Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Menagih uang bulanan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Rumah tangga dan kehidupan Serli tidak seindah yang dia bayangkan. Dia sudah membayangkan jika hidupnya akan terjamin saat dinikahi Harsa, namun semua itu hanya harapannya saja. Selama seminggu lebih dia menjadi istri Harsa, Harsa jarang pulang. Harsa justru sering menginap di rumah Istri pertamanya, dan akan pulang untuk meminta jatah kepada Serli saja.


Sore ini, Harsa pulang ke rumah kontrakan dengan wajah yang lesu. Saat sampai di kontrakan dia ingin disambut manis oleh istri keduanya, akan tetapi justru rengekan istri nya yang dia dapatkan.


" Sayang, aku minta uang dong. Aku ingin beli tas yang aku inginkan. Tidak banyak kok, hanya 7 juta saja. Pasti kamu punya dong uang 7 juta, secara kamu ini seorang pengusaha dan perusahaan mu itu besar."Ucap Serli bermanja-manja dan terus merengek sambil memeluk lengan Harsa.


Harsa pusing tujuh keliling, gajinya 12 juta dan dalam 5 bulan kedepan gajinya di potong 5 juta perbulannya. Harsa hanya menerima 7 juta saja, uang 7 juta itu harus dia gunakan dengan baik. Belum untuk jatah bulanan Serli, untuk biaya makan. Bahkan bulan depan dia juga harus membayar sewa rumah sebanyak 3 juta.


" Baru juga 3 hari yang lalu kamu aku kasih uang 3 juta, Serli. Apa sudah habis? Coba kamu itu berhemat dulu, Serli. Aku sekarang lagi tidak ada uang, kamu tahu sendirikan kalau uang ku sudah aku tanamkan modal. Aku juga tidak bisa seenaknya mengambil uang perusahaan, semua itu ada prosedurnya. Kalau uang perusahaan dipakai untuk pribadi yang ada perusahaan akan bangkrut."Seru Harsa beralasan.


" Baru juga kasih uang 3 juta selama menikah, masa iya sih hidupku sudah susah begini. Lagian uang 3 juta itu juga sudah habis lah, seharusnya kamu itu bisa memberikan aku uang yang banyak. Percuma menikah sama pengusaha kalau uang saja harus diirit-irit."Seru Serli sama sekali tidak menghargai suaminya.


" Lebih enak hidupku yang dulu, dulu uang dengan mudah aku dapatkan. Kamu dulu sekali main bisa memberiku uang 5 juta, sekarang sudah jadi istri cuma 3 juta untuk satu bulan. Kamu kira uang 3 juta itu banyak, Harsa!."Sentak Serli berani melawan suaminya.


Plaakk


Pipi Serli di tampar oleh Harsa, Serli sudah keterlaluan. Sama sekali tidak menghargainya sebagai suami. Hidup Harsa semakin susah semenjak istrinya tahu hubungannya dengan Serli. Kartu kredit dan Atm yang diberikan istrinya di tarik oleh sang istri. Tidak bisa lagi memakai mobil yang bagus, kemana-mana hanya membawa mobil dari perusahaan.


" Kamu menamparku?." Tanya Serli dengan mata membulat sempurna.


" Iya, kenapa? Tidak terima? Kamu memang pantas mendapatkan tamparan itu, mulut mu itu terlalu tajam dan pedas Serli. Asal kamu tahu, gara-gara kamu hidupku jadi susah. Keuanganku jadi seret, istri ku memusuhiku dan anak-anakku pun membenciku. Yang ada di ot4k mu itu hanya uang, uang dan uang terus. Kalau kamu dan ibumu tidak datang kerumah ku, istriku tidak akan marah denganku dan semua kemewahan dan fasilitas masih bisa aku nikmati. Sekarang semuanya sudah ditarik istriku, dan itu gara-gara kamu dan ibu kamu yang mata duitan itu."Ucap Harsa bicara dengan suara yang keras.


Melihat Harsa yang marah seperti itu, membuat nyali Serli pun menciut. Dia takut Harsa akan semakin marah, dan melukai dirinya. Disaat seperti ini Serli tidak bisa berbuat apa-apa, membantah ucapan Harsa pun pasti akan salah.


