
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Ratu dan Arya sudah kembali ke kota dan sibuk dengan rutinitasnya kembali. Arya sibuk dengan pekerjaan kantor yang sudah menumpuk karena selama 10 hari dia tidak masuk kerja. Dan begitu juga Ratu, dia kembali sibuk dengan pekerjaannya di butik.
Ratu di butik hanya sampai siang saja, sebab dia tidak mau meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu. Dia tetap memprioritaskan kedua anaknya. Terlebih sekarang mama dan papanya sudah tidak di rumahnya lagi, mereka masih tinggal di kampung dan jika akan pulang ke kota pun akan pulang ke rumahnya sendiri.
Sekarang sikembar sudah mempunyai pengasuh masing-masing. Ratu membawa pengasuh 1 lagi dari kampung, dulunya memang pernah menjadi pengasuh di luar kota, berhenti karena majikannya pindah ke luar negeri dan akhirnya ibu berusia 39 tahu itu ikut bekerja dengan Ratu.
" Mbak, aku dan suamiku berangkat kerja dulu ya. Tolong di jaga anak-anak, dan kalau ada apa-apa langsung kabari saya atau bik Siti ya."Ucap Ratu berpesan sebelum dia berangkat bekerja.
" Iya mbak."Jawab kedua pengasuh dengan sopan.
Meskipun Ratu lebih muda dari mereka, para pengasuh itu tetap memanggil Ratu dengan panggilan mbak sebagai rasa hormat mereka terhadap bosnya. Ratu sendiri tidak mau di panggil bu, cukup panggil mbak saja agar lebih dekat dan lebih kekeluargaan.
" Mas, bekal makan siangnya sudah aku siapkan ya. Jangan lupa di bawa."Seru Ratu juga tidak lupa kewajibannya terhadap sang suami.
" Iya sayang."Jawab Arya singkat.
Meskipun disibukkan dengan urusan pekerjaan di butik, Ratu tidak meninggalkan tanggung jawabnya sebagai seorang ibu dan istri. Terkadang Arya justru merasa kasihan dengan Ratu, dia ingin meminta Ratu untuk fokus dengan anak-anak dan urusan rumah tangga saja. Namun Arya tidak mau menjadi suami yang egois ataupun mengekang kebebasan karier sang istri.
Sebelum berangkat, keduanya tidak lupa berpamitan dengan kedua anaknya. Sepasang suami istri itupun akhirnya berangkat ke tempat kerjanya masing-masing dengan mengendarai mobilnya masing-masing. Namun Ratu tetap di minta oleh memakai jasa sopir, Arya tidak mengizinkan Ratu sering-sering berkendara seorang diri.
__ADS_1
" Pak, memang rumah samping itu sudah ada yang menempati ya?."Tanya Ratu saat melihat rumah sampingnya yang sudah berpenghuni.
" Oh iya mbak, sudah. Baru dua hari yang lalu mereka pindahan. Katanya sih waktu kenalan sama bapak tempo hari itu mereka pengantin baru, tapi anehnya kok mereka sudah punya anak dan anaknya usianya tidak jauh dari sikembar."Jawab pak Sopir dengan detail.
Heeemmm...
Ratu hanya mengangguk anggukkan kepalanya saja. Tidak mau ikut campur dengan urusan tetangga barunya. Dia hanya beranggapan jika tetangga barunya itu mengadopsi anak atau bisa jadi memang menikahi wanita yang sudah mempunyai anak.
" Bapak sudah berapa lama kerja sama saya?."Tanya Ratu.
" Berapa lama ya mbak? Heemmm sepertinya sekitar 7 atau 8 bulan, mbak. Ada apa ya mbak? Apa saya ada salah sama mbak Ratu?."Tanya pak sopir dengan rasa cemas.
" Bapak tidak ada salah kok, tenang tidak akan aku apa-apain kok. Aku cuma ingin tahu saja pak, soalnya aku lupa."Jawab Ratu sambil terkekeh.
Hhhuufff
Jika sampai dia dipecat, tidak tahu lagi akan bekerja di mana. Apa lagi zaman sekarang cari pekerjaan sangatlah susah.
