Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Keong sawah


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Selesai sarapan, Ratu mengajak Arya dan yang lainnya jalan-jalan ke sawah. Tentunya hal itu di sambut baik oleh Karina dan Serli. Pagi ini Serli sudah bisa kembali tersenyum, meskipun terkadang masih suka sedih saat mengingat ucapan ibunya.


" Mau bawa makanan tidak, Nak?."Tanya nenek Rahayu kepada Ratu.


" Emm.. Tidak usah nek, lagian tidak seharian juga kok ke sawahnya. Cuma mau lihat-lihat saja, kalau sudah panas nanti pasti kami pulang."Jawab Ratu menolak secara halus.


" Ini minuman sama cemilan kalian bawa saja. Nanti di sana pasti kalian haus, duduk-duduk di saung asik loh sambil nyemil."Seru Dinda sambil mengulurkan kantong plastik yang berisi makanan ringan dan minuman.


" Iya Ma. Terima kasih."Jawab Ratu mau tidak mau tetap mengambil makanan ringan dan minuman dari tangan Dinda.


Ratu dan rombongan pun berangkat ke sawah, mereka berlima berjalan kaki. Jarak sawah dari rumah tidaklah jauh, hanya sekitar 10 menit saja dengan berjalan kaki. Udara pagi hari di kampung terasa lebih dingin dan sejuk, membuat mereka merasakan perbedaan yang nyata antara di kota dan di desa atau kampung.


" Udaranya sejuk dan suasananya nyaman banget ya mbak. Bakalan betah deh aku kalau tinggal di sini."Seru Serli sambil merentangkan kedua tangannya menikmati udara pagi.


" Kamu betul Ser, mbak setuju sama kamu. Sepertinya, setiap liburan nanti tidak perlu jauh-jauh. Kita cukup pergi ke rumah nenek nya Ratu itu sudah lebih dari cukup. Udara di sini masih fresh, sama sekali tidak ada yang namanya polusi."Ucap Karina setuju dengan yang dikatakan Serli.


" Nanti kalau misal ada jadwal liburan kita kesini lagi saja ya."Seru Ratu ikut berkomentar.


Arya dan Bima saling beradu pandangan, ketiga wanita yang ada di hadapannya itu memang sedikit aneh. Baru juga sampai tadi malam, dan saat ini masih berada di desa sudah merencanakan liburan ke tempat yang sama. Padahal pulang saja belum , ya kali belum pulang sudah mau liburan lagi.


" Kalian ini aneh, belum juga pulang dari kampung ini sudah sibuk merencanakan jadwal liburan ke kampung ini lagi. Yang ada itu pulang dulu, baru nanti di rencanakan lagi."Seru Bima memprotes obrolan para perempuan.


" Biarin sih mas, lagian mas Bima juga pasti mau kan kalau nanti liburan kesini lagi."Seru Serli dengan ekpresi wajah manyun.

__ADS_1


" Tak cubit itu nanti mulut mu kalau manyun begitu. Sudah yuk lanjut jalan, jangan ngobrol di jalan begini yang ada menghalangi jalan para warga yang mau lewat."Ucap Bima sambil mendorong Serli agar kembali melanjutkan perjalanannya.


Akhirnya mereka berlima pun sudah sampai di area persawahan. Saat ini adalah musim tanam padi, ada beberapa sawah yang sudah di tanami salah satunya sawah milik kakek Karim. Sudah 2 minggu yang lalu sawah pak Karim mulai ditanami padi.


" Ini sawah kakek, dulu aku kalau liburan sekolah juga sering main di sawah ini sama kak Raja. Seru banget, kita sama-sama cari keong sawah lalu di bawa pulang dan nanti nenek yang masakin."Seru Ratu asik bercerita.


" Wahh disini ada keong sawah nya juga ya mbak?."Seru Serli sambil melirik Arya yang nampak salah tingkah.


Serli dan Bima tahu betul jika Arya phobia dengan yang namanya keong sawah. Sedangkan dengan keong yang lainnya tidak phobia, hanya keong sawah saja yang bikin dia merinding. Apalagi jika melihat ada telor keong sawah.


" Ada dong, kalau mau cari pasti banyak. Tapi ya harus turun di lumpur, mau kamu turun ke lumpur sawah itu."Seru Ratu menunjuk ke arah petakan padi yang menghampar di hadapan mereka.


" Wahh.. mau sih mbak cari keong. Mbak Karina yuk turun ke sawah."Seru Serli dengan semangat dengan mata terus melirik Arya.


" Jangan aneh-aneh kamu Serli. Sudah tahu kakak kamu takut dengan keong sawah, kamu malah mau cari keong sawah."Seru Bima sedikit terkekeh.


Ratu bengong, dia baru tahu kalau Bima takut dengan yang namanya keong sawah. Ratu mengira jika Bima yang takut dengan keong, padahal suaminya sendiri yang takut.


Haha Haha Haha


" Mas Bima takut dengan keong sawah? Hemm.. Badan mas ini besar dan tinggiloh, masa iya takut dengan keong sawah yang imut-imut dan tidak bisa menggigit itu sih mas. Tidak sesuai dengan badan, mas."Seru Ratu.