" Kamu menyesal menikah denganku?." Hanya kata itu yang bisa Serli ucapkan.

__ADS_1


" Iya aku sangat menyesal sekali. Bukannya dari awal aku sudah menolak menikah dengan mu? Gara-gara kamu istriku membenciku dan semua fasilitas dia ambil. Kamu itu hanya wanita muraham, l4cur murahan yang tahunya hanya uang terus."Seru Harsa masih terbawa emosi.


" Biarpun l4cur kamu juga sangat menikmati permainanku. Terbukti kamu selalu meminta nambah. Kenapa juga kamu bisa kalah dengan istrimu? Kamu itu kepala keluarga dan seorang pengusaha, jangan mau dong di setir oleh istri tua peot itu. Bila perlu ceraikan saja dia, masalah jadi bereskan. Enak sekali dia menguasai semua hartamu sedangkan aku tidak punya apa-apa. Seharusnya bisa dibagi secara adil , karena bagaimanapun aku ini istrimu juga."Ucap Serli tiba-tiba saja kembali berani berpendapat. Padahal tadi dia sudah ketakutan saat melihat Harsa marah.


Harsa tersenyum kecut kearah Serli, Serli mengira kekayaan yang dimiliki Harsa adalah miliknya pribadi. Tidak mau menyembunyikan siapa dia yang sebenarnya, akhirnya Harsa pun memberitahu Serli soal harta agar Serli tidak selalu meminta uang.


" Harta? Harta mana yang kamu maksud? Semua Harta yang ada itu milik istriku, tidak ada sepeserpun harta ku disana. Kamu salah besar jika mengira aku ini kaya raya, karena semua itu milik istriku. Perusahaan itupun milik istriku, jadi harta mana yang harus aku bagi secara adil?." Tanya Harsa dengan sinis.


Duuarrrrr


Tubuh Serli seakan lunglai saat dia mengetahui apa yang selama ini dimiliki Harsa bukanlah miliknya. Perusahaan yang di bangga-banggakan Serli ternyata bukan milik Harsa. Percuma Serli menikah dengan Harsa, yang ternyata Harsa pria yang miskin.


" Kamu tidak bohongkan?."Tanya Serlu dengan d4d4 bergemuruh.


" Aku bicara serius. Makanya itu memintamu untuk tidak datang kerumah ku, jika Wida tahu bisa hancur semuanya. Sekarang kamu nikmati saja apa yang sudah kamu perbuat. Padahal jika kamu tetap diam, aku masih bisa bertangungg jawab tanpa harus menikah denganmu. Dengan uang aku bisa melakukan apapun, dasar kamu itu memang bodoh !!." Seru Harsa dengan ketus.


" Tapi waktu itu kamu tidak mau tanggung jawab kan?."Seru Serli lagi.


" Aku memang tidak mau menikahimu, bukan berarti aku tidak mau bertanggung jawab. Sudahlah pusing kepalaku ribut terus dengan mu , aku mau mandi. Kamu siapkan makanan untukku."Ucap Harsa bangkit dan meninggalkan Serli.


*******


" Kamu cuma masak ini saja?." Tanya ibu Marni menunjuk kearah meja makan yang hanya ada tumis kangkung dan ayam goreng saja.


Mata ibu Marni membulat saat mendapati makanan diatas meja hanya ada nasi, kangkung dan ayam goreng saja. Padahal dia sudah membayangkan jika lidahnya akan dimanjakan dengan makanan yang enak dan lezat.


" Kalau ibu tidak mau makan ya sudah. Menu seperti ini memang yang kami makan, kami ini hanya berdua jadi untuk makan tidak perlu banyak menu. Karena kalau tidak habis akan mubadzir."Jawab Ratu sambil mengambilkan suaminya makan.


" Ini pasti kamu sengaja masak seperti ini, karena ibu makan disini. Atau memang pembantumu itu yang pemalas? Arya, kamu harus pecat pembantumu itu. Pekerjaannya tidak benar, dia itu malas-malasan."Ucap ibu Marni sambil mengisi piringnya dengan dua centong nasi.


Setengah sayur kangkung sudah berpindah ke piring ibu Marni, 3 potong ayam goreng pun sudah diembatnya juga. Ratu melihat ibu mertuanya makan seperti itu jadi hilang selera makannya.


