Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tabungan untuk Serli


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Serli sudah siuman,akan tetapi dia tidak berhenti menangisi wajahnya yang sekarang cacat. Wajah yang dulu dia banggakan kini sudah tidak cantik lagi dan tentunya orang-orang pasti akan takut melihatnya. Tangisan Serli terdengar pilu dan menyesakkan, Bima dan Santo yang menemani Serli tidak bisa berbuat banyak. Mereka sudah mencoba menenangkan Serli akan tetapi Serli masih saja menangis.


Hikkss Hikkss Hikkss


Sudah 1 jam Serli menangis tiada henti, dia menangis karena wajah dan tangannya terasa teramat sakit dan juga menangisi wajahnya yang saat ini cacat. Tidak ada lagi yang bisa dia banggakan dan dia sombongkan.


Bima mencoba mendekati Serli untuk mencari tahu siapa sebenarnya pelaku yang sudah menyiram wajahnya. Pelaku itu harus mempertanggung jawabkan perbuatannya.


" Serli, bisa kamu ceritakan bagaimana awal kejadiannya sampai kamu bisa seperti ini?."Tanya Bima bicara dengan pelan agar Serli mau mendengarkannya dan menceritakan kronologi kejadian.


" Aku tidak tahu siapa orangnya mas, tiba-tiba orang itu ada di kamar ku. Aku yang memang saat itu baru bangun tidak seberapa memperhatikannya, dia yang pasti perempuan. Dia memakai masker, kaca mata hitam dan topi huhuuu ini sakit mas."Seru Serli menceritakan sambil terus menangis kesakitan.


" Sabar ya, ini semua juga karena ulahmu sendiri. Pasti orang itu sudah pernah kamu buat sakit hati dan dia sampai melakukan ini semua, coba kalau kamu itu mau mendengar ucapan kami dan mau berubah. Mungkin semua ini tidak akan pernah terjadi, Serli."Ucap Bima tidak luput menyalahkan adiknya juga.


Hhhuuuhhhh


Bima dibuat pusing dengan suara tangisan Serli yang tidal berhenti juga. Kalau bukan karena Serli saat ini sedang terluka, mungkin Bima sudah memarahinya. Tidak banyak yang bisa Bima lakukan untuk menolong adiknya itu, jika pun mau berobat keluar negeri tentunya banyak biaya yang harus di keluarkan.


Wajah Serli juga tidak akan kembali normal seperti dulu hanya saja bentuknya sedikit membaik.


" Bima, kamu pulanglah. Ini sudah jam 10 malam, besok kamu harus bekerja."Ucap pak Santo meminta Bima untuk pulang.


" Tapi pak,.."Seru Bima menjeda ucapannya karena pak Santo tetap memaksanya untuk pulang.

__ADS_1


" Pulanglah, kamu juga belum mandi. Biar bapak yang menemani Serli."Ucap pak Santo.


Bima tidak membantah ucapan pak Santo, akhirnya Bima pun keluar dari kamar rawat Serli. Dalam fikirannya, Bima menerka-nerka siapa yang sudah membuat Serli seperti itu.


" Apa mungkin Rani?."Ucap Bima pada dirinya sendiri.


Bima memacu kuda besi roda duanya menjelajah jalan, angin malam terasa lebih dingin menerpa tubuhnya. Bima sekarang memang sudah kembali tinggal di rumah pak Santo, disaat seperti ini dia teringat dengan ibunya. Ibu yang saat ini mendekam di penjara, ibu yang sudah lama tidak dia temui. Bima masih belum terima atas apa yang pernah dilakukan ibunya, dengan mudahnya dia berniat mencelakai Ratu dan akhirnya Serli yang kena.


" Bagaimana ya kabar ibu?."Tanya Bima pada dirinya sendiri.


" Sepertinya besok aku akan menemui ibu. Sudah lama aku tidak kesana, dua bulan ibu di penjara baru satu kali saja aku menemuinya. Ibu yang egois, ibu yang tidak pernah mendengarkan nasihat baik dari anaknya. Seandainya dia mau meminta maaf dan berjanji tidak akan mengulanginya lagi, pasti tidak akan selama ini dia mendekam di penjara."Ucap Bima terus bermonolog pada dirinya sendiri.


Motor Bima sudah memasuki pekarangan rumah. Bima pun menbuka pintu dan memasukkan motornya ke ruang tamu saja. Dia malas untuk membuka garasi samping rumahnya.


" Karina, bagaimana kabar Karina? Padahal aku ingin membicarakan masalah pernikahanku dan Karina dengan bapak. Akan tetapi justru Serli seperti ini. Huuff.. Sepertinya pernikahanku dan Karina harus kami tunda beberapa bulan lebih dulu."Ucap Bima lagi-lagi harus menunda pernikahannya dengan Karina.


Bima masuk kamar dan mengambil handuk yang tergantung di belakang pintu. Dia masuk kamar untuk menyegarkan tubuhnya yang seharian ini sangat lelah dan penat. Lelah di kantor dan lelah mengurusi masalah Serli.


*********


" Mas, bagaimana keadaan Serli? Mas sudah telepon bapak atau mas Bima?." Tanya Ratu saat mereka sedang sarapan.


Arya mengangguk, tanda mengiyakan ucapan Ratu jika dia sudah menghubungi pak Santo. Pagi tadi setelah sholat subuh, Arya menyempatkan untuk menelpon pak Santo menanyakan keadaan Serli.


" Serli harus operasi dek."Jawab Arya sambil meletakkan gelas nya yang susah kosong.


" Lalu apa yang bisa kita bantu mas?."Tanya Ratu lagi.


" Apa kamu tidak keberatan jika mas membantu biaya rumah sakit Serli, dek?."Tanya Arya meminta izin Ratu terlebih dahulu.


" Ya Allah mas Arya, aku tidak pernah keberatan. Mau mas sendiri yang menanggungnya aku pun tidak keberatan. Saat seperti ini memang Serli sangat membutuhkan kita."Jawab Ratu.

__ADS_1


Arya bersyukur mempunyai istri seperti Ratu. Padahal keluarganya selalu memusuhinya, akan tetapi Ratu masih saja bersikap baik dan mau menolong keluarganya. Akan tetapi kesalahan ibu Marni yang sampai sekarang belum bisa Arya maafkan, meskipun Ratu sudah memintanya untuk mencabut laporannya.


" Tidak dek, ternyata Serli ada jaminan kesehatan. Tapi untuk biaya rumah sakit tidak di cover semuanya, obat pun kemungkinan ada beberapa yang kita beli dengan biaya sendiri, atau mungkin justru sebaliknya."Ucap Arya menjelaskan.


" Ohh begitu. Hemm... Kira-kira siapa ya mas orang yang sudah sengaja mencelakai Serli. Tega benar dia sampai menyiramkan Serli dengan air k3r4s begitu."Seru Ratu prihatin dengan keadaan adik iparnya.


Tidak ada jawaban dari Arya, hanya gerakan gelengan kepala saja. Karena memang dia tidak tahu siapa pelakunya, mau menerka-nerka juga percuma.


Setelah sarapan selesai, Arya dan Ratu berangkat bersama. Arya mengantarkan Ratu ke butik lebih dulu baru dia akan menjenguk keadaan Serli sebelum dia ke kantor dan sibuk dengan pekerjaan kantor.


Ratu pun sampai di butiknya, setelah berpamitan dia turun dari mobil. Arya melaju menuju rumah sakit. Tidak membutuhkan waktu lama, mobil yang dikendarai Arya sudah sampai di rumah sakit.


" Serli, bagaimana keadaan mu?."Tanya Arya menghampiri Serli.


" Mas bisa lihat sendiri. Tanpa aku jawab pun mas Arya sudah tahu bagaimana keadaanku."Jawab Serli dengan nada ketus.


" Sudah seperti ini masih saja ketus saat bicara. Memang jika sudah seperti ini kamu bisa mengurus semuanya sendiri? Jangan selalu merasa dirimu paling benar, Serli. Jika bukan keluargamu, siapa lagi yang akan membantumu? Mana pria-pria kamu yang selalu kamu banggakan itu? Apa mereka ada datang kesini?." Tanya Arya secara beruntun.


Degghh..


Apa yang dikatakan Arya ada benarnya juga. Yanto yang berstatus pacarnya saja dari semalam dihubungi tidak bisa dan pria lain yang dekat dengannya pun tidak ada satupun yang datang untuk melihat keadaannya. Jangankan para teman prianya, teman-teman wanita nya saja mengabaikan teleponnya.


" Kapan Serli operasi pak?." Tanya Arya beralih memandang pak Santo yang duduk di sofa kecil yang ada di kamar rawat Serli.


" Nanti malam, tapi untuk biaya operasi kita tanggung sendiri. Hanya obat-obatannya saja yang di tanggung oleh jaminan kesehatan. Biaya mahal Arya, dan itupun tidak menjamin wajah Serli mulus lagi. Kemungkinan hanya membuat wajah Serli tidak semengerikan seperti sekarang. Nanti juga mau cek mata, biasanya mata juga terpapar."Ucap pak Santo menjelaskan.


" Arya akan bantu biaya rumah sakitnya Serli pak, bapak tidak perlu pusing memikirkannya."Ucap Arya.


" Bapak ada uang Arya, uang itu memang bapak kumpulkan dari 10 tahun yang lalu. Sebagai anak perempuan satu-satunya tentunya bapak ingin Serli hidup lebih baik. Uang itu yang akan bapak gunakan untuk biaya rumah sakit Serli, tadinya akan bapak belikan rumah untuk Serli. Tapi sepertinya tidak jadi."Ucap pak Santo diam-diam dia punya tabungan untuk Serli.


* Ternyata diam-diam bapak punya tabungan untuk Serli. Pasti tabungan itu bapak rahasiakan dari ibu. Bapak pasti ingin Serli hidup bahagia, semoga setelah ini Serli bisa merubah sikapnya dan bisa menjadi pribadi yang lebih baik.*Gumam Arya dalam hatinya.

__ADS_1


*************


__ADS_2