Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Mengumpulkan anak dan menantu


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Semua anak pak Santo malam ini berkumpul di rumah pak Santo. Ratu dan Karina sebagai menantu jugs ikut berkumpul, pak Santo sengaja mengundang mereka semua untuk memberitahu jika ibu Marni sudah dia ceraikan. Sebenarnya Arya dan Bima sudah tahu, namun mereka pura-pura tidak tahu saja.


Anak dan menantu pak Santo sangat menghargai keputusan pak Santo. Pak Santo tidak main-main, dia sudah mendaftarkan perceraiannya ke kantor pengadilan agama setempat. Pak Santo hanya mau masalah perceraiannya segera selesai.


" Bapak sudah menceraikan ibu kalian dan sudah mendaftarkan ke kantor pengadilan Agama. Tapi bapak harap, biarpun bapak sudah bercerai dengan ibu kalian. Kalian jangan menaruh kebencian sama ibu kamu, terutama Serli dan Bima. Bagaimanapun dia itu ibu kandung kalian."Ucap Pak Santo mulai membuka percakapan.


" Iya pak."Jawab semuanya serempak.


" Ibumu tinggal di rumah Rani. Surat panggilan dari pengadilan bapak alamatkan kesana. Bapak tidak akan pernah datang ke pengadilan agar peraturan itu cepat selesai. Begitupun ibumu, kami sudah menyerahkan semuanya kepada pengacara yang disiapkan oleh kantor pengadilan."Ucap pak Santo dengan gamblang dia menceritakan semua nya kepada Anak dan menantunya.


Sebagai anak tentu saja Bima, Arya dan Serli menginginkan orang tua yang utuh. Namun kembali lagi kepada keputusan pak Santo, pak Santo sudah serius untuk bercerai. Sebagai anak mereka tidak bisa menghalangi atau melarangnya, sebab pak Santo lah yang menjalani rumah tangganya.


" Kalau ibu tinggal dengan Rani itu apa tidak bahaya, mas? Rani itukan tinggal sama Yanto, kita tahu sendiri kan siapa itu Yanto?."Seru Arya dengan pandangan mengarah ke Bima.


" Iya juga sih. Tapi itu sudah menjadi pilihan ibu sendiri, Arya. Dia pernah menghubungiku dan meminta untuk tinggal denganku namun aku tolak. Aku tidak mungkin membawa ibu untuk tinggal satu atap dengan Istriku, kamu tahu sendiri ibu itu tidak menyukai Karin. Jika aku memaksa membawa ibu masuk ke rumahku, yang ada Rumah tanggaku yang akan dipertaruhkan. Aku sendiri sudah bicara sama ibu, jika aku akan mencarikan dia rumah kontrakan. Akan tetapi ibu tidak mau dan lebih memilih tinggal dengan Rani, karena dia bilang di sana fasilitas lebih lengkap."Ucap Bima berterus terang.


Hhhuuuffff


Arya menghela nafas dengan pelan, ibu Marni memang tidak bisa untuk dinasehati. Jika dia sudah punya keinginan sudah tidak bisa di rubah lagi. Apa lagi dia memang sedari dulu berpihak kepada Rani daripada kepada anak-anaknya. Hurang budi di masa lalu selalu menjadi alasannya.


" Untuk gono gini ibu mu tidak akan mendapatkannya, meskipun dia memintanya. Toko tidak bisa, karena toko sudah ada sebelum bapak menikah dengan Marni. Toko itu bapak bangun dari nol bareng ibu nya Arya."Seru pak Santo lagi.


" Iya pak. Bukannya bapak sudah pernah meminta persetujuan aku dan Arya soal kepemilikan toko itu. Kalaupun ibu menuntut tidak mungkin bisa."Ucap Bima lagi.


" Iya kamu betul. Hemm.. sepertinya sudah cukup kita membahas masalah Marni. Bapak hanya berharap, semoga setelah berpisah dengan bapak, Marni bisa hidup bahagia. Memang Bapak yang menceraikan Marni, karena memang Bapak sudah tidak tahan lagi dengan kelakuan Marni. Semoga ini yang terbaik, ya sudah kalian kalau masih ingin berbincang ataupun ngobrol, Bapak mau masuk kamar dulu."Ucap pak Santo mengakhiri pembahasannya tentang ibu Marni.


