Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tagihan biaya pernikahan


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Harsa dan Wida sudah datang, mereka datang hanya berlima. Harsa, Wida dan dua orang Art di rumahnya beserta sopir. Mereka datang tidak membawa apa-apa, tidak ada bingkisan atau seserahan pada umumnya. Melihat calon menantunya datang dengan tangan kosong membuat ibu Marni keheranan. Namun dia tetap mencoba berfikir posotif, siapa tahu Harsa sudah menyiapkan mahar perhiasan dan uang jutaan rupiah untuk dijadikan mahar.


" Maaf, karena acaranya dibuat secara mendadak, jadi kami tidak membeli apapun untuk seserahan nya."Ucap Wida mencoba berbasa-basi. Padahal dia memang sengaja tidak mau membeli apapun untuk dibawa.


" Ohhh tidak masalah, itu bisa di beli nanti saat Serli sudah menjadi istrinya Harsa. Sepertinya sudah siang dan sudah siap semua, acaranya sudah bisa di mulai. Oh iya saya sengaja mengundang beberapa tetangga untuk menyaksikan pernikahan Serli dan Harsa, hitung-hitung berbagi makanan enak sama mereka bu Wida."Seru ibu Marni dengan sombongnya.


Ibu Wida hanya melirik Harsa, Harsa sendiri menjadi salah tingkah. Dia sama sekali belum memberikan uang kepada orang tua Serli untuk biaya konsumsi hari ini. Harsa mengira hanya ada acara keluarga saja dan perwakilan tetangga. Namun siapa sangka jika Ibu Marni juga mengundang para tetangga yang lumayan banyak. Meskipun tidak memakai tenda, rumah ibu Marni cukup untuk menampung para tamu atau tetangganya.


" Kamu kasih uang mereka pa?." Tanya Wida sedikit berbisik.


" Tidak ma. Sumpah aku tidak memberi uang mereka, darimana aku uang? Bukannya kartu kredit dan Atm juga sudah sama mama semua, hanya ada 1 Atm untuk terima gaji saja. Ini di dompet cuma ada 200 ribu untuk mahar saja."Jawab Harsa dengan bersuara pelan.


Harsa saat ini memang mengelola perusahaan istrinya tapi dia tidak bisa leluasa lagi memakai uang perusahaan. Semua keuangan sudah ditarik Wida, dan dia hanya menerima uang gaji setiap bulannya saja.


" Bisa acaranya dimulai?." Tanya pak Ustadz yang akan membantu prosesi ijab qabul antara Serli dan Harsa.


" Silahkan dimulai. Oh iya sebelum nya minta maaf kalau pernikahannya ini hanya Siri, karena saya selaku istri pertama dan istri Sahnya Harsa hanya mengizinkan mereka menikah siri. Silahkan dimulai ijab qabulnya."Ucap Wida bicara dengan tenang.


Haahhhh...


Para tetangga pun kaget saat mengetahui jika Bu Wida adalah istri sah Harsa. Mereka tadi mengira jika Wida adalah saudara atau kakak dari Harsa, namun siapa sangka ternyata dia adalah istri sah Harsa.


" Ohh.. Pantas saja Serli cuma menikah secara siri. Ternya dan ternyata si lakinya masih punya istri, aku kira dia tadi seorang duda. Kok mau ya si Serli menikah sama pria yang sudah tua mana masih punya istri. Jangan-jangan dia sudah tekdung duluan nih."Ucap ibu Ani tanpa filter sehingga bisa didengar oleh para tetangga yang lainnya.


Ibu Darti dan Rani pun mendengarnya, mereka juga heran kenapa Serli mau menikah dengan pria yang lebih pantas jadi ayahnya. Rani pun membenarkan apa yang dikatakan ibu Ani tadi.


* Jangan-jangan Serli memang sudah takedung. Hemm pantas saja akhir-akhir ini dia itu suka mual dan muntah-muntah. Tapi suami Serli ini sepertinya orang kaya, mobilnya saja bagus dan mewah. Tidak kalah bagus dengan mobil yang dipakai Arya dan Ratu.*Gumam Rani dalam hatinya.


Prosesi ijan qabul pun dimulai, pak Santo sebagai ayah kandung Serli pun menikahkan sendiri Serli dan Harsa. Pak ustadz hanya membimbing nya.


Sahhh

__ADS_1


Sahhh


Kata sah sudah terdengar jelas di telinga Serli, saat ini dia sudah Sah menjadi istri dari Harsa. Meskipun dia tidak senang dengan pernikahannya ini, setidaknya mulai hari ini hidupnya akan terjamin dengan baik.


