
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Seminggu berlalu, Yusuf dan keluarganya sudah datang ke rumah pak Santo untuk melamar Serli menjadi istri Yisuf. Yusuf sangat bersyukur, ternyata Serli menerima lamarannya dengan senang hati. Ibu Yusuf pun menerima Serli dengan baik, Serli merasa terharu dengan kebaikan ibu Yusuf.
Orang tua Yusuf hanya tinggal sang ibu saja, Ibu Rohimah. Yusuf juga masih mempunyai seorang adik yang masih bersekolah, adik Yusuf pun menerima Serli dengan baik.
Pernikahan Serli dan Yusuf sendiri akan dilaksanakan sebulan lagi. Pernikahan akan dilaksanakan di rumah pak Santo secara sederhana saja.
Ratu dan Karina sebagai kakak ipar Serli, ingin melihat Serli hidup bahagia. Mereka berdua pun sangat mendukung Serli dan Yusuf.
" Dek, sekarang kehamilan kamu sudah semakin besar. Jangan ke butik lagi ya? Mas tidak mau kamu kelelahan."Seru Arya meminta Ratu untuk mengurangi aktifitasnya.
Usia kandungan Ratu sudah 6 bulan dan perut Ratu pun lebih besar dari wanita hamil pada umumunya. Arya kasihan melihat Ratu yang seakan keberatan membawa perutnya. Tubuh Ratu juga semakin berisi.
" Iya mas, nanti butik biar di uris mbak Lisa saja seperti dulu. Aku tinggal menerima laporannya dari rumah. Mas, kok perutku besar banget ya? Apa mungkin aku mengandung bayi kembar ya mas?."Seru Ratu merasa jika dia hamil anak kembar.
" Loh kok gitu dek? Memang saat periksa dan melakukan USG waktu itu tidak kelihatan ya kembar tidaknya?."Tanya Arya semakin heran.
" Saat pemeriksaan awal dulu mungkin tidak kelihatan mas. Tapi setiap bulan setiap periksa USG kok, tapi dokternya tidak bilang kalau hamil anak kembar? Atau jangan-jangan tidak kembar tapi bayi nya besar?."Seru Ratu semakin takut.
Ratu khawatir jika bayi yang dia kandung mempunyai berat badan yang berlebihan. Mengingat selama hamil n4fsu makannya bertambah dan dia mau makan makanan apa saja.
" Kita ke dokter kandungan saja ya dek, kita minta USG apa benar anak kembar atau bayi nya mempunyai berat badan yang berlebihan."Seru Arya langsung mengajak Ratu untuk periksa ke dokter kandungan.
__ADS_1
" Tapi bukannya mas jam 10 nanti ada meeting? Apa tidak apa-apa kalau di tinggalkan?."Tanya Ratu tidak mau mengganggu pekerjaan suaminya.
" Tidak apa-apa dek, lagian cuma meeting di kantor sama pak Agung. Nanti biar waktunya di undur sesudah makan siang saja. Ya sudah yuk bersiap-siap, kita ke rumah sakit."Seru Arya penuh perhatian.
Ratu teringat pertemuannya minggu lalu dengan Agung, sampai sekarang Ratu belum menceritakan kepada Arya. Ratu bukan tidak mau menceritakan, hanya saja dia benar-benar lupa untuk bercerita.
" Mas tunggu !."Seru Ratu menghentikan langkah kaki Arya yang hendak masuk kamar.
" Ada apa dek?."Tanya Arya dengan wajah keheranannya.
" Mas, duduk dulu. Ini masih jam 7 pagi juga, dokter kandungan belum buka. Ada yang ingin aku ceritakan sama kamu mas, dikatakan penting sih tidak. Tapi mas harus tahu masalah ini agar tidak ada salah paham di kemudian hari nanti."Ucap Ratu bicara nampak serius sehingga Arya semakin khawatir.
Arya kembali duduk di samping Ratu, dan menunggu Ratu menceritakan apa yang ingin dia ceritakan tadi.
Hhhuuufff...
Terlihat Ratu menghela nafas dengan pelan, dia mencoba menguasai dirinya lebih dulu dan memikirkan kalimat-kalimat yang tepat untuk dia katakan agar Arya tidak salah paham. Ratu juga tidak mau jika Arya akan mencampur adukkan masalah pribadi dengan pekerjaan dengan membatalkan kerja sama yang sudah berjalan.
