Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Pura-pura romantis


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Sepulangnya dari cek kandungan, Arya dan Ratu berbelanja kebutuhan bayi. Ada beberapa kebutuhan bayi yang memang belum Ratu beli, termasuk kereta dan bok bayi. Kamar untuk menyambut ke dua anak bayinya pun sudah selesai di renovasi dua hari yang lalu. Sehingga barang-barang sudah mulai di pindahkan ke kamar calon bayi kembar.


Jenis kelamin calon anak kembar mereka masih di rahasiakan. Belum ada orang ataupun keluarga yang tahu, selain mereka berdua dan dokter tempat Ratu memeriksakan kandungannya.


" Mas, mbak Rani sekarang sudah berubah ya. Aku senang melihat mbak Rani yang sekarang, tapi aku kasihan juga melihat keadaannya. Aku tidak bisa membayangkan jika dia mengurus anaknya sendirian dan bagaimana dia bisa menenuhi kebutuhan anaknya jika dia sendiri tidak bekerja. Apa lagi setelah dia melahirkan, Yanto memintanya keluar dari rumah dan membawa anaknya. Kasihan banget mbak Rani."Ucap Ratu masih memikirkan pertemuannya dengan Rani di rumah sakit tadi.


" Iya dek kasihan. Tapi mau bagaimana lagi ? Itulah konsekuensi dari perbuatannya, doakan saja semoga mbak Rani dan anakknya bisa melewati masa-masa sulit mereka. Jikapun kita bantu, nanti kita bantu semampunya."Seru Arya sambil mengusap punggung Ratu lembut.


Mereka berdua pun kembali memilih barang-barang keperluan bayi yang belum ada di rumah. Setelah di rasa cukup, Arya dan Ratu menyudahi belanja mereka dan membayarnya ke kasir serta meminta pihak toko untuk mengantarkan barang belanjaan nya kerumah. Barang belanjaan cukup banyak dan besar-besar sehingga tidak muat jika di bawa dengan mobilnya sendiri.


Selesai belanja, Arya dan Ratu pun memilih mencari makanan, sebab sudah sesiang itu mereka lupa makan siang Mereka mendatangi cafe milik Karina, cafe Karina sudah menjadi salah satu cafe favorite untuk mereka berdua.


Setelah menempuh perjalanan 20 menit, mobil yang dikendarai Arya sudah sampai di area parkir cafe. Dengan pelan-pelan Arya membantu Ratu turun dari mobil. Meskipun perut Ratu saat ini sudah membesar, Ratu sama sekali tidak pernah mengeluh. Dia menikmati masa-masa kehamilannya dengan baik.


Dengan bergandengan tangan, Arya dan Ratu memasuki cafe dan mencari tempat duduk yang nyaman untuk mereka duduki.


" Mas, lihat itu ?."Seru Ratu menunjuk ke arah kursi yang dekat dengan jendela.

__ADS_1


Pandangan Arya mengikuti jari telunjuk Ratu, di mana saat ini di sana ternyata juga ada ibu Marni yang makan sendirian. Namun sepertinya di atas meja juga ada piring lain, yang pastinya ibu Marni datang tidak sendirian.


Arya dan Ratu pun duduk tidak jauh dari tempat duduk ibu Marni. Ibu Marni belum menyadari keberadaan Arya dan Ratu.


" Mas, ibu sama siapa ya? Itu di depan ibu ada piring lain, pasti dia tidak sendiri?."Tanya Ratu sengaja mengecilkan suaranya agar tidak terdengar oleh ibu Marni.


" Mungkin saja sama Yanto. Bukannya dia memang ada hubungan dengan Yanto? Sudahlah dek , jangan perdulikan dia. Kita pesan makanan saja."Seru Arya lalu meraih buku menu yang ada di depannya.


* Sepertinya mas Arya sudah tidak mau berurusan lagi dengan ibu. Rasa sakit hatinya masih membekas.*Gumam Ratu dalam hati.


Ratu pun sama, dia mengambil buku menu dan memilih makanan yang ingin dia makan. Namun fikirannya masih tertuju kepada mantan ibu mertuanya yang saat ini ada di dekatnya.


Arya dan Ratu memesan menu makanan dan minuman yang berbeda. Mereka mengobrol ringan sambil menunggu pesanannya di antarkan.


Yanto yang sepertinya baru dari toilet itupun langsung duduk di kursi depan ibu Marni. Datang-datang dia memarahi ibu Marni yang sedang makan. Jika melihat dari fisik ibu Marni, kini dia terlihat lebih kurus dan sepertinya tertekan dan ketakutan.


