Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Kunjungan tetangga baru


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Tok


Tok


Tok


Rani, Agung dan Tegar datang ke rumah Ratu untuk memperkenalkan diri mereka sebagai tetangga barunya. Mereka datang setelah sholat magrib, sebelumnya mereka juga tidak memberitahu Ratu maupun Arya jika mereka hendak datang apa lagi sudah menjadi tetangga baru. Rani sengaja merahasiakannya agar Ratu terkejut dengan kedatangannya.


Ceklleeekkkk


Pintu terbuka, dan Arya yang membukakan pintu untuk tamunya. Arya sendiri kaget dengan kedatangan Agung beserta anak istrinya yang secara tiba-tiba.


" Loh mbak Rani, Agung ? Kok datang tidak bilang-bilang sih, mari masuk."Seru Arya menyambut kedatangan Agung dan keluarga kecilnya.


" Terima kasih. Sengaja datang tidak berkabar, untuk kejutan Ratu. Ehh malah yang bukain pintu bukan Ratu, tapi tidak apa-apa juga kok. Oh iya ini ada sedikit makanan dan kue, ini olahan tangan saya sendiri loh."Seru Rani mengulurkan kotak kue dan rantang susun kepada Arya.


" Mbak Rani repot-repot, oh iya Ratu masih ada di dapur lagi bantuin bik siti menyiapkan makan malam. Kok aku tidak dengar suara mobil kalian ya? Kalian tidak jalan kaki kan?."Tanya Arya sambil terkekeh.


Pasalnya Arya tadi sedang duduk di ruang tamu, namun dia tidak mendengar suara mobil Agung. Sehingga dia pun menanyakan keberadaan mobil Agung.


" Siapa yang datang? Loh, mbak Rani sama kak Agung? Datang kok tidak berkabar sih, tahu gitu kan aku siapin makan malam."Seru Ratu juga kaget dengan kedatangan Rani dan Agung.


Rani dan Ratu berpelukan dan cipika cipiki, sedangkan dengan Agung, Ratu hanya menjabat tangannya saja. Tegar ada dalam gendongan Agung, dan sedang memegang mainannya.

__ADS_1


" Kejutan dong, kalau bilang dulu tidak kejutan. Tidak perlu menyambut kami dengan wah, sebab nantinya kami juga akan sering datang ke sini. Terutama aku, aku pasti akan sering-sering main ke rumah kamu sebab sekarang aku ini sudah menjadi tetangga kamu."Seru Rani memberitahu Ratu jika dia tetangga barunya.


Haahhhh...


Ratu pun langsung teringat ucapan pak sopir tadi pagi, jika rumah di sampingnya sudah ditempati dan sekarang mereka punya tetangga baru. Dan ternyata tetangga barunya itu Agung dan Rani serta Tegar.


" Jadi mbak Rani dan Agung yang menempati rumah di samping rumah ku? Wahh kalau begini jadi asik dong, punya tetangga baru."Ucap Ratu ikut senang dengan kepindahan Rani dan Agung.


" Alhamdulillah kita jadi tetangga. Oh iya, kamu tidak perlu masak ini itu, ini tadi aku sudah memasak untuk aku bawa ke sini sebagai salam perkenalan tetangga baru. Makan malam nya pakai makanan yang aku bawa saja ya, tapi maaf kalau tidak seenak masakan kamu."Ucap Rani sambil senyum-senyum malu.


Rani membawa masakan cukup banyak, ada ikan bumbu acar kuning, tumis brokoli daging, sop ayam dan sambal goreng teri. Semua itu Rani masak sendiri, Art nya hanya membantu menyiapkan bahan - bahan nya saja. Rani memang belum seberapa mahir memasak, akan tetapi dia yakin jika masakannya itu pasti enak dan masih bisa diterima lidah orang lain.


" Terima kasih ya mbak. Baiklah, kalau begitu yuk kita siapkan makan malam nya sama-sama. Tegar biar sama kak Agung saja."Ucap Ratu mengajak Rani bergabung menyiapkan makan malam.


Rani dan Ratu kini sudah berpindah tempat, mereka menyiapkan makan malam. Makanan yang tadi di bawa Rani sudah tertata dengan rapi di atas meja, sedangkan bik Siti sendiri baru memasak udang balado dan tempe goreng tepung.


" Beruntung tadi bibik memang cuma memasak menu yang cepat saja, kebetulan memang aku juga lupa belanja bulanan dan lupa kasih uang belanja sayuran, ehh tidak tahunya mau dapat rezeki dari mbak Rani."Ucap Ratu sambil tertawa kecil.


