
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Serli menceritakan kepada Ratu dan Arya soal perceraian kedua orang tuanya. Sudah pasti Ratu dan Arya sangat terkejut saat mengetahui kabar perceraian pak Santo dan Ibu Marni. Yang mereka tahu selama ini Pak Santo adalah sosok orang tua yang penyebar dan tidak banyak bicara. Mereka benar-benar kaget dan syok saat Serli memberitahu kabar perceraian itu, bahkan ibu Marni sudah di usir dari rumah oleh pak Santo.
" Masalah apa yang membuat bapak menceraikan Ibu?."Tanya Ratu ingin tahu duduk masalahnya.
" Bapak marah sama ibu karena ibu sudah memfitnah mbak Ratu. Sehingga mbak Rani datang ke rumah ini dan marah-marah, semua itu karena fitnah dari ibu. Bapak meminta ibu untuk meminta maaf kepada mbak Ratu, akan tetapi ibu tidak mau dan dia justru marah-marah sama bapak. Mungkin karena Bapak terlalu emosi dan sudah tidak tahan lagi dengan kelakuannya, sehingga bapak sampai menceraikan ibu."Ucap Serli menceritakan yang sebenarnya terjadi kenapa orang tuanya sampai bercerai.
Ratu terdiam setelah mendengar penjelasan dari Serli. Dia seakan merasa bersalah karena perceraian itu berawal dari masalah Rani yang datang ke rumahnya dengan marah-marah. Meskipun semua itu dimulai dari kesalahan Ibu Marni yang sudah memfitnahnya, Ratu tetap merasa tidak enak hati karena dirinya kedua mertuanya sampai bercerai.
" Mas, aku tidak enak dengan bapak dan ibu. Hanya gara-gara masalah kemarin ibu sampai di ceraikan bapak. Aku sudah memaafkan ibu mas, dan aku juga sudah melupakan kesalahannya."Ucap Ratu merasa tidak enak dengan ayah mertuanya.
" Mbak Ratu jangan merasa tidak enak atau merasa bersalah begitu. Bapak sebenarnya memang sudah dari dulu ingin menceraikan ibu, bapak sendiri yang cerita. Jadi mbak Ratu tidak perlu meminta maaf. Oh iya, katanya kedua orang tua mbak Ratu datang ya? Nanti aku mau main ke rumah boleh ya, mau ketemu om dan tante."Ucap Serli mengalihkan topik pembicaraan agar Ratu tidak terus menyalahkan dirinya terus menerus.
" Iya boleh dong."Jawab Ratu dengan cepat sambil mengulas senyum ramah penuh kehangatan.
Ratu, Arya, Serli saat ini memang bertemu di luar rumah. Mereka bertemu di salah satu cafe yang tidak jauh dari butik, Serli yang dengan sengaja mengajak mereka untuk bertemu. Kebetulan Raru hari ini memang ada urusan di butik, jadi dia sempatkan ke butik sebentar. Setelah urusannya selesai dia juga akan langsung pulang menemani mamanya.
" Kamu nanti bareng sama mbak mu saja kalau memang mau main ke rumah, mbak mu habis ini kan langsung pulang."Ucap Arya memberitahu Serli.
__ADS_1
" Oh iya, nanti bareng sama mbak saja, Ser."Ucap Ratu menyetujui ucapan Arya.
" Oh ya sudah, mas Arya mau langsung kembali ke kantor lagi?."Tanya Serli hanya sekedar ingin tahu saja.
" Iya ini sudah mau ke kantor. Dek, maaf mas duluan ya. Ada meeting dengan klien, ini klien nya sedang dalam perjalanan menuju perusahaan. Tidak apa-apa kan kalau mas tidak mengantarkan kalian pulang?."Seru Arya takut jika Ratu marah atau tersinggung jika dia tidak mengantarkan mereka pulang lebih dulu.
Hari ini mobil Ratu memang sedang dipakai oleh Raja dan papanya, Satria. Sedangkan mobil Raja sedang masuk bengkel untuk servise bulanan. Pagi tadi Ratu berangkat bersama Arya, dan kali ini dia pulang akan memesan taksi online saja. Ada Serli yang akan pulang dengannya.
" Iya mas tidak apa-apa. Sudah sana cepetan kembali ke kantor, nanti klien nya sudah sampai lebih duluan loh."Ucap Ratu meminta Arya cepat kembali ke kantor.
Sebenarnya Ratu ingin mengajak Serli ke toko pak Santo lebih dulu untuk meluruskan masalah yang ada. Dia masih tetap merasa tidak enak dengan pak Santo. Setelah Arya pergi, Ratu segera memesan taksi online.
" Kita ke toko bapak dulu ya, Ser?."Seru Ratu saat mereka sedang menunggu kedatangan taksi yang dia pesan.
" Mbak mau apa kesana? Mbak jangan merasa bersalah begitu dong, bapak itu sebenarnya sudah lama ingin menceraikan ibu mbak. Jika bukan karena kasihan dengan ibu, sudah dari 4 tahun yang lalu bapak menggugat cerai ibu. Ibu memang sudah keterlaluan mbak, ibu lebih memilih membela mbak Rani ketimbang anak dan menantunya sendiri. Please mbak, jangan menyalahkan diri mbak."Seru Serli bicaradengan serius.
