Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Menjenguk ibu Marni


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Hari berganti minggu, genap 1 minggu Ibu Marni mendekam di penjara. Ibu Marni nampak sekali menyesal dan dia terus meronta meminta untuk di keluarkan dari penjara. Yanto sendiri saat ini juga sedang dalam pencarian polisi, menurut pengakuan ibu Marni Yanto ada di Kota B. Polisi sudah bekerjasama dengan polisi kota B dan kini Yanto sudah menjadi DPO.


Kasus ibu Marni sendiri tergolong cukup serius, ibu Marni tersandung kasus memperjualkan wanita atau bisa dibilang seorang muc!k4ri. Ibu Marni juga terseret kasus n4rkob4, meskipun hasil u!nenya negarif. Ibu Marni selama ini juga sudah menikmati uang Yanto dan mencoba melindungi Yanto dari polisi.


Genap seminggu ibu Marni di penjara, hari ini ketiga anak ibu Marni datang untuk menjenguk ibu Marni. Kali ini hanya anak-anaknya saja dan pak Santo, ketiga menantunya tidak ada yang ikut.


" Kalian tunggu saja di sini, nanti ibu Marni akan dibawa ke sini."Ucap polisi yang mengantarkan rombongan Arya.


" Iya pak."Jawab Arya dan Bima serempak.


Polisi itupun meminta teman nya untuk menjemput ibu Marni. Tidak sampai 5 menit ibu Marni sudah ada dihadapan Arya dan yang lainnya.


* Mereka ada di sini? Ternyata mereka masih peduli denganku. Tapi tunggu dulu, mereka beneran peduli atau datang untuk menertawakanku?* Gumam ibu Marni dalam hatinya penuh keraguan.


Ibu Marni terdiam sambil memperhatikan anak-anaknya dan mantan suaminya secara bergantian. Sebenarnya dia senang, ke tiga anaknya dan mantan suaminya mau datang menjenguknya. Ada rasa haru dan ada rasa khawatir, takut dan khawatir jika mereka semua datang hanya untuk menertawakannya dan menghinanya. Sebab selama ini dia sendiri yang sudah menabuh genderang permusuhan dengan anak-anaknya.


" Kalian mau apa datang ke sini?."Tanya ibu Marni akhirnya dia duluan yang bersuara.


" Assalamualaikum Marni, bagaimana kabarmu?"Seru pak Santi menanggapi pertanyaan ibu Marni dengan santun dan lembut.


" Tidak usah basa-basi kalian ! Kalian datang untuk menertawakan ku kan? Kalian puas melihat aku seperti ini?."Seru Ibu Marni dengan ketus.


Belum apa-apa ibu Marni sudah berfikir negatif lebih dulu. Bima yang mendapat perlakuan seperti itu nampak kesal dan mengepalkan tangannya. Sudah di penjara pun ibu Marni masih saja sombong dan seakan tidak membutuhkan bantuan mereka.

__ADS_1


Melihat Bima yang sudah mengepalkan tangannya, Arya pun mendekati Bima dan mengusap lengan Bima agar Bima bisa menguasai emosinya.


" Jangan emosi mas, ini di kantor polisi. Kalau mas bikin ulah justru masalah nya akan panjang."Ucap Arya berbisik di telinga Bima.


" Bu, kami datang ke sini untuk melihat keadaan ibu. Bukan untuk menertawakan ibu atau menghina ibu, tolong buang jauh-jauh fikiran negatif ibu."Seru Serli ikut buka suara.


" Memangnya kalau kalian semua datang ke sini, bisa gitu kalian mengeluarkan ku dari dalam penjara? Tidak kan? Jadi lebih baik kalian pulang saja dan jangan pernah datang lagi ke sini. Aku tidak mau lagi bertemu dengan kalian, aku.. Aku bukan orang baik-baik."Seru ibu Marni dengan mata berkaca-kaca.


Serli mendekati ibu Marni lalu dia memeluknya, ibunya itu saat ini pasti butuh supor dari orang-orang terdekatnya. Dan ibu Marni pasti ingin sekali dipeluk anak-anaknya, namun dia malu. Egonya seakan menutup mata hatinya.


" Kenapa kalian masih perduli dengan ku? Aku ini bukan wanita baik-baik, aku wanita jahat yang tega menjual para wanita demi mendapatkan uang. Bahkan tubuhku ini sudah puluhan pria yang menikmatinya. Aku malu, aku malu dengan kalian. Bahkan secara terang-terangan aku tidak menganggap kalian anakku lagi. Aku malu, aku bukan orang baik."Seru ibu Marni sambil menangis sesunggukan.


Hikkss Hikkss Hikkss


Ibu Marni menangis pilu, akhirnya air matanya terjatuh juga. Sudah tidak ada lagi yang dia sembunyikan, dia menangis pilu dalam pelukan Serli. Seorang ibu yang dulu sesumbar bakal hidup bahagia, kini semua yang dia ucapkan itu seakan menjadi sebuah karma untuk dirinya sendiri. Jalan rezeki yang didapatkan dengan cara h4r4m, tidak akan bisa bertahan dengan lama. Dan pada akhirnya hukuman dari polisi yang menghentikannya.


Penyesalan memang datang di akhir, tidak ada penyesalan datang di awal. Semuanya nampak terdiam, Arya yang bukan anak kandung ibu Marni saja nampak ikut bersedih dengan masalah yang saat ini menjerat ibu Marni. Dia tidak mungkin membantu ibu Marni untuk keluar dari penjara.


Ibu Marni hanya menjawab dengan sebuah anggukan kepala saja.


" Mana suami kamu, Serli?."Tanya ibu Marni sebenarnya juga ingin tahu kenapa para menantunya tidak ada yang ikut.


