Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Ternyata adik kakak


__ADS_3

.


.


.


💐💐 HAPPY READING 💐💐


" Almira !!." Seru Ratu saat ekor matanya melihat keberadaan Almira dan Ratu pun langsung memanggilnya.


Mendengar namanya dipanggil Almira pun membalasnya dengan senyuman sambil menganggukkan kepalanya. Tidak mau dianggap sombong oleh Ratu, akhirnya Almira pun menghampiri meja Ratu sebab Ratu juga terus-terusan melambaikan tangannya meminta Almira bergabung.


Raja terlihat biasa saja saat orang yang dipanggil Ratu ternyata adalah Almira yang juga dia kenal dengan baik. Kini Almira sudah bergabung dengan Raja dan Ratu, Almira nampak gugup dan salah tingkah.


Bagaimana dia tidak gugup, jika ternyata orang yang dia cintai saat ini ada didekat nya. Namun dia juga sedang bersama wanita lain. Raja sendiri sudah tahu jika Almira selama ini menyukainya.


" Almira, kamu makan siang disini juga? Kenapa tidak gabung saja loh? Jangan bilang kamu tidak tahu keberadaan ku?."Tanya Ratu secara beruntun.


" Emm.. Tahu kok, cuma aku tidak mau mengganggu kalian. Aku nanti jadi ganggu kalian."Jawab Almira dengan detak jantung yang semakin bergemuruh tidak menentu.


" Ganggu apaan sih? Mana ada ganggu, yang ada aku justru senang bisa makan bareng -bareng. Oh iya kenalkan ini...." Ucapan Ratu terjeda


" Kami sudah kenal."Seru Raja tanpa mengalihkan pandangannya dari ponsel nya.


Ratu memandangi Raja dan Almira secara bergantian, Almira terlihat salah tingkah dan Raja nampak cuek dan datar saja. Raja tetap fokus pada ponselnya, tidak menghiraukan adiknya yang keheranan.


" Oh jadi kalian sudah saling kenal? Tapi kenapa kok seperti tidak saling kenal begini ya?."Tanya Ratu penuh tanda tanya.


" Memangnya harus bagaimana? Apa harus berkoar-koar pakai toa begitu? Jangan aneh-aneh deh mikirnya."Seru Raja lagi-lagi kembali ke sikap dinginnya.


* Sepertinya mereka ini ada sesuatu deh? Apa jangan-jangan pria yang dimaksud Almira itu kak Raja? Hemm... Sepertinya iya deh, sebab kak Raja inikan orangnya cuek bebek dan tidak peka sama perasaan cewek. Dasar kak Raja, peka dikit dong kak.*Gumam Ratu dalam hatinya.


Almira nampak diam saja, dia merasa tidak enak sudah mengganggu waktu berdua Raja dan Ratu. Apalagi semenjak dia datang bergabung Raja nampak tidak sebahagia tadi dan senyum nya seketika menghilang.


" Maaf saya pulang saja, sepertinya sudah semakin siang. Maaf kalau sudah mengganggu makan siang kalian."Seru Almira memilih untuk pamit saja.


" Eh... Almira, kamu mau kemana? Sudah duduk saja disini, kamu sama sekali tidak mengganggu kami kok. Kan tadi aku sendiri yang memanggil dan meminta kamu gabung dengan kami. Bukankah begitu kak Raja?." Tanya Ratu meminta persetujuan dari Raja.


" Iya terserah kamu saja."Jawab Raja dengan malas.


" Kak ."Seru Almira heran karena Ratu memanggil Raja dengan panggilan Kak Raja.


Almira mengernyitkan keningnya, Ratu pun baru menyadari jika Almira tadi pasti sudah salah paham. Almira pasti mengira jika dirinya dan Raja adalah sepasang kekasih, dengan begitu Ratu semakin yakin jika Raja lah orang yang dimaksud oleh Almira.


" Almira,dia ini Ratu adikku. Aku tidak menyangka jika ternyata kalian saling mengenal "Tanpa disangka-sangka Raja membuka suaranya dan mengenalkan Ratu sebagai adik nya.

__ADS_1


" Ohh.. Jadi Ratu ini adik kamu, Ja? Aku kira tadi dia ini pacar kamu loh, makanya aku sedikit sungkan kalau harus gabung sama kalian."Ucap Almira yang rona wajahnya kini sudah terpancar senyum sumringah.


" Ada-ada saja kamu, mana mungkin aku pacaran sama wanita manja seperti dia ini. Dia ini masih bocah, masih manja tapi sudah berani menikah. Aku yang kakaknya saja belum menikah, tapi dia duluan yang sudah menikah."Seru Raja membuat Ratu benar-benar heran dengan perubahan Raja.


