Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Menyesal tidak berguna


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Orang tua Ratu sudah datang, dan saat ini sudah ada di rumah sakit. Mereka datang kemarin sore, dan malamnya mereka menginap di rumah sakit. Babby twins sama sekali tidak rewel, tidur mereka juga sangat anteng. Baru juga sehari, Asi Ratu juga sudah lancar.


" Ratu, kedua anakmu ini kok mirip Arya semua ya? Tidak ada mirip-miripnya sama kamu, cuma hidungnya ini yang sedikit mirip kamu."Ucap Dinda sambil menggendong Devan.


" Iya dua-dua mirip Arya."Seru Satri setuju dengan yang diucapkan Dinda.


Hhhuuffff


Ratu membuang nafas dengan kesal, kedua orang tuanya sepertinya memang sengaja mengejeknya. Ratu mengakui jika kedua anaknya memang mirip Arya semua, apa boleh buat ? Ratu hanya bisa menerima kenyataan saja dan berharap saat besar nanti anaknya bisa mirip dengannya.


" Iya sih keduanya memang mirip mas Arya semua. Tapi mereka kan masih bayi, pasti mirip siapanya juga bisa berubah-ubah. Mama sama papa jangan mengejekku begitu dong."Seru Ratu pura-pura cemberut.


" Cieee... Anak papa lagi ngambek ya. Jangan ngambekan begitu dong, nanti anak nya juga ikut suka ngambek loh. Hayo senyum dong, masa sudah jadi mama kok masih suka ngambek. Revan, Devan lihat tuh mama kalian lagi ngambek."Seru Satria semakin menggoda Ratu.


" Papa..."Seru Ratu dengan manja.


Haha Haha Haha


Satria dan Dinda tertawa dengan riang, mereka senang bisa menggoda anak perempuannya sampai bertingkah manja seperti itu. Satria dan Dinda kini sudah menjadi kakek dan nenek, mereka berdua merasa jika belum lama menimang-nimang Ratu. Namun sekarang Ratu sudah memberi mereka dua cucu yang tampan dan sehat-sehat.


Perjalanan hidup seseorang memang tidak ada yang tahu. Sekarang ini kedua orang tua Ratu sudah semakin berumur, mereka juga menginginkan anak-anaknya hidup dengan bahagia dengan pasangannya masing-masing. Namun sampai sekarang Raja belum menikah, hubungannya dengan Almira belum sampai titik pernikahan.


" Ma, ternyata kita sudah semakin tua ya. Anak-anak kita sudah dewasa, kita sudah punya cucu. Semoga kita diberikan umur panjang agar bisa menemani cucu - cucu kita."Seru Satria sambil mencium Revan yang ada dalam gendongannya.


" Aamiin."Jawab Ratu dan Dinda secara bersamaan.


Oeekk Oeeekk Oeeek

__ADS_1


Revan yang berada dalam gendongan Satria tiba-tiba menangis, sepertinya dia haus. Satria memberikan Revan kepada Ratu agar segera disusui. Bayi mungil itu minum susu dengan kuat, sampai Ratu nyegir kesakitan.


* Begini rasanya ibu yang menyusui, Hemm aku pun dulu pasti seperti ini juga. Aku sekarang bisa merasakan nikmatnya menjadi seorang ibu. Perjuangan mama dulu kini aku bisa merasakannya.*Gumam Ratu dalam hatinya.


Raja saat ini belum bisa datang untuk menjenguk 2 keponakannya. Dia masih sibuk dengan pekerjaannya di kantor, dan akan datang dalam 2 atau 3 hari lagi.


*****


Semalaman ibu Marni di rawat di rumah sakit, dia sudah tahu jika saat ini dia sudah keguguran. Semalaman ibu Marni hanya ditemani oleh perawat saja, sebab Yanto tidak datang. Pagi ini Yanto datang dengan membawakan barang-barang ibu Marni yang dia butuhkan.


" Yanto, kamu datang? Semalam kamu kemana kok tidak datang ?."Tanya ibu Marni dengan senyum sumringah melihat Yanto datang.


Brrukkk


Yanto meletakkan tas yang berisi keperluan ibu Marni di atas meja dengan kasar. Sebenarnya dia malas mengurus ibu Marni, namun tidak ada pilihan lain. Jika dia tidak mengurus ibu Marni, dia juga yang akan di rugikan.


" Semalam aku sibuk !! Sudah jangan banyak b4cot kamu Marni ! Aku mau tidur, kamu diam saja dan jangan mengganggu ku lagi."Ucap Yanto bicara dengan ketus.


" Yanto, aku ingin ke kamar mandi. Tolong bantu aku dulu, baru kamu tidur. Sedari tadi aku menunggu perawat tapi tidak ada perawat yang datang juga. Datang pas memeriksa tadi, tapi belum datang lagi."Seru ibu Marni lagi-lagi membuat Yanto kesal.


Yanto berteriak, padahal dia ingin langsung tidur tapi ibu Marni mengganggunya. Semalaman Yanto bergadang dengan teman-temannya sampai jam 3 pagi. Sehingga waktu tidurnya pun sangat kurang.