" Hehh.. Mbak Ratu, yang takut dengan keong sawah itu bukan mas Bima. Akan tetapi mas Arya, suami mbak sendiri."Seru Serli sambil melirik Arya yang hanya bisa nyengir kuda.


Haahhh ?? Mas Bima? Ratu kaget saat tahu jika ternyata suaminya sendiri yang takut dengan keong sawah. Pandangan Ratu langsung tertuju ke arah suaminya yang sedari tadi tidak bersuara dan hanya nyengir kuda saja. Ratu mendekati suaminya lalu memandangnya dari atas sampai bawah, dia pun lalu tertawa lagi seperti saat menertawakan Bima tadi.


" Mas Arya, mas Arya masa iya cuma dengan keong saja takut? Apa yang mas takutkan?."Tanya Ratu sambil terkekeh.


" Mas itu tidak takut dek, tapi hanya jijik saja. Emm.. Soalnya dulu itu mas pernah memakan telur keong dan sampai muntah-muntah. Mas dikerjai teman mas, saat bermain dia bilang jika itu makanan enak. Ya mas cobain dong, tidak tahunya rasanya aneh dan ternyata itu telor keong sawah. Nah semenjak itu mas takut eh maksudnya jijik sama keong sawah."Seru Arya menceritakan kejadian di masa kecilnya dulu.


" Bukan jijik doang mbak, tapi takut juga. Kalau cuma jijik sih tidak sampai lari-lari kalau di tunjukin keong. Mau bukti? Serli cari keongnya dulu ya."Seru Serli yang usil.

__ADS_1


" Jangan !! Jangan Serli, bisa terkencing-kencing nanti aku."Seru Arya dengan lantang melarang Serli mencari keong.


Tawa Ratu dan yang lainnya sudah tidak bisa di tahan lagi. Dengan begitu, secara tidak langsung Arya sudah mengakui jika dia memang takut dengan keong sawah. Di saat yang lainnya tertawa, Arya nampak malu-malu sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.


Mereka berlima pun akhirnya memilih beristirahat di saung yang ada di tengah sawah milik kakek Karim sambil menikmati minuman dan makanan ringan yang tadi di bawakan oleh mama Dinda.


******


Sementara Ratu dan yang lainnya sedang jalan-jalan ke sawah, Dinda dan ibu nya memilih membuat kue untuk teman ngopi. Sudah menjadi hobi Dinda dan ibunya berkutat di dapur. Namun tenaga ibu Rahayu sudah tidak sekuat dulu lagi, dia hanya sekedar bantu-bantu saja.


" Jadi ibu mertuanya Ratu itu sampai sekarang masih suka cari gara-gara dengan Ratu. Meskipun sudah tahu Ratu anak orang kaya, dia tetap tidak suka dengan Ratu?."Tanya ibu Rahayu.


" Iya bu. Dinda juga heran kenapa ibu mertuanya Ratu itu seperti itu. Padahal Ratu itu sudah menjadi menantu yang baik dan pengertian. Tapi sekarang ibu mertua Ratu itu sudah bercerai dengan suaminya Bu. Dan ternyata si ibu Marni itu bukanlah ibu kandungnya, Arya."Seru Dinda memberitahu ibunya.


Ibu Rahayu kembali teringat kejadian 28 tahun yang lalu. Yang mana dia dulu sangat menentang pernikahan Dinda dan Satria, bahkan dia dan anak-anajnya juga membenci Satria. Sekarang kejadian itu di alami oleh cucunya, Ratu. Seandainya waktu bisa berputar, mungkin ibu Rahayu tidak akan pernah menentang pernikahan Satria dan Dinda dan tidak akan membenci Satria.


" Mungkin ini karena ibu yang dulu membenci Satria, makanya terjadi juga sama cucu ibu."Seru ibu Rahayu nampak sedih.


" Kok malah membahas masalalu sih bu, sudah dong jangan seperti ini. Jangan bahas masalalu lagi, hapus air mata ibu."Ucap Dinda sambil menghapus air mata Ibu Rahayu dengan jari jempolnya.


" Iya nak."Jawab ibu Rahayu.


Kue pertama yang Dinda oven pun sudah matang. Baunya sangat harum, dan sudah pasti rasanya juga sangat enak. Acara sedih-sedihnya sudah tidak ada lagi, saat ini Dinda kembali memasukan kue kedua kedalam oven.


" Terus itu mantan ibu mertua Ratu, tinggal dimana sekarang?."Tanya ibu Rahayu masih penasaran dengan cerita soal mantan ibu mertua cucunya.


" Tinggal sama mantan istrinya Bima, bu."Seru Dinda singkat.


" Oh... Jadi Nak Karina itu istri barunya nak Bima? Pantas saja kok ibu ingat-ingat dulu itu istrinya Bima sepertinya bukan dia. Ternyata yang dulu sudah pisah juga."Seru ibu Rahayu.


Heemmm..

__ADS_1


Dinda hanya berdehem sambil menganggukkan kepalanya saja.


************


__ADS_2