang untuk di beri Asi.
Arya ikut mendekati Ratu dan berdiri di dekat Ratu sembari menggendong Revan yang masih menangis juga namun tidak sekeras tadi. Jam yang tergantung di dinding kamar menunjukan pukul 2 dini hari, Raru harus terbangun untuk memberi Asi kedua anaknya. Hal itu berhasil membuat Arya terharu dan kasihan dengan istrinya.
Perjuangan Ratu tidak bisa dia bayangkan dan tidak bisa di gantikan dengan apapun. Arya ikut meneteskan air mata saat melihat Ratu seakan kesakitan saat Devan minum Asi langsung dari sumbernya.
" Mas, kenapa? Kok menangis?."Tanya Ratu dengan wajah keheranannya.
" Tidak dek, mas hanya terharu dan kasihan sama kamu. Tengah malam begini kamu harus bangun dan memberi asi mereka berdua. Istirahat kamu berkurang dek, dan pagi juga masih harus mengurus ini itu sebelum ke butik. Mas tidak tega melihat kamu kelelahan dek."Ucap Arya kini sudah duduk di samping Ratu.
" Mas, ini semua sudah menjadi kewajibanku sebagai seorang ibu. Inilah sebuah tanggung jawab, dan ini hal yang selama ini aku impikan. Bisa saja aku memberikan mereka susu formula dan membiarkan mereka tidur dengan pengasuhnya. Tapi aku tidak mau, aku ingin anakku sehat dan bisa minum Asi sampai batas yang di tentukan. Bukan berarti susu formula tidak bagus ya, kalau dia tidak bagus tidak mungkin perusahaan-perusahaan memproduksinya. Aku tidak apa-apa kok mas, aku menikmati semuanya."Ucap Ratu menyakinkan suaminya sembari mengusap lengan suaminya.
Setelah 10 menit, Devan sudah selesai minum asi dan matanya pun sudah terpejam kembali. Ratu meletakkan Devan di tempat bok bayinya, dan mengambil Revan yang ada dalam gendongan Arya.
" Habis minum Asi bobok lagi ya sayang."Seru Ratu berbicara dengan Revan.
" Terima kasih untuk semuanya, Sayang."Seru Arya sembari memeluk Ratu dari samping.
" Iya mas, sama-sama. Mas tidur lagi saja duluan, setelah Revan selesai aku pasti akan tidur lagi."Ucap Ratu meminta Arya untuk tidur lagi.
" Tidak dek. Mas akan menemani kamu sampai kamu selesai menidurkan Revan lagi, tidak apa-apa sesekali mas menemani kamu bergadang."Seru Arya sambil mengusap kepala Revan.
Ratu hanya mengulas senyum manisnya sembari menganggukkan kepalanya. Setelah di rasa cukup, Ratu pun menyudahi memberi asi Revan. Namun mata Revan belum juga terpejam lagi, Arya mengambil Revan dalam pangkuan Ratu lalu menggendongnya.
" Revan sama papa ya, biar mama istirahat."Seru Arya mengajak Revan bicara.
" Mas tidak apa-apa kalau aku tidur duluan?."Tanya Ratu menyakinkan.
" Iya dek, kamu kan sudah selesai memberi asinya. Sekarang giliran mas yang menjaga mereka, kamu tidur duluan saja. Ini Revan juga sepertinya sudah mau tidur, sudah menguap 2 kali dia. "Seru Arya dengan tertawa.
" Baiklah, kalau mereka rewel bangunkan saja aku ya mas."Ucap Ratu lalu berbaring dan menutupi tubuhnya dengan selimut tebal.
__ADS_1
Arya mengangguk paham. Mata Revan masih saja terbuka, namun sudah terlihat sayup-sayup. Bayi yang belum genap 5 bulan itu sepertinya sudah mengantuk berat, tapi belum mau tertidur. Padahal saudara kembarnya saja sudah tidur lagi sehabis minum asi tadi.
***********