" Benarkah?."Seru Ratu seakan tidak percaya dengan cerita Serli.
" Aku serius mbak, aku tidak mungkin bohong atau mengarang cerita mbak."Jawab Serli menyakinkan Ratu.
Hhhuuufffff
Ratu membuang nafas dengan kasar, ternyata selama itu ayah mertuanya memendam rasa kesalnya kepada istrinya sendiri. Bahkan sudah dari beberapa tahun yang lalu berniat ingin menceraikan istrinya.
" Kalau boleh jujur, sebenarnya aku ini sedih dengan perceraian bapak dan ibu mbak. Tapi aku juga tidak boleg egois, jika terus dipakasakan bapak juga yang akan tersiksa. Hati bapak akan semakin lama merasakan sakit dan sesak mbak, akhirnya aku terima dengan ikhlas keputusan bapak."Seru Serli menuangkan isi hatinya yang sebenarnya.
__ADS_1
" Sabar ya Ser, doakan yang terbaik untuk bapak dan ibu, dibalik masalah ini pasti ada hikmahnya. Ya sudah yuk pulang, itu taksinya sudah datang."Seru Ratu sambil menepuk punggung Serli pelan.
" Iya mbak."Jawab Serli dengan cepat.
*****
Ibu Marni saat ini aku tinggal di rumah Rani, beruntung Yanto sekarang memang jarang pulang ke rumah yang ditempati Rani. Dia lebih memilih pulang ke apartemennya. Di sana dia lebih bebas bermain dengan para wanitanya tanpa mendengarkan ocehan dari Rani.
Rani nampak senang saat ibu Marni memutuskan untuk ikut tinggal bersamanya. Sebab dia ada teman untuk bercerita dan ada teman untuk membalaskan rasa sakit hatinya kepada Ratu atas hinaan keluarganya tempo hari.
" Aku sangat kesal dengan Ratu dan Mamanya yang sombong itu. Mereka waktu itu seakan mengeroyokku, sampai aku di tampar oleh mama Ratu. Apa mereka kira aku takut? Aku sama sekali tidak takut dengan mereka, kemarin itu aku memilih mengalah karena aku sudah lelah."Seru Rani mencari alasan.
" keluarganya Ratu itu memang sombong. Apalagi mamanya yang sok kaya dan sok cantik itu. Orang kaya tapi kelakuan nya nol, dia itu kalau sudah bicara mulutnya pedas sekali."Seru ibu Marni semakin memperkeruh suasana dan hati Rani.
" Sekarang apa rencana ibu? Bapak juga sudah menceraikan ibu, tapi Bima itu sampai kapan tetap anak ibu. Dia wajib menafkahi ibu, dan dia juga wajib memberikan ibu hunian. Apalagi ibu saat ini sudah bukanlagi istri pak Santo, kalau bukan Bima siapa lagi yang akan menafkahi ibu."Ucap Rani membuat Ibu Marni terus-terusan berfikir.
Apa yang dikatakan Rani menurutnya ada benarnya juga. Sampai kapanpun anak laki-laki itu tetap menjadi milik ibunya meskipun dia sudah menikah dan memiliki keluarga sendiri. Ibu Marni akan memanfaatkan momen ini untuk bisa masuk ke dalam rumah tangga Bima dan Karina. Setelah itu dia akan berusaha untuk mengacaukan dan memisahkan hubungan Bima dan Karina.
" Kamu benar Rani, jika Bima wajib menafkahiku. Bagaimana kalau aku ikut tinggal di rumah Bima, dengan begitu aku akan lebih mudah untuk memisahkan Bima dan Karina. Hemm.. ini momen yang pas Rani."Seru ibu Marni meminta persetujuan Rani.
" Ide ibu boleh juga. Tapi jangan sekarang bu, biarkan Karina itu merasa menang dulu sudah bisa menikah dengan Bima. Tunggu saja, pasti nanti kita akan menghancurkan kebahagiaannya. Sekarang ini kita susun rencana dulu bu. Kita susun rencana yang matang-matang, agar rencana kita berhasil."Ucap Rani juga setuju dengan ide gila ibu Marni.
" Hemm.. Benar juga. Mungkin minggu depan aku akan mulai ikut tinggal dengan Bima. Aku sudah tidak sabar ingin segera memisahkan Bima dari wanita itu."Seru ibu Marni.
* Yess... Akhirnya aku bisa memanfaatkan wanita tua ini lagi. Dengan begitu keinginanku untuk bisa kembali bersama Bima akan bisa segera terwujud. Aku tidak perlu susah-susah memisahkan Bima dari istrinya karena ada perempuan tua ini yang akan membantuku.*Gumam Rani dalam hatinya.
__ADS_1
Tanpa ibu Marni sadari, jika kehadirannya hanya dimanfaatkan saja oleh Rani. Wanita yang dia sayangi dengan tulus dan rela dia bela mati-matian ternyata hanya ingin memanfaatkannya saja. Rani nampak tersenyum dengan sinis dengan melirik ibu Marni.
***********