
.
.
.
💕💕 HAPPY READING 💕💕
Pllaakk
Pllaakk
Yanto marah saat dia pulang tidak mendapati ibu Marni di rumah. Sudah cukup lama Yanto menunggu, setelah hampir 1 setengah jam akhirnya ibu Marni pun pulang. Tanpa berbasa-basi Yanto langsung menampar ibu Marni tanpa ampun.
Tamparan itu belum seberapa jika dibandingkan dengan rasa jenuh Yanto menunggu kepulangan ibu Marni. Yanto yang memang tidak membawa kunci cadangan terpaksa menunggu ibu Marni di teras rumah. Puluhan kali Yanto mencoba menghubungi ibu Marni namun tidak bisa juga.
" Kamu kemana saja ? Sampai kering aku menunggu mu di sini, dasar tua b4ngk4 si4l4n!!."Seru Yanto penuh amarah.
Selama tinggal seatap dengan Yanto, baru kali ini Yanto marah sampai memukul ibu Marni. Sepertinya kali ini Yanto sedang benar-benar marah. Ibu Marni sendiri yang baru saja di permalukan pak Santo, kini harus menghadapi amarah Yanto. Niat nya pulang untuk bersantai dan menenangkan diri, justru mendapatkan masalah baru.
" Maaf Yanto sayang, aku tadi bosan di rumah jadi aku jalan-jalan ke luar rumah. Kenapa kamu tidak menghubungiku?."Seru ibu Marni memberi alasan yang bukan sebenarnya.
" Dasar bodoh !! Apa kamu tidak memeriksa ponselmu? Sudah berapa puluh kali aku menghubungimu tapi tidak ada jawaban, susah sekali menghubungi kamu. Apa kamu sedang bersenang-senang dengan laki-laki yang lain ? Siapa laki-laki itu ? Apa dia lebih muda dari ku, lebih bisa memu4sk4n kamu !! Ok, kalau kamu mau seperti itu aku akan carikan laki-laki untukmu. Lumayan kok, uangnya bisa kamu gunakan untuk menambah uang belanja kamu."Seru Yanto dengan senyuman penuh makna.
Ibu Marni dengan cepat menggelengkan kepalanya. Dia sudah tahu apa yang di maksud Yanto, dengan kata lain Yanto akan menjualnya kepada pria hidung bel4ng di luaran sana. Tentunya ibu Marni tidak mau, sebab dia hanya mau dengan Yanto dan hanya Yanto seorang yang bisa menj4m4hnya. Sepertinya ibu Marni sudah jatuh cinta akut dengan Yanto, alias bucin.
" Aku tidak mau Yanto. Tolong jangan lakukan itu, apa lagi saat ini aku sedang hamil hasil dari buah cinta kita."Seru Ibu Marni memohon kepada Yanto.
Cccuuiihhhh...
Yanto meludah di lantai teras, dia merasa geli dengan ucapan ibu Marni barusan. Dengan percaya dirinya dia mengatakan buah cinta mereka ? Yang ada bukan buah cinta, akan tetapi hasil dari n4fsu b3j4t mereka. Meskipun awalnya Yanto menyukai ibu Marni dan merasa nyaman dengan ibu Marni, permainan ibu Marni juga bisa membuat dia pu4s. Namun semenjak tahu jika ibu Marni ibu dari Bima dan Serli, secara perlahan Yanto membenci ibu Marni.
__ADS_1
Dia bertahan dengan ibu Marni karena Bima dan Arya. Yanto ingat betul jika Bima sudah berpesan tidak boleh menyakiti ibu Marni. Sepertinya pesan Bima kini tidak dia hiraukan lagi.
" Cepat buka pintunya !!."Teriak Yanto dengan lantang.
Ibu Marni bergegas mengambil kunci dari dalam tasnya, dengan gugup dia mengarahkan kunci ke lub4ng pintu. Ibu Marni sangat ketakutan, dia tidak mau jika Yanto benar-benar menjualnya.
Pintu terbuka dan Yanto langsung berbaring di sofa ruang tamu sambil menggoyang-goyangkan kakinya. Ibu Marni tahu maksud Yanto, ibu Marni pun berjongkok di dekat kaki Yanto lalu melepaskan sepatu Yanto satu persatu.
" Buatkan aku minuman segar, terserah apa saja yang penting dingin dan manis."Seru Yanto memerintah bak sang Raja.
" Iya, tunggu ya."Seru Ibu Marni segera berjalan dengan cepat menuju dapur.
" Marni !!! Mana minuman yang aku minta ?."Teriak Yanto dengan lantang.
