Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Bukti dari CCTV


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Serli saat ini sudah berada di rumah sakit, dia sedang di tangani di UGD. Sebelum sampai rumah sakit, Serli tadi pendarahan dan hilang kesadaran. Ibu Marni, Arya dan Ratu saat ini ada di rumah sakit. Sebenarnya Ratu juga merasa bersalah sudah membiarkan bik Siti menukar gelas susunya, seharusnya tadi itu dibuang saja dan diganti yang baru.


Ratu juga tidak menyangka jika akibatnya akan separah ini. Ternyata memang ibu Marni benar-benar keterlaluan, jika seperti ini hukumnya senjata makan tuan.


Pintu ruangan UGD pun terbuka dan keluarlah dokter yang tadi menangani Serli. Ibu Marni dengan cepat memberondong banyak pertanyaan.


" Bagaimana dengan keadaan anak saya dokter? Kandungannya bagaimana? Baik-baik saja kan dok? Tadi itu darah apa dok?." Tanya ibu Marni tidak berjeda.


" Bu, biarkan dokter bicara lebih dulu. Kalau ibu bertanya seperti ini terus kapan dokter bicaranya?."Seru Ratu meminta ibu Harti untuk diam.


" Diam kamu !! Semua ini gara-gara kamu, awas kalau sampai terjadi sesuatu dengan anak dan calon cucuku."Seru ibu Marni sudah kembali ke mode semula.


Ratu dan Arya hanya bisa menggelengkan kepalanya saja. Bisa saja Ratu membantah, namun dia urungkan karena dia tahu situasi dan kondisi yang tidak memungkinkan. Apalagi mereka saat ini sedang berada didepan ruangan UGD.


" Maaf untuk janin nya tidak bisa kami selamatkan karena pendarahannya terlalu hebat. Dan kami akan segera melaksanakan kuretasi terhadap pasien."Seru dokter bicara jujur apa adanya.


" Terus adik saya bagaimana dokter?."Tanya Arya khawatir dengan keadaan Serli.


" Pasien masih sangat lemah, tadi sempat siuman sebentar."Jawab dokter.


" Lakukan yang terbaik untuk adik saya, dokter."Ucap Arya merasa bertanggung jawab dengan keselamatan Serli. Tidak mungkin dia membebankan semuanya kepada Pak Santo sendirian.


Dokter hanya mengangguk dengan patuh lalu dia kembali lagi masuk kedalam ruangan UGD. Arya ke tempat Administrasi untuk mengurus biaya rumah sakit Serli, terlebih Serli juga harus menjalani kuretasi.


Selesai urusannya dengan biaya administrasi dia kembali lagi menemui Istri dan ibunya. Saat Arya datang, nampak Ratu sedang bersitegang dengan ibu Marni.

__ADS_1


" Gara-gara kamu anak saya jadi kehilangan janinnya. Kamu memang tidak punya hati !!."Bentak ibu Marni.


" Kenapa saya yang ibu salahkan? Memangnya apa yang saya lakukan ? Apa yang saya perbuat kepada Serli?." Tanya Ratu sengaja memancing ibu Marni.


" Pasti kamu yang sudah menukar gelas susu kamu dengan gelas susu Serli. Seharusnya kamu yang celaka dan berbaring didalam sana, bukan Serli."Seru Ibu Marni secara tidak langsung dia mengakui kesalahannya sendiri tanpa repot-repot Ratu membuka kebusukan ibu mertuanya.


Ddeeghh


Jantung Arya seakan berhenti berdetak saat mendengar ucapan ibu Marni barusan. Seakan kejadian ini memang sudah terencana dan Ratu yang menjadi sasarannya akan tetapi justru Serli yang kena getahnya.


" Maksud ibu apa? Ibu sudah memasukkan apa dalam minuman Ratu? Ibu sengaja mau mencelakai Anak Arya? Iya bu?." Tanya Arya dengan sorot mata yang sangat menakutkan.


Arya ?


Ibu Marni tidak tahu jika Arya mendengar apa yang sudah dia ucapkan tadi. Jika Arya memang tahu, sudah pasti urusannya akan semakin runyam dan menyusahkan kelangsungan hidupnya.


" Arya, kamu ini bicara apa? Tidak mungkin dong ibu mencelakai calon cucu ibu sendiri, ngaco kamu ini."Seru ibu Marni dengan gugup dan salah tingkah.


" Ibu tidak sejahat itu Arya, kamu salah paham. Tolong percaya sama ibu, lagi pula apa kamu ada buktinya, tadi itu ibu hanya asal bicara saja."Ucap Ibu Marni membela diri.


" Di rumah ada CCTV di setiap sudutnya, nanti kita bisa periksa CCTV dirumah mas. Jadi kita akan tahu apa yang barusan mas tuduhkan sama ibu, jadi kita tidak perlu berdebat di rumah sakit seperti ini. Biarlah bukti yang berbicara."Ucap Ratu dengan bijak.