" Para menantu ibu memang sengaja tidak ikut. Kali ini hanya kami saja yang datang menjenguk ibu, lain kali pasti para menantu ibu akan ikut datang juga."Ucap Serli sambil menggenggam tangan keriput ibu Marni.


Ibu Marni memperhatikan, Arya Bima dan pak Santo secara bergantian. Tatapan mata Bima nampak tajam, ibu Marni ingat sekali kata-kata Bima saat terakhir bertemu dengannya beberapa minggu yang lalu.


" Arya, Bima. Apa kalian masih marah dengan ibu?."Tanya ibu Marni pelan.


" Marah ? Untuk apa Bima marah sama ibu? Ini bukannya pilihan ibukan? Bima sudah pernah memperingatkan ibu, jika ibu segera bertaubat sebelum ibu mendapatkan hukuman dan karma atas perbuatan ibu. Tapi apa? Ibu justru mencaci Bima dan meminta Bima untuk tidak ikut campur dengan urusan ibu. Dan bukannya ibu itu juga sudah tidak menganggap Bima sebagai anak ibu? Sekarang nikmati saja hasil dari perbuatan ibu."Ucap Bima masih saja dia emosi.


Pada dasarnya Bima orangnya jika sudah marah susah untuk dikendalikan. Terlebih jika dia lebih dulu di buat marah. Selama ini Bima sudah menjadi anak yang menurut dan seakan menjadi anak yang hanya bisa berlindung dibawah ketiak ibunya saja. Tapi itu dulu, sekarang Bima sudah menjadi pribadi yang baik dan lebih bertanggung jawab lagi dan menjadi imam yang baik untuk keluarga kecilnya.

__ADS_1


Brruuukk


Secara tiba-tiba, ibu Marni bersimpuh diantara lkaki pak Santo dan Bima. Ibu Marni mengakui semua kesalahannya sambil menangis. Kaki Arya pun tak luput dari tangan ibu Marni, ibu Marni merah kaki Arya dan meminta maaf.


" Bu, jangan seperti ini. Tolong lepaskan kaki Arya bu, kalau seperti ini Arya bisa jatuh."Seru Arya yang kurang nyaman dengan kelakuan ibu Marni.


" Bangunlah Marni, jangan seperti ini. Kami semua sudah memaafkan semua kesalahan mu, sekarang bangunlah dan kita bicara baik-baik. Jika memang kamu sudah menyesal dan mengakui kesalahan kamu, kamu harus bisa berubah menjadi pribadi yang lebih baik lagi."Seru pak Santo sambil membantu ibu Marni untuk bangun dan mendudukkan lagi di kursi.


" Aku pantas mendapat hukuman ini, karena ini semua juga salahku. Tapi ini tidak murni salahku sendiri, Yanto !! Iya Yanto juga salah, awalnya dia yang sudah menjadikan aku wanita pemu4s n4fsu para teman-teman prianya. Semua ini karena Yanto !! Dia juga harus di penjara!!."Ucap ibu Marni dengan mengepalkan tangan kanannya.


" Jangan menyalahkan orang lain bu. Semua ini juga tidak akan terjadi jika tidak ada kemauan dari ibu sendiri. Bukannya ibu juga menikmati peran dan pekerjaan ibu kan? Bima sudah menasehati ibu tapi justru ibu marah. Padahal jika ibu mau lari dari Yanto, ibu bisa menemui kami dan meminta perlindungan kami."Ucap Bima masih saja nampak ketus dengan ibunya.


Pak Santo dan yang lainnya hanya menggelengkan kepalanya saja. Bima memang orang yang keras kepala.


Belum juga mereka selesai bicara, tiba-tiba polisi datang dan memberitahu jam besuk sudah habis. Padahal masih banyak yang ingin Serli bicarakan dengan ibunya, tapi waktulah yang membatasinya.


" Bu, kami pulang dulu ya. Oh iya ini ada perlengkapan sholat dan ada makanan untuk ibu. Semoga ibu suka dengan makanannya, ini masakan Serli sendiri bu. Anak manja ibu ini sekarang sudah bisa memasak dan beres-beres rumah."Seru Serli dengan suara sedikit bergetar karena menahan tangis.


" Terima kasih Serli. Ibu pasti akan memakan nya, salam untuk suami kamu dan kedua kakak ipar kamu."Seru Ibu Marni.


" Iya bu, pasti salamnya nanti Serli sampaikan. Ibu baik-baik ya di sini, nanti kalau ada waktu Serli dan yang lainnya akan datang lagi. Serli pamit ya bu, Assalamualaikum."Seru Serli lalu mencium tangan Ibu Marni.


" Waalaikumsalam."Jawab Ibu Marni dengan pelan.


Serli dan yang lainnya pun meninggalkan ibu Marni. Ibu Marni pun kembali masuk ke dalam sel tahanan lagi, barang-barang yang tadi di bawakan oleh Serli juga dia bawa masuk ke sel tahanan. Sebelumnya barang bawaan Serli tadi sebelum Serli masuk sudah di periksa oleh petugas kepolisian saat ada di pintu masuk lapas.


Kasus ibu Marni sendiri sudah di limpahkan ke pengadilan dan sedang menunggu proses persidangannya saja.


* Jika aku di penjara, Yanto juga harus di penjara. Dia penyebab aku menjadi seperti ini, b4ngs4t kamu Yanto. Lihat saja, polisi pasti akan segera menemukanmu.*Gumam ibu Marni dalam hatinya.


**********

__ADS_1


Bab berikutnya up yang bahagia-bahagia ya ❤️❤️


__ADS_2