Belum juga ada 1 menit, Yanto sudah berteriak memanggil ibu Marni meminta minumannya. Padahal ibu Marni baru akan mengupas mangga. Ibu Marni akan membuatkan jus mangga dingin untuk Yanto.
" Iya sebentar Yanto sayang."Seru ibu Marni tetap memanggil Yanto dengan tambahan kata sayang.
" Lama bener !!."Sentak Yanto dengan ketus.
" Aku kan harus mengupas mangganya dulu Yanti sayang."Seru ibu Marni bicara dengan lemah lembut.
" Jangan panggil aku sayang, cukup panggil namaku saja. Sudah sana kamu pergi ke kamar mu saja, aku muak melihat wajahmu !."Seru Yanto mengusir ibu Marni pergi dari hadapannya
Tidak berani membantah perkataan Yanto, ibu Marni sendiri langsung bangkit dan berjalan masuk ke kamarnya. Dia masih heran melihat perubahan Yanto yang sangat drastis.
[ Hallo bro, ada barang bagus sesuai dengan permintaan mu. Bagaimana mau tidak?.] Seru Yanto melakukan panggilan telepon dengan temannya.
[ Seriusan bro? Zaman sekarang yang tua justru yang lebih menantang bro. Masih asik tidak mainnya?] Tanya Darman teman Yanto yang juga sama-sama pemain.
[ Nanti kamu buktikan sendiri, aku sudah sering memakainya. Tapi biarpun sudah tua, duhh.. Kamu pasti dibuat pu4s .]
__ADS_1
[ Ok deh aku ambil untuk nanti malam? Harga mainnya berapa?]
[ Dua puluh juta, terserah mau main sampai berapa jam. Sampai pagipun bisa.]
[ Waaooww harga yang lumayan. Aku terima harga yang kamu ajukan. Tenang saja , jika pelayanannya lebih waaow dari perkiraanku, aku akan menambahkan uang bayarannya. Aku tahu bisnis ob4t-ob4t4nmu sedang ada kendala kan? Jadi kamu butuh pemasukan yang lumayan.]
[ Ok, alamat nanti aku chatt saja.]
[ Siap ]
Yanto tersenyum sinis sembari melirik pintu kamar ibu Marni. Malam ini, dia akan mulai menjadikan ibu Marni alat pencari uang untuknya. Untuk bisnis Yanto yang lain memang sedang terkendala semenjak ada temannya yang tertangkap beberapa hari yang lalu.
" Marni , hemm .. Aku akan menjadikan kamu sebagai alat penghasil uang ku. Dengan begitu aku tidak akan kekurangan uang. Lumayan jika semalam bisa 10 sampai 20 juta, apalagi zaman sekarang justru yang sudah berumur yang lebih men4nt4ng." Ucap Yanto pada dirinya sendiri.
Yanto meraih gelas jus yang ada di atas meja lalu dia meminumnya sampai habis. Setelah itu Yanto ke kamar menyusul ibu Marni, dia akan memilihkan baju ling3rie terbaik dan yang paling bagus untuk dipakai ibu Marni nanti malam.
" Yanto kamu cari apa?."Tanya ibu Marni.
" Cari ling3rie yang bagus dan membangkitkan stamina. Mana baju-baju itu?."Seru Yanto sambil memeriksa isi lemari ibu Marni.
Ibu Marni tersenyum simpul, dia mengira jika Yanto menginginkannya. Nyatanya semua itu sengaja Yanto persiapkan untuk menyambut Darman nanti malam. Ibu Marni berjalan mendekati lemari, lalu dia membuka pintu lemari sebelah. Di dalam sana tergantung dengan rapi baju dinas malam yang di cari Yanto.
" Sebelah sini sayang."Seru ibu Marni dengan manja sambil mengedipkan matanya kearah Yanto.
Tanpa memperdulikan ibu Marni, Yanto mulai memilih baju yang cocok ibu Marni pakai untuk menyambut Darman.
" Nanti malam kamu pakai yang ini, jangan lupa dandan yang cantik dan bergoyanglah dengan lihai."Seru Yanto sedikit berbisik di telinga ibu Marni.
Ibu Marni senyum-senyum, dia mengira jika Yanto yang akan memakainya. Sepertinya dia melupakan ucapan Yanto tadi, dia menganggap ucapan marah Yanto tadi hanya untuk menggertaknya saja. Ibu Marni pun menganggukkan kepalanya, dia merasa senang sebab Yanto sudah kembali romantis dan penyayang lagi seperti biasanya. Namun siapa sangka jika nanti malam ibu Marni akan di umpankan kepada teman Yanto, dengan bayaran yang cukup mahal.
***********
__ADS_1