
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Mas kita ke rumah bapak yuk? Sudah lama kita tidak berkunjung ke sana, aku khawatir dengan keadaan bapak mas."Ucap Ratu yang menghawatirkan keadaan pak Santo.
Memang sudah lama Ratu tidak berkunjung ke rumah ataupun bertemu pak Santo. Ratu nampak menghawatirkan keadaan bapak mertuanya, apalagi hanya tinggal berdua saja dengan Serli. Serli pasti tidak mengurusnya dengan baik, dia sibuk dengan urusannya sendiri.
" Iya dek, nanti sehabis magrib saja ya kita kesananya. Sekalian kita bawakan makan malam untuk bapak, atau nanti kita makan malam sama-sama disana."Ucap Arya setuju dengan Ratu.
" Iya mas, emm.. Kalau bapak kita bawa tinggal disini mas setuju apa tidak? Aku khawatir dengan kesehatan bapak mas, apalagi bapak hanya tinggal dengan Serli saja. Mas tahu sendirikan bagaimana Serli, dia pasti sibuk dengan urusannya sendiri. Mas, apa kita belum cukup memberi ibu hukuman?."Tanya Ratu juga kasihan dengan ibu mertuanya.
" Dek, soal ibu biarkan saja dulu. Kalau memang adek mau membawa bapak tinggal disini mas juga setuju-setuju saja dek. Tapi kira-kira bapak setuju atau tidak?."Ucap Arya.
Sudah pernah Ratu mengajak pak Santo untuk tinggal dengannya akan tetapi pak Santo menolaknya. Dia tidak mau merepotkan Arya dan Ratu, pak Santo memilih tinggal di rumahnya dengan alasan Serli tidak ada yang mengawasi.
" Iya mas. Ya sudah, aku mau bantuin bik Siti masak buat makan malam dulu ya. Aku mau masakin makanan kesukaan bapak juga, mas istirahat saja."Ucap Ratu mengakhiri pembicaraan mereka karena hari sudah semakin sore.
" Iya dek, jangan capek-capek ya dek."Ucap Arya mengingatkan.
Ratu tersenyum manis sambil menganggukkan kepalanya. Ratu pun turun ke lantai bawah dan langsung menuju ke dapur. Disana sudah ada bik Siti yang juga sudah mempersiapkan bahan-bahan makanan yang akan dia masak.
Sesampainya di dapur Ratu langsung mengerjakan pekerja ibu rumah tangga seperti pada umumnya. Meskipun sudah memiliki ART sebisa mungkin saat masak Ratu tetap membantunya, Ratu tidak mau suaminya lupa akan rasa masakan tangannya jika keseringan makan masakan ART nya.
__ADS_1
" Mbak Ratu kemarin bagaimana hasil pemeriksaannya?."Tanya bik Siti menanyakan kabar pemerikaan kandungan Ratu kemarin lusa.
" Alhamdulillah baik dan sehat bik, sekarang sudah 9 minggu bik."Jawab Ratu senang bisa berbagi cerita dengan bik Siti.
" Alhamdulillah, mbak Ratu jangan kecapean ya. Pekerjaan semua biar bibik yang kerjakan, karena itu memang sudah tugasnya bibik kan? Kalau saat memasak begini mbak Ratu kecapean, mbak Ratu langsung istirahat saja. Jangan dipaksakan, wanita hamil itu tidak boleh kecapean."Ucap bik Siti menasehati Ratu.
" Iya bik. Terima kasih sudah di ingatkan."Jawab Ratu dengan ramah dan sopan.
Meskipun bik Siti seorang ART dia tetap menghormatinya selayaknya orang yang lebih tua. Ratu juga sudah menganggap ibu Siti dan suaminya seperti saudaranya sendiri, apapun yang Ratu masak pasti bik Siti dan suaminya juga ikut makan. Bahkan tak jarang Ratu selalu membawakan makan untuk kedua anak bik Siti yang ada di rumah.
Setelah 35 menit, urusan masak memasak sudah selesai dan tinggal memasukkannya kedalam rantang saja. Ratu meminta tolong bik Siti untuk memasukan sebagian makanan kerantang, makanan itu akan dia bawa ke rumah pak Santo.
" Yang sebagian lagi bibik bawa pulang ya."Ucap Ratu.
" Mbak Ratu kok malah bibik jadi merepotkan begini sih? Setiap apa yang mbak masak, bibik selalu dikasih untuk dibawa pulang. Kalau memang kebanyakan, besok-besok masaknya dikurangi saja mbak."Ucap bik Siti yang merasa tidak enak hati selalu membawa makanan dari rumah Ratu.
" Tidak apa-apa bik, kalau bibik menolak aku akan marah loh. Bik, maaf aku tidak bantuin beresin dapur ya soalnya aku mau kekamar dulu. Sebentar lagi magrib, selesai sholat mau ke rumah bapak."Ucap Ratu sopan.