" Bu, apa ibu habis makan segitu banyak?."Tanya Arya juga heran dengan ibunya.

__ADS_1


" Habis. Arya, mana uang bulanan untuk ibu. Masa iya sudah lewat 3 hari ini kamu tidak memberikan hak ibu."Seru ibu Marni mulai menyunyah makanannya.


" Iya nanti Arya kasih, Bu. Kemarin-kemarin Arya sibuk dan tidak sempat kerumah ibu. "Jawab Arya dengan santai.


Ratu buru-buru menghabiskan makanannya, dia merasa tidak nyaman makan 1 meja dengan ibu mertuanya yang terlihat jorok seperti itu. Selesai makan Ratu membawa piring kotornya ke wastafel dan langsung mencucinya. Arya pun juga sudah selesai, dia mencuci piring bekas dia makan.


" Mas, ini tehnya."Ucap Ratu sambil meletakkan secangkir teh diatas meja depan suaminya.


" Terima kasih sayang. Mana ibu, belum selesai ya makannya?." Tanya Arya.


" Lagi cuci tangan, mas."Jawab Ratu terlihat bete.


Hhhuuufffff


Arya tahu hal apa yang membuat Ratu seperti itu. Apalagi kalau bukan soal adanya ibu Marni di rumahnya. Ratu bukan tidak suka jika ibu mertuanya berkunjung, yang tidak dia sukai adalah sikap ibu mertuanya yang suka seenaknya sendiri dan mulutnya yang asal mangap.


" Mana uang ibu?." Tanya ibu Marni mengulurkan tangannya didepan Arya.


Arya memberikan amplop berwarna cokelat kepada ibu Marni. Amplop yang memang sudah dia siapkan dari kemarin-kemarin.


" Kok cuma segini? Ibukan minta tambah 4 juta untuk beli gelang baru, Arya. Jangan pelit-pelit lah kamu sama ibu, Arya. Bagaimanapun uang kamu itu ada haknya ibu juga loh."Ucap ibu Marni seenaknya saja.


" Masih untung bu mas Arya mau memberikan uang bulanan untuk ibu. Masih saja protes, kalau ibu tidak mau ya bawa sini saja. Lagipula mas Arya itu tidak berkewajiban menafkahi ibu, yang wajib menafkahi ibu itu mas Bima."Ucap Ratu mulai kesal dengan kelakuan menyebalkan.


" Yang dikatakan Ratu benar bu. Ibu terima saja uang itu, anggap saja itu tanda bakti Arya untuk ibu. Jangan meminta lebih, karena Arya tidak akan memberikannya. Sudah cukup selama ini Arya menjadi mesin ATM berjalan ibu dan Serli."Ucap Arya cukup monohok.


Ibu Marni mendengus dengan kesal, Arya sudah tidak seperti dulu lagi. Sekarang susah untuk dikendalikan, ibu Marni mengira perubahan Arya karena sudah di hasut oleh Ratu, sehingga Arya membangkang.


" Semua ini pasti karena istrimu yang sudah menghasut mu. Pokoknya ibu mau 4 juta lagi untuk beli gelang emas, tidak ada 4 juta ibu tidak akan pulang."Seru ibu Marni mengancam tidak mau pulang.


" Oh silahkan saja kalau ibu tidak mau pulang. Aku dan mas Arya tidak akan memberikan uang 4 juta lagi, memangnya uang itu tinggal mencetak terus di potong dijemur terus kering. Lagi pula ibu kan punya menantu kaya raya, dia seorang pengusaha. Ya ibu minta saja dong sama dia, jangan mas Arya terus dong yang ibu mintain uang."Ucap Ratu.


* Ohhh iya juga ya, aku kan punya menantu yang jauh lebih kaya raya. Harsa !! Iya Harsa juga harus menjatahku uang bulanan. Hahahaaa.. Lumayan lah kalau Harsa mau memberiku 5 juta sebulan. Bisa jadi toko emas berjalan nanti aku.*Gumam Ibu Marni dalam hatinya.

__ADS_1


************


Mampir disini juga yuk " AKU BUKAN PENGANTINNYA" ❤️❤️❤️❤️


__ADS_2