
.
.
.
💕 HAPPY READING 💕
" Mas, nanti aku mau ke kantor ya? kita makan siang bareng, nanti aku masak makanan kesukaan kamu."Ucap Ratu sambil menuangkan nasi goreng kedalam piring Arya.
Selama menjadi istri Arya, Ratu belum pernah datang ke perusahaan. Sebelum menjadi istrinya Arya, dia pernah datang beberapa kali ke perusahaan untuk bertemu dengan pak Heru dan mengikuti rapat yang mewajibkan dia untuk ikut.
" Boleh dong sayang. Dengan senang hati mas akan menunggu istri mas yang cantik ini datang. Jadi mas pagi ini tidak bawa bekal kan?." Tanya Arya sebelum menyuapkan nasi goreng ke mulutnya.
" Tidak usah mas, makanya pagi ini aku cuma buat nasi goreng karena siang kan memang mau datang bawa makanan. Sudah mas habiskan sarapannya, setelah itu berangkat. Tapi mas ingat ya, jangan bilang sama karyawan kalau aku ini anak dari pemilik perusahaan."Ucap Ratu mengingatkan.
" Iya istriku sayang."Jawab Arya dengan senyuman yang mematikan.
Acara sarapan sepasang suami istri itupun berlangsung dengan harmonis. Meskipun mereka belum dikaruniai momongan, Ratu dan Arya tampak bahagia. Anak itu titipan dari Allah, jika memang saat ini Allah belum mempercayai mereka pasti suatu saat nanti akan di percaya juga.
Selesai sarapan, Arya berangkat ke kantor dan Ratu mengantarkannya sampai mobil. Ratu mencium tangan Arya, dan Arya mencium kening Ratu dengan penuh kasih sayang. Pak Satpam yang melihat kemesraan mereka berdua hanya senyum-senyum saja.
Mobil Arya meninggalkan pekarangan rumah, dan Pak Satpam kembali menutup gerbangnya.
" Pak Mail." Ratu memanggil pak Satpam.
" Iya mbak."Seru pak Mail menghampiri Ratu dengan sedikit lari kecil.
" Emm.. Istri pak Mail masih kerja di rumah makan?." Tanya Ratu menanyakan soal istri pak Mail yang dia ketahui memang bekerja di rumah makan padang yang tidak jauh dari perumahan komplek tempat tinggalnya ini.
" Sudah 2 bulan ini berhenti mbak. Katanya karena rumah makan sekarang agak sepi jadi istri saya di berhentikan sementara. Nanti kalau ramai ya di panggil lagi. Ada apa ya mbak, kok tumben menanyakan istri saya?." Tanya pak Mail penasaran.
Pak Mail berharap Ratu mau memberikan pekerjaan untuk istrinya. Istrinya yang sudah terbiasa bekerja tidak betah lama-lama menganggur, apalagi saat ini kedua anak pak Mail juga masih bersekolah semua. Anak pak Mail kelas 3 SMP dan 2 SMA yang tentunya biaya nya lumayan besar.
__ADS_1
" Emm.. Begini pak, kalau istri bapak bekerja disini mau tidak ya pak? Tapi maaf pekerjaannya sebagai ART pak, bantuin saya beres-beres rumah. Ya pekerjaan rumah pada umumnya saja kok pak, kalau memasak nanti masih sama saya juga. Bagaimana pak, kira-kira mau tidak ya?." Tanya Ratu berharap istri pak Mail mau menerima tawarannya.
" Alhamdulillah, istri saya pasti mau Mbak. Dia juga sedang mencari pekerjaan. Mulai kapan ya mbak kerjanya?."Tanya pak Mail dengan bahagia.
" Alhamdulillah, mulai besok saja ya pak. Bilang istri pak Mail, datangnya tidak perlu pagi-pagi. Kalau untuk sarapan biar saya yang masak. Istri pak Mail bersih-bersih rumah, mencuci sama nyetrika untuk memasak nanti dikerjakan sama saya. Setelah semuanya beres boleh pulang."Ucap Ratu sangat ramah dan sopan meskipun saat ini bicara dengan pekerja dirumahnya.
" Iya mbak, terima kasih banyak."Seru pak Mail.
Selesai bicara dengan pak Mail, Ratu masuk ke rumah untuk menjemur pakaian yang sudah dia cuci setelah sholat subuh tadi. Saat ini Ratu sudah membutuhkan bantuan ART, sebab dia juga akan mulai menyibukkan dirinya di butik.
" Benar kata mama, meskipun aku sibuk dengan pekerajaan diluar rumah, sebagai seorang istri kewajiban harus tetap dilaksanakan. Salah satunya menyiapkan keperluan suami dan makan minumnya. ART hanya membantu tugas yang lainnya, mama memang the best deh. Pantas saja papa sangat mencintainya."Ucap Ratu bermonolog sendiri sambil menjemur pakaian.
Ratu kembali di sibukkan dengan pekerjaannya di dapur. Memasak makan siang untuk sang suami, setelah selesai memasak, Ratu menyiapkan makanan yang akan dia bawa. Setelah itu Ratu bersiap-siap ke perusahaan, dia hanya mengenakan celana jeans dan kaos saja. Ratu tidak mau memakai pakaian yang terlalu wah.
*******
Mobil Ratu sudah sampai parkiran kantor tepat saat jam makan siang. Terlihat beberapa karyawan keluar untuk sekedar mencari makan siang.
" Aku langsung keruangan mas Arya saja, dia pasti sudah menungguku."Ucap Ratu.