Sementara itu, saat ini Bima ada di cafe milik Karina. Sudah 1 bulan lebih Bima tidak menemui Karina, tepatnya saat Karina tahu jika Bima sudah beristri. Kali ini Bima datang untuk membicarakan kelanjutan hubungannya dengan Karina.
" Apa mas sudah menyelesaikan urusan mas dengan istri mas? Aku tidak mau jika aku di cap wanita tidak baik mas, apalagi sekarang ini serba Viral. Dikit-dikit rekam dan Viral, aku tidak mau semua itu terjadi denganku."Seru Karina bicara dengan jujur.
" Perceraianku dengan Rani tinggal menunggu putusan sidang saja. Tiga hari lagi selesai, karena memang diantara kami tidak ada yang pernah datang ke persidangan, jadi prosesnya tidak ada hambatan. Lagi pula saat ini mantan istriku juga sudah mau menikah dengan selingkuhannya."Ucap Bima bicara jujur.
" Maksudnya?." Tanya Karina tidak seberapa paham dengan ucapan Bima barusan.
Bima pun menjelaskan kepada Karina soal Rani dan selingkuhannya. Jika ternyata selama ini Rani sudah lebih dulu berkhianat dengan berselingkuh dengan mantan pacarnya saat zaman sekolah dulu.
__ADS_1
Karina mendengarkan semua cerita dari Bima dengan baik. Berarti saat ini tidak ada alasan lagu untuk menolak Bima, akan tetapi Karina tetap meminta Bima menyelesaikan perceraiannya sampai benar-benar selesai.
" Jadi apa keputusanmu sekarang, Karina?."Tanya Bima memastikan kelanjutan hubungan mereka.
" Tetap selesaikan perceraian mas dulu sampai beres, baru mas Bima bisa menemui orang tuaku."Jawab Karina membuat hati Bima langsung lega.
" Baik, setelah perceraianku beres aku akan langsung menemui Orang tua mu. Aku akan langsung melamar mu, tapi aku hanya karyawan biasa tidak sekaya kamu. Apakah orang tuamu akan menerima lamaranku?."Tanya Bima tiba-tiba dia merasa takut jika orang tua Karina akan tidak menyetujui hubungan mereka.
" Orang tuaku tidak seperti itu mas, dia tidak menilai seseorang dari segi harta."Jawab Karina dengan serius.
Saat Karina dan Bima sedang serius , tiba-tiba dari arah pintu masuk mata Bima menangkap sepasang kekasih yang nampak mesra. Serli merangkul lengan Yanto dengan mesra dan berjalan memasuki cafe.
" Serli."Seru Bima pelan namun Karina bisa mendengarnya.
Mata Karina mengikuti arah pandangan Bima, dan terlihat Bima sedang memandang secara intens sepasang kekasih yang baru saja memasuki cafe yang mana mereka adalah pelanggan di cafenya. Dan Karina pun mengenal pria itu.
" Ada apa mas? Apa mas mengenali mereka?."Tanya Karina ingin tahu.
" Itu Serli, adikku."Jawab Bima sudah mengalihkan pandangannya.
" Serius mas? Mas serius wanita yang bersama Yanto itu adiknya mas Bima? Mereka itu salah satu pelanggan cafe ini mas, mereka sering banget datang kesini. Waah.. Ini gawat, mas harus melarang adik mas Bima berpacaran dengan Yanto."Ucap Karina membuat Bima sudah tidak heran lagi. Sebab dia tahu pria seperti apa itu Yanto.
Bima hanya heran kenapa Karina bisa mengenal pria seperti Yanto. Apakah hanya sebatas pelanggan saja? Bima terus bertanya-tanya dengan pikirannya sendiri.
" Kamu mengenal Yanto?." Tanya Bima akhirnya bertanya daripada dia penasaran.
" Yanto itu pria tidak benar mas, dulu temanku pernah 5 bulan pacaran sama Yanto. Namun saat tahu kalau temanku itu hamil,Yanto mencampakkannya begitu saja. Sampai pada akhirnya temanku mendapati Yanto sedang di atas ranjang dengan wanita lain, dan saat itu dia bertengkar dengan Yanto. Setelah itu temanku pulang dengan mengendarai mobil dengan kecepatan full, akhirnya nasih na4s menimpa temanku. Dia meninggal setelah 4 hari di rawat di rumah sakit. Yanto itu juga menurut pengakuan temanku, dia seorang peng3d4r n4rkob4 dan ju4l beli wanita secara ilegal."Ucapan Karina benar-benar membuat Bima syok.
__ADS_1
Yang Bima tahu, Yanto memang pemain wanita. Tapi soal peng3d4r N4rkob4 dan ju4l beli wanita dia tidak tahu. Jika seperti itu, tidak menutup kemungkinan Serli akan dia jadikan korban jual belinya juga.
*************