Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kabar bahagia


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Tiga hari berlalu, pagi ini Ratu di buat pusing dengan tingkah manja Arya. Bangun tidur Arya langsung minta makan tanpa mau mandi lebih dulu. Selesai makan Arya pun memuntahkan semua isi perutnya.


" Dek, kamu mau kemana?."Tanya Arya dari tempatnya berbaring.


" Aku mau buatin mas teh hangat agar mual mas hilang."Jawan Ratu.


" Ya sudah saya tunggu disini ya, jangan lama-lama."Jawab Arya dengan suara manjanya.


Arya dan Ratu saat ini sedang ada di ruang televisi dan Arya berbaring di atas sofa. Tidak tahu kenapa hari ini dia sangat manja sekali kepada Istrinya. Kebetulan hari ini hari libur sehingga Arya tidak perlu berangkat ke kantor.


" Mau buat apa mbak?." Tanya bik Siti.


" Ini bik mau buat teh hangat untuk mas Arya. Sedari tadi mualnya masih belum hilang juga, padahal sudah minum obat anti mual juga. Mas Arya hari ini aneh banget loh bik, dia manja banget seperti anak kecil yang apa-apa mau diambilin dan ditemani. Kira-kira mas Arya sakit apa ya bik? Jangan-jangan mas Arya kembali ke masalalunya 20 tahun yang lalu. Dimana dia merasa seperti masih anak-anak."Ucap Ratu justru membuat bik Siti tertawa.


Haaaahaaaa Haaaaahaaa


Bik Siti sampai dibuat sakit perut karena Ratu, bisa-bisanya dia beranggapan jika suaminya kembali kemasa 20 tahun yang silam. Ratu nampak salah tingkah saat bik Siti menertawakannya.


" Ada-ada saja sih mbak Ratu ini. Coba mbak Ratu periksa ke dokter saja."Ucap bik Siti.


" Masa yang sakit mas Arya, kok yang disuruh periksa aku sih bik? Apa tidak kebalik itu bik?." Tanya Ratu sambil mengernyitkan keningnya.


" Tidak, sepertinya mbak Ratu yang memang perlu di periksa ke dokter. Kalau pak Arya itu hal yang wajar, pak Arya sepertinya sedang mengalami kehamilan simpatik."Ucap bik Siti semakin mendetail.


Haahhhhh ? Kehamilan simpatik?


Ratu tahu apa yang dimaksud kehamilan simpatik. Tapi saat ini dia saja tidak hamil, tapi kenapa suaminya bisa mengalami kehamilan simpatik. Ratu pun baru ingat jika bulan ini dia belum kedatangan tamu bulanannya. Dengan cepat Ratu membawa teh itu keruang tengah dan dia akan memeriksa kalender lebih dulu untuk memastikan jika dia sudah berapa hari terlambat.


" Ini tehnya mas, diminum ya? Oh iya mas hari ini tanggal berapa ya?." Tanya Ratu sambil melihat kalender kecil yang ada di samping televisi.


" Tanggal 26 dek. Ada apa tanya soal tanggal? Apa ada janji dengan seseorang?." Tanya Arya sambil mulai meminum teh nya.


* Hari ini sudah tanggal 26 ? Berarti aku sudah terlambak 17 hari, hemm sepertinya apa yang dikatakan bik Siti benar. Aku harus kedokter, siapa tahu saat ini aku memang sedang hamil. Tapi aku tidak boleh terlalu berharap dulu aku takut kecewa.*Gumam Ratu dalam hatinya.


Ratu meletakkan kalender itu dan kini duduk di sofa yang sama dengan Arya. Arya sendiri terus memperhatikan istrinya yang nampak senyum-senyum sendiri.

__ADS_1


" Kamu kenapa dek?." Tanya Arya.


" Mas antarkan aku kerumah sakit."Seru Ratu secara tiba-tiba.


" Hahh.. Rumah sakit? Kamu sakit apa dek? Kenapa tidak bilang dari tadi kalau kamu sakit dek, malah kamu sedari tadi sibuk merawat mas yang cuma mual-mual. Ya sudah ayok sekarang kita cepat bersiap-siap, mumpung belum siang."Seru Arya bertanya secara beruntun dan dia terlihat panik sekali mengira jika Ratu saat ini sedang sakit.


Rasa mual dan lemas tubuhnya pun seketika menghilang dan berubah menjadi rasa khawatir. Arya langsung naik ke lantai dua menuju kamarnya untuk segera bersiap-siap. Mata Ratu melebar sempurna saat melihat suaminya sudah tidak lemas lagi.


" Apa tadi dia pura-pura sakit? Tapi serius juga sih, wajahnya saja kelihatan pucat dan setiap makan juga selalu dimuntahkan. Mas Arya, mas Arya semoga saja apa yang kita harapkan akan segera terwujud. "Ucap Ratu bermonolog pada dirinya sendiri.


Arya dan Ratu sudah berada di rumah sakit dan Ratu langsung memilih ke dokter kandungan. Arya tidak memperhatikan dokter apa yang saat ini mereka tuju, yang Arya tahu yang pasti itu dokter.


" Apa keluhannya bu?." Tanya dokter perempuan yang bernama Hasna.


" Saya sudah dua minggu lebih telat datang bulan dokter."Jawab Ratu bicara dengan jujur.


" Apa sudah di coba tes pakai tespack?." Tanya dokter Hasna.


" Belum dokter "Jawab Ratu singkat.


Dokter Hasna meminta Ratu untuk segera berbaring agar bisa dilakukan pemeriksaan. Sampai saat ini Arya masih belum paham juga jika Ratu periksa hamil apa tidaknya. Arya terus memperhatikan istrinya yang saat ini sedang di periksa.


