
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Di tempat lain, Rani yang sudah menaruh curiga jika Yanto punya wanita lain pun secara diam-diam dia mengikuti Yanto dengan menaiki taksi online agar Yanto tidak mengetahui jika dia sedang diikuti.
" Mau kemana dia? Sebenarnya Yanto itu apa sih pekerjaannya, dia bilang pengusaha batu bara tapi kenapa aku tidak pernah tahu dimana letak kantornya. Loh bukannya ini jalan menuju mall XX, mau apa dia kesana. Nah kan benar dia masuk ke area parkiran mall XX."Seru Rani dengan mata awasnya, mengawasi mobil Yanto.
Rani meminta pak sopir untuk menunggunya, hari ini dia menyewa taksi itu untuk seharian. Setelah melihat Yanto turun dari mobil, Rani yang sudah bersiap dengan kaca mata hitam, topi serta maskernya pun ikut turun dan secara perlahan mengikuti langkah kaki Yanto dari belakang.
Yanto terus berjalan memasuki gedung pusat perbelanjaan yang besar itu. Kakinya berhenti tepat di toko berlian, Yanto bicara dengan salah satu karyawan toko berlian sambil menyerahkan secarik kertas yang Rani yakini itu sebuah kuitansi pembelian.
" Yanto beli berlian? Untuk siapa? Apakah untuk diriku? Mungkin memang untukku, Yanto ingin memberikan hadiah itu sebagai hadiah kehamilanku ini." Ucap Rani bermonolog sendiri.
Yanto menerima kotak yang pasti didalamnya sana berisi berlian. Setelah mendapatkan apa yang dia cari, Yanto meninggalkan toko berlian itu dan beralih menuju toko pakaian wanita. Toko yang didatangi Yanto tidak tanggung-tanggung, toko pakaian branded.
Tidak butuh waktu lama, setelah menerima dua papper bag Yanto keluar juga dari toko itu. Kali ini Yanto langsung kembali menuju parkiran.
" Pak, ikuti lagi mobil itu. Jangan sampai ketahuan kalau kita mengikutinya."Seru Rani mengingatkan pak Sopir.
" Baik bu."Jawab sopir patuh.
Mobil yang dikendarai Yanto melaju dengan kecepatan sedang. Mobil itu melaju menuju komplek perumahan yang nampak masih baru, Rani semakin penasaran rumah siapa yang akan di datangi oleh Yanto.
" Sebenarnya rumah siapa yang ingin kamu datangi, Yanto. Apa kamu menyembunyikan sesuatu dari ku, lihat saja jika sampai kamu mempunyai wanita lain, aku pastikan akan menghajar wanitaitu."Ucap Rani sambil mengepalkan tangannya.
Mobil Yanto berhenti didepan rumah yang tidak terlalu besar, bahkan pagarnya pun hanya sekitar 1 meter saja dan pintu pagarnya juga pendek.
" Apa perumahan ini masih baru pak?." Tanya Rani kepada pak sopir.
__ADS_1
" Sepertinya begitu bu. Tapi itu kanan kiri rumah yang orang itu tuju sepertinya sudah ada penghuninya. Ini rumah depannya juga sudah ada penghuninya, terlihat ada mobil di depannya."Jawab pak sopir.
Mata Rani terus memperhatikan Yanto, Yanto turun dari mobil dengan membawa buket bunga dan dua kantong papper bag tadi. Tentunya kotak berlian juga tidak lupa dia bawa. Rani semakin yakin jika rumah itu adalah rumah selingkuhannya Yanto.
Dalam hitungan detik, seketika mata Rani melotot. Dia hampir tidak percaya dengan apa yang dia lihat didepannya, nampak seorang wanita muda membuka pintu dan berjalan menghampiri Yanto dan menyambut kedatangan Yanto dengan pelukan hangat.
" Serli !! Jadi yang jadi selingkuhan Yanto itu Serli? Mantan adik iparku sendiri?."Ucap Rani seketika itu juga dia syok.
Ternyata Serli adalah musuh dalam selimut, pagar makan tanaman. Rani tidak tinggal diam, dengan cepat dia turun dari mobil dan berjalan menunu rumah yang didatangi Yanto itu. Dia akan menghajar dan membuat perhitungan terhadap Serli. Yanto adalah ladang uangnya, tidak semudah itu Rani akan merelakan Yanto untuk dinikmati Serli.
" Mas, kita masuk dulu yuk. Aku sudah tidak sabar ingin membuka hadiah mu ini."Seru Serli dengan merangkul lengan Yanto alias Anto dengan mesra.
" Iya sayang. Setelah kamu membuka hadiah-hadiah ini bolehkan aku yang gantian kamu kasih hadiah? Tamu bulanannya sudah pulangkan?." Tanya Yanto dengan mencubit mesra dagu Serli.
