Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tabur tuai


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Jadi anak kamu meninggal?."Seru Ratu.


Anne menceritakan jika anaknya meninggal setelah satu hari di lahirkan. Anak itu lahir secara prematur, dan hanya bertahan 1 hari saja. Setelah itu pergi untuk selamanya, jika anak itu sehat dan masih hidup usianya tidak jauh dari anak Ratu.


Mendengar cerita Anne, Ratu merasa iba dan bersalah. Apalagi Arya, tentunya dia merasa bersalah sebab Anne hamil juga karena ulah Arya dan Raja. Dia hamil dengan pria asing pengganti Arya saat penjebakan.


" Iya, anakku sekarang sudah di surga. Kepergian anakku menyisakan luka yang mendalam bagiku. Disaat aku bisa menerima dia, dia pergi meninggalkanku untuk selamanya. Aku sempat drop beberapa bulan, dan kedua orang tua ku lah yang menguatkanku. Mungkin baru 1 bulan ini aku kembali beraktifitas seperti biasa, aku kembali menggantikan papa mengurus perusahaan. Sebab papa ku sekarang sering sakit-sakitan dan sudah tidak sanggup menjalankan perusahaan."Ucap Anne bercerita panjang lebar.


Arya dan Ratu mendengarkan cerita Anne dengan serius. Ternyata setelah peristiwa waktu itu, Anne mengalami kehidupan yang tidak terlalu baik.


" Maafkan aku, kakakku dan suamiku, Anne. Karena kakak dan suamiku kamu hamil dan tidak ada yang mau bertanggung jawab. Maaf.."Seru Ratu dengan tulus.


" Suami dan kakakmu tidak salah, Ratu. Justru aku yang salah dan aku juga malu pada kalian, seandainya aku tidak terpengaruh dengan Mita dan mamanya mungkin semua ini juga tidak akan pernah terjadi. Aku saja yang bodoh, aku tidak menyalahkan kamu ataupun suami kamu. Anggap saja ini semua sebuah pelajaran hidup untuk diriku."Ucap Anne sama sekali tidak menyalahkan Ratu maupun suami serta kakak Ratu.


* Dugaanku benar, Anne sebenarnya memang wanita yang baik. Dia bisa di bilang salah pergaulan saja, semoga kebahagiaan menyertaimu, Anne.*Gumam Ratu dalam hati.


" Terus sekarang dimana Mita dan mamanya?."Tanya Arya ingin tahu kabar mantan karyawannya itu.


Hhuufff...


Anne membuang nafas dengan kasar, membicarakan Mita dan mamanya membuat dia kembali teringat dengan kesalahan Mita dan mama Mita.


" Mereka ada di penjara. Sudah 10 bulan ini mereka di penjara, mereka ketahuan korupsi di perusahaan papa dan menggelapkan mobil papa. Mereka juga sudah memperalatku, jadi terpaksa aku melaporkan semuanya ke polisi. Tidak perduli dia itu masih saudara, jika salah ya tetap salah."Jawab Anne masih terlihat jika dia kesal dengan Mita dan mamanya.


" Mita dan mama nya memang pantas mendapatkan hukuman itu. Hukum tabur tuai, mereka yang menanam dan mereka juga yang memanen hasilnya."Seru Ratu membenarkan tindakan Anne.

__ADS_1


Waktu terus berjalan, hari pun sudah semakin sore. Arya dan Ratu pamit lebih dulu, karena Ratu juga sudah terlalu lama meninggalkan kedua anaknya. Meskipun ada kedua orang tuanya dan ada pengasuh, Ratu tetap tidak bisa bersikap seenaknya sendiri.


" Mas, kasihan Anne ya."Seru Ratu.


" Sudah menjadi jalan kehidupannya, dek."Jawab Arya bijak.


Heemm...


Ratu hanya mengangguk sambil berdehem saja menanggapi jawaban Arya. Cukup lama mereka ada di perjalanan, mereka pulang kesorean sehingga jalanan sudah lumayan macet.


Setiap manusia sudah mempunyai jalan kehidupannya masing-masing, sudah mempunyai cerita hidupnya tersendiri. Mencari teman itu lebih susah daripada mencari musuh. Begitupun dengan Ratu dan Anne, dulu nya mereka tidak saling mengenal dan setelahnya saling bermusuhan namun sekarang mereka sudah saling berbaikan. Begitu panjang perjalanan untuk menjadi seorang teman, harus bermusuhan dulu baru bisa menjadi teman.


Mobil yang di kendarai Arya akhirnya sampai juga di kediamannya, kepulangan Arya dan Ratu di sambut dengan tawa sikembar, Devan dan Revan.


" Kamu mandi saja dulu, baru nanti main sama Devan dan Revan."Seru Dinda meminta Ratu dan Arya untuk langsung bersih-bersih.


" Iya ma, maaf ya ma kami terlalu lama meninggalkan Devan dan Revan. Tadi kami belanja bulanan dulu, terus bertemu sama teman jadi sempat ngobrol dulu di cafe."Ucap Ratu bicara jujur.


