
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
" Hemmm.. Masak soto ya bik? Baunya harum banget."Seru Arya yang baru saja turun dari lantai dua.
Arya dan Ratu turun bersamaan dan langsung menuju meja makan. Baru juga turun, aroma soto buatan bik Siti sudah menguap dan bau sedapnya semerbak. Bik Siti sudah menyiapkan dua mangkok soto dan dua gelas teh hangat untuk Arya dan Ratu.
" Iya pak, silahkan sarapan mumpung masih baru nuang kuahnya. Kalau dingin kurang enak."Jawab bik Siti.
" Terima kasih bik. Bibik tidak sarapan?."Tanya Arya lagi.
" Sarapan bareng-bareng sini bik. Wahh donatnya juga sudah bibik goreng, mengembang sempurna ya bik. Bibik kalau makan donat pakai mesis atau selai ambil saja, aku mau makan pakai gula halus saja."Ucap Ratu tetap bicara dengan tutur kata yang lembut.
" Iya mbak. Emm.. Untuk sarapan nanti bibik sarapan bareng suami bibik saja, Mbak sama pak Arya saja duluan."Jawab bik Siti merasa sungkan jika harus makan satu meja dengan majikannya.
Sudah sering kali Ratu maupun Arya mengajak bik Siti makan bareng satu meja, akan tetapi bik Siti selalu menolak. Ratu maupun Arya tidak pernah membeda-bedakan, dia tidak menganggap bik Siti sebagai pembantu tetapi sudah mereka anggap seperti saudaranya sendiri.
Bik Siti kembali ke dapur untuk menyiapkan sarapan untuk pak Mail, sang suami yang ada di post satpam.
" Kamu buat donat dek?."Tanya Arya sebelum memasukkan sendok ke mulutnya.
" Iya mas. Dari semalam pengen banget makan donat tabur gula seperti ini, makanya tadi habis sholat subuh aku langsung eksekusi. Tapi ini tadi bibik yang gorengin, mas mau?."Seru Ratu menawarkan donat yang ada dalam piring.
" Mas sarapan soto ini dulu, nanti mas bawa untuk kekantor saja. Jangan lupa makan dulu sotonya, keburu dingin."Ucap Arya.
Ratu mengangguk,setelah menghabiskan dua donat Ratu pun memakan sarapan soto buatan bik Siti. Kali ini Ratu makan soto dengan memakai nasi, biasanya dia memang tidak suka makan soto pakai nasi. Namun semenjak hamil dia jadi pemakan segalanya.
Selesai sarapan, Ratu menyiapkan donat yang dia masukkan kedalam kotak makanan untuk dibawa Arya ke kantor. Ratu berangkat ke butik dengan di antar Arya, Arya tidak memperbolehkan Ratu mengendarai mobil sendirian.
" Mas, bagaimana kalau kita cari sopir?." Ucap Ratu saat mereka dalam perjalanan.
" Kamu yakin mau pakai sopir, dek?."Tanya Arya balik.
" Iya mas, jadi kalau aku mau pergi-pergi tidak harus menunggu mas Arya. Mas Arya pasti sibuk di kantor, bagaimana? Mas setuju apa tidak?."Tanya Ratu meminta persetujuan suaminya.
" Setuju dek."Jawab Arya singkat sambil mengusap kepala Ratu.
Sementara itu di kediamannya, Rani sudah menyiapkan sesuatu untuk dia pakai mencelakai Serli. Siang ini dia akan menemui Serli dan memberi Serli pelajaran. Rani tidak terima jika Yanto lebih memprioritaskan Serli daripada dirinya yang saat ini sedang hamil.
Tingg
__ADS_1
Ponsel Rani ada pesan masuk, Rani cepat membukanya dan ternyata pesan itu dari Bima yang meminta nomor telrpon Yanto.
[ Kirimi nomor Yanto, aku dan Arya siang ini akan mengajak dia bertemu. Jika menunggu dia ada di rumah pasti lama, bahkan saat ini pasti dia tidak di rumah kan?.]
Cihhh...
Rani membanca pesan Bima sambil berdercak kesal. Sudah pasti Yanto tidak di rumah karena saat ini Yanto sedang bersama Serli.
[ Dia memang tidak dirumah, karena pasti sedang sama adikmu yang keg4njen4n itu. Ini nomor Yanto 082××××.]