Ratu bicara sambil meliriik ibu Marni yang nampak terdiam karena ketakutan. Tubuhnya terasa dibanjiri dengan keringat dingin. Sepertinya dia baru tahu jika rumah Ratu ada CCTV. Jika dari awal tahu, pasti dia tidak akan seceroboh tadi main asal masukkan obat.


" Kita pulang sekarang dek, mas mau lihat rekaman CCTV itu. Biarkan ibu disini menemani Serli."Ucap Arya tidak mau berlama-lama lagi.


Ibu Marni tidak bisa mencegah Arya untuk tidak melihat rekaman CCTV nya. Terlebih Ratu sepertinya sengaja memojokkan dirinya.


* Si4lan !! Ternyata rumah itu ada CCTV nya, kenapa aku tidak kefikiran soal ini. Jika sampai Arya tahu semuanya, bisa hancur harapan ku untuk bisa hidup enak dan terjamin. Serli kenapa nasibmu malang begini nak.*Gumam Ibu Marni dalam hatinya.


Sementara itu, setelah sekitar 1 jam. Arya dan Ratu sudah ada di rumah dan saat ini mereka didalam kamar, memeriksa rekaman CCTV yang terhubung dengan laptop Ratu.


" Jadi benar ibu pelakunya? Dia memasukan obat dalam gelasmu dan tanpa dia ketahui ternyata bik Siti melihatnya dan menukar gelasnya. Mas tidak tahu apa yang akan terjadi seandainya bik Siti tidak menukar gelas mu dengan gelas Serli."Seru Arya lalu dia memeluk Ratu dengan erat.

__ADS_1


" Kalau bik Siti tidak menukar gelasnya. Aku tidak akan bakal meminum susu itu, mas."Jawab Ratu dengan yakin.


" Jangan bilang kamu sudah tahu rencana ibu, dek?." Tanya Arya.


Ratu hanya mengangguk dengan singkat, dia pun menceritakan apa yang dia dengar semalam antara obrolan Serli dan Ibu Marni saat dia hendak membuatkan minuman cokelat panas untuk Arya.


" Tapi aku tidak menyangka jika obat itu benar-benar fatal mas. Kalau tahu obat itu sekeras ini, mungkin aku akan meminta bik Siti untuk membuangnya dan menggantinya yang baru mas. Apa aku ini wanita yang jahat ya mas?."Tanya Ratu dengan wajah penuh penyesalan.


" Hhuufff... Adek tidak salah, apa yang adek lakukan sudah benar. Dalam masalah ini ibu dan Serli yang patut di salahkan, lihat sendirikan kejahatan itu kembali sama mereka sendiri."Seru Arya menenangkan Ratu.


Arya memeluk Ratu dengan erat dan penuh kasih sayang. Rasa syukur yang tidak terkira, Allah masih melindungi Ratu dan kandungannya.


Sementara itu, saat ini Serli sudah selesai kuretasi dan saat ini sudah dipindahkan ke kamar perawatan. Pak Santo juga saat ini sudah ada di rumah sakit, ibu Marni sendiri yang menghubungi pak Santo dan memintanya untuk datang.


" Kenapa Serli sampai seperti ini bu? Apa yang sudah kalian lakukan di rumah Ratu, pasti kalian berluh kan?." Tanya pak Santo yakin jika istrinya yang sudah cari masalah.


" Bisa diam kenapa sih pak ! Serli itu sedang sakit dan bapak masih saja menanyakan hal yang sama sekali tidak penting. Ini sudah jam 1 siang, ibu sudah lapar. Lebih baik sekaran bapak belikan ibu makanan, tidak usah yang jauh-jauh beli saja di kantin rumah sakit biar cepat. Jangan lupa pakai ayam bakar atau ayam goreng 2."Ucap ibu Marni.


" Makan saja yang kamu fikirkan bu. Rubah dulu itu sikap kamu, jangan cari masalah terus."Seru Pak Santo.


Ciihhhh...


Bu Marni hanya berdercih sambil melengos. Seperti sama sekali tidak menyesali perbuatannya. Gara-gara dia, Serli harus kehilangan calon bayinya. Pak Santo keluar mencari makan siang untuk ibu Siti, saat pak Santo keluar Serli pun siuman.


" Bu, bagaimana dengan kandungan Serli?."Tanya Serli secara tiba-tiba.


" Serli kamu sudah bangun? Maafkan ibu Serli, kamu keguguran. Ini semua gara-gara Ratu yang sudah menukar gelas kamu."Seru Ibu Marni masih saja menyalahkan Ratu.


" Oh... Tidak masalah kok bu. Dengan anak ini sudah tidak ada dalam perut Serli, justru Serli menjadi senang."Jawab Serli dengan santainya.


Serli senyum-senyum saat mengetahui janin dalam kandungannya sudah tidak ada lagi. Dengan begitu, dia akan mudah untuk mendekati pria-pria tajir tanpa takut ketahuan jika dia sedang hamil.


*************

__ADS_1


__ADS_2