Mata ibu Marni terbelalak saat dia tahu mas k4win yang diberikan Harsa hanya uang 200 ribu saja. Padah dia sudah mengharap perhiasan atau berlian yang akan dijadikan mahar. Bukan hanya ibu Marni saja yang kaget, Serli sebagai pengantinnya pun kaget. Namun baik Serli maupun ibu Marni tidak lagi memprotes, karena semuanya sudah berjalan dan ijab qabulpun sudah selesai.


" Mas, kenapa kok melihatnya sampai segitunya? Mau nikah lagi?." Tanya Ratu dengan sewot.


" Astagfirullah.. Dek, bicaranya ini loh kok seperti itu. Mas ini hanya memperhatikan suami Serli itu, sepertinya kok tidak asing dimata mas."Jawab Arya.


" Itukan Harsa Prayoga, direktur Perusahaan Indah Jaya. Masa begitu saja mas tidak tahu sih? Aku yang jarang ke perusahaan saja sudah tahu. Tapi perusahaan itu sebenarnya milik keluarga bu Wida, pak Harsa hanya menjalankan saja. Lihat saja mas, pernikahan Serli ini pasti akan ribut terus. Setahu ku keuangan perusahaan tetap dalam jangkauan ibu Widia."Seru Ratu menjelaskan.


Sebelumnya Ratu memang sudah mencari tahu siapa itu Harsa dari kakaknya, Raja. Perusahaan Raja 4 tahun ini memang sudah bekerja sama dengan Perusahaan Indah Jaya. Dan untuk proyek kerja sama masih melibatkan ibu Widia , tidak hanya melalui Harsa.


" Kamu serius dek?."Tanya Arya dengan wajah keheranan.


" Serius."Jawab Ratu dengan yakin.


Acara ijab qabul sudah selesai, kini para tamu sedang menikmati hidangan yang sudah di siapkan oleh tuan rumah. Semua hidangan itu belum dibayar oleh ibu Marni, begitupun jasa MUA. Dia berjanji setelah acara selesai baru akan di bayar.


" Mas aku cantik tidak?." Tanya Serli sambil mengapit lengan Harsa.


" Mas Harsa, nanti malam kita menginap di hotel saja ya. Kita ini kan pengantin baru, jadi kita harus bisa menghabiskan malam ini di hotel. Oh iya mas, kenapa tadi cuma kasih mahar 200 ribu? Mas ini seorang pengusaha tapi kok kasih mahar 200 ribu, dulu saja mas sangat royal."Ucap Serli dengan wajah cemberut.


" Sudah terima saja, aku lupa mengambil uang. Di dompet hanya ada itu saja, kita tidak perlu ke hotel. Malam ini aku bermalam di rumah orang tuamu, dan mungkin untuk sementara kamu juga tinggal di rumah ini dulu. Kamu tahu sendiri jika istri ku tidak mau seatap dengan mu."Ucap Harsa membuat Serli semakin kesal.


Harsa belum ada uang untuk menyewa rumah untuk tempat tinggal Serli. Uang di ATM nya saja tidak lebih dari 2 juta lagi, dan untuk gajihan masih seminggu lagi.


Hari sudah semakin siang, para tetangga sudah pada pulang. Hanya tinggal ibu Pinah dan ibu Lulu saja yang memang diminta ibu Marni untuk bantu beres-beres. Tentunya dijanjikan bayaran masing-masing 200 ribu.


" Ingat !! Jangan bawa pulang istri mudamu kerumah ku !!."Seru Ibu Wida sebelum dia naik ke mobilnya.


" Iya ma. Maafkan papa. Ma, apa mama tidak bisa meminjamkan papa uang 8 juta saja ma, untuk menyewa atau mengontrak rumah untuk tempat tinggal Serli. Papa malu ma kalau harus tinggal disini."Seru Harsa memohon.


" Bisa, tapi saat gajian nanti akan langsung aku potong. Bagaimana?." Seru Wida dengan senyum mengejek.


" Mana bisa begitu ma, kalau gaji di potong 8 juta mana bisa papa bertahan dengan sisa gaji yang cuma 4 juta."Ucap Harsa dengan wajah yang memelas.


Ibu Wida tidak menanggapi ucapan Harsa, dia langsung masuk mobil dan sopir pun melajukan mobil itu meninggalkan pekarangan rumah pak Santo diikuti mobil satunya lagi yang dikendarai oleh ART bu Wida.