" Maaf mbak, mbak mau kemana?." Tanya Resepsionis dengan ramah menghentikan langkah kaki Ratu.
" Ehh maaf ya mbak saya langsung nyelonong saja. Saya mau keruangannya pak Arya, ini mau mengantarkan makan siangnya."Ucap Ratu sambil mengangkat kotak bekalnya.
Resepsionis itu diam sesaat, dia memperhatikan penampilan Ratu dari atas sampai bawah.
* Apa mbak ini pengantar makanan ya? Tapi dia cantik banget loh, meskipun pakaiannya sederhana tapi tetap saja cantik. Cantiknya sudah seperti model bintang 5, hemm apa mungkin dia istri nya pak Arya?.*Gumam Resepsionis dengan penasaran.
" Saya Ratu, istrinya pak Arya."Seru Ratu memberitahu resepsionis. Ratu tahu jika resepaionis itu sedang memikirkannya.
" Hahh.. Maaf bu, saya tidak mengenali ibu. Maaf sekali lagi."Ucap resepsionis yang bernama Marta itu.
" Tidak apa-apa mbak. Ya sudah kalau begitu, saya ke ruangan pak Arya dulu ya. Mari mbak."Seru Ratu dengan ramah.
__ADS_1
Namun tiba-tiba langkah Ratu di hadang oleh seseorang. Siapa lagi kalau bukan Mita. Mita tadi sempat mendengarkan pembicaraan Ratu dan Marta, sehingga dia tahu kalau Ratu itu adalah istri dari Arya. Dengan pandangan yang sinis, Mita memandang Ratu dari atas sampai bawah dengan senyum sinisnya.
" Oh jadi ini istri nya Arya? Cantik sih cantik tapi kok kampungan banget ya."Seru Mita sambil tangan bersedekap.
" Mita, jaga ucapan kamu. Biar bagaimanapun, dia itu istrinya pak Arya. Kamu jangan macam-macam geh Mit.Kalau pak Arya marah bagaimana? Bisa dipecat kamu."Ucap Tika mengingatkan Mita yang tidak sopan kepada Ratu.
" Kamu tenang saja Tika, Arya tidak mungkin memecatku. Dia itu teman baikku, lagi pula aku ini kan karyawan langsung kiriman dari kantor pusat jadi Arya tidak bisa memecatku seenaknya saja."Jawab Mita dengan rasa percaya diri yang penuh.
Ratu masih saja diam, dia masih belum tahu apa maksud wanita dihadapannya itu menghentikan langkahnya. Dan Ratu pun menjadi tahu kalau wanita itu ternyata teman dari sang suami.
" Maaf saya mau keruangan suami saya. Ini sudah waktunya makan siang."Ucap Ratu.
" Hehh tunggu !! Siapa yang mengizinkan kamu pergi? Kamu ini dari kampung ya? Masa datang ke kantor dengan pakaian seperti ini, mau bikin malu Arya kamu? Arya itu seorang direktur, sepertinya tidak pantas jika kamu bersanding dengannya. Kamu terlalu katrok dan kampungan."Seru Mita sambil terkekeh kecil mengejek Ratu.
" Aku memang orang kampung, tapi mulutku tidak kampungan seperti kamu. Aku tidak menyangka perusahaan sebesar STR GROUP mempunyai karyawan yang berattitude rendahan seperti kamu. Bahkan kiriman dari perusahaan pusat? Hemm pasti kamu dulu masuk karena sogok4n atau bantuan orang dalam? Duhh kasihan banget sih kamu bejerka kok pakai orang dalam."Ucap Ratu bicara dengan nada mengejek Mita.
" Haaai kurangajar sekali kamu ya. Tapi kamu benar juga, aku memang bisa bekerja di perusahaan besar dengan kedudukan yang bagus memang ada campur tangan orang dalam. Ibuku sudah ada 15 tahun bekerja di perusahaan STR group kantor pusat sebagai menejer HRD jadi gampang dong."Ucap Mita secara tidak langsung dia mengakui kecurangan yang dilakukan oleh ibunya sendiri.
Ratu tersenyum simpul, dia sudah tahu jika wanita yang ada di depannya ini adalah wanita yang curang dan licik. Begitupun dengan ibunya,yang menggunakan jabatannya untuk kepentingan pribadi.
" Itu urusan kamu. Sekarang jangan halangi aku, suamiku sudah menungguku."Ucap Ratu tidak mau ribut dengan Mita.
" Sebenarnya apa sih yang dilihat Arya dari kamu? Cantik sih, tapi sama sekali tidak menarik. Justru kamu lebih pantas jadi pembantunya Arya ketimbang jadi istri Arya."Seru Mita semakin menjadi.
Plaaakkk
Satu tamparan berhasil Ratu hadiahkan di pipi Mita. Mita memegangi pipinya yang terasa panas akibat tamparan Ratu. Mita tidak terima sehingga dia pun hendak membalas menampar Ratu.
Baru saja menganggkat tangannya, tiba-tiba ada suara lantang yang menghentikannya.
" Mita !!." Teriak Arya dari arah belakag Mita.
Mita langsung menurunkan tangannya sambil mendengus dengan kesal. Dia terlihat sama sekali tidak takut melihay kedatangan Arya. Arya mendekati Ratu lalu dia memeluk Ratu dengan erat di hadapan Mita dan para karyawan yang ikut menyaksikan keributan itu.
__ADS_1
Arya datang karena Marta sang resepsionis yang memberitahu tentang keributan yang terjadi di lantai dasar.
*********