
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Ibu Marni mengurung diri di kamar, sedari tadi dia tidak keluar kamar. Bahkan saat malam pun dia masih saja di kamarnya. Serli yang siang tadi ada di toko, tidak tahu kejadian jika pak Santo sudah menceraikan ibunya.
" Pak, ibu kenapa kok tidak keluar kamar? Apa ibu sakit?."Tanya Serli penasaran.
" Tidak tahu bapak, Ser."Jawab pak Santo tetap fokus dengan layar televisi yang ada di depannya.
" Bapak sama ibu apa habis ribut? Biasanya ibu seperti ini kalau habis ribut sama bapak. Nah kalau sudah seperti ini pasti ibu akan hilang marahnya kalau bapak sudah meminta maaf lebih dulu. Pasti tadi siang bapak sama ibu ributkan?."Tanya Serli sedikit paham dengan kelakuan ibunya.
Hhhuuuffff
Pak Santo menghela nafas dengan berat, dia segera mematikan televisi menggunakan remote. Setelah itu dia menatap lekat wajah Serli, wajah yang sekarang jauh lebih teduh di bandingkan dulu.
" Maafkan bapak, Serli. Bapak tidak bisa menjadi orang tua yang baik, bapak tidak bisa menjadi panutan yang baik untuk mu dan kakak-kakakmu. Tadi siang, bapak sudah menceraikan ibumu."Ucap pak Santo akhirnya memberitahu Serli soal perceraiannya.
Degh
J4ntung Serli berdetak dengan kencang, dia benar-benar kaget mendengar kabar perceraian orang tuanya yang dia dengar langsung dari mulut ayahnya. Orang sesabar dan sebaik ayahnya akhirnya menyerah juga menghadapi sang ibu yang egois dan keras kepala.
" Bapak serius? Masalah apa yang membuat bapak menceraikan ibu?."Tanya Serli ingin tahu lebih banyak.
" Bapak tidak mungkin bercanda Serli. Pernikahan dan perceraian bukan untuk main-main, kamu sudah tahu bagaimana watak ibumu selama ini. Bapak menyerah dan bapak tidak sanggup lagi membimbing ibumu."Jawab pak Santo.
__ADS_1
" Pak, apa tidak ada jalan keluar lain selain cerai?."Tanya Serli nampak sedih dengan perceraian kedua orang tuanya.
Serli sendiri seorang janda, dan kini ibunya juga akan menjadi seorang janda.
Dengan cepat pak Santo menggelengkan kepalanya. Keputusannya sudah benar, tidak mungkin pak Santo terus menerus mempertahankan pernikahan yang sudah tidak sehat lagi. Sejujurnya dia malu dengan perceraiannya, sudah tua bukannya memperbaiki diri justru main cerai saja.
" Pak, tolong jangan ceraikan ibu. Maafkan ibu pak, ibu tidak mau bercerai pak."Seru ibu Marni yang tiba-tiba datang dan bersimpuh di hadapan pak Santo.
" Maaf Marni, keputusanku sudah bulat dan kata cerai sudah aku jatuhkan. Kamu boleh tinggal di rumah ini selama proses cerai atau selama masa iddah mu. Tapi setelah mada iddah habis, saya harap kamu keluar dari rumah ini karena rumah ini bukan milik ku. Rumah ini milik Arya, selama kamu tinggal disini aku akan tinggal di toko agar tidak timbul fitnah." Ucap pak Santo.
Tidak ada harta gono gini yang harus dibagi, rumah milik Arya dan toko itupun ada sebelum pak Santo menikah dengannya dan saat ini toko itupun ramai karena suntikan dana dari Ratu dan Arya.
" Jangan ceraikan aku, Pak."Seru ibu Marni sambil terisak.
" Bu, jangan seperti ini. Mungkin ini sudah menjadi keputusan yang terbaik antara bapak dan ibu."Seru Serli mencoba mendekati ibu Marni dan mengajaknya untuk berdiri.
Tiba-tiba ibu Marni mendorong Serli sampai Serli tersungkur di lantai. Pak Santo segera membantu Serli untuk bangun dan memeriksa keadaan anaknya apakah ada yang terluka. Ternyata siku Serli yang lecet karena terbentur lantai.
" Aku tidak kamu memegangku !! Kamu juga sama saja seperti bapakmu ini, kalian sama-sama tidak punya hati. Apalagi kamu setelah wajahmu seperti itu malah kamu ikut-ikutan dekat sama Ratu. Lama-lama keluarga ini di kuasai Ratu si menantu tidak tahu diri itu."Seru ibu Marni marah.