" Tidak apa-apa, yang penting kamu tidak sampai menginap."Seru Dinda menggoda anak perempuannya.


Dinda menggelengkan kepalanya, saat ini Ratu dan Arya baru saja dari luar dan bertemu dengan orang banyak. Ada baiknya mereka bersih-bersih dulu sebelum mencium anak-anaknya.


Usia sikembar saat ini sudah 7 bulan, mereka semakin gemuk dan aktif. Perkembangan sikembar terbilang cepat, di usianya yg 7 bulan sudah bisa merangkak dan mengucap kalimat papa dan mama.


******


Setiap manusia pasti mempunyai kesalahan, tidak ada manusia yang sempurna. Kesempurnaan hanya milik sang pencipta semata.


Dari perjalanan dan kisah masalalunya, Serli sudah banyak belajar dan mengambil hikmahnya. Dulu dia wanita yang nakal, urakan bahkan dia sebagai wanita pemu4s n4fsu para hidung bel4ng. Perjalanan asmaranya pun tidak semulus pipinya, namun semua itu sudah berlalu. Kini dia sudah hidup bahagia dengan pria pilihan orang tuanya.


" Mas Yusuf, apa yang membuat kamu jatuh cinta dengan ku? Padahal kamu tahu sendirikan kalau aku ini dulu wanita yang tidak baik, bahkan aku dicap Pelakor."Seru Serli kembali bertanya hal yang sama padahal sudah beberapa kali dia menanyakan pertanyaan yang sama.


Hhhhuuufffff

__ADS_1


Yusuf sampai bosan dan enggan untuk menjawab pertanyaan Serli. Salah bicara bisa-bisa Serli marah dan mengambek, apalagi kehamilannya ini mood nya sering berubah ubah.


" Dek, mas tidak memandang masalalu kamu. Intinya mas dulu jatuh cinta dan mencintai kamu, sudah ya jangan tanya masalah itu lagi. Mas tidak mau kalau kamu kembali teringat masalalumu. Sekarang melangkah menuju masa depan bersama mas dan calon anak kita ini."Ucap Yusuf sambil mengusap perut Serli.


Usia kandungan Serli sudah masuk 3 bulan, dengan pembawaan tubuh Serli yang langsing tinggi sehingga diusia kehamilannya 3 bulan perutnya sudah kelihatan menonjol.


" Terima kasih mas."Jawab Serli dengan manja sembari memeluk lengan Yusuf.


Ehhhemmm Ehheeemm


Mereka berdua dikagetkan dengan deheman pak Santo. Pak Santo yang sedari tadi berdiri di belakang kursi hanya menyimak obrolan anak dan menantunya.


" Ehhh bapak, sini pak gabung."Seru Yusuf terlihat gugup.


" Iya Suf. Serli, kalau mau bermesraan jangan di ruang tamu begini dong. Nanti kalau ada tamu kan tidak enak, mana pintu tidak ditutup lagi. Bermesraannya di kamar saja ya."Ucap pak Santo yang sebenarnya dengan sengaja menggoda anak perempuannya.


" Bapak, jangan bicara seperti itu Serli jadi malu."Seru Serli dengan mengerucutkan bibirnya.


" Dek, jangan begitu. Mas yang malu kalau kamu ngambek, nanti bapak kira mas yang ngajarin kamu buat mesra-mesra begitu, nanti bapak marah."Seru Yusuf dengan polosnya berbisik di telinga Serli.


* Idihhh mas Yusuf ini kok polos amat sih, bapak itu tidak mungkin marah. Dia juga cuma bercanda mas, hadeh suamiku ini polos banget ya.*Gumam Serli dalam hatinya.


Yusuf nampak senyum-senyum sembari menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia memang sungkan dengan pak Santo, padahal pak Santo sudah sering mengatakan jangan sungkan sebab sekarang ini dia juga sudah menjadi anak pak Santo. Meskipun menantu pak Santo sudah menganggapnya seperti anak sendiri.


" Serli, Yusuf besok temuilah ibu kalian di rumah sakit. Sudah lama kalian tidak menjenguknya, toko biar bapak yang bantu menjaganya. Siapa tahu dengan anak-anak dan menantunya sering datang mengunjunginya, ibu Marni cepat sembuh."Ucap pak Santo.


" Iya pak. Rencananya memang besok aku dan mas Yusuf mau menemui ibu. Tadinya mau tadi sekalian bareng mas Arya dan mbak Ratu, tapi mas Bima melarangnya. Katanya biar mas Arya dan mbak Ratu duluan, sehingga ibu fokus dengan mereka."Seru Serli memberitahu pak Santo.


" Iya, ibumu memang ingin bertemu dengan Ratu."Ucap pak Santo.


" Emm.. Serli buat teh dulu ya."Ucap Serli lalu bangkit meninggalkan Yusuf dan pak Santo.


Yusuf dan pak Santo melanjutkan obrolannya, mereka membicarakan masalah toko. Toko semakin hari pelanggan semakin banyak, dan Yusuf juga sudah berani menerima pesanan sesuai dengan permintaan pelanggan.

__ADS_1


***************


*********


__ADS_2