Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Bima tahu soal Arya


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


Ratu dan Arya sudah menjelaskan siapa Ratu sebenarnya. Pak Santo tidak pernah menyangka jika wanita yang di nikahi oleh anak nya adalah anak orang kaya. Namun meskipun Ratu terlahir dari orang kaya, tidak pernah menyombongkan harta yang dimiliki oleh orang tuanya.


Pak Santo juga baru tahu jika sekarang Arya sudah menjadi seorang di rektur di perusahaan cabang milik mertuanya.


" Alhamdulillah, bapak ikut senang jika sekarang kalian sudah nyaman dan tenang tinggal disini. Bapak minta rahasiakan semua ini dari ibumu dan yang lainnya, bapak tidak mau mereka datang dan mengganggu kebahagiaan kalian. Semua ini milik istri kamu, mereka tidak berhak ikut menikmatinya kecuali memang Ratu yang mau berbagi sama mereka."Ucap pak Santo menasehati Arya.


" Iya pak. Arya juga masih merahasiakan semua ini dari Ibu dan yang lainnya. Mas Bima sendiri belum tahu jika aku menjadi direktur di perusahaan tempatnya bekerja. Mungkin jika mas Bima tahu, ibu juga akan tahu."Ucap Arya.


Ratu datang dan memanggil keduanya untuk makan siang, saat ini sudah jam 1 siang. Makan siang yang sedikit terlambat karena tadi mereka menjelaskan terlebih dahulu kepada pak Santo agar tidak penasaran lagi.


" Maaf ya pak, mas. Makan siangnya sedikit terlambat, dan hanya ini yang bisa ratu siapkan."Ucap Ratu merasa tidak enak dengan bapak mertuanya.


Menu makan siang hari ini Ratu memasak sop ayam, perkedel kentang daging dan goreng ikan tongkol dan lengkap dengan kerupuk serta sambal terasi.


" Ratu , ini sudah lebih dari cukup. Padahal 1 menu saja sudah cukup. Oh iya, untuk besok kamu tidak perlu mengantarkan makan siang untuk bapak. Biar bapak makan di rumah atau beli saja."Ucap pak Santo tidak mau merepotkan menantunya.


" Maksud bapak bagaimana?." Tanya Arya yang memang tidak tahu apa-apa.


" Apa kamu tidak tahu, Arya. Semenjak kalian pindah, setiap makan siang selalu ada ojol yang datang mengantarkan makanan. Awalnya bapak tidak tahu makanan itu dari siapa, tapi saat bapak memakan makanan itu bapak langsung tahu kalau itu masakan Ratu dan pasti Ratu yang sudah mengirim makanan itu."Ucap pak Santo menjelaskan.


Arya beralih memandang Ratu, senyum Ratu juga menyakinkan kebenaran yang dikatakan pak Santo. Arya terenyuh dan terharu dengan sikap penyayangnya Ratu, semakin beruntung Arya mempunyai istri sebaik Ratu.


" Terima kasih, Dek. Aku tidak tahu hal apa yang aku lakukan sampai Allah mengirimkan jodoh sebaik kamu. Aku sangat bersyukur mempunyai istri sebaik kamu, dek."Ucap Arya dengan mata yang berkaca-kaca.

__ADS_1


" Sama-sama mas, aku hanya menjalankan kewajibanku untuk berbakti kepada mertua. Bapak sudah aku anggap bapakku sendiri mas, sudah jangan begini malu dilihat bapak. Lanjutkan makannya."Seru Ratu sambil melepas genggaman tangan Arya.


" Pak, Ratu merasa senang jika bapak mau menerima makanan dari Ratu. Ratu sama sekali tidak di repotkan pak. Jadi bapak tidak boleh menolak apapun yang Ratu kirim untuk bapak."Ucap Ratu bicara dengan ramah dan lembut.


Pak Santo tidak mau membuat sang menantu bersedih. Akhirnya dia pun tetap mengizinkan Ratu untuk mengirim makan siang untuknya. Acara makan siang pun berlanjut, dan tidak menunggu lama mereka pun selesai makan. Arya harus kembali ke kantor karena masih banyak pekerjaan yang harus dia selesaikan.


" Bapak istirahat saja dulu di kamar, Ratu sudah menyiapkan kamar untuk bapak."Ucap Ratu meminta pak Santo untuk istirahat.


" Iya nak. Oh iya, rumah sebesar ini kenapa kamu tidak cari orang untuk membantu kamu beres-beres. Kalau kamu sendiri nanti kamu kelelahan, dengan adanya pembantu kamu juga masih tetap bisa mengurus rumah dan suami kamu. Bapak tidak mau kamu itu kelelahan terus sakit."Ucap pak Santo menunjukan perhatiannya.


" Iya pak. Ratu juga sudah berfikir untuk mencari ART untuk membantu Ratu. Oh iya, bapak menginap saja ya di sini?."Tanya Ratu dengan serius.


" Emm apa boleh?." Tanya pak Santo ragu.