[ Terima kasih.] Balas Bima singkat.
" Huuhhh... Semoga saja setelah Bima dan Arya menemui Yanto, Yanto mau meninggalkan Serli dan fokus dengan diriku dan kehamilanku. Tapi aku juga sudah menyiapkan hadiah untuk Serli, Cantik sih tapi gat3l dan mur4h4n."Ucap Rani bermonolog sendiri.
Rani sudah menyiapkan 1 botol air keras yang akan dia gunakan untuk merusak wajah cantik Serli. Serli memang cantik dan bahkan lebih cantik dari dirinya, Serli menggunakan kecantikannya itu untuk menggoda para pria tajir dan kaya raya. Rani pun tidak mau jika Serli menguasai Yanto, belum apa-apa saja Yanto lebih banyak menghabiskan waktunya dengan Serli. Terkadang sampai 3 hari 3 malam Yanto tidak pulang dan Rani yakin dia ada di rumah kontrakan yang biasa di tempati Serli dan Yanto untuk saling menyatukan raga.
*******
Bima sudah menghubungi Yanto dan mengajaknya bertemu di salah satu cafe yang letaknya lumayan jauh dari kantor. Bima juga sudah memberitahu Arya jika mereka akan menemui Bima. Bima berpura-pura tertarik dengan bisnis yang digeluti oleh Yanto.
Saat jam makan siang, Arya dan Bima pun menuju cafe yang sudah dijanjikan. Mereka pergi bersama dengan mengendarai mobil Arya.
" Mas Bima kok bisa si Yanto diajak ketemu? Mas pakai alasan apa?."Tanya Arya penasaran.
" Mas, sepertinya kita harus hati-hati menghadapi Yanto. Jangan sampai kita yang terjebak, pasti dia itu orang yang licik dan koneksi nya di dunia bisnis haram itu luas. Apa kita mau melibatkan polisi?." Tanya Arya.
" Sepertinya tidak, kita minta dia untuk menjauhi Serli saja dulu. Kita bisa mengancamnya dengan bukti-bukti yang kita punya, selama ini kita tidak mengenal dia jadi lebih baik kita tidak usah ikut campur soal pekerjaannya."Ucap Bima yang memang tidak mau terlalu dalam berurusan dengan Yanto.
Setelah 45 menit, mobil yang dikendarai Arya sudah sampai di cafe tempat mereka membuat janji. Bima langsung menuju private room dimana saat ini Bima menunggu mereka berdua. Bima sengaja meminta private room akan lebih leluasa saat berbicara.
" Selamat datang, bapak Bima. "Seru Yanto yang tidak mengenali Bima sebagai mantan suami Rani.
" Terima kasih pak Yanto."Jawab Bima lalu menjabat tangan Yanto dan diikuti oleh Arya.
Kini mereka bertiga sudah duduk di kursinya masing-masing. Tidak lama mereka duduk, dua pelayan datang dan menyiapkan makanan di atas meja. Ternyata Yanto sebelumnya sudah memesan makanan lebih dulu. Arya akui penyambutan Yanto memang terkesan baik dan ramah, namun siapa sangka orang seperti Yanto mempunyai bisnis haram.
" Silahkan makan, sebelum membicarakan soal bisnis kita makan siang dulu."Ucap Yanto dengan ramah.
Bima melirik ke arah Arya dan Arya menganggukan kepalanya pertanda dia mengiyakan tawaran Yanto. Yanto bersikap baik tidak ada salahnya juga mereka bersikap baik. Jika semuanya bisa dibicarakan dengan baik-baik pasti itu akan lebih baik.
" Pak Bima dan pak Arya ini bekerja dimana?."Tanya Bima disela-sela makan siangnya.
" Di perusahaan RR group."Jawab Arya dengan singkat.
Haahhhh...
__ADS_1
RR Group? Mendengar nama RR group nyali Yanto sedikit menciut, sebab dia tahu jika RR group adalah perusahaan cabang dari STR Group. Yang mana owner STR group sudah memenjarakan salah satu gembong n4rkob4 sekitar 25 tahun yang lalu. ( Yang mengikuti cerita Satria dan Dinda pasti tahu siapa yang dimaksud Yanto.)
" RR Group itu bukannya perusahan cabang dari STR Group kan? Kalian yakin mau ikut gabung dengan bisnis saya ini?."Tanya Yanto dengan wajah serius.