Semua anak dan menantu pak Santo hanya menganggukkan kepala saja. Mereka membiarkan pak Santo meninggalkan perkumpulan anak dan menantunya. Dia masuk kamar nya untuk beristirahat.


Kini di ruang keluarga Arya dan Ratu memberitahu jika mereka besok lusa akan ke kampung halaman mama Dinda. Ternyata di sambut baik oleh Bima, Karina dan Serli. Mereka bertiga juga ingin ikut, Ratu senang jika mereka juga ingin ikut. Jadi nanti mereka akan berangkat ramai-ramai dan semakin seru.


" Jadi besok lusa ya kita berangkat?."Tanya Karina.

__ADS_1


" Emm.. Bagaimana kalau kita berangkat besok setelah mas Arya dan mas Bima pulang ngantor. Perjalanan juga tidak jauh-jauh amat kan, cuma 2 jam lebih dikit doang. Jadi nanti kita akan sampai sana malam. Bagaimana? "Seru Ratu memberikan saran.


" Kalau aku sih setuju-setuju saja Mbak."Jawab Serli dengan cepat.


" Setuju."Seru Karina juga langsung setuju.


Arya dan Bima juga ikut setuju, ketiga wanita sudah setuju mereka berdua tidak bisa menolaknya. Akhirnya di putuskan mereka berangkat setelah pulang dari kantor, Ratu akan segera mengabari kedua kakek dan neneknya jika dia dan saudara suaminya akan berkunjung ke kampung.


Malam semakin larut, mereka pun pulang ke kediaman masing-masing. Hanya Serli yang tidak pulang, karena dia memang tinggal dengan pak Santo.


*****


Pagi hari di kediaman Rani, seperti hari kemarin pagi ini ibu Marni semangat untuk turun ke dapur. Dia memasak sarapan, semalam Yanto bermalam di kamarnya tanpa sepengetahuan Rani. Bukan hanya sekedar bermalam saja, mereka juga berolah raga di malam hari.


" Perasaan ibu kok senang banget dan wajahnya terlihat cerah berseri, ada apa sih bu? Oh iya, ini tumben dari kemarin itu Mak memasak biasanya sejam malas dan memintaku untuk order online?."Seru Rani merasa heran dengan perubahan Ibu Marni.


" Kamu ini bagaimana sih, Ran? Kalau ibu cuman berdiam diri dan cuman numpang makan tidur saja nanti yang ada nak Yanto marah dan dia akan mengusir Ibu. Kalau ibu di usir, ibu mua tinggal di mana? Jadi dengan memasak begini ibu bisa balas budi sama kamu dan Yanto agar ibu tidak diusir dari rumah ini."Jawab ibu Marni berbohong.


Sudah pasti dia rajin dan kelihatan bahagia karena dia sudah mendapat jatah lebih dari Yanto. Jatah uang dari Yanto dan jatah sosis milik Yanto pun sudah dia rasakan, bahkan semalam sudah tidak terhitung berapa kali mereka bermain.


* Baguslah kalau si wanita tua ini sadar diri, setidaknya dia ada manfaatnya juga tinggal di rumah ini. Selain menemani aku yang kesepian, dia juga bisa aku manfaatkan untuk beres-beres dan memasak. Lumayan uang ku tidak berkurang untuk sewa jasa bersih-bersih dan beli makanan online.*Gumam Rani dalam hatinya.


" Kamu panggil nak Yanto, biar dia sarapan. Pasti dia sangat lelah kan? Pasti semalaman kamu main sama dia, sampai wajahmu kusut begitu."Seru ibu Marni pura-pura tidak tahu keberadaan Yanto.


Padahal saat ini Yanto masih tidur pulas di kamarnya.


" Yanto tidak tidur dengan ku bu, entah tidur di kamar tamu yang lain atau memang dia tidak pulang. Semalam dia kan pergi dan sampai sekarang aku belum melihatnya lagi, mungkin saja belum pulang."Jawab Rani dengan tangan mulai menuangkan makanan diatas piringnya.