" Boleh dong pak."Jawab Ratu singkat.


Pak Santo akhirnya memutuskan untuk menginap di rumah Ratu. Pak Santo juga ingin tahu bagaimana reaksi istri dan anaknya saat dia tidak pulang kerumah.


*******


" Arya, kamu ngapain di ruangan pak direktur?."Tanya Bima dengan wajah keheranan.


Deggghhh


Mas Bima? Arya benar-benar gugup dan salah tingkah, akhirnya Bima juga bisa tahu kalau saat ini Arya sudah menjadi direktur.


" Mas Bima."Seru Arya kaget.


" Kamu kemana saja? Aku kira kamu itu pindah kerja, sebab setiap kali aku lewat devisi kamu. Kamunya tidak ada, memangnya kamu pindah kerja? Tapi ini kok ada disini?."Tanya Bima dengan mata memandangi Arya dari atas sampai bawah.


Penampilan Arya sangat beda jauh, meskipun tidak memakai jas. Untuk pakaian dan sepatu yang dia kenakan semuanya baru dan barang mahal. Bima benar-benar takjub dengan barang-barang yang melekat di tubuh Arya.

__ADS_1


" Arya tidak kemana-mana mas, tetap ada di perusahaan ini saja. Oh iya mas ada perlu apa sampai ada di depan ruangan direktur?."Tanya Arya.


" Oh ini mau menyerahkan laporan ini sama pak direktur. Kira-kira beliu ada tidak ya?." Tanya Bima.


" Ada, mari masuk mas."Ajak Arya tanpa basa-basi lagi.


Tanpa berfikir panjang Bima pun langsung ikut Arya masuk. Bima mengira jika Arya juga ingin menemui sang direktur. Namun siapa sangka jika Arya sendirilah yang saat ini menjadi direktur di perusahaan tempat dia bekerja.


Setelah sampai dalam, Arya duduk di kursi kebesarannya dan mempersilahkan Bima duduk di kursi yang ada di seberangnya.


" Ini maksudnya bagaimana? Kenapa kamu duduk di kursi direktur?."Tanya Bima masih bingung.


" Mas Bima tidak usah bingung. Mas duduk saja dan baca ini, aku tidak bisa terus-terusan merahasiakan ini karena cepat atau lambat mas Bima juga akan tahu."Ucap Arya santai namun tegas.


Bima duduk di kursi seberang meja kerja Arya, lalu dia membaca papan nama yang ada di atas meja.


" Jadi kamu ini direktur baru itu? Direktur yang menggantikan pak Heru? Wah hebat kamu Arya, aku tidak menyangka jika kamu yang menggantikan pak Heru. Jadi kamu sekarang sudah naik jabatan, baguslah kamu memang pantas kok. Apa ibu tahu soal ini?."Tanya Bima.


" Ibu tidak tahu."Jawab Arya singkat dan jelas.


Bima tahu betul kenapa Arya masih merahasiakan itu semua dengan ibunya. Selain memang bukan ibu kandungnya, Arya pasti tidak mau dituntut lebih oleh ibunya.


" Oh ibu belum tahu. Nasib kamu bagus banget ya, setelah keluar dari rumah kamu langsung menjadi direktur. Aku salut sama kamu, Arya."Seru Bima mengacungkan jempol tangan kanannya.


Arya hanya tersenyum saja, lalu dia memeriksa laporan yang tadi di bawa Bima. Arya sudah tidak ambil pusing jika Bima akan memberitahu ibunya, lagi pula apa yang perlu di pusingkan. Harta dan kedudukan yang dia miliki semuanya milik Ratu. Jadi keluarganya tidak berhak untuk menuntut apa yang dimiliki Ratu.


" Ibu selalu menanyakan kabarmu , Arya. Sepertinya ibu menyesal sudah mengusir Ratu, jika kamu ada waktu kamu datanglah kerumah dan jenguk ibu."Seru Bima.


" Dia bukan ibuku. Dia itu ibu kandung mas Bima, dan anggap saja bakti ku selama ini sebagai balas budi karena dia sudah mengurusku. Yah walaupun mengurus hanya 4 tahun saja, sisanya aku ditelantarkan dan dibiarkan karena Serli sudah lahir."Ucapan Arya membuat pilu hatinya.


" Emm.. Maaf. Ya sudah, kalau begitu aku mau kembali ke tempat kerja ku lagi. Kamu tenang saja, aku tidak akan memberitahu ibu soal jabatan baru mu. Tapi untuk seterusnya aku tidak tahu, permisi."Seru Bima lalu keluar dari ruangan Arya.

__ADS_1


Arya hanya mengangguk saja, mood nya tiba-tiba jelek karena dia mengingat perlakuan buruk ibu Marni. Semenjak ibu Marni hamil Serli sudah tidak memperhatikan Arya lagi, apalagi saat Serli lahir ibu Marni sudah tidak menghiraukan Arya. Yang dia pedulikan hanya Bima dan Serli, anak kandungnya sendiri.


**********


__ADS_2