Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kamu jual, aku beli


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Seminggu berlalu.


Arya dan Bima mendapat kabar dari rumah sakit jiwa jika ibu Marni sudah bisa dibawa pulang. Ibu Marni sudah sembuh, namun masih harus melakukan kontrol setiap dua minggu sekali. Kabar itu di sambut bahagia oleh para anak dan menantunya.


Seperti yang sudah dibicarakan antara Arya dan Bima, jika ibu Marni akan tinggal dengannya. Arya sama sekali tidak keberatan, sebab Bima memang lebih berhak dan wajib atas ibu Marni.


" Jadi kapan ibu bisa dijemput mas?."Tanya Karina ingin tahu agar dia bisa mempersiapkan semuanya untuk menyambut kedatangan ibu mertuanya.


Bima dan Karina saat ini sudah tinggal di rumah baru mereka. Rumah yang dibangun Bima dengan hasil keringatnya sendiri, meskipun kecil namun sudah rumah dia sendiri. Rumah kecil dengan memiliki 3 kamar, kamar utama mereka tempati dan kamar ke 2 untuk Binar dan kamar ke 3 untuk ibu Marni.


" Besok lusa sayang. Nanti mas sama Arya saja yang menjemput ibu, sekaligus mengurus surat-surat di rumah sakit. Kamu sama Serli dan Ratu tunggu saja di rumah."Ucap Bima.


" Sayang, kamu tidak apa-apa kan kalau ibu ikut tinggal dengan kita? Seperti yang kamu tahu jika aku ini adalah anak laki-laki ibu dan aku berkewajiban untuk menafkahi ibu. Aku hanya ingin berbakti kepada ibu. Tapi jika kamu keberatan, kita bisa bergiliran merawat ibu."Seru Bima menghawatirkan jika Karina akan keberatan jika ibunya tinggal dengan mereka.


Mas !!!


Karina sedikit meninggikan suaranya. Dia tidak suka dengan perkataan Bima barusan, seujung kukupun dia tidak keberatan jika ibu Marni ikut tinggal dengannya. Karina juga ingin menjadi seorang menantu yang baik dan berbakti kepada mertuanya.


" Mas !! Aku tidak suka ya kamu bicara seperti itu. Aku ini istrimu, jadi ibumu juga ibuku mas. Bisa-bisanya kamu bicara seperti itu, bukannya kemarin-kemarin kita sudah bahas masalah ini? Jika seperti ini, sama saja mas Bima itu tidak percaya sama istri sendiri."Ucap Karina bicara dengan nada kesal.


Bima tidak bermaksud membuat Karina marah ataupun menyinggung perasaan Karina. Bima hanya tidak mau istrinya merasa terganggu dengan kehadiran ibu mertuanya.


" Maaf sayang, mas tidak bermaksud untuk membuat kamu marah dan tersinggung. Maa minta maaf."Ucap Bima meraih tangan Karina dan mengenggamnya dengan erat.


Hhhuuufffttt


Karina mendengus dengan kesal, masih terlihat jelas raut wajah kesalnya terhadap sang suami. Biarpun dulu ibu Marni menentang pernikahannya, dan dia tidak menyukai Karina, Karina tetap menghargai ibu Marni sebagai ibu mertuanya. Karina bukan wanita yang pendendam, dia menyayangi ibu Marni seperti orang tuanya sendiri.


" Tolong jangan pernah meragukan ketulusanku mas. Jika mas masih bicara seperti tadi, aku akan marah sama mas."Seru Karina membuat Bima mengangguk cepat.


" Iya sayang, maaf. Mas janji tidak akan berbicara seperti itu lagi."Jawab Bima cepat.


Karina mengulas senyuman tipis, meskipun hanya senyum tipis namun sudah bisa membuat hati Bima sedikit lega. Bima pun bersiap-siap untuk pergi ke kantor, setelah semuanya selesai Bima berangkat dan Karina mengantarkannya hanya sampai halaman rumah saja.


Semenjak melahirkan, Karina jarang ke cafenya. Dia hanya memantau cafe dari rumah dan akan datang sesekali saja dalam dua minggu.

__ADS_1


" Binar sayang, sekarang Binar bobok ya. Mama mau mengecek keuangan cafe dulu ya."Seru Karina lalu meletakkan Binar diatas kasur.


Karina mengambil laptop lalu mulai memeriksa laporan keuangan cafe yang semalam sudah dikirimkan oleh menejer cafe.