" Tapi mobil nya ada tuh di garasi."Seru ibu Marni dengan senyum mengembang sempurna.


" Oh.. Mungkin dia pulang malam. Terus dia tidur di kamar tamu, pasti dia mabok atau dia pulang bawa teman wanita. Sudah hal biasa jika Yanto seperti itu bu."Ucap Rani lagi.


Ibu Marni hanya mengangguk saja, seolah-olah tidak terjadi apa-apa antara dia dan Yanto. Padahal Yanto sedang mendengkur di kamarnya.


Tok


Tok


Tok

__ADS_1


Saat Ibu Marni dan Rani sedang sarapan, pintu depan ada yang mengetuk. Sebagai orang yang di anggap cuma menumpang, ibu Marni pun beranjak dan melihat siapa tamu yang datang.


" Dengan ibu Marni."Seru seorang pria.


" Iya benar, saya ibu Marni. Ada apa ya mas?."Tanya ibu Marni bingung dan penasaran.


" Oh ini ada surat bu, mohon di terima dan tanda tangani dulu bukti penerimaannya."Ucap pria tersebut yang ternyata mengantarkan surat panggilan sidang untuk ibu Marni.


Setelah menandatangani bukti penerimaan, Ibu Marni pun menerima surat yang diantarkan oleh pegawai dari pengadilan agama tadi.


" Huuuhhh... Surat panggilan sidang. Aku tidak akan datang, aku pun sudah tidak akan menuntut harta gono gini lagi karena saat ini aku sudah punya tambang uang. Bahkan saat ini di rekeningku sudah ada uang 20 juta, padahal baru dua hari saja aku melayani Yanto. Hemm.. Yanto memang sangat royal, tidak rugi aku mau melayaninya."Ucap ibu Marni.


Ibu Marni kembali ke meja makan untuk menghabiskan sarapannya. Dia meletakkan begitu saja surat yang baru dia terima tadi.


" Siapa bu?."Tanya Rani.


" Petugas dari pengadilan agama, mengantarkan surat panggilan sidang."Jawan Ibu Marni jujur.


Rani hanya mengangguk, namun pandangan Rani tertuju di leher ibu Marni yang nampak ada bekas tanda merah. Ada dua tanda merah, sebagai wanita dewasa tentunya Rani tahu bekas apa tanda di leher ibu Marni itu.


* Apa ibu Marni memasukan pria ke rumah ini? Jika Yanto tahu pasti dia akan marah, bukan hanya ibu Marni saja yang dimarah. Aku pun pasti akan kena marah.*Gumam Rani dalam hatinya.


" Bu, apa semalam ibu memasukkan pria ke kamar ibu?."Tanya Rani dengan cepat.


Deeghh


J4ntung ibu Marni sudah berdebar tidak menentu, dia takut Rani tahu jika semalam Yanto tidur dengan nya. Namun sebisa mungkin ibu Marni menetralkan rasa gugupnya agar Rani tidak curiga.


" Maksud kamu apa bicara seperti itu, Rani?."Tanya ibu Marni.


" Itu bekas merah di leher ibu pasti perbuatan ibu dengan laki-laki simpanan ibu kan?."Tanya Rani lagi.


* Aduhh.. Ini pasti ulah nya Yanto, semalam aku sudah bilang jangan buat di tempat yang terlihat. Kalau seperti ini pasti Rani juga akan curiga. Dasar Yanto bodoh !!.*Gumam ibu Marni memaki Yanto dalam hatinya.


Ibu Marni berfikir, mencari alasan yang tepat agar bisa di terima oleh Rani. Dia belum siap jika Rani mengetahui hubungannya dengan Yanto. Bisa gawat kalau Rani tahu sekarang, ibu Marni pun tidak tega melihat Rani bersedih.


" Oh ini karena ibu garuk-garuk. Semalam di gigit nyamuk dan ibu kan memang tidak tahan gatal jadi ibu garuk-garuk dan jadi begini. Mana mungkin ibu memasukan pria di rumah ini, ibu numpang jadi harus tahu diri apalagi anak Yanto kan galak Ibu juga takut sama dia."Ucap Ibu Marni terus saja membohongi Rani.


***********

__ADS_1


__ADS_2