Tentu saja Arya tidak terima jika ada pria lain yang sampai saat ini masih mencintai istrinya. Soal masalalu Ratu, Arya tidak mempermasalahkannya sebab Arya juga dulu punya masalalu. Namun jika masalalu itu masih menaruh hati dengan istrinya, tentu saja Arya tidak terima.
" Sudahlah mas tidak akan marah kok, masalalu biarlah berlalu. Oh iya, yuk siap-siap kita ke rumah sakit lebih awal saja biar tidak antri terlalu lama."Seru Arya.
Ratu hanya mengangguk pelan, lalu dia membiarkan Arya ke kamar lebih dulu. Sebenarnya beberapa hari ini Agung sering mengiriminya pesan. Tidak tahu dapat nomor telepon darimana dia.
Ting
Ponsel yang ada di samping Ratu berdenting, ada notifikasi pesan masuk.
[ Hallo Ratu selamat pagi. Nomorku yang kemarin sudah kamu blokir lagi ya? Tapi aku tidak akan patah semangat, aku bisa mengganti nomor telepon yang baru. Kamu tahu tidak? Kamu itu semakin cantik dan menarik, coba dulu kamu mau sama aku pasti saat ini kita akan hidup bahagia. Tapi menunggu jandamu pun aku mau, sampai sekarang kamu tetap ada di hatiku.]
__ADS_1
Pesan itu ternyata dari Agung, sudah 3 nomor Agung yang Ratu blokir tapi Agung tidak menyerah. Dia tetap menghubungi Ratu dengan nomor yang lain lagi. Jika Ratu yang mengganti nomor juga akan susah, nomor Ratu sendiri sudah terdaftar di aplikasi banking dan sebagainya. Nomor itu sudah Ratu pakai sekitar 5 tahun yang lalu saat dia awal-awal masuk kuliah sampai sekarang.
Ratu mengabaikan pesan itu, dia tidak mau meladeni Agung yang semakin gila itu. Ratu pun beranjak dan masuk ke kamar untuk bersiap-siap ke rumah sakit.
*****
Ratu dan Arya sudah di rumah sakit, dokter kandungan yang biasa Ratu datangi pun merasa heran kenapa Ratu sudah datang lagi padahal baru seminggu yang lalu Ratu memeriksakan kandungannya.
" Ada keluhan apa bu? Sepertinya baru seminggu yang lalu ya ibu datang kesini? Apa ada keluhan bu?."Tanya dokter dengan ramah.
" Tidak ada keluhan apapun dokter, hanya saja kok perut saya terasa sesak dan besarnya tidak seperti wanita hamil pada umumnya."Seru Ratu menyampaikan rasa penasarannya.
Arya pun menceritakan jika perubahan perut istrinya tidak pada umumnya. Sebagai seorang suami tentunya Arya takut jika terjadi sesuatu dengan kandungan istrinya.
" Loh, untuk ibu hamil anak kembar ini normal kok bu. Tidak ada yang perlu di khawatirkan."Ucap dokter memberitahu.
Haahhh...
Kembar? Arya dan Ratu saling beradu pandangan. Mereka kaget saat dokter mengatakan jika Ratu hamil anak kembar. Karena seingat Ratu, dokter tidak pernah memberitahu jika dia hamil kembar.
" Anak kembar? Jadi maksud dokter istri saya ini sedang hamil anak kembar?."Tanya Arya memperjelas ucapan sang dokter.
" Iya, ibu Ratu memang hamil anak kembar? Apa bapak dan ibu tidak tahu? Bukannya saat usia kandungan 3 bulan saya sudah pernah bilang sama bu Ratu kalau beliau ini hamil anak kembar? Kehamilan kembar ibu Ratu terdeteksi saat sudah memasuki bulan ke 3, mungkin ibu Ratu lupa ya?."Seru dokter menjelaskan.
" Dek."Seru Arya memanggil Ratu.
Heheeee
Ratu nyengir kuda sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Dia benar-benar lupa jika 3 bulan yg lalu dokter sudah memberitahunya jika dia hamil anak kembar. Saat itu Ratu memang tidak menanggapinya dengan serius, dia mengira jika dokter hanya bercanda dengannya. Siapa sangka ternyata dokter bicara dengan serius.
__ADS_1
**********