Karina memperkerjakan satu ART, namun ART itu datang pagi dan pulang malam saat sudah selesai memasak makan malam. Art itu rumahnya tidak jauh dari perumahan tempat tinggal Karina. Sebenarnya jika Art itu menginap, memang tidak ada kamar lagi.


" Selesai. Ternyata pendapatan cafe semakin meningkat, sepertinya rencanaku untuk buka cabang baru akan segera terwujud. Aku akan membicarakan masalah ini sama mas Bima, bagaimanapun dia imam dalam rumah ini."Ucap Karina lalu mematikan dan menutup laptonya.


Binar masih tidur nyenyak di atas kasurnya, melihat Binar yang tidur dengan nyenyak, Karinapun meninggalkan Binar. Karina keluar kamar dan mencari keberadaan Art nya yang bernama Bik Narsih.


" Bik Narsih lagi ngapain?."Tanya Karina mengagetkan bik Narsih.


" Ehh.. Bu Karina, bibik sampai kaget. Ini loh bu lagi mau jemur pakaian. Oh iya, ada apa bu? Apa ada yang perlu saya bantu?."Tanya bik Narsih.


" Tidak ada bik. Kebetulan Binar sedang tidur dan pekerjaan saya mengecek keuangan cafe sudah selesai jadi saya kebelakang siapa tahu bik Narsih butuh bantuan saya."Ucap Karina dengan ramah dan nampak sekali jika dia sangat menghargai orang yang lebih tua, meskipun dia hanya seorang Art nya.


" Lah ibu Karina ini bagaimana sih? Pekerjaan rumah ini kalau masih ada saya di rumah ini ya tanggung jawab saya, ibu bersantai saja tidak perlu membantu. Lagian ibu kan pasti lelah tuh habis jagain neng Binar."Seru bik Narsih menolak secara harus.


Karina sangat menyukai kepribadian bik Narsih, dia sopan dan ramah. Meskipun baru bekerja 2 bulan dengannya, bik Narsih sudah tahu apa-apa saja yang harus dia kerjakan tanpa harus disuruh lebih dulu. Bahkan saat Binar rewel dan Karina tidak bisa mengatasinya, bik Narsih dengan sigap membantunya.


" Heheee... Iya bik. Oh iya bik, nanti kamar tamu yang dekat ruang televisi itu tolong dibereskan ya bik. Soalnya ibu mertua saya besok lusa mau datang dan akan tinggal di rumah ini."Ucap Karina.


Karina tidak memberitahu jika ibu mertuanya ada di rumah sakit jiwa. Semua itu Karina tutupi dari orang-orang, hanya pihak keluarga saja yang tahu soal ibu Marni yang dirawat di rumah sakit jiwa. Untuk para tetangga lingkungan rumah pak Santo saja tidak tahu menahu soal ibu Marni. Mereka hanya tahu jika ibu Marni ada di penjara.


" Iya bik. Kemungkinan besok lusa beliau datang."Jawab Karina.


" Baik bu, nanti kamarnya akan saya bereskan. Dan besok lusa saya akan memasak banyak untuk menyambut kedatangan ibu mertua ibu."Ucap bik Narsih ikut senang mendengar kabar kedatangan ibu mertua majikannya.


" Terima kasih bik."Jawab Karina singkat.


Obrolan Karina dan bik Narsih pun terhenti karena bik Narsih harus lanjut mengerjakan pekerjaannya. Karina kembali ke kamar untuk melihat Binar, terlebih Binar dia letakkan di atas kasurnya bukan di tempat tidur khusus untuk Binar.


Di tempat lain, saat ini Ratu dan Yanti bertemu di salah satu cafe. Yanti ingin membayar uang ganti rugi untuk berlian Ratu yang sudah dia rusak.


" Padahal uangnya bisakan kamu transfer, kenapa pakai harus bertemu segala?."Tanya Ratu penuh selidik.


" Iya uangnya memang mau aku transfer saja, lagian memang aku tidak bawa uang kas. Terlalu bahaya kalau aku bawa uang kas, apalagi itu uang yang tidak sedikit. Aku memang sengaja mengajak bertemu karena aku ingin bicara penting sama kamu."Ucap Yanti masih saja bersikap sombong.


Hhhhuuuuffff


Kalau saja uang itu tidak banyak, Ratu malas bertemu dengan Yanti. Selain itu Ratu juga ingin tahu, rencana apa yang sedang Yanti rencanakan sehingga dia mengajaknya untuk bertemu.


" Sudah cepat katakan apa yang ingin kamu bicarakan, aku tidak punya banyak waktu."Seru Ratu bicara dengan ketus.

