Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Berhati mulia


__ADS_3

.


.


.


💕💕 HAPPY READING 💕💕


Pengadilan sudah memutuskan, jika Yanto dijatuhi hukuman seumur hidup dan ibu Marni dinyatakan bebas, sebab dari hasil tes urine dan sebagainya dia tidak memakai barang haram itu dan dia juga tidak ikut mengedarkannya, hanya sebagai mucik4ri saja. Terbebas dari hukuman karena saat ini ibu Marni dalam perawatan di rumah sakit jiwa.


Kali ini pak Santo dan Bima yang datang ke rumah sakit untuk melihat kondisi ibu Marni. Selama beberapa minggu di rumah sakit, belum ada perubahan.


" Bu, sekarang Bima sudah menjadi seorang ayah, ibu punya cucu yang cantik sekali bu. Namanya Binar, saat ini sudah berusia 2 minggu dan besok dia mau di aqiqah bu. Apa ibu tidak mau sembuh dan pulang berkumpul dengan anak cucu ibu?."Tanya Bima bicara dengan sangat lembut.


" Marni, sembuh ya. Kami semua ingin melihatmu sembuh seperti sedia kala. Meskipun kamu itu sering membuat masalah, tapi kami pun tidak tega melihatmu seperti ini."Ucap pak Santo ikut bicara.


Ibu Marni sama sekali tidak merespon ucapan Bima maupun pak Santo. Dia sibuk dan asik menikmati buah-buahan serta kue yang dibawakan oleh Bima. Melihat sang ibu tidak ada respon sama sekali, Bima dan pak Santo hanya bisa menghela nafas dengan saling melempar pandangan.


" Bim, sepertinya ibu mu sama sekali tidak merespon apa yang kita bicarakan."Ucap pak Santo seakan putus asa mengajak ibu Marni bicara.


" Memang beginilah keadaan ibu pak, kita harus banyak sabar. Dan jangan sampai ucapan kita membuat ibu marah, ibu bisa mengamuk dan melukai siapa saja. Harapan Bima, semoga ibu bisa cepat sembuh dan berkumpul dengan kita lagi. Meskipun bapak dan ibu sudah tidak bisa bersatu lagi, Bima harap bapak dan ibu tetap menjaga silahturahmi."Ucap Bima penuh harap.


" Itu pasti, Bim."Jawab pak Santo dengan singkat.


Tiba-tiba ibu Marni bangkit dan menatap tajam Bima dan pak Santo secara bersamaan. Bima dan pak Santo pun mulai mengantisipasi siapa tahu ibu Marni akan mengamuk dan menyerang mereka.


" Pulang sana !! Aku tidak mau berteman dengan kalian lagi. Kalian orang jahat !!."Seru ibu Marni secara tiba-tiba mengusir Bima dan pak Santo.

__ADS_1


" Hahahaaa... Aku tidak punya teman. Temanku semuanya pergi. Tapi aku semalam bermimpi bertemu dengan Ratu, iya Ratu yang cantik sekali."Seru ibu Marni sambil bertepuk tangan.


" Awas minggir, kamu orang jahat !! Kamu pasti mau menjualku lagi kan? Hahaaaaa."Seru ibu Marni sembari mendorong kursi Bima sampai Bima terjatuh dan kakinya tertimpa kursi kayu tempat dia duduk.


Melihat ibu Marni yang sudah mulai tidak tenang, pengurus rumah sakitpun menghampirinya dan mencoba menenangkannya agar tidak mengamuk lebih fatal lagi. Pak Santo dan Bima hanya saling pandang, dia memaklumi jika ibu Marni tiba-tiba marah seperti itu.


" Maaf pak, mungkin ibu Marni sudah lelah dan beliau butuh istirahat. Oh iya, dalam beberapa hari ini ibu Marni sering menyebut nama Ratu. Kalau boleh kami tahu, siapa itu Ratu?"Tanya petugas rumah sakit.


" Ratu itu menantunya, apa perlu kami ajak dia kesini?."Tanya Bima dengan cepat.


Bima sangat berharap dengan kehadiran Ratu bisa membuat ibu Marni cepat sembuh. Siapa tahu sakitnya ibu Marni ini juga sebuah hukuman karena kesalahan-kesalahannya terhadap Ratu dimasalalu.


" Kalau memang Ratu orang terdekat, saya sarankan bisa diajak ke sini untuk bertemu dengan ibu Marni. Siapa tahu dengan kedatangan Ratu bisa mempercepat penyembuhan ibu Marni, setidaknya ibu Marni ingat dengan Ratu."Ucap petugas rumah sakit jiwa.


