Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Saling bahagia


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Pernikahan Rani dan Agung tinggal 3 hari lagi, dan sudah dari seminggu yang lalu warung Rani tutup. Di rumah Rani tidak ada acara masak-masak seperti pesta pada umumnya. Agung tidak mau mempersulit keadaan, sehingga dia sudah memesan semua makanan secara catering.


Di rumah Rani hanya kumpul para tetangga saja untuk membuat beberapa kue dan cemilan untuk para pekerja dekor yang saat ini sudah mulai mengerjakan tugasnya.


" Bu, tolong ibu temani Tegar saja di kamar ya. Ibu jangan capek-capek, sudah ada ibu-ibu yang membantu kok. Ingat, ibu punya darah tinggi loh jangan sampai nanti kambuh gara-gara kecapean"Seru Rani mengingatkan.


" Iya Ran, ibu juga tidak capek-capek kok. Paling ibu di belakang cuma ngobrol saja sama ibu-ibu. Tidak enak Ran kalau cuma di dalam kamar saja. Lebih baik kamu saja yang menemani Tegar, ibu mau di belakang saja."Seru ibu Darti menolak permintaan Rani.


Ibu Darti lebih memilih ikut bergabung dengan ibu-ibu yang lain menyiapkan makan dan minum para tukang dekor. Pernikahan tinggal 3 hari lagi, namun mulai hari ini tenda dan dekorasi mulai dipasang. Karena tenda yang akan di pasang cukup besar, jadi mulai dikerjakan dari sekarang.


" Mbak Rani, mbak."Seru Andi dari depan kamar Rani.


Rani dan ibu Darti buru-buru membukakan pintu kamar. Mereka mengira sudah terjadi sesuatu sehingga Andi memanggilnya dengan buru-buru seperti itu.


" Ada apa, dek? Apa terjadi sesuatu?."Tanya Rani nampak sekali raut wajah khawatirnya.


" Oh tidak ada apa-apa mbak. Itu loh, di luar ada orang mengantarkan baju pengantin mbak Rani. Hehee.. Maaf ya mbak kalau tadi suara Andi sedikit berteriak. Tahu sendiri di luar sudah ramai, jadi taku mbak Rani tidah dengar."Seru Andi sambil menggaruk telinganya yang tidak gatal.


Hhhuuuffff


Rani dan ibu Darti secara bersamaan menghela nafas. Mereka tadi sudah mengira jika sudah terjadi sesuatu di luar rumah sana. Ternyata hanya ada orang butik yang mengantarkan baju pengantin Rani. Ratu memang sudah memberitahu, jika pihak butik hari ini akan mengantarkan baju pesanan Rani.


" Kamu ini bikin orang jantungan saja, Andi. Tadi kan bisa tidak teriak-teriak, ketuk pintu dengan benar dan pelan nah ini pakai teriak-teriak. Jadi ibu juga kaget."Seru ibu Darti memarahi Andi.


" Maaf bu."Seru Andi.


" Ya sudah mbak temui dulu orang butiknya, mumpung Tegar juga masih tidur. Kamu tolong siapkan minuman dan kue untuk tamu mbak ya."Seru Rani menghentikan omelan ibunya.

__ADS_1


Andi mengangguk, dengan ditemani sang ibu, Rani menemui tamu dari butik yang mengantarkan baju pengantinnya.


" Loh, mbak Rani? Jadi yang pesan ini beneran mbak Rani?."Ucap karyawan butik yang memang mengenali Rani.


" Iya, ini aku Rani. Karyawan butik yang dulu sombong dan menyebalkan. Kalian berdua apa kabar?."Seru Rani sambil menyunggingkan senyum ramahnya.


" Alhamdulillah kami baik mbak."Jawab karyawan butik.


Rani dan ke dua karyawan butik itupun mengobrol banyak. Dulu boro-boro untuk mengobrol dengan karyawan, saling sapa sesama karyawan saja jarang sekali dan hampir saja tidak pernah. Rani yang dulu memang pemilih teman, sehingga tidak punya banyak teman saat dia bekerja di butiknya Ratu.


" Silahkan diminum dan di cicip kuenya."Seru Rani.


" Iya mbak, terima kasih. Kami minum ya mbak, alhamdulillah dikasih minuman yang segar. Cocok banget sama cuaca yang panasnya cetar dan ambyar."Seru Kurnia salah satu karyawan butik yang ikut mengantar pesanan Rani.


" Kalian enakin saja ya. Ibu mau ke belakang memeriksa pekerjaan yang lainnya."Seru ibu Darti memilih bergabung dengan para ibu-ibu yang ada di dapur dan memberikan Rani waktu bersama teman-temannya.


Kedua karyawan butik itu nampak tersenyum sambil menganggukkan kepalanya. Melihat Rani yang sekarang mereka ikut senang, Rani ramah baik dan sopan. Bahkan dia mau tertawa bareng dengan mereka. Ternyata kehidupan seseorang itu pasti berubah, berubah lebih baik atau berubah lebih buruk lagi.


*******


Perut Karina sudah terlihat membesar, saat ini usia kandungan Karina sudah 5 bulan. Dia menikmati kehamilannya dengan rasa senang dan gembira. Bima sebagai suami juga sudah menjadi suami yang baik dan suami siaga. Apa yang diinginkan Karina dia berusaha untuk memberikannya. Seperti saat ini, Karina menginginkan mie goreng buatan Bima. Dengan sigap sepulang kerja Bima langsung memasakkannya untuk sang istri tercintanya.


