Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Dua wanita


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Malam harinya, Agung datang ke rumah Arya untuk memberitahu Ratu dan Arya agar mereka berhati-hati dengan Yanti. Karena Agung yakin jika Yanti tidak akan menyerah begitu saja, segala macam cara akan dia lakukan untuk membalas rasa sakit hatinya.


" Apa? Jadi Yanti datang ke kantor kak Agung dan mengajak kerjasama untuk menghancurkan rumah tanggaku? Wanita gila, aku rasa saraf nya sudah putus itu orang."Seru Ratu terlihat jelas jika dia marah.


Tidak hanya Ratu, Arya juga ikut marah mendengar cerita Agung. Bisa-bisanya Yanti masih menaruh dendam dan berusaha menghancurkan rumah tangganya. Tidak bisa dibiarkan, orang gila seperti Yanti harus segera diberi pelajaran.


" Iya, jadi sekarang ini apapun yang nanti terjadi dengan rumah tangga kalian berdua jangan saling menyalahkan. Bisa saja itu ulah Yanti, aku tahu betul bagaimana licik nya Yanti. Dia pasti akan menggunakan cara apapun untuk menghancurkan rumah tangga kalian."Ucap Agung mengingatkan agar Ratu dan Arya berhati-hati.


" Kamu benar Gung, heemm wanita itu ternyata licik dan berbisa juga. Aku tidak akan membiarkan dia merusak rumah tanggaku. Dia belum tahu bagaimana aku kalau sudah marah, marahnya orang pendiam itu menakutkan."Seru Arya dengan nafas yang memburu.


" Terima kasih kak atas informasinya. Apa dia itu tidak berfikir ya, masa iya dia mengajak kerja sama kak Agung. Sedangkan kak Agung saja sudah seperti keluarga, dasar saraf oleng itu perempuan."Seru Ratu terkekeh dan merasa aneh dengan Yanti.


Agung dan Arya juga tertawa, setelah difikir-fikir yang dikatakan Ratu memang ada benarnya juga jika saraf Yanti sudah oleng.


Setelah urusannya dengan Ratu dan Arya selesai, Agung pamit pulang. Dia tidak enak berlama-lama di rumah Arya, sebab di rumahnya saat ini ada ibu mertuanya. Ibu Darti diminta Agung untuk tinggal lebih lama lagi, agar Rani ada teman di rumah. Sebenarnya ada Art juga di rumah, dan itu hanya alasan Agung saja.


Sebenarnya Agung yang masih sibuk dengan pekerjaan kantornya sehingga tidak bisa berkunjung ke kampung mertuanya. Sehingga Agung menahan ibu mertuanya lebih lama lagi.


" Sudah selesai urusannya dengan Arya, Mas?."Tanya Rani saat Agung memasuki rumah.

__ADS_1


" Sudah sayang, buktinya mas sudah ada di hadapan mu. Jagoan mas sudah tidur ya?."Tanya balik Yanto.


" Idihh malah ngeledek. Tegar baru saja tidur, oh iya mas mau minum kopi apa teh? Sekalian nih aku mau ke dapur bikin cokelat panas buat ibu."Seru Rani.


" Sepertinya cokelat panas enak, tadi di rumah Arya mas sudah minum teh."Jawab Agung memilih yang tidak ditawarkan sang istri.


Heeeeemmm


Rani berdehem sembari menganggukkan kepalanya. Rani menuju dapur untuk membuat minuman sebagai teman santai mereka sembari mengobrol. Agung pun berbincang dengan ibu mertuanya, yang kebetulan baru keluar dari kamar.


" Loh, katanya tadi ke rumah Arya? Kok sudah di rumah, Gung?."Tanya ibu Darti.


" Iya bu, tadi sudak kesana. Ada urusan sedikit dan setelah selesai pulang. Ibu masih tidur sama Tegar? Apa ibu tidak terganggu saat Tegar bangun dan menangis?."Tanya Agung merasa tidak enak jika setiap malam ibu mertuanya lebih memilih tidur dengan Tegar.


" Selama Tegar tidur sama ibu, dia tidak rewel sama sekali. Tidurnya anteng dan kalaupun bangun sebentar saja dan tidak menangis. Mungkin akan menangis saat dia haus, makanya sebelum subuh pasti Rani sudah bangun dan kekamar untuk memberi Asi Tegar."Ucap ibu Darti bicara secara mendetail.


Dengan cepat ibu Darti menggelengkan kepalanya. Dulu iya, dia memang lebih suka tinggal di kota dan ingin tetap di kota. Tapi itu dulu, kini dia lebih nyaman tinggal di kampung di rumah peninggalan suaminya bersama Andi. Setelah Rani pindah ke kota, Andi pindah ke rumah ibu Darti atas permintaan Rani dan Agung. Terlebih rumah itu juga sudah kembali menjadi hak milik mereka.


