
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Hah garis dua?" Seru Karina hampir tidak percaya dengan yang dia lihat.
Karina langsung menutup mulutnya saat mengetahui jika tespeck yang baru saja dia gunakan menunjukan garis dua. Karina tidak menyangka jika akan secepat itu diberikan kepercayaan untuk mempunyai anak. Pernikahannya saat ini sudah jalan 3 bulan, dan Allah memberikan titipan terindahnya. Karina berniat akan memberitahukan Bima saat Bima sudah pulang kerja nanti.
Sudah beberapa hari ini, Karina merasa ada yang aneh dengan dirinya. Bermalas-malasan dan menginginkan sesuatu secara tiba-tiba dan harus terpenuhi.
" Alhamdulillah, akhirnya aku hamil juga. Lebih baik aku ke dokter saja, agar aku lebih yakin."Ucap Karina pada dirinya sendiri.
Karina bersiap-siap untuk pergi ke dokter kandungan. Tidak perlu berlama-lama, Karina pun kini sudah siap dalam mobil nya, dia melajukan mobil meninggalkan kediamannya. Karina terus tersenyum senang mengingat tespek yang menunjukan dua garis tadi.
Mobil yang di kendarai Karina sudah sampai di depan klinik dokter kandungan yang memang tidak jauh dari rumahnya.
Karina segera turun dari mobil dan mendaftarkan dirinya. Saat ini ada dua orang yang sedang mengantri, Karina pun duduk bersama dua ibu-ibu yang sedang menunggu giliran.
" Sudah hamil berapa bulan mbak?."Tanya ibu di samping Karina.
" Emm.. Belum tahu bu. Baru hari ini mau periksa. Tadi sudah tes pakai alat tes kehamilan hasilnya garis dua, ini datang ke sini ingin memastikan agar lebih lega dan ketahuan sudah berapa bulannya."Jawab Karina dengan ramah serta sopan meskipun dia tidak mengenal ibu yang duduk di sampingnya itu.
" Pengantin baru ya?."Tanya ibu yang satunya lagi.
" Iya bu, baru 3 bulan heheeee."Jawab Karina sambil terkekeh.
Karina pun terlihat akrab dengan kedua ibu-ibu itu, mereka bercerita pengalaman kehamilannya. Dua ibu itu ternyata sama-sama hamil anak ke tiga. Karina dapat pengalaman baru dan ilmu baru dari kedua ibu hamil yang baru saja dia kenal itu.
Salah satu ibu itupun kini sudah dapat giliran pemeriksaan. Setelah selesai ibu yang satunya pun masuk untuk pemriksaan, tinggallah Karina sendirian yang menunggu giliran di ruang tunggu.
__ADS_1
" Mbak Karina silahkan masuk, saya sudah selesai."Ucap ibu - ibu yang tadi berbincang dengan Karina.
" Iya bu."Jawab Karina singkat sambil menganggukkan kepalanya.
Karina sudah tidak sabar ingin ketemu dokternya dan memeriksakan dirinya untuk memastikan kehamilannya. Dokter Marta, menyambut Karina dengan ramah dan senyuman yang ramah.
" Keluhannya apa bu?."Tanya dokter Marta.
" Emm.. Saya tidak ada keluhan apa-apa sih dok. Saya tadi tuh tes urine saya, dan hasilnya garis dua. Apa itu tandanya saya beneran hamil ya dok?."Seru Karina menjelaskan.
" Oh begitu. Ya sudah kalau begitu, coba di perksa ya bu. Kalau hasilnya garis dua, sudah bisa dipastikan ibu Karina benar hamil. Tapi, agar ibu Karina lebih yakin lagi kita periksa dulu ya. Silahkan berbaring di sana."Seru dokter Marta dengan ramah.
Dokter Marta senyum - senyum sendiri sembari menggerak-gerakkan alat yang dia pegang di atas perut Karina. Karina sedikit heran dengan dokter Marta, kenapa dia senyum-senyum sendiri. Justru Karina mengira jika dirinya tidak hamil, dan dokter Marta menertawakan kebodohannya.
" Ini calon janinnya ya bu. Usia sudah 6 minggu, di jaga ya kesehatannya. Jangan terlalu lelah dan jangan stress."Ucap dokter Marta lalu menyudahi pemeriksaannya dan meminta Karina untuk kembali duduk.