" Sabar ya sayang, sebentar lagi kok."Seru Bima dengan lembut sembari mengaduk-aduk mie goreng yang masih dia masak di atas kompor.


Heeemmmm


Karina hanya berdehem sembari mengerucutkan bibirnya. Dia sudah tidak sabar lagi ingin segera menikmati mie goreng yang sedari tadi siang dia inginkan.


" Mas, apa nanti kita datang ke pernikahan mantan istrimu, Rani?."Tanya Karina membuat Bima langsung mematikan kompornya. Tidak asal dimatikan, memang mie gorengnya juga sudah matang.


" Sudah selesai, mas tuang ke dalam piring dulu ya. Kamu makan dulu, baru nanti kita ngobrol. Kasihan dedek bayi dalam sini, sedari tadi dia sudah lapar dan ingin makan makanan masakan papanya kan?." Seru Bima mengalihkan pembicaraan.


Bukan Bima tidak mau menjawab pertanyaan Karina tadi. Akan tetapi saat ini Bima hanya ingin istrinya makan dan dia mandi. Badannya sangat lelah dan sudah bau asap, mau berlama-lama di dapur juga sudah sangat gerah.


" Iya mas. Terima kasih ya sudah memasakkan makanan untukku. Mas, sekarang mandi saja biar aku makan sendiri. Maaf ya mas, gara-gara aku mas pasti capek banget."Ucap Karina merasa tidak enak dengan Bima. Baru saja pulang kerja yang seharusnya di layani, justru harus memasak lebih dulu.

__ADS_1


" Ini sudah menjadi kewajiban ku sayang. Saat ini kamu dan anak dalam kandunganmu ini yang menjadi prioritasku. Kamu kalau mau makan apa dan menginginkan apa saja, bilang saja sama mas. Insya Allah jika mas bisa dan mampu pasti akan mas buatkan dan mas siapkan. Ya sudah, mas ke kamar dulu ya. Selesai mandi nanti mas temani kamu makan, kalau kurang di dalam kuali masih banyak kok."Seru Bima lalu mencium kening Karina dengan lembut.


Karina menikmati mie goreng buatan suaminya dengan lahap. Tanpa terasa 1piring mie goreng sudah berpindah ke dalam perutnya. Namun diq belum juga kenyang, sehingga dia menambah 1 piring lagi.


Sementara itu di dalam kamar, selesai mandi Bima segera memakai baju yang memang sudah di siapkan oleh Karina dari sebelum dia pulang kerja tadi.


" Bagaimana ya? Apa aku tidak datang saja ke pernikahannya Rani? Tapi jika aku tidak datang apa kata Ratu dan Arya? Aku hanya tidak mau bertemu dengan mantan ibu mertuaku, aku khawatir dia akan mempermalukanku. Ahhhh... Kenapa aku jadi berfikir negatif begini sih? Rani itu secara baik-baik sudah mengundangku, dan sepertinya Karina juga ingin datang ke sana. Apa kata Karina saja lah."Seru Bima terus bermonolog dengan dirinya sendiri.


Bima pun keluar kamar dan menghampiri Karina yang sedang makan. Di lihatnya, Karina sudah menghabiskan makanannya.


" Tidak nambah sayang?."Tanya Bima dengan lembut.


" Sudah nambah mas. Malah nambah 2 piring loh, itu masih untuk mas Bima saja. Aku sudah tidak sanggup menghabiskannya."Seru Karina dengan tubuh bersandar di kursi dan tangan mengusap-usap perutnya yang terasa lebih penuh.


Haaahhhh !!!


Mata Bima melebar saat melihat mie goreng yang tinggal sedikit. Bahkan untuk dia makan saja tidak akan kenyang. Padahal mie yang dia masak tadi bisa cukup dimakan untuk 4 orang tapi nyatanya dimakan Karina sendiri sisa sedikit.


* Pantas saja tubuh istriku semakin hari semakin menggemaskan. Ternyata sekarang porsi makannya 2 kali lipat dari biasanya. Tidak masalah, berarti aku berhasil membuat istriku menyukai masakanku. Padahal kalau dirasa-rasa masakan ku biasa saja, masih enak masakan istriku.*Gumam Bima sambil senyum-senyum sendiri.


Bima mengambil piring dan sendok, lalu memindahkan mie goreng kedalam piringnya dan membawanya ke meja makan.


" Mas, kita datang ke pernikahan Rani atau tidak?."Tanya Karina lagi karena tadi Bima belum menjawab pertanyaannya.


" Kalau mas terserah kamu saja sayang, mas ngikut saja."Jawab Bima cari aman saja.


" Aku mau datang, nanti kita berangkat sama-sama dengan Ratu dan yang lainnya. Setelah pulang dari pernikahan Rani kita langsung ke kampung Ratu."Ucap Karina dengan bahagianya.


" Tapi kampung Ratu itu jauh sayang, apa kamu tidak akan lelah? Kamu sedang hamil sayang."Seru Bima takut istrinya kelelahan.


" Aku kuat mas. Pokoknya aku mau ikut ke kampung Ratu."Seru Karina sedikit memaksa.


Tidak ada pilihan lain bagi Bima selain mengiyakan permintaan istrinya. Melihat Bima yang menganggukkan kepalanya, Karina pun langsung memeluk bahagia Bima.


" Terima kasih suamiku sayang."Seru Karina dengan manja.

__ADS_1


" Sama-sama sayang."Jawab Bima sembari mengusap pucuk kepala Karina.


************


__ADS_2