" Menyusahkan saja !! Kamu bisakan ke kamar mandi sendiri, tinggal bawa infus nya saja kok manja banget."Seru Yanto memarahi ibu Marni.


" Aku masih lemas Yanto, aku takut jatuh di kamar mandi. Tolonglah, aku sudah tidak tahan ingin buang air kecil. Kalau aku mengompol di sini juga akan tambah susah. Kamu juga yang harus membersihkannya, memangnya kamu mau?."Tanya ibu Marni menyakinkan Yanto.


Huuhhhhh


Yanto pun mendekati ibu Marni dan akhirnya mau membantu ibu Marni untuk ke kamar mandi. Daripada ibu Marni kencing di kasur dan itu semakin menyusahkannya.


" Cepat, jangan lama-lama. Sudah tu4 b4ngk4 nyusahin saja."Seru Yanto menggerutu.


Ibu Marni sakit hati dikatakan seperti itu oleh Yanto. Dia seperti itu juga karena ulahnya Yanto juga, kalau Yanto tidak menjadikannya mesin penghasil uang nya pasti dia juga tidak akan masuk rumah sakit.


" Sudah belum ?."Tanya Yanto berteriak.

__ADS_1


" Iya ini sudah."Jawab ibu Marni dengan pelan.


Rasanya sudah tidak ada tenaga lagi untuk berteriak juga. Badannya masih lemas, kepalanya pusing dan bagian sensitifnya juga terasa sakit.


Yanto cepat-cepat membantu ibu Marni sampai kasurnya lagi agar dia bisa lebih cepat untuk beristirahat.


" Sudah jangan ganggu aku lagi, aku mau tidur."Seru Yanto lalu berbaring di sofa yang ada di ruangan itu.


" Iya Yanto. Maaf kalau aku sudah menyusahkan kamu, aku janji setelah aku sehat aku tidak akan menyusahkan kamu lagi dan aku akan menjauhi kamu. Karena kamu sudah tidak ada tanggung jawab atas anak lagi, anak sudah tidak ada."Ucap Ibu Marni yang memilih akan menjauhi Yanto.


" Apa ? Kamu mau menjauhi ku? Apa kamu itu bodoh ? Kamu itu punya banyak hutang kepadaku, memangnya biaya rumah sakit ini gratis ? Hai... kamu harus membayar hutang mu dengan tubuhmu itu, Marni. Sampai kapanpun kamu harus bekerja denganku !."Seru Yanto dengan sinisnya.


Ibu Marni menggelengkan kepalanya, dia tidak mau lagi menjadi alat pencetak uang bagi Yanto. Dia mau hidup dengan tenang dan tidak mau lagi berurusan dengan Yanto. Jika dengan Yanto pun dia tidak mau bekerja sebagai wanita penghibur. Dalam hati ibu Marni sebenarnya dia sangat mencintai Yanto dan ingin membina rumah tangga dengan Yanto.


" Tapi aku sudah lelah hidup seperti itu Yanto. Apa kamu tidak mau menikahiku saja dan kita membina rumah tangga."Seru ibu Marni membuat Yanto tertawa dengan lepas.


Hahaaaa Haaaaa Haaaaa


" Jangan mimpi kamu, Marni !! Aku tidak mungkin menikahi wanita tua sepertimu, dulu iya aku merasa nyaman sama kamu tapi sekarang aku sudah muak dengan mu. Jadi lebih baik kamu aku jadikan mesin penghasil uang saja. Lumayan kan kamu dapat penghasilan juga, jangan kamu kira hidup denganku itu gratis. Ohh tidak semudah itu Marni."Ucap Yanto lagi.


Ceklekkk


Pintu kamar rawat ibu Marni terbuka. Masuklah suster yang akan mengganti botol infus ibu Marni yang memang sudah habis. Perdebatan Yanto dan ibu Marni pun berhenti.


" Botol infusnya saya ganti dulu ya bu."Seru Suster dengan ramah.


" Iya suster."Jawab ibu Marni dengan singkat.


Yanto tidak perduli, dia tetap berbaring dan memejamkan matanya. Hanya sekitar 5 menit saja, suster sudah menyelesaikan tugasnya lalu dia keluar dari kamar ibu Marni.


* Yanto, kamu tega dengan ku Yanto. Apa salah ku sampai kamu memperlakukan aku seperti wanita murahan. Aku hanya ingin hidup bahagia dengan mu Yanto, apa aku salah jika aku menginginkan kamu menikahiku. Aku malu dengan mantan suamiku dan anak-anakku Yanto, aku sudah sesumbar jika aku akan hidup bahagia dengan mu.*Gumam ibu Marni dalam hatinya.


Ibu Marni hanya bisa meneteskan air matanya, dia teringat dengan anak-anaknya. Rasanya ingin sekali dia bertemu dengan anak-anaknya dan memeluknya dengan erat. Namun dia malu bertemu dengan anak-anaknya.


***********

__ADS_1


__ADS_2