__ADS_1


" Loh kenapa mobil yang satunya dibawa pulang juga. Bagaimana kamu nanti pulangnya?." Tanya Ibu Marni.


" Emm.. Itu, itu bu nanti ada yang jemput. Karena malam ini kami akan menginap disini saja untuk beberapa hari."Jawab Harsa terbata-bata.


" Oh begitu. Oh iya, ibu minta uang dong 20 juta untuk bayar catering, jasa mekup dan bayar orang-orang yang bantu-bantu di rumah. Itu semua belum dibayar, kan kamu yang seharusnya membayarnya."Ucap ibu Marni dengan gampangnya.


Deegghhh


Uang 20 juta ? Jangankan 20 juta, isi dompet nya saja saat ini kosong. Uang di Atm juga hanya ada sekitar 2 juta, mau dapat uang 20 juta darimana?


" Saya tidak ada uang kas sebanyak itu bu, dan untuk Atm pun ketinggalan dirumah. Tadi terlalu buru-buru jadi tidak bawa Atm, emm bagaimana kalau pakai uang ibu dulu nanti saya ganti."Ucap Harsa sengaja berbohong.


" Apa? Kamu tidak bawa uang dan tidak bawa Atm? Lalu bagaimana dengan pembayaran nya? Kamu itu pihak laki seharusnya kamu yang menanggung biaya pernikahan ini?."Seru ibu Marni dengan kesal.


Keluarga yang lainnya hanya menyimak saja perdebatan dihadapannya. Salah ibu Marni juga, sudah tahu Harsa tidak memberi uang sudah pesan ini dan itu dan jasa mekup pun sampai jutaan. Jika sudah seperti ini yang malu sudah pasti keluarga.


" Bu, biarkan mas Harsa istirahat dulu ya bu. Mungkin dia butuh istirahat, pakai dulu uang ibu atau uangnya mas Arya. Suamiku belum ambil uang jadi ya belum bisa bayar, biarkan mas Harsa istirahat dulu."Ucap Serli menarik tangan Harsa dan membawanya masuk kekamar.


Pandangan ibu Marni langsung tertuju kearah Ratu dan Arya. Mereka berdua sudah tahu apa maksud pandangan ibu Marni, apalagi kalau bukan soal uang.


" Kalian bayar itu tagihan catering dan jasa mek up nya."Seru ibu Marni seenaknya saja.


" Kok kami? Yang punya acara siapa bu? Lagi pula ibu juga dapat amplop kan dari para tetangga, ibu pakai uang itu saja dan kalau kurang minta sama menantu baru ibu itu."Jawab Ratu dengan berani.


" Enak saja !! Uang amplop itu milik ku dan sudah menjadi hak ibu tidak bisa di ganggu gugat lagi."Seru ibu Marni menolak keras.


Pak Santo geram dengan kelakuan istrinya, dia yang pesan ini dan itu tapi malah meminta Ratu dan Arya untuk membayarnya. Ibu Marni benar-benar keterlaluan, hal seperti ini yang membuat pak Santo malas di rumah.


" Arya ajak istrimu pulang, jangan kalian hiraukan ibumu. Biarkan dia menyelesaikan urusannya sendiri."Seru pak Santo.


" Bapak ini apa-apaan sih? Malu ibu pak kalau catering dan jasa mek up itu tidak dibayar hari ini. Sore ini mereka akan datang mengambil uang bayarannya."Ucap ibu Marni lagi-lagi berulah.


" Ngakunya orang kaya, tapi cuma uang 20 juta saja pelit. Bayar tuh tagihan, hitung-hitung itu sumbangan kamu untuk Serli. Sama saudara jangan pelit-pelit nanti kalau mati kuburan nya sempit."Seru Rani mencibir Ratu.


" Dari dulu yang namanya kuburan itu memang sempit mbak, kalau lebar ya pasti itu lapangan. Kalau mbak Rani menganggap itu sebagai sumbangan, bagaimana kalau kita patungan. Saya 10 juta, mbak juga 10 juta kita ini kan sama-sama menantu."Jawab Ratu dengan pintarnya.


Wajah Rani langsung memucat, dia pun terdiam tidak bisa lagi banyak bicara. Jika diminta untuk patungan dapat uang darimana dia, punya uang pun dia tidak akan sudi membayarkan tagihan itu.


************

__ADS_1


***********


__ADS_2