
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Polisi memberitahu Arya jika saat ini ibu Marni sudah berada di kantor polisi. Polisi meminta Arya dan Ratu untuk datang ke kantor polisi untuk memberikan keterangan guna melengkapi laporan yang sudah ada. Setelah 45 menit ibu Marni di kantor polisi, Arya dan Ratu pun tiba. Mereka langsung di arahkan oleh salah satu polisi.
" Arya, kamu datang untuk membebaskan ibu nak?." Seru ibu Marni terlihat sangat berharap Arya membebaskannya.
Ibu Marni melirik tajam Ratu yang ada di samping Arya. Dia menganggap Ratu adalah musuh bebuyutannya, dan semua ini pasti juga ulah dari Ratu. Meskipun Ratu sudah bersikap baik, sedikitpun ibu Marni tidak menghargainya dan tetap menganggap Ratu menantu yang tidak dia anggap.
" Arya datang bukan untuk membebaskan ibu, tapi Arya dan Ratu datang untuk memberikan keterangan atas laporan yang sudah Arya buat. Semoga saja hukuman ini bisa membuat ibu berubah dan memperbaiki diri."Ucap Arya bicara sengaja tidak mau menatap wajah ibu Marni.
" Ini pasti karena ulah kamu kan? Kamu yang sudah meracuni fikiran Arya sampai Arya setega ini sama ibunya sendiri. Dasar menantu tidak tahu diri, durhaka kamu jadi menantu."Seru ibu Marni menyalahkan Ratu.
" Ibu !! Semua ini Arya lakukan atas kehendak Arya sendiri, Ratu sama sekali tidak mempengaruhi fikiran Arya. Ini semua bentuk tanggung jawab Arya untuk melindungi istri dan calon anak Arya. Arya harap, setelah ini ibu jangan pernah mengganggu hidup Ratu maupun Arya. Arya tidak sudi punya ibu tiri kejam dan jahat seperti ibu, anggap saja kita tidak kenal !!."Seru Arya dengan tegas.
Duuuaarrrr
Ibu Marni langsung syok mendengar pernyataan Arya. Semarah itukah Arya? Padahal kandungan Ratu saja baik-baik saja, tidak ada yang perlu dikhawatirkan. Jika Arya saja sudah tidak mau mengenalnya, sudah pasti hidupnya akan semakin susah dan penjara benar-benar menjadi tempat nya menghabiskan hari-harinya.
" Tidak, ibu tidak mau Arya. Sampai kapanpun kamu tetap anakku. Arya, maafkan ibu. Ibu benar-benar hilaf."Seru ibu Marni memohon maaf sambil mengatupkan kedua tangannya.
__ADS_1
Arya tidak perduli, sama sekali tidak iba melihat ibunya yang memohon seperti itu. Sebagai seorang perempuan yang mempunyai hati lembut. Tentunya Ratu merasa iba dan kasihan dengan ibu mertuanya, ada keinginan untuk mencabut laporan namun laporan itu dibuat oleh Arya. Ratu pun mrngikuti apa kata suaminya saja.
Arya dan Ratu sudah duduk di depan polisi, polisi memberikan pertanyaan-pertanyaan yang cukup banyak untuk Ratu dan Arya. Setelah 1 jam di kantor polisi, Arya dan Ratu pun sudah selesai. Mereka memutuskan untuk segera pulang tanpa melihat ibu Marni yang saat ini sudah berada dalam sel tahanan.
" Mas, apa kita ini tidak keterlaluan? Biarpun ibu hanya ibu tiri kamu, tapi dia juga orang yang sudah merawat kamu mas. Lalu bagaimana dengan bapak?." Seru Ratu merasa tidak enak dengan bapak mertuanya.
" Bapak tidak masalah dek, dia setuju dengan apa yang sudah mas lakukan. Semua ini juga demi kebaikan ibu, siapa tahu setelah ini ibu bisa berubah menjadi lebih baik. Jika bicara kasihan tidaknya, saat ini mas sama sekali tidak kasihan karena mas masih sangat marah sama dia. Mas membayangkan, seandainya minuman itu kamu minum sudah pasti apa yang dialami Serli akan kamu alami. Lantas bagaimana mas mempertanggung jawabkan semua ini kepada keluarga kamu, dek?." Seru Arya sambil memegang kedua pundak Ratu.
Ratu tersenyum lalu mengangguk paham, Arya pun menyalakan mesin mobilnya dan melaju meninggalkan parkiran rumah sakit.
Didalam sel tahanan, ibu Marni masih saja menangis dan meminta untuk di keluarkan dari penjara.
" Tolong keluarkan aku dari sini, aku tidak bersalah dan aku bukan orang jahat."Seru Ibu Marni sambil menangis.