" Jadi saya beneran hamil dok? Sudah 6 minggu? Kenapa aku baru tahu ya."Seru Karina sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
Selesai urusannya dengan dokter, Karina pun keluar dari ruangan dokter Marta. Sepulangnya dari klinik, Karina mampir ke toko buah untuk membeli buah-buahan. Akhir-akhir ini Karina memang senang makan buah, bahkan di kulkasnya banyak dengan buah.
Karina memilih buah-buahan yang rasanya sedikit asam seperti mangga yang masih mentah, kedondong, dan buah-buahan yang lainnya juga.
" Berapa totalnya pak?."Tanya Karina.
" Ini semua jadi 230 ribu mbak."Jawab pedagang dengan ramah.
Karina membayar dengan uang pecahan 2 lembat seratus ribuan dan 1 lembar uang pecahan lima puluh ribuan. Saat sedang menunggu kembalian, Karina melihat ada seorang wanita yang tidak asing berjalam menuju ke toko buah tempatnya saat ini berdiri.
" Rani."Seru Karina dengan pelan.
Wanita yang saat ini juga ada di toko buah itu memang Rani. Rani pun nampak kaget saat bertatap muka dengan Karina, namun kali ini Rani sama sekali tidak julid. Justru dia mengulas senyum dan mengulurkan tangannya untuk berjabat tangan dengan Karina.
" Karina, kamu apa kabar?."Tanya Rani menyapa Karina lebih dulu dan mengulurkan tangannya.
__ADS_1
" Alhamdulillah baik, Ran."Jawab Karina sambil menerima uluran tangan Rani.
" Belanja buah banyak banget?."Tanya Rani melirik kantong plastik yang Karina tenteng.
" Iya untuk stok di rumah."Jawab Karina tersenyum ramah.
Pedagang buah itupun memberikan kembalian kepada Karina. Setelah menerima uang kembaliannya, Karina hendak meninggalkan toko buah tersebut. Namun tiba-tiba lagkah kakinya dihentikan oleh Rani.
" Karina tunggu !!."Seru Rani meminta Karina untuk tidak pergi dulu.
" Ada apa, Ran?."Tanya Karina singkat.
Karina khawatir jika Rani akan membuat masalah dengannya, apa lagi saat ini mereka sedang berada di tempat umum. Toko buah sedang ramai pengunjung, jangan sampai Rani mempermalukannya.
" Maaf ya kalau aku pernah marah - marah sama kamu."Seru Rani ternyata dia meminta maaf.
* Sepertinya Rani sekarang sudah berubah, tutur katanya juga sudah tidak sekasar dulu. Apa maaf yang dia ucapkan juga serius?.*Gumam Karina dalam hatinya.
Karina memandang Rani dari atas sampai bawah, Karina memperhatikan perut Rani yang sudah membesar. Merasa kasihan dengan Rani yang terus berdiri dengan perut yang membesar, akhirnya Karina mengajak Rani untuk duduk di rumah makan yang ada di samping toko buah.
Rani dan Karina kini sudah berada di rumah makan. Karina memesan dua gelas jus mangga untuknya dan Rani.
" Kamu tidak perlu meminta maaf Ran. Aku sudah melupakannya. Oh iya, usia kandungan kamu sudah berapa bulan?."Tanya Karina sembari melirik perut besar Rani.
" Sudah masuk 8 bulan, Aku perhatikan kamu semakin berisi. Lagi hamil juga ya?."Seru Rani balik bertanya.
" Iya aku sedang hamil."Jawab Karina jujur sambil menganggukkan kepalanya pelan.
* Mereka baru 3 bulan menikah, tapi Karina sudah hamil. Pasti mas Bima sangat senang, dari dulu mas Bima mendambakan seorang anak dalam pernikahan. Aku saja dulu yang bodoh !! Aku dengan sengaja menunda kehamilan karena tidak mau ribet sama urusan anak. Dan sekarang aku dapat hukumannya, aku hamil tanpa punya suami.*Gumam Rani menyesali semua yang sudah terjadi.
Semua yang sudah terjadi tidak perlu di sesali, semua itu juga atas perbuatan dan kesalahannya sendiri. Percaya tidak percaya, setiap perbuatan pasti ada balasannya.
**********
__ADS_1