Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Tiba-tiba melamar


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


" Apa? Melamar ?."Seru Rani terperanjat kaget.


Bagaimana Rani tidak kaget jika tiba-tiba Agung dan kedua orang tuanya datang untuk melamarnya. Sebelum Agung sama sekali tidak ada ucapan apapun, hanya ancaman saat mengirimi Rani pesan dan itupun Rani anggap sebagai candaan.


Namun seminggu kemudian Agung datang bersama kedua orang tuanya. Dan menyampaikan niatnya akan melamar Rani kepada ibu Darti.


" Kamu jangan main-main, Agung. Kita ini tidak ada hubungan apa-apa, kita bertemupun cuma dua kali masa iya kamu mau melamarku. Jangan bercanda kamu, Agung."Ucap Rani tidak percaya jika Agung memang bersungguh-sungguh dan tulus mencintai Rani dan akan menerima apapun keadaan Rani.


Kedua orang tua Agung tidak mempermasalahkan status jandanya Rani. Bagi mereka yang terpenting Agung menikah dan hidup bahagia dengan pasangannya. Agung termasuk pria yang nekat, tanpa memberitahu Rani dia datang untuk melamar.


" Aku serius Rani. Mana mungkin aku main-main sampai bawa kedua orang tuaku begini. Aku sudah jatuh cinta sama kamu saat aku mengantarkan kamu pulang beberapa bulan yang lalu. Apa kamu tidak ada perasaan sedikitpun untukku? Apa kamu akan menolak lamaranku? Jika saat ini kamu belum bisa mencintaiku, aku yakin saat kita sudah bersama nanti kamu akan bisa mencintaiku. Aku akan membuat kamu mencintai ku."Ucap Agung dengan percaya diri.


* Idihhh kok dia percaya diri banget sih, apa dia fikir aku ini mau gitu menerima dia. Aku hanya tidak mau suatu saat aku dan anakku akan mengalami kejadian saat aku bersama Yanto. Aku takut untuk menikah, tapi mau sampai kapan aku sendiri?.* Gumam Rani dalam hatinya.


Ibu Darti tidak bisa memaksa Rani untuk bisa menerima lamaran Agung dan kedua orang tuanya. Dia menyerahkan semuanya kepada Rani, sebab Rani lah yang akan menjalani kehidupannya. Dari lubuh hatinya, ibu Darti juga berharap jika Rani bisa menerima lamaran Agung agar Rani dan Tegar hidupnya lebih terjamin lagi. Dan agar Tegar mendapatkan kasih sayang dari seorang ayah, meskipun hanya dari ayah tiri. Begitupun dengan Andi, dia hanya diam menyimak pembicaraan saja dan menyerahkan semuanya kepada kakaknya, Rani.


" Nak Rani, kami berdua sama sekali tidak mempermasalahkan status mu. Bagi kami, yang penting Agung bisa bahagia dengan wanita pilihannya. Apakah nak Rani mau menerima lamaran kami?."Ucap ibu Ratna, ibu dari Agung.


Hhhuuuhhh


Rani membuang nafasnya dengan berat, dia belum bisa memastikan apapun. Dia juga belum bisa menjawab lamaran dari Agung dan orang tuanya. Semua ini terlalu cepat bagi Rani, mengingat sebelumnya tidak ada hubungan yang spesial antara Agung dan dirinya.


" Ran, semua ibu serahkan sama kamu. Kamu sudah dewasa, pasti kamu tahu mana yang terbaik untuk kamu dan anak kamu. Perlu kamu ingat, Tegar butuh sosok seorang Ayah."Ucap ibu Darti membuat Rani kembali berfikir dengan hati.


Rani masih terus memikirkan jawaban apa yang harus dia berikan. Selama ini Agung memang sudah baik dengan nya, dan dia juga terlihat dekat dan menyayangi Tegar. Tapi rasa takut dan trauma masih saja menghantuinya, terlebih Agung orang kaya dan berada.

__ADS_1


" Ran, aku butuh jawabanmu. Apapun jawaban mu, aku mau mendengarnya sekarang."Ucap Agung sedikit memaksa.


* Kok maksa banget sih orang ini.*Gumam Rani merasa kesal dengan Agung yang pemaksa dan tidak sabaran.


Bismillah...


Rani mencoba menyakinkan dirinya, dengan mengucap bismillah dia pun memberikan jawaban atas lamaran Agung.


" Apa kamu siap menikah dengan Janda beranak satu? Apa kamu siap menjadi ayah sambung bagi anakku, dan siap menerima anakku seperti anakmu sendiri?."Tanya Rani ingin lebih menyakinkan dirinya lagi.


" Aku siap dan aku akan menjadi ayah yang baik dan bertanggung jawab untuk Tegar."Jawab Agung penuh keyakinan.


" Aku.. aaa.. Aku, menerima lamaranmu."Jawab Rani terbata-bata sambil menundukkan kepalanya.


Alhamdulillah..