" Baiklah, insya Allah secepatnya kami akan membawanya ke sini. Kalau begitu silahkan bawa ibu saya masuk ke kamar rawatnya, kami permisi "Seru Bima berpamitan.


Bima mengendarai mobil menuju rumahnya, pak Santo akan dia ajak sekalian ke rumahnya. Rumah Bima saat ini sudah ramai, ada kedua mertuanya dan ada beberapa tetangga yang sedang membantu menyiapkan acara untuk aqiqah Binar.


" Bim, kira-kira ibu kamu bisa sembuh tidak?."Tanya pak Santo.


" Huuuhh.... Bima juga tidak tahu pak. Tapi Bima sangat berharap ibu bisa cepat sembuh. Bima kasihan dan tidak tega melihat ibu seperti itu pak. Apa lagi kalau tidur ibu juga tangan dan kakinya sering diikat agar tidak mengamuk dan merusak fasilitas di sana. Hati anak mana pak yang tidak sedih melihat keadaan ibunya seperti itu."Ucap Bima terdengar suaranya sedih.


" Insya Allah ibu mu akan sembuh. Banyak berdoa dan usahakan yang terbaik untuk ibumu."Seru pak Santo sembari mengusap lengan Bima.


Bima mengangguk pelan, tanpa terasa mobil yang dikendarai Bima sudah sampai di rumah kontrakannya. Ya, Bima dan Karina memang masih tinggal di rumah kontrakan, Bima sendiri saat ini sedang menyiapkan hunian baru untuk keluarga kecilnya. Pembangunan rumah baru itu baru 70 persen, itu semua dia bangun tanpa sepengetahuan Karina. Rumah itu yang akan dia hadiahkan untuk Karina.


*****

__ADS_1


Aqiqah Binar baru saja dilaksanakan, Bima dan Karina hanya mengundang keluarga dan para tetangga saja. Selain makan di tempat, Karina juga memberikan bingkisan makanan untuk para tamu yang datang sehingga makanan yang dimasak pun habis.


Kini keluarga berkumpul, ada yang membicarakan soal pekerjaan ada juga yang membahas soal keseharian mereka. Bima mencari keberadaan Ratu, dan ternyata Ratu ada bersama Serli.


" Ratu, ada yang ingin aku bicarakan dengan mu."Seru Bima saat sudah berada di dekat Ratu.


" Mas Bima mau bicara apa?."Tanya Ratu penasaran.


Serli sendiri sudah tahu apa yang ingin Bima bicarakan dengan Ratu. Apa lagi kalau bukan soal ibu Marni.


" Apa kamu mau menjenguk ibu? Ibu sering memanggil nama kamu, kemungkinan dia ingin bertemu dengan mu."Ucap Bima bicara jujur.


" Ibu Marni? Aku sebenarnya ingin sekali ke sana mas, tapi belum kesampaian terus. Kalau memang ibu ingin bertemu dengan ku, besok aku akan ke sana."Ucap Ratu serius.


Ratu sama sekali tidak keberatan menemui ibu Marni di rumah sakit jiwa. Biarpun dia sudah jahat dan selalu cari masalah dengannya, Ratu tetap menghormatinya layaknya ibu mertuanya. Tidak akan Ratu membenci ibu Marni, dia juga mempunyai keinginan yang sama dengan Bima dan Serli. Ingin ibu Marni sembuh seperti sedia kala dan bisa berkumpul dengan anak cucunya.


Orang srperti ibu Marni, memang membutuhkan suport dan peran penting dari orang-orang sekitarnya yang juga menyayanginya. Orang tua Ratu mengajarkan serta menanamkan pada tubuh anak-anaknya untuk tidak menjadi seorang pendendam. Seburuk apapun kesalahan seseorang, jika orang tersebut sudah tidak mampu dan butuh pertolongan mereka pasti mereka akan menolongnya.


Kisah masalalu orang tua Ratu, mereka dulu merangkul orang-orang yang sudah memusuhinya. Hingga orang tersebut kembali bersikap baik dan menjadi satu keluarga yang saling menghargai sampai sekarang.


" Terima kasih Ratu."Seru Bima.


" Sama-sama mas, bukannya kita ini keluarga? Jadi tidak perlu berterima kasih dan tidak perlu sungkan jika butuh bantuan apapun. Orang yang sudah jahat dengan kita, bukan berarti kita harus membalasnya dengan kejahatan juga."Ucap Ratu membuat hati Bima dan Serli semakin terenyuh.


Bima tersenyum sambil menganggukkan kepalanya setuju dengan ucapan Ratu. Ratu benar-benar, wanita yang berhati mulia.


************

__ADS_1


__ADS_2