__ADS_1


" Santai dong, buru-buru amat sih kamu Ratu. Sok paling sibuk saja."Ucap Yanti semakin membuat Ratu ingin membungkam mulut Yanti dengan sambal level 10.


" Cepat transfer uangnya, apa mau aku panggil polisi? Aku tidak main-main Yanti, aku sudah cukup sabar menghadapi kamu. Jika kamu masih saja mengulur waktu, aku tidak akan mentolerirnya lagi."Seru Ratu mengancam Yanti.


Ceeekkkk...


Yanti berdercak dengan kesal, namun dia tidak bisa berbuat banyak. Yanti mengeluarkan ponselnya dan mentransfer sejumlah uang seseuai dengan kesepakatan mereka.


" Sudah aku transfer, sekarang aku minta sama kamu jangan menjelek-jelekkan aku. Cuma uang segitu saja gampang bagiku, tinggal menjentikkan jari semua sudah bereskan."Ucap Yanti masih terlalu sombong.


" Siapa juga yang menjelek-jelekkan kamu? Bukannya kamu sendiri yang menggosip di group sekolah? Dan mengatakan aku ini OKB sombong? Tapi sepertinya teman sekolah sudah tahu tuh kalau kamu itu tukang bohong dan yang pasti mereka tahu kalau aku tuh lebih kaya dari kamu. Heran kan kamu kenapa aku bisa tahu apa saja yang kamu ocehin di group meskipun aku tidak gabung group?."Seru Ratu sengaja mengejek Yanti.


Ratu tahu semua chatt soal group tentunya dari Agung. Agung memang masih gabung di group dan dengan sengaja laki-laki itu mengscreenshot percakapan dan mengirimkannya kepada Ratu. Sehingga Ratu tahu apa saja yang dibahas Yanti and the geng nya.


* Beruntung kak Agung gabung di group itu, sehingga dia bisa memberikan informasi soal Yanti yang koar-koar di group jika aku ini OKB sombong.*Gumam Ratu dalam hatinya.


" Terserah aku dong. Kamu memang OKB sombong, papaku juga orang kaya tapi aku tidak menyombongkan diri tuh. Kamu itu cuma bisa berlindung di bawah ketiak Papa mu saja. Harta orang tua di banggakan. Pokoknya aku minta kamu bikin pernyataan kalau aku ini sudah membayar ganti rugi dan di posting di sosial media agar orang-orang tahu kalau aku ini tidak bohong."Seru Yanti.


Ratu hanya tersenyum sinis, dia tidak akan mengikuti kemauan Yanti. Terlebih Ratu tidak suka bermain media sosial jika hanya untuk mengklarifikasi hal receh seperti itu.


" Aku tidak mau !!."Seru Ratu dengan tegas.


Ratu bangkit dan hendak meninggalkan Yanti, namun dengan cepat Yanti mencengkram tangan Ratu. Ratu mencoba untuk melepaskannya, namun cengkraman tangan Yanti cukup kuat sampai pergelangan tangan Ratu terasa linu.


" Lepaskan !!."Seru Ratu.


" Aku tidak akan melepaskan kamu, Ratu !! Wanita seperti kamu memang harus diberi pelajaran, aku tidak perduli dengan orang tua kamu yang kaya itu. Tah orang tuaku juga kaya dan aku juga bisa menggunakan kekayaannya untuk melawan mu."Seru Yanti dengan mata melotot sempurna.


" Ok, siapa takut."Seru Ratu tersenyum sinis.


Ratu menghubungi seseorang dengan ponselnya, dia menghubungi Raja.


[ Hallo kak Raja. Tolong kak Raja pecat menejer yang bernama Firman dan tarik saham kak Raja di perusahaan Gumilang, biar perusahaan itu bangkrut].


Klik


Panggilan telepon pun Ratu akhiri, dia memandang sinis ke arah Yanti. Wajah Yanti nampak syok dan kebingungan, ternyata Ratu bisa mengalahkannya hanya dengan sekali telepon saja.


" Bereskan ? Kamu jual, aku beli !!."Seru Ratu lalu dengan mudah dia melepaskan tangan Yanti.


Ratu melenggang dengan anggunnya meninggalkan Yanti yang masih diam mematung. Ponsel Yanti pun berdering, ada panggilan masuk dari sang suami.


[ Apa lagi yang kamu lakukan, Yanti !! Sampai aku benar-benar di pecat, aku akan menceraikanmu !!.]

__ADS_1


****************


__ADS_2