Mereka Tidak Tahu Aku Kaya

Mereka Tidak Tahu Aku Kaya
Pengakuan Serli


__ADS_3

.


.


.


💕 HAPPY READING 💕


" Mas, mas. Bukannya itu Serli? Berhenti mas, itu beneran Serli."Seru Ratu sambil menunjuk kearah taman kota.


Serli duduk seorang diri sambil melamun di taman kota, dengan duduk di kursi yang ada di pinggir taman sehingga terlihat jelas dari jalanan. Arya pun segera menepikan mobilnya, yang dilihat Ratu memang benar. Wanita yang duduk melamun seorang diri itu adalah, Serli.


" Iya dek itu Serli. Ngapai dia duduk melamun disitu? Apa mungkin dia sedang menunggu temannya?." Tanya Arya dengan keheranan.


" Tidak tahu mas, mas tunggu di mobil saja dan aku mau turun menemui Serli. Siapa tahu dia mau ikut kita."Ucap Ratu, lalu dia turun menghampiri Serli.


Arya hanya menunggu