Raja yang dia kenal cuek dan dingin dengan wanita kenapa saat ini nampak begitu akrab berbincang dengan Almira. Padahal beberapa menit yang lalu juga masih menampakkan sikap dingin dan cueknya.


Raja dan Almira asik berbincang berdua, sepertinya mereka melupakan keberadaan Ratu. Namun Ratu sama sekali tidak marah, justru dia senang melihat perubahan sikap dari kakaknya. Ratu berharap kakaknya akan berjodoh dengan Almira, sesuai dengan hayalannya saat pertama kali bertemu dengan Almira.


" Jadi Ratu ini sudah menikah? Dan kamu dilangkah, Ja?." Tanya Almira asik tanya jawab dengan Raja.


" Iya, dia lulus kuliah langsung menikah. Hehh... Kenapa kamu diam saja?." Seru Raja sambil memukul pelan punggung Ratu.


" Kalian asik ngobrol berdua sih, tapi kalian cocok sih. Kenapa kalian tidak menikah saja?."Tanya Ratu membuat Almira dan Raja sama-sama kaget.


Uhhuuk Uhuuuk Uhuukk


Raja sampai batuk-batuk mendengar pernyataan Ratu. Bagaimana adiknya punya pemikiran seperti itu, Ratu memang kalau bicara suka asal-asalan tapi memang ada benarnya juga.


" Aku senang kalau Almira ini menjadi kakak iparku, jadi kerja sama kami nanti akan semakin lama dan terus berjalan. Sudah menikah saja, tidak perlu di tunda-tunda, kalau di tunda-tunda nanti ada yang mendahului loh. Tenang saja, nanti aku yang kasih free baju pengantinnya." Seru Ratu semakin ngawur bicaranya.


" Ratu !!."Seru Raja dan Almira secara bersamaan.


Ratu pun terkekeh melihat kekompakan Raja dan Almira. Hal itu membuat Ratu yakin jika Raja dan Almira sebenarnya sama-sama saling mengagumi satu sama lain. Hanya saja kakaknya itu yang tidak bisa mengungkapkan perasaannya, terlalu kaku dan tidak bisa untuk romantis.


********


ibu Marni.


Hhuuuuffffff


Ibu Marni membuang nafas dengan kasar, baru siang hari Serli sudah 3 kali meminta uang. Pertama pagi tadi minta untuk beli bubur ayam, jam 10 tadi minta untuk beli cemilan sekarang baru juga jam 2 siang sudah minta untuk beli kuota internet. Yang ibu Marni tahu harganya tidaklah murah, jika terus begini tidak sampai akhir bulan uang belanjanya sudah habis.


" Berapa?." Tanya ibu Marni pelan.


" Seratus ribu saja "Jawab Serli dengan cepat.


Tanpa menunggu lama, Ibu Marni merogoh kantong dasternya lalu mengulurkan uang seratus ribu kepada Serli. Tanpa berlama-lama, Serli juga langsung menyambut uang itu dengan cepat, setelah itu tanpa mengucapkan terima kasih terlebih dahulu Serli langsung melesat membeli kuota internet di konter yang tidak jauh dari rumah.


" Kalau setiap hari seperti ini lama-lama aku dan bapak hanya akan makan nasi lauk kerupuk saja. Punya anak dan menantu kaya raya juga percuma, mereka pelitnya tidak ketulungan. Kasih uang bulanan cuma 1 setengah juta, apa dikira itu cukup? Arisanku juga ada banyak, bapak kasih uang juga pas-pasan. Bagaimana kabar Bima ya?" Ucap ibu Marni menggerutu sendiri dan tiba-tiba dia teringat dengan Anak kandungnya, Bima.


Sementara itu di konter yang tidak jauh dari rumah, Serli sedang membeli kuota internet. Disana terlihat cukup ramai, karena ada beberapa ibu-ibu yang sepertinya sengaja nongkrong di konter.


" Serli, ibu perhatikan kamu sudah semingguan loh tinggal disini. Memangnya suami kamu kemana? Selama kamu disini suami kamu tidak kelihatan, dia tidak menjengukmu."Tanya ibu Pinah secara beruntun.


" Iya Serli, kemana itu suami kamu. Kalian inikan pengantin baru, masa iya tinggalnya sudah terpisah begini. Apa suamimu sedang dirumah istri pertamanya, atau jangan-jangan kalian memang sudah tidak bersama lagi."Seru ibu Lulu ikut berkomentar.

__ADS_1


Para tetangga memang belum ada yang tahu jika Serli sudah bercerai dengan suaminya. Ibu Marni sengaja menutupnya rapat-rapat agar Serli tidak di gunjing oleh ibu-ibu. Lagipula ibu Marni juga malu jika Serli menjanda diusianya yang masih terlalu muda.