Semua orang mengucapkan rasa syukur, Agung terlihat bahagia dengan jawaban yang diberikan oleh Rani. Sesuai dengan harapannya sebelum dia berangkat ke rumah Rani.


Sebenarnya dari segi umur, antara Rani dan Agung lebih tua Rani 2 tahun. Namun Agung tidak mempermasalahkan itu semua, cinta sudah membuatnya menerima segala kekurangan dan kelebihan wanita yang menjadi pilihannya.


" Aku pegang janji kamu, Agung. Tolong jangan buat aku kecewa dan bersedih."Ucapan Rani sangat menyentuh hati Agung.


" Insya Allah, kamu bisa pegang janjiku."Jawab Agung dengan tegas.


" Sekarang lebih baik kita membicarakan tanggal dan hari pernikahannya saja. Lebih cepat lebih baik, niat baik jangan di tunda-tunda."Seru ibu Ratna dengan serius.


Rani nampak tersenyum tipis sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal. Tidak percaya saja jika calon ibu mertuanya bisa seantusius itu menginginkan pernikahan Rani dan Agung. Sepertinya calon ibu mertuanya wanita yang baik dan penyayang.


" Soal itu, Agung serahkan sama para orang tua saja. Yang penting jangan lama-lama, kalau bisa besok lusa juga Rani sudah aku nikahi."Seru Agung sudah tidak sabar menjadikan Rani istrinya.


Buugghhhh


Pak Tirta memukul lengan Agung, sampai semua orang memandang ke arah pak Tirta. Pak Tirta sendiri tidak habis fikir dengan anaknya, memang mengurus surat-surat pernikahan itu gampang. Seperti tinggal membalikkan telapak tangan saja.

__ADS_1


" Kamu itu sabar dulu, kamu kira mengurus surat-suratnya itu gampang. Kalau kamu mau menikah siri iya gampang, tidak perlu urus ini itu. Tinggal panggil penghulu atau pak ustadz saja bisa langsung menikah. Tapi papa tidak mau seperti itu, kamu harus menikahi Rani sah secara agama dan negara."Ucap pak Tirta memarahi Agung.


" Heheee.. Papa ini apaan sih, bercanda dikit dong pa."Jawab Agung sambil tertawa kecil.


" Papa sudah putuskan, jika kalian akan menikah 2 bulan lagi, tanggal 15 hari Sabtu. Terserah mau di kota apa di kampung ini juga tidak apa-apa. Dimana saja tidak masalah, yang penting hikmat dan sahnya."Ucap pak Tirta yang ternyata sudah mempunyai ketentuan sendiri.


" Pa, kok papa tentukan sendiri begitu sih? Ini yang menikah Rani sama Agung pa, pihaknya Rani belum tentu setuju dengan pilihan papa."Ucap ibu Ratna merasa tidak enak dengan ibu Darti dan Andi selaku adik Rani.


Ibu Darti, Rani dan Andi saling beradu pandangan. Dan Rani pun menganggukkan kepalanya tanda dia setuju dengan pilihan hari dan tanggal dari calon papa mertuanya.


" Insya Allah kami setuju pak, bu."Jawab ibu Darti mewakili Rani dan Andi.


" Alhamdulillah kalu ibu dan Andi setuju. Kalau begitu kami juga lega, jadi kita mulai persiapkan dari sekarang. Biar semua surat menyurat di urus sama Agung, dan acaranya akan diadakan di kampung ini saja. Tapi Rani tidak boleh menolak ya, kalau pestanya akan kami buat mewah dan meriah."Ucap ibu Ratna yang dari dulu memang menginginkan pesta yang mewah dan meriah untuk pernikahan Agung.


Rani mengangguk paham, dia mengikuti apa saja yang di ucapkan oleh calon mertuanya.


Sebelumnya Agung sudah mencari tahu soal Rani, Agung juga sudah tahu jika anak yang dikandung Rani bukan anak dari mantan suaminya, melainkan anak dari pria selingkuhan Rani. Agung juga tahu nama mantan suami Rani, tapi tidak tahu detail siapa itu Bima.


Agung juga sudah mengetahui soal rumah orang tua Rani yang di sita rentenir. Agung sudah punya Rencana untuk membeli kembali rumah itu untuk ibu Darti dan akan memindahkan warung ke rumah itu saja.


" Apa boleh ibu menggendong cucu ibu." Ucap Ibu Ratna meminta izin lebih dulu.


" Boleh bu."Jawab Rani singkat.


" Panggilnya kok bu sih Ma. Dibiasakan panggil mama gitu loh seperti Agung."Protes Agung.


" Oh iya. Rani, panggilnya mama ya seperti Agung memanggil mama."Ucap ibu Ratna.


" Iya Ma."Jawab Rani sambil menganggukkan kepalanya.


* Semoga ini jalan terbaikku untuk memberi kebahagiaan untuk Tegar.*Gumam Rani dalam hati.


************

__ADS_1


__ADS_2