Tring
Ponsel Ratu ada notifikasi pesan masuk, Ratu mengambil ponsel dari dalam tasnya dan memeriksa pesan masuk barusan.
[ Mbak, apa mbak Ratu tahu di mana orang yang jual rujak yang enak?] Pesan itu ternyata dari Serli, sang adik ipar sepertinya sedang mengidam makan rujak lagi.
Ratu mengetik balasannya dengan senyum-senyum sendiri. Bumil muda itu ada saja dari kemarin yang diinginkan, saat perjalanan pulang dari kampung setiap kali melihat ada tukang rujak pasti berhenti dan membelinya. Total ada 7 tukang rujak, sampai mobil bau semerbak rujak.
[ Ada di dekat pasar XX , itu rujak yang menurut mbak paling enak. Ini sih menurut selera mbak ya, tidak tahu kalau kamu. Di sana juga minta buah sesuai selera kita.] Balas Ratu.
__ADS_1
" Masih pagi sudah mau makan rujak, ibu hamil memang aneh dan ajaib."Ucap Ratu pelan.
[ Siap mbak, terima kasih atas infonya.]
[ Sama-sama adik iparku yang cantik.]
[ Kakak iparku ini juga cantik banget.]
Ratu malah tertawa membaca pesan balasan dari Serli. Dia ingat jika Serli ingin mempunyai anak perempuan dan bisa cantik seperti Ratu. Menurut Ratu itu hal yang aneh, kenapa anak sendiri kok diinginkan mirip dengan kakak iparnya. Padahal Serli sendiri sangat cantik , meskipun wajahnya ada sedikit luka tetap saja cantik.
Tanpa terasa mobil yang di kendarai pak sopir sudah sampai di depan butik. Tanpa menunggu di bukakan pintu, Ratu sudah turun lebih dulu.
Sementara saat ini di rumah barunya, Rani sedang sibuk membuat kue. Dia ingin memberikan kue itu untuk Ratu, sebagai bukti kasihnya sebagai tetangga baru. Ya, tetangga baru yang ada di samping rumah Ratu adalah Rani dan Agung.
" Sayang kok kamu malah bikin kue begini sih? Memangnya tidak capek? Kalau mau makan apa-apa suruh bibik saja yang buat, atau beli saja biar cepat dan kamu tidak capek sayang. Kamu hanya boleh capek saat di ranjang saja."Seru Agung sambil tersenyum dengan memainkan matanya dengan genit.
" Apaan sih mas ? Masih pagi, jangan mesum kenapa? Aku buat kue memang tidak seberapa jago, tapi aku mau makan kue buatanku sendiri dan nanti sebagian mau aku bawa ke rumah Ratu. Sudah 3 hari kita tinggal di sini tapi kita belum ke rumah nya juga."Seru Rani dengan tangan tetap bekerja.
" Iya juga ya. Kita memang belum main ke rumah Arya dan Ratu, aku sendiri juga belum memberitahu mereka kalau kita pindah di rumah samping mereka. Lagian mereka juga baru pulang kemarin siang, tentunya mereka lelah. Heemm ya sudah, nanti malam kita main ke rumah mereka dan jangan lupa suruh Art untuk memasak lebih banyak. Kita bawa makanan juga dan kita nanti makan malam di rumah Arya."Ucap Agung justru mengajak makan malam juga di rumah Arya dan Ratu.
" Waahhh ide bagus tuh mas, itu si Ratu nanti pasti bakalan kaget saat tahu kalau kita yang jadi tetangga barunya."Seru Rani lagi.
" Iya sayang."Jawab Agung singkat.
Saat ini Agung memang belum masuk ke perusahaan, masih ingin menemani Ratu dan Tegar menikmati saat bersama-sama di rumah barunya. Pengantin baru mah bebas.
Rani meminta tolong Art untuk memasak makanan makan malam agak banyak, untuk dia bawa ke rumah Arya nanti malam. Padahal saat ini baru jam 8 pagi, Rani sudah mempersiapkannya dari sekarang.
__ADS_1
************