" Kepo."Jawab Serli dengan cepat karena dia kesal degan ibu-ibu tukang ghibah itu.


" Lah ditanya baik-baik kok jawabannya tidak sopan banget sih. Kami ini lebih tua loh dari kamu, atau memang kamu ini sudah tidak punya malu lagi. Pasti ibu kamu tidak pernah mendidikmu untuk menghargai orang yang lebih tua dari kamu. "Ucap ibu Pinah lagi.


Braaakkk


Serli membanting kursi plastik yang ada didepan konter. Dia tidak suka ada orang luar yang ikut campur dengan kehidupannya, apalagi hanya tetangga. Mereka tidak berhak ikut campur dan tidak sepantasnya ikut campur, tapi nyatanya memang mereka itu tetangga yang julid. Biarpun begitu ibu Pinah dan Ibu Lulu teman akrab ibu Marni.


" Ehhh kok ngamuk. Mana ngamuknya merusak barang orang lagi, beruntung tidak pecah kursinya. Ingat lagi hamil tuh, jangan suka marah nanti kalau bayinya sudah lahir dia gampang tantrum. Oh iya kamu inikah menikah karena hamil, mana hamil sama pria tua lagi. Ada-ada saja kelakuan kamu, beruntung para warga tidak mengusir kamu, kalau bukan karena pak Santo sudah dari kemarin kami usir kamu dari kampung ini."Ucap ibu Lulu semakin pedas.


Serli memilih segera meninggalkan konter, berdebat dengan para ibu-ibu itu justru akan membuat moodnya jelek dan kepalanya sakit. Sesampainya di rumah Serli masuk dengan grasak grusuk


Braakkk


Serli membuka pintu ruang tamu dengan kasar, sampai ibu Marni yang sedang berbaring di ruangan tengah terlonjak kaget.


" Serli !! Kamu ini apa-apaan sih pulang-pulang membanting pintu seperti itu? Kalau pintu itu rusak, uang siapa lagi yang untuk membeli pintu baru? Bapakmu buat sendiripun tetap perlu modal."Seru ibu Marni memarahi Serli.


" Brisik banget sih bu !."Bentak Serli dengan kasar.


" Makin hari makin aneh saja kelakuan kamu, Serli."Ucap Ibu Marni sambil menggelengkan kepalanya.


" Serli itu sedang kesal bu, itu mulut para teman-teman ibu yang kurangajar. Mereka sudah menghina Serli bu, diluar sana jika sedang berkumpul dengan mereka ibu suka menjelek- jelekan orang. Sekarang justru anak ibu sendiri yang jadi bahan omongan mereka."Seru Serli sambil terisak.


Perasaan Serli akhir-akhir ini memang sangat sensitif sekali. Dia paling tidak bisa jika ada orang yang memarahinya dan membicarakan tentang kejelakannya. Itu semua sebenarnya hal yang wajar, mengingat Serli sedang hamil muda.


" Nanti ibu akan tegur mereka. Enak saja mereka menghina anakku yang cantik ini. Mereka itu hanya iri sama kamu saja, Serli. Sudah jangan diambil hati ucapan mereka."Ucap ibu Marni mencoba menenangkan Serli.


" Bu, Serli mau masuk kamar dulu."Ucap Serli lalu dia melangkah masuk kekamar.


Serli sudah tidak sabar ingin berkirim pesan dengan pria kenalan barunya. Seorang pria yang masih muda, seumuran dengan Bima. Yang dia kenal dua hari yang lalu lewat aplikasi sosial media biru miliknya. Seolah tidak sadar diri, saat ini dirinya yang sedang hamil tapi sudah sibuk cari kenalan pria lewat sosial media. Serli seakan tidak bisa belajar dari sebuah masalalunya.


[ Hai mas, maaf ya baru balas chatt nya. Soalnya tadi kehabisan paket intetnet, ini baru beli makanya langsung balas.]


[ Kapan-kapan ya kalau mas tidak sibuk kita bertemu. Tapi mas beneran belum punya istrikan? Soalnya aku malas kalau harus beturusan dengan istrimu.]


[ Mas Anto, sibuk ya ? Pesan ku belum juga mas balas.]


[ Ya sudah, kalau nanti sudah tidak sibuk balas ya mas.]


Rentetan pesan Serli kirimkan kepada laki-laki yang baru dia kenal dua hari yang lalu. Serli meletakkan ponsel nya di atas nakas, lalu dia membaringkan tubuhnya. Hanya butuh beberapa menit, Serli sudah terlelap.


************

__ADS_1


__ADS_2