Serli sengaja mengatakan jika dirinya sedang haid saat dia sehabis keguguguran minggu lalu. Dia tidak jujur jika dia habis keguguran, tentunya hal itu dia sengaja agar Yanto tidak banyak bertanya soal kehidupan Serli.
" Iya mas. Tapi kamu tahukan kalau aku ini sudah tidak ting ting lagi , jadi jangan marah saat kita main kamu mendapati aku yang sudah tidak ting ting."Ucap Serli dengan manja.
" Iya sayang, aku tidak masalah. Aku mencintai kamu apa adanya."Seru Yanto.
" Serli !!!."Teriak Rani dengan lantang.
Serli dan Yanto berbalik badan dan mendapati Rani yang berjalan kearahnya. Serli nampak biasa saja melihat kedatangan Rani, dia mengira jika Rani tanpa sengaja melihatnya. Namun berbeda dengan Yanto yang nampak syok dengan kedatangan Rani yang secara tiba-tiba. Apalagi ternyata Rani juga mengenal Serli.
" Mbak Rani."Seru Serli.
Pllakk
Pllakk
Dua tamparan langsung Rani daratkan dipipi Serli. Serli yang tidak tahu jika Rani akan menamparnya hanya bisa menerima tamparan dari Rani tanpa bisa menghindar. Mata Rani menatap tajam Serli, seakan ingin memakan Serli secara hidup-hidup.
" Mbak Rani !! Apa-apaan ini, kenapa kamu menamparku dan apa salahku?."Teriak Serli sambil memegang pipinya yang masih terasa sakit dan panas.
__ADS_1
" Itu pantas kamu dapatkan. Dasar wanita g4t4l !!."Jawab Rani.
" Rani, jangan seperti ini. Datang-datang main tampar saja."Ucap Yanto.
" Wanita ini memang wanita g4t4l, mur4h4n !! Dia sukanya mengganggu suami orang, bahkan diusianya yang masih muda begini dia sudah menjanda. Bahkan hampir saja punya anak, tapi keguguran. Setelah dicerai dia tebar pesona lagi dan berani-beraninya dia mendekatumu."Seru Rani secara tidak langsung sudah membongkar kebohongan Serli yang sengaja Serli tutupi.
Dari ucapan Rani barusan, Serli bisa menyimpulkan jika Rani dan Yanto alias Anto itu saling mengenal. Yanto seakan tidak mempercayai ucapan Rani, tapi sepertinya Rani sedang tidak berbohong.
" Kalian saling kenal?."Tanya Yanto menunjuk kearah Rani dan Serli bergantian.
" Kenal dong, dia inikan mantan adik ipar ku itu mas. Yang pernah aku ceritakan sama kamu itu."Jawab Rani dengan cepat.
" Ini bagaimana? Ada hubungan apa mbak Rani dengan mas Anto? Mas Anto ini pacarku mbak."Seru Serli memberitahu Rani.
Haahhhh .. Pacar?
Rani langsung memandang wajah Yanto dan Serli secara bergantian. Benarkah Serli dan Yanto pacaran? Jadi sekarang ini yang berselingkuh dengan Yanto adalah mantan adik iparnya? Rani harus bersaing dengan Serli?.
" Apa kamu bilang? Mas Yanto ini pacar kamu? Dasar wanita mur4h4n !! Mas Yanto ini calon suamiku dan bahkan saat ini aku sedang hamil anaknya."Seru Rani lagi.
" Namanya itu Anto bukan Yanto. Yang mur4h4n itu kamu mbak, baru juga proses cerai tapi sudah hamil duluan."Seru Serli menghina Rani.
Pllakk
Pllakk
Dua tamparan kembali Rani berikan dipipi Serli, Yanto melihat Serli dan Rani berantem hanya diam saja.
" Kurangajar kamu mbak !!."Bentak Serli.
" Kamu yang kurangajar, dasar pelakor !! Apa kamu tidak bisa mencari pria yang masih sendiri, kecil-kecil sudah jadi pelakor."Seru Rani tidak mau kalah.
" Rani !! Serli diam !! Apa kalian tidak malu berantem seperti ini? Rani.. Cepat kamu pergi dari sini dan jangan pernah ganggu Serli. Kita bicara nanti saat aku sudah pulang, jangan membantahku. Jika kamu membantah akan aku tarik kartu kredit yang kamu pakai."Ucap Yanto mengancam Rani.
__ADS_1
Rani menggelengkan kepalanya, ternyata Yanto lebih memilih membela Serli ketimbang dia yang saat ini sedang mengandung anaknya. Rani tidak akan diam saja, dia tetap akan membuat perhitungan terhadap Serli.
**********