Namun tiba-tiba mata Arya melihat kearah layar monitor. Dia mengira jika Ratu sakit serius sampai harus dilakukan pemeriksaan seperti itu.


" Istri saya sakit apa, Dokter?."Tanya Arya dengan penasaran serta khawatir.


" Istri bapak tidak sakit, tapi istri bapak saat ini sedang hamil. Bapak lihat bulatan kecil ini? Itulah calon anak bapak dan ibu, ukurannya masih sangat kecil karena baru 3 minggu."Ucap dokter Hasna menjelaskan.


Hamil ? Aku hamil ?


Akhirnya apa yang selama ini diharapkan Ratu dan Arya jadi kenyataan. Ratu dan Arya nampak tersenyum bahagia dan ungkapan syukur selalu terucap.


" Alhamdulillah."Ucap Arya dan Ratu bersamaan.


Sepasang suami istri wajahnya nampak berseri-seri sembari terus memandang kearah layar monitor. Setelah dirasa cukup, dokter meminta Ratu untuk turun dan kembali duduk. Dokter menuliskan resep vitamin untuk Ratu yang harus dia tebus ditempat pengambilan obat.


" Apa ibu mual atau lemas?."Tanya Dokter Hasna.


" Tidak dokter, justru suami saya yang dari semalam mual dan muntah serta terkadang minta makan yang aneh-aneh. Dan dia juga tiba-tiba menjadi suami yang manja. Apa itu tidak apa-apa dokter?." Tanya Ratu sambil melirik kearah suaminya yang hanya nyegir kuda.


" Oh begitu. Jadi bapaknya yang mengalami ngidam? Itu tidak apa-apa bu, nanti dengan seiringnya waktu akan hilang sendiri. Ini resep vitamin nya, tolong dihabiskan ya bu. Dan jangan lupa bulan depan datang lagi untuk pemeriksaan rutin."Ucap Dokter Hasna dengan ramah.


" Terima kasih dokter Hasna."Ucap Ratu.

__ADS_1


Setelah selesai urusannya dengan dokter, Arya dan Ratu pun keluar dari ruangan praktek dokter Hasna. Mereka memutuskan untuk datang kerumah pak Santo untuk memberitahu kabar bahagia kehamilan Ratu.


********


" Mas Yanto, kamu kenapa sih kok sepertinya malas begitu?."Tanya Rani dengan manja.


Rani mendapati sudah dua hari ini Yanto seperti bukan Yanto yang biasanya. Yanto seakan malas jika bersamanya, pulang kerja malam dan akan langsung tidiur.


" Aku capek Ran, di kantor banyak pekerjaan."Jawab Yanto dengan malas.


Tanpa Rani sadari jika saat ini Yanto sudah mulai bosan dengan Rani. Padahal tinggal seatap dengan Rani belum ada 1 minggu, apalagi saat tahu Rani sudah bercerai dengan suaminya. Hal itu membuat Yanto malas dengan Rani, Yanto tidak mau jika Rani menuntut untuk dinikahi. Padahal Yanto tidak mau ada ikatan pernikahan dengan Rani, hubungannya dengan Rani hanya sebatas saling membutuhkan saja.


" Sayang, kapan kamu akan menikahi aku?."Tanya Rani sambil mengalungkan tangannya di leher Yanto.


" Memangnya kamu sudah resmi bercerai dengan Bima? Aku lagi tidak mau membahas soal pernikahan, Ran."Ucap Yanto membuat Rani langsung cemberut.


Sampai sekarang dia memang belum menerima surat panggilan sidang dari pengadilan. Menurut info dari Bima dia sudah mendaftarkan gugatan cerai kepengadilan, namun sudah seminggu Rani menunggu belum ada surat panggilan. Rani sudah tidak sabar ingin segera menikah dengan Yanto sang pengusaha batu bara yang tentunya kaya raya.


" Tapi kalau aku sudah resmi bercerai kamu mau kan menikah dengan ku? Aku sudah meninggalkan Bima demi kamu."Ucap Rani terus mendesak Yanto.


" Kita lihat nanti. Tolong kamu buatkan kopi untukku, aku ingin merasakan kopi buatanmu."Ucap Yanto mencoba mengalihkan pembicaraan agar Rani berhenti membahas pernikahan dan segera turun dari pangkuannya.


Rani mengangguk patuh, demi mengambil hati Yanto apapun akan Rani lakukan. Setelah Rani pergi kedapur, Yanto membalas pesan yang sedari tadi sudah dia baca.


[ Hai juga sayang, maaf baru sempat balas. Hari ini aku tidak kemana-mana, hanya dirumah saja. Kamu sendiri jalan kemana?.] Tulis Yanto dan mengirimkan ke seseorang wanita yang kontaknya dia berinama Cantik.


Tidak perlu menunggu lama, pesan Yanto pun cepat dibalas oleh teman chattingnya.


[ Aku dirumah juga, Sayang. Malas mau kemana-mana, lagi bokek banget.] Tulis si Cantik.


[ Duhh kasihannya , ya sudah aku transfer uang jajan untuk kamu ya. Tolong jangan menolaknya, kirim nomor rekening kamu ya ]


[ Kalau tidak merepotkan tidak apa-apa. Ini no rekeningnya 123XX ]


Dengan cepat Yanto membuka aplikasi bankingnya dan mengetikkan sejumlah uang untuk teman wanitanya. Yanto mengirimkan uang 5 juta untuk teman wanita nya itu.


[ Sudah aku kirim ya sayang ]


[ Terima kasih sayang ]


" Chatting sama siapa sih mas?."Tanya Rani secara tiba-tiba.


Yanto pun kembali memasukkan ponselnya dalam kantong celananya. Dia tidak mau Rani banyak pertanyaan.

__ADS_1


" Klien."Jawab Yanto singkat.


************


__ADS_2