" Ngobrolin apaan sih? Kok sepertinya serius sekali?."Tanya Rani yang datang dengan membawa 3 cangkir cokelat panas di atas nampan.


" Ini loh, mas lagi merayu ibu agar ibu mau tetap tinggal sama kita. Tapi ibu tidak mau, sepertinya ibu lebih nyaman tinggal di kampung."Seru Agung pura-pura bersedih.


" Lahhh mas ini bagaimana sih, besok lusa ibu itu sudah mau pulang. Mau mas rayu seperti apapub juga ibu tidak mau, rumah di kampung mempunyai banyak kenangan mas jadi sulit untuk ditinggalkan begitu saja."Ucap Rani sembari meletakkan cokelat panas di atas meja.


Ibu Darti mengangguk membenarkan perkataan Rani barusan. Dia besok lusa memang sudah akan pulang. Dia kasihan dengan Andi jika berlama-lama mengurus semuanya sendiri, terlebih warungnya juga sudah lama tutup. Khawatir barang-barang ada yang rusak dan yang pasti takut para pembeli kecewa kalau warung terus tutup.


" Kok cuma sebentar banget si bu?."Tanya Agung.

__ADS_1


" Sebentar bagaimana? Ibu sudah hampir 2 minggu loh di rumah kalian. Kasihan Andi dan para pelanggan warung kalau warung kelamaan tutup."Jawab ibu Darti.


" Kalau itu sudah menjadi keputusan ibu, Agung pun tidak bisa melarangnya. Besok lusa biar ibu di antar sama sopir ya, jangan naik bus ataupun travel. Agung tidak mengizinkan kalau ibu naik kendaraan ibu. Ibu sekarang itu sudah menjadi ibu nya Agung dan sudah menjadi tanggung jawab Agung juga."Ucap Agung tidak membeda-bedakan antara ibu mertua dan ibu kandungnya.


" Iya nak Agung. Ibu akan di antar sopir, ya sudah sekarang kalian mengobrol berdua saja ya. Ibu mau bawa cokelat panasnya ke kamar, ibu mau telepon Andi."Ucap ibu Darti lalu mengambil cangkir cokelatnya dan membawanya ke kamar.


" Iya bu."Jawab Rani dan Agung bersamaan.


Kini tinggal Rani dan Agung yang duduk bersantai di ruang keluarga. Rani menanyakan perihal kedatangannya ke rumah Arya, sebagai seorang istri Rani tidak bermaksud untuk selalu ingin tahu tapi dia merasa jika kedatangan Agung tadi pasti ada sesuatu yang terjadi dan bukan soal pekerjaan.


" Hemm soal Yanti, sayang. Perempuan itu mencoba ingin menghancurkan rumah tangga Ratu, karena dia benci dan dendam sama Ratu. Perusahaan orang tuanya saat ini diambang kebangkrutan, karena Raja menarik sahamnya dari perusahaan orang tua Yanti. Dan lebih gilanya lagi, Yanti mengajak mas untuk bekerja sama."Ucap Agung akhirnya dia menceritakan semuanya kepada Rani agar Rani tidak salah paham dikemudian hari.


" Kok ada ya wanita seperti itu, benar-benar tidak waras. Mas, bukannya dia itu dulu suka sama mas ya? Dan dia pernah menyatakan cintanya sama mas, tapi mas tolak? Atau jangan-jangan dia sekarang masih menyukai mas juga?."Tanya Rani penuh selidik.


Haahhh...


Agung kaget saat Rani tahu soal Yanti yang dulu pernah menyatakan cinta kepadanya. Pasti Ratu yang sudah memberitahunya.


* Pasti Ratu yang sudah ember, buat apa juga dia cerita sama Rani. Awas saja kau Ratu.*Gerutu Agung sambil menggaruk telinganya yang tidak gatal.


" Emm.. Iya dulu dia memang suka sama mas. Kalau sekarang mas rasa dia sudah tidak suka lagi, dia juga sudah bersuami Sayang."Ucap Agung lalu meraih tangan Rani dan menggenggamnya dengan erat.


Rani percaya apa yang dikatakan oleh Agung. Agung sudah bicara jujur, sehingga tidak ada alasan Rani untuk mempercayainya. Rani jadi penasaran dengan wanita yang bernama, Yanti. Dia ingin sekali bertemu dengan Yanti, seandainya wanita itu masih menyukai suaminya itu memang hak nya Yanti.


* Kalau kamu masih menyukai suamiku aku tidak masalah,tapi jangan harap kamu bisa merebutnya dariku. Kamu akan berhadapan langsung denganku, jadi bukan hanya Ratu tapi aku juga yang akan menghancurkanmu.*Gumam Rani dalam hatinya.


**************

__ADS_1


__ADS_2