" Iya Yanto, maaf."Seru ibu Marni dengan pelan.


Yanto hanya menanggapinya dengan senyuman kecut. Dia memainkan ponselnya sembari menunggu ibu Marni selesai makan. Sebenarnya dia sudah geram, ingin memarahi ibu Marni yang lemot. Namun dia urungkan karena di tempat umum, tidak mungkin dia memarahi ibu Marni. Yang ada justru dia sendiri yang akan malu dan jadi sasaran pengunjung yang lainnya.


" Mas, ibu sekarang kelihatan kurus ya? Padahal dia sedang hamil loh mas."Seru Ratu masih perduli dengan ibu Marni.


" Mungkin karena hamil muda dek, jadi dia tidak suka makan karena mual atau apalah itu. Kamu pasti lebih tahu dek, kamu kan juga sedang hamil."Jawab Arya lagi-lagi tidak bersemangat jika membahas ibu Marni.


Tidak mau membuat mood suaminya jelek, Ratu pun menyudahi membahas ibu Marni. Beruntung makanan yang mereka pesan sudah datang sehingga Ratu fokus dengan makanannya. Meskipun begitu, Ratu masih tetap penasaran dengan mantan ibu Mertuanya yang nampak kurus dan seperti ketakutan saat Yanto datang. Bahkan Yanto sempat membentaknya juga.

__ADS_1


Ibu Marni merasa ada orang yang memperhatikannya sehingga dia mencoba mendongakkan kepalanya untuk mencari tahu. Dan akhirnya mata Ratu dan ibu Marni saling beradu pandang. Ibu Marni nampak gugup, namun Ratu biasa saja dan sama sekali tidak gugup meskipun ketahuan memandangi mantan ibu mertuanya.


* Ratu dan Arya ada di cafe ini juga ? Si4l4n !! Pasti tadi mereka dengar saat Yanto membentakku? Hemm ini tidak boleh dibiarkan, mereka tidak boleh tahu jika Yanto sekarang memperlakukan ku dengan buruk. Agar mereka tidak menertawakan ku, mereka harus tahunya aku ini hidup bahagia dengan Yanto.*Gumam ibu Marni dalam hatinya.


" Yanto sayang, suapin dong. Anak kita lagi ingin makan disuapin sama papanya."Seru ibu Marni dengan manja.


" Marni, apa-apaan sih? Malu tahu kalau didengar sama pengunjung yang lainnya. Norak banget sih jadi nenek tua."Seru Yanto memelankan suaranya.


Huuufffftttt


Ibu Marni nampak cemberut dan membuang nafas dengan kasar. Sepertinya usaha untuk menunjukan kemesraan kepada Ratu gagal, sebab Yanto sudah tidak seromantis dulu.


Melihat ibu Marni yang cemberut, dan menurut Yanto itu menggemaskan. Akhirnya Yanto mengikuti kemauan ibu Marni untuk menyuapinya.


" Sudah jangan cemberut begitu, sini aku suapin biar cepat habis makanannya. Jadi sedari tadi makanannya belum habis itu karena kamu ingin disuapi? Kenapa tidak bilang dari tadi?."Seru Yanto bersikap lembut.


* Yess akhirnya Yanto bersikap lembut dan romantis lagi. Jika seperti ini aku bisa pamer kemesraan di depan Ratu dan Arya. Memangnya mereka saja yang bisa romantis dan bermesraan? Aku juga bisa keles.*Gumam ibu Marni dalam hatinya.


" Terima kasih sayang, pasti anak kita senang banget karena keinginannya dituruti papanya."Seru ibu Marni sambil melirik ke arah meja Ratu yang ada di samping kanannya dan hanya berjarak dua meja saja.


Sementara itu, Ratu dan Arya nampak biasa saja. Mereka sama sekali tidak perduli dengan kemesraan yang ditunjukan oleh ibu Marni. Apa lagi Arya, dia justru malu dengan kelakuan ibunya yang tidak punya rasa malu sama sekali bermesraan dengan pria yang lebih pantas menjadi anaknya.


* Kok aneh ya, tadi nampak seperti orang yang tertekan dan ketakutan. Dan dalam sekejap bisa seromantis itu dan yang bikin aneh, si Yanto juga kok jadi ikutan romanantis juga? Padahal tadi galak banget."Gumam Ratu dalam hatinya.


***********

__ADS_1


__ADS_2