" Betul, memang nya kenapa anda bertanya seperti itu? Apa ada masalah dengan kedua perusahaan itu?."Jawab Arya dengan penuh selidik.
" Saya tidak mau berurusan dengan keluarga STR group terutama keluarga dari Tuan Satria, tapi jika kalian hanya bekerja di perusahaan itu tidak seberapa membahayakan tapi kalau ada apa-apa dikemudian hari kalian berdua jangan menyalahkan saya."Ucap Yanto lalu mengakhiri makan siangnya, sebab makanan di piringnya sudah habis.
Arya menautkan kedua alisnya, dia heran kenapa Yanto takut dengan ayah mertuanya. Arya akan menanyakan masalah ini dengan detail sehingga dia bisa memanfaatkan nya.
" Dulu sekitar 25 tahun yang lalu, ada seseorang yang menjalani bisnis seperti saya ini. Bahkan dia kelas kakap, dan bisnisnya itu berhasil di ungkap oleh Tuan Satria. Semenjak itu nama Tuan Satria ditakuti dikalangan pembisnis barang haram. Maka dari itu kami tidak mau berurusan dengan Tuan Satria dan keluarganya "Ucap Yanto menceritakan dengan lebih jelas.
Arya dan Bima menyungingkan senyum nya, mereka punya alat untuk membuat Yanto menjauhi dan mengakhiri hubungannya dengan Serli.
" Kami berdua datang menemui mu bukan karena ingin bergabung dengan bisnis harammu itu. Melainkan kami meminta kamu untuk menjauhi adik kami, Serli."Seru Arya penuh penekanan.
" Jadi kalian ini kakak nya Serli. Dan kamu Bima mantan suami Rani? Ternyata kalian mengerjaiku, kalian kurangajar !!."Seru Yanto sudah mulai menunjukan sifat aslinya.
" Terserah kamu mau menganggap kami seperti apa, yang jelas kami berdua sebagai kakaknya Serli meminta dengan baik-baik agar kamu mau menjauhi dan mengakhiri hubunganmu dengan Serli. Kami tahu pria seperti apa kamu itu, selain kamu mempunyai bisnis n4rkob4 kamu juga mempunyai bisnis jual beli wanita. Aku sudah mempunyai bukti-bukti kejahatanmu. Jika kamu tidak mau meninggalkan Serli dengan terpaksa aku akan membongkar semua kejahatan dan kebusukanmu."Ucap Bima mengancam Yanto dengan tatapan mata yang tajam.
Haaaahaaaa Haaahaaaa
Yanto tertawa dengan lantang, dia seakan tidak takut dengan ancaman Bima. Dia menganggap perkataan Bima hanya bualan saja, sehingga dia sama sekali tidak takut.
" Kalian kira aku takut dengan ancaman kalian, bukti apa yang kalian punya. Aku tidak akan meninggalkan Serli sebelum aku puas bermain-main dengannya. Lagipula adikmu itu sangat mencintaiku, apalagi dengan uangku. Hahaaaaa."Seru Yanto dengan sombongnya.
Brraakkk..
Bima mengeluarkan berkas yang sedari tadi dia bawa dan melemparkannya di atas meja tepat di hadapan Yanto. Dengan rasa penasarannya, Yanto pun mengambil berkas itu dan membuka lembar demi lembar. Seketika wajahnya tercengang saat tahu jika kertas-kertas itu adalah bukti-bukti kejahatannya selama ini. Bahkan wanita yang pernah dia hamili dan mengakhiri hidupnya pun tidak luput menjadi bukti kejahatannya.
" Kalian dapat dari mana semua ini?."Tanya Yanto dengan wajah serius dan penuh keheranan.
" Itu belum seberapa, Yanto. Aku minta jauhi Serli dan jangan pernah temui Serli lagi, atau aku akan meminta Papa Satria untuk menghancurkab bisnismu."Ucap Arya mengancam Yanto.
Ddeegghh...
Mata Yanto langsung membulat saat Arya menyebut nama Papa Satria.
" Jadi kamu ini..."Seru Yanto menjeda ucapannya.
" Ya, aku keluarga dari Tuan Satria Perkasa Wardoyo."Ucap Arya menyebutkan nama mertuanya dengan lengkap.
* Papa mertuaku ternyata super hero.*Gumam Arya dalam hatinya.
************
__ADS_1