" Cukup bu !."Seru pak Santo dengan lantang.
Pak Santo tidak terima Ibu Marni menjelek-jelekan Ratu. Baginya Ratu itu adalah malaikat penolongnya, benar-benar seorang Ratu yang nyata di dunia yang memiliki jiwa peduli dan kasih sayang yang tulus dan ikhlas. Dia sangat bersykur dan beruntung mempunyai menantu seperti Ratu.
Bukan hanya dirinya, akan tetapi Arya juga beruntung bisa menikahi wanita sebaik Ratu. Ratu juga yang sudah membuat Serli menjadi pribadi yang lebih baik.
" Jangan pernah menghina Ratu, apalagi memperlakukan Serli dengan buruk. Aku sudah tidak bisa mentolerir perbuatan dan kelakuanmu lagi Marni. Malam ini juga pergi kamu dari rumahku !!."Seru pak Santo mengusir ibu Marni.
" Kamu mengusirku pak? Hehh... Ingat, meskipun kamu sudah mengucapkan kata cerai tapi aku masih punya hak di rumah ini. Aku tidak mau pergi."Seru ibu Marni menolak dengan keras.
__ADS_1
" Serli, bereskan barang-barang ibumu dan jangan sampai ada yang tersisa."Seru pak Santo dengan tegas.
Serli bimbang, antara mengiyakan ucapan pak Santo atau membiarkan saja. Meskipun ibunya sudah memperlakukannya dengan buruk, ibu Marni tetaplah ibu kandungnya. Serli tidak tega melihat ibunya pergi dari rumah malam-malam begitu.
" Tapi ini sudah malam pak."Seru Serli mengingat saat ini sudah jam 9 malam.
" Biarkan saja. Dia yang sudah membuat bapak seperti ini. Marni, kamu mau pergi secara baik-baik atau perlu aku usir dengan paksa."Seru pak Santo tetap pada pendiriannya.
" Baik !! Aku akan pergi, tapi jangan pernah menyesal kamu sudah menceraikan aku dan mengusirku seperti ini Santo. Aku juga sudah malas hidup sama kamu, Santo !! Sudah kasih uang pas-pasan, dasar tidak bisa membahagiakan istri."Seru ibu Marni.
Setelah bicara seperti itu dia masuk ke kamarnya untuk membereskan barang-barangnya. Tidak lupa dia menghubungi Rani untuk meminta alamat rumahnya. Beruntung malam itu Rani langsung memberikan alamat rumahnya. Ibu Marni pun memesan taksi online baru dia keluar dari kamar.
" Kamu tidak perlu mengusirku karena aku yang akan pergi dengan sendirinya. Kamu lihatkan, barang-barangku sudah aku bereskan semua. Jika suatu saat nanti ada apa-apa denganmu, jangan pernah mencari keberadaanku. Setelah kita bercerai, berarti kita sudah putus hubungan "Seru ibu Marni dengan sinis.
Serli melihat ibu Marni yang sudah membawa 2 koper keluar rumah pun meneteskan air matanya. Sebagai seorang anak perempuan tentunya dia ingin berada didekat ibunya, namun apalah daya kini kedua orang tuanya sudah memilih untuk berpisah.
" Bu, ibu mau pergi kemana dan tinggal dimana?."Tanya Serli ingin tahu.
" Bukan urusan kamu, kamu jangan ikut aku. Aku tidak sudi di ikuti anak berwajah sepertimu. Kalau kamu masih cantik seperti dulu sih tidak apa-apa kamu ikut aku."Seru ibu Marni mencibir keadaan Serli.
Setelah menunggu beberapa saat taksi online yang dipesan ibu Marni sudah datang. Sang sopir turun dan membantu memasukan dua koper besar milik ibu Marni ke mobil. Setelah semuanya selesai, ibu Marni masuk mobil tanpa berpamitan dengan Serli.
Taksi pun mulai melaju dan semakin jauh meninggalkan pekarangan rumah pak Santo. Pak Santo hanya menatap kepergian ibu Marni dari dalam rumah saja. Ada rasa sedih dan kehilangan saat ibu Marni meninggalkan rumah itu. Namun untuk kata menyesal sudah menceraikan ibu Marni sama sekali tidak ada.
" Serli masuk dan tutup pintunya."Seru pak Santo dengan tegas.
" Iya pak." Jawab Serli patuh dengan tangan kanannya mengusap air matanya.
*************
__ADS_1