" Mbak, emm bagaimana rasanya menjadi nyonya Agung? Pasti mbak Rani di perlakukan seperti seorang ratu kan? Kak Agung itu baik dan penyayang, memang sih dulu dia itu suka usil dan nyebelin, tapi anaknya baik."Ucap Ratu bicara dengan jujur.


" Mas Agung memang baik dan dia memperlakukan aku dengan penuh kasih sayang. Terkadang aku yang merasa jika aku ini seolah tidak pantas untuk mas Agung. Tapi kembali lagi kepada Allah, Allah sudah mengikat kami dalam tali pernikahan dengan begitu Allah memang sudah meridhoi hubungan kami."Seru Rani dengan pandangan lurus menatap wajah Ratu.


Ratu ikut bahagia jika Rani dan Agung bahagia, Rani yang dulu tidak pernah akur dengannya kini sudah bisa memperbaiki hubungan baiknya. Sudah bisa menjadi saudara sekaligus teman yang baik.


" Mbak, aku panggil Mas Arya sama kak Agung dulu ya. Mbak Rani duduk saja duluan, nanti biar Tegar sama bik Siti dulu setelah makan baru nanti anak-anak sama kita."Seru Ratu.


" Iya Ratu, oh iya kok aku tidak lihat sikembar? Apa mereka sudah tidur?."Tanya Rani yang memang sejak datang tadi tidak melihat Devan dan Revan.


" Mereka ada di kamar mbak, sama pengasuhnya. Nanti Tegar biar di ajak bik Siti kesana, main sama sikembar."Jawab Ratu.


Setelah bicara, Ratu meninggalkan Rani di meja makan sendirian. Ratu memanggil Arya dan Agung, sesampainya di sana ternyata sudah ada bik Siti yang mengambil Tegar dari gendongan Agung.

__ADS_1


Tidak menunggu lama, acara makan malam pun dimulai. Dua pasang suami istri itu makan bersama, dan menikmati makanan yang ada di piringnya masing-masing.


Sementara itu, di tempat lain. Bima dan Karina sudah selesai makan malam, kini mereka bersantai sembari menonton televisi. Karina tiduran dengan menjadikan paha Bima sebagai bantalannya.


" Mas, kapan kita mau menjenguk ibu?."Tanya Karina dengan pandangannya tetap fokus ke layar televisi.


Deegghhh...


Bicara soal ibu Marni, Bima pun baru sadar dan baru teringat jika saat ini ibunya di rawat di rumah sakit jiwa. Bima merutuki kebodohannya sendiri, kenapa sampai dia lupa memberitahu yang lainnya soal keadaan ibu Marni. Mungkin saja kalau Karina tidak membicarakan soal ibu Marni, dia akan semakin lupa.


" Emm.. Ibu ? Aku sampai lupa memberitahu kalian soal ibu, sayang."Seru Bima membuat Karina langsung duduk dan memandang lekat wajah Bima.


" Ada apa dengan ibu, Mas?."Tanya Karina dengan rasa penasaran.


" Emmm... Itu, sebenarnya saat kita masih ada di kampung itu aku dapat telepon dari pihak kepolisian. Mereka memberitahu kalau ibu di rawat di rumah sakit jiwa, saat itu aku sengaja tidak memberitahu kalian karena aku tidak mau merusak suasana liburan kita."Ucap Bima menjelaskan dengan jujur.


Hhhuuffff


Karina membuang nafas dengan kasar, dia tidak marah dengan suaminya. Jika memang lupa harus bagaimana lagi, yang penting saat ini dia juga sudah tahu keadaan ibu mertuanya. Dan secepatnya juga, yang lainnya juga harus dikasih tahu.


" Besok kita kasih tahu Arya dan Serli, Mas. Mereka berhak tahu keadaan ibu, mereka juga anak dari ibu. Semoga saja ibu bisa segera kembali sehat seperti dulu dan berkumpul dengan kita semua."Ucap Karina penuh harap.


" Aamiin. Iya sayang, mas besok akan memberitahu mereka dan nanti kita bisa menjenguk ibu. Kamu jangan khawatir, saat itu aku sudah bilang sama polisi agar ibu diberikan perawatan yang terbaik."Ucap Bima lagi.


" Iya mas."Jawab Karina dengan singkat.


Karina kembali merebahkan kepalanya di pangkuan Bima, sudah menjadi kebiasaan Karina seperti itu. Semenjak hamil, setiap kali menonton televisi Karina akan tiduran di pangkuan Bima dengan tangan Bima mengusap lembut rambut Karina.


***********


Maaf ya kak, kalau beberapa hari ini up 1 bab saja 🙏🙏 Author sedang tidak enak badan. Mohon dimaklumi ya kak.

__ADS_1


__ADS_2