" Tidak ada orang baik-baik yang masuk penjara. Semua orang yang masuk penjara itu rata - rata orang jahat dan bersalah. Contoh nya aku ini, aku awalnya memang wanita pendiam dan selalu bersikap baik. Tapi saat tahu suamiku selingkuh, aku berubah menjadi wanita yang jahat. Suamiku aku r4cuni dan selingkuhannya aku habisi juga."Seru salah satu penghuni yang satu sel dengan ibu Marni.
Ibu Marni menelan salivanya sendiri, dia tiba-tiba langsung terdiam dan bulu kuduknya pun jadi berdiri. Dia takut jika orang yang bertubuh tambun itu akan menghabisinya juga jika dia terus-terusan menangis dan berteriak.
Ibu Marni langsung duduk meringkuk sambil memeluk lututnya sendiri. Wanita yang berbadan tambun itu tadi hanya tersenyum sinis, dia tadi sengaja berbohong agar ibu Marni tidak terus-terusan menangis dan berteriak. Dia sendiri dipenjara lantaran ketahuan mencuri di toko perhiasan.
********
Rani yang baru saja melakukan tes urine nya, keluar dari kamar mandi dan dia mendapati garis dua pada alat tes kehamilan yang dia pakai. Meskipun belum pernah hamil, sebagai wanita dewasa dia sudah tahu jika garis dua itu tanda nya hamil.
" Jadi aku beneran hamil? Aku akan segera memberitahu Mas Yanto, pasti dia senang mengetahui aku hamil."Seru Rani sambil mengusap perutnya yang masih rata.
__ADS_1
Rani berbaring di kasur dan meletakkan tes kehamilan tadi di dalam laci meja riasnya. Dia melirik jam yang tergantung di dinding kamarnya sudah menunjukan pukul setengah 6 sore tapi Yanto belum pulang juga. Rani mencoba menghubungi Yanto, tapi ponsel Yanto tidak aktif.
" Kemana sebenarnya dia, akhir-akhir ini dia sering banget mematikan ponselnya dan pulang malam. Awas saja kalau sampai dia macam-macam diluar sana, aku tidak akan pernah rela jika dia main perempuan diluar sana."Ucap Rani bicara pada dirinya sendiri.
Sementara itu, ditempat lain Serli sedang bersama Anto yang saat ini sudah menjadi pacarnya. Tahab hubungan Serli dan Anto masih wajar, tidak sampai hubungan yang tidak sewajarnya.
" Jadi kemarin seharian kamu di rawat di rumah sakit? Maaf ya kalau aku tidak menjengukmu, kemarin itu aku sangat sibuk dengan urusan pekerjaan. Tapi kamu sudah tidak apa-apakan , apa masih ada yang sakit?."Tanya Anto sepertinya dia khawatir dengan Serli.
" Aku sudah tidak apa-apa mas. Aku sudah sehat kok, hanya saja aku sedih memikirkan ibuku. Ibuku di tangkap polisi mas, dan itu semua karena kakak iparku."Ucap Serli sengaja memasang wajah sedih.
" Kenapa bisa ibu mu di tangkap polisi?."Tanya Anto ingin tahu masalahnya.
Serli pun menceritakan bagaimana ibunya bisa si tangkap polisi. Tentunya dengan versinya sendiri dan tanpa melibatkan cerita dirinya yang sampai kegugur4n dan masuk rumah sakit. Serli tidak mungkin memberitahu jika dia habis kegugur4n, bisa-bisa Anto akan meninggalkannya.
" Begitulah ceritanya."Seru Serli mengakhiri ceritanya.
" Ibumu salah juga sih, tapi sebagai anak kakakmu tidak seharusnya melaporkan ibumu ke polisi. Istrinya juga tidak apa-apa, mungkin kakakmu memang sudah dicuci fikirannya sama istrinya sampai dia senekat itu."Ucap Anto menyayangkan tindakan kakak Serli.
" Mas bisa bantu bebaskan ibu tidak? Aku kasihan sama ibu mas, disana pasti sangat dingin dan pengap. "Seru Serli sambil memeluk manja lengan Anto.
Hhhuuuffff
Anto membuang nafasnya dengan kasar, jika boleh jujur dia tidak mau berurusan dengan polisi. Sebab selama ini dia menjauh dari yang namanya polisi. Dia tidak mau usahanya terendus oleh polisi yang akan mengakibatkan dirinya juga akan masuk penjara dalam jangka waktu yang lama.
" Bagaimana ya sayang, mas mau bantu sih. Tapi untuk saat ini belum bisa, karena urusan pekerjaanku masih banyak sekali. Aku harap kamu bisa mengerti."Seru Anto menolak secara halus.
__ADS_1
* Aku dan mas Anto memang baru kenal dan pacaranpun baru 3 hari. Mungkin memang mas Anto sedang sibuk dengan pekerjaannya, aku tidak akan memaksanya. Mungkin wanita yang bernama Anne itu yang bisa aku mintai tolong untuk membebaskan ibu, aku harus memanfaatkan dia dengan alasan mas Arya.*Gumam Serli dalam hatinya.
************