
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Persiapan kamar calon anak kembar Arya dan Ratu sudah beres. Barang-barang yang mereka beli juga sudah tertata dengan rapi di kamar. Tinggal menunggu si baby nya launching saja. Orang tua Ratu sendiri akan datang dalam waktu dekat, mereka ingin menemani Ratu saat lahiran nanti.
Hari ini, Arya libur dan dia memilih menghabiskab waktunya bersama Ratu. Arya hampir tidak pernah yang namanya nongkrong dengan teman-temannya. Dia lebih suka pulang kerja langsung pulang dan menemani istrinya. Jika ada acara tertentu baru dia akan keluar dan bertemu dengan teman-temannya.
Kerjasama dengan Agung pun tetap berjalan dengan baik. Semenjak Agung tahu jika Ratu istry Arya, dia sudah tidak pernah lagi mengganggu Ratu dengan mengirimkan pesan singkat secara beruntun. Sepertinya dia benar-benar malu dengan Ratu, siapa sangka wanita yang dari dulu suka dia ganggu ternyata anak dari pengusaha kaya raya.
" Dek, bapak sama yang lainnya mau datang jam berapa?."Tanya Arya menghampiri Ratu yang baru saja keluar dari dapur.
" Kata Serli semalam sih mereka berangkat sekitar jam 10 mas. Nanti mau bareng sama mas Bima sekalian, oh iya mas. Tolong mas ke supermarket ya, beli buah-buahan. Soalnya stok buah-buahan di kulkas susah habis, Mas tahu sendirikan kalau ibu hamil ini paling tidak bisa kalau tidak makan buah. Mau minta tolong bik Siti, bik Siti lagi sibuk memasak di dapur."Ucap Ratu meminta tolong Arya untuk beli buah-buahan.
Keluarga pak Santo memang mau datang dan makan siang di rumah Ratu. Mereka memang menjadwalkan tiap akhir pekan berkumpul meskipun hanya sekedar makan siang ataupun kumpul bersama saja. Apalagi saat Ratu sudah hamil besar, rumah Ratu selalu menjadi tempat perkumpulan mereka.
" Ok istriku sayang."Jawab Arya sambil mengacungkan jempol tangan kanannya.
" Beli mangga, apel, anggur, dan alpukat ya mas. Tambahin buah yang lainnya juga tidak apa-apa."Seru Ratu lagi memberitahu Arya buah apa saja yang harus dibeli suaminya.
Setelah tahu buah apa saja yang harus dia beli, Arya pun mengeluarkan mobil dari garasi dan bergegas pergi ke supermarket terdekat. Ratu meminta Arya beli buah di supermarket karena supermarket letaknya lebih dekat dari perumahannya. Jika harus ke toko buah, letaknya lebih jauh dan akan memakan waktu yang lumayan lama.
__ADS_1
" Mbak Ratu itu ikannya tadi mau dimasak apa ya? Bik Siti lupa."Tanya bik Siti sambil senyum-senyum.
" Oh ikan baungnya di masak pindang saja bik. Maaf ya bik aku tidak bisa bantuin bibik masak lagi, perutku semakin membuat aku susah bergerak."Seru Ratu merasa tidak enak hati dengan bik Siti.
" Apaan sih mbak Ratu ini, pakai minta maaf segala. Urusan memasak memang sudah urusan bik Siti, mbak Ratu duduk manis saja. Mbak sudah tidak boleh kecapean kan? Lagian yang di masak juga tidak banyak, cuma 5 macam saja itu kecil bagi bibik. Ya sudah kalau begitu bibik ke dapur lagi ya Mbak."Seru bik Siti dengan sopan.
" Iya bik."Jawab Ratu singkat.
Ratu duduk di ruang keluarga sembari menunggu tamunya datang. Sekarang baru jam setengah 10 pagi, Ratu merasa lelah duduk sehingga dia merebahkan tubuhnya di sofa. Tidak menunggu lama, terdengar dengkuran halus Ratu.
Arya pulang dari supermarket dengan menenteng barang belanjaan yang tadi diminta oleh istrinya. Dia tersenyum halus saat melihat Ratu tertidur di sofa. Ibu hamil itu akhir-akhir ini memang suka mengantuk, dimana tempat dia bisa tidur dengan pulas.
" Bik, ini buah-buahannya tolong di masukkan kulkas ya. Oh iya, itu istri saya sudah lama tidurnya?."Seru Arya sopan.
" Iya bik. Oh iya bik, kalau bibik kerepotan bibik bisa cari 1 pekerja lagi yang bisa bantuin pekerjaan bibik. Apa lagi sebentar lagi istri saya melahirkan, pasti dia tidak bisa bantu mengurus rumah lagi karena sudah ada anak kembar kami. Arya tidak mau bibik terlalu lelah kalau cuma sendirian."Ucap Arya meminta bik Siti untuk mencari pekerja lagi.
" Iya pak Arya. Tapi untuk sekarang bibik masih bisa kok sendirian, nanti kalau memang bibik kerepotan bibik akan bilang pak Arya atau mbak Ratu. Baru deh nanti cari 1 pekerja lagi."Jawab bik Siti.
Ratu sendiri sudah pernah bicara sama bik Siti soal menambah 1 Art lagi. Namun bik Siti belum mau, karena dia masih sanggup untuk bekerja sendirian. Untuk bersih-bersih luar rumah juga ada tukang kebun sendiri yang membersihkan. Bik Siti hanya beres - beres bagian dalam rumah, memasak, mencuci dan menyetrika saja.
******
Hubungan Yanto dan ibu Marni semakin hambar, Yanto memperlakukan ibu Marni dengan kasar. Bahkan Yanto tidak segan-segan memukul dan menghajar ibu Marni jika ibu Marni tidak menurut dengannya.
" Yanto tolong sudah jangan terima pelanggan lagi, aku sudah tidak sanggup. Perutku sakit sekali Yanto, apa kamu lupa jika aku ini sedang hamil. Lagian tadi malam aku sudah melayani 2 orang dan pagi ini juga sudah 1 orang. Tolong biarkan aku istirahat, aku capek dan badanku pegal-pegal semua Yanto. Kalau aku sakit bagaimana?."Seru ibu Marni memohon kepada Yanto.
__ADS_1
Yanto benar-benar menjadikan ibu Marni mesin uangnya. Pagi siang malam ibu Marni dipaksa untuk tetap bekerja menghasilkan pundi-pundi rupiah untuk Yanto. Meskipun ibu Marni mendapat bagian, tapi bagian ibu Marni sangatlah sedikit.
Yanto memasang tarif 10 juta untuk bisa memakai jasa ibu Marni, dan ibu Marni hanya di berikan bagian 1 juta saja. Ibu Marni tidak bisa berbuat banyak, dia mengikuti apa kata Yanto saja. Jika dia berontak atau mencoba untuk menjauhi Yanto, Yanto akan menghajar ibu Marni.
" Jangan manja kamu, Marni !! Lagi pula kamu juga dapat uang kan? Uang itu bisa kamu gunakan untuk memenuhi kebutuhan kamu. Lumayan kan kalau sehari 4 orang kamu bisa dapat uang 4 juta, zaman sekarang siapa yang mau memberi uang 4 juta secara cuma-cuma."Ucap Yanto mengeraskan suaranya.
" Cuma-cuma ? Kamu bilang aku mendapatkan uang secara cuma-cuma ? Heehh Yanto !! Aku itu harus melayani pria hidung belang baru kamu memberi ku uang. Selama 2 jam hanya kamu kasih 1juta, kamu bilang cuma-cuma? Dasar sudah tidak waras kamu, Yanto. Gara-gara kamu hidupku seperti ini."Seru Ibu Marni membantah ucapan Yanto.
Plaakk
Plaakk
Yanto menampar pipi ibu Marni dengan kuat, dia paling tidak suka ucapannya dibantah. Dan dia juga tidak suka ada orang yang bicara dengan kasar kepadanya.
" Jangan kurangajar kamu Marni !! Kalau bukan karena aku, mungkin sekarang kamu sudah hidup di pinggir jalan. Kamu sudah jadi gelandangan. Kalau bukan di rumah ku, kamu mau tinggal dimana? Anak-anak mu saja sudah tidak mau dengan mu."Seru Yanto dengan kasar.
Hiikkss Hiikksss
Ibu Marni hanya bisa menangis, setiap kali dia melawan Yanto. Yanto selalu memukulnya dan melakukan kekerasan. Dia sudah tidak sanggup lagi hidup dengan Yanto, tapi jika bukan dengan Yanto, dia mau kemana lagi ? Ibu Marni tidak punya arah dan tujuan, sehingga mau tidak mau dia mengikuti perintah Yanto meskipun dia lakukan dengan cara terpaksa.
" Jangan cuma menangis saja kamu. Sana mandi dan istirahatlah. Aku berbaik hati memberikan kamu waktu istirahat, ini masih jam 10. Jam 12 nanti kamu ada tamu, layani dia dengan baik. Dan nanti sore juga ada 1 pelanggan, dan malam ada Darman yang ingin memakaimu."Seru Yanto tanpa ada ibanya sama sekali.
Ibu Marni hanya bisa mengangguk dengan pasrah, dia tidak bisa membantah. Jika membantah Yanto pasti akan memukulnya lagi. Bahkan sekarang ibu Marni sudah tidak pernah memeriksakan kandungannya. Padahal dokter menyarankan minimal 2 minggu sekali ibu Marni harus memeriksakan kandungannya mengingat usianya yang sudah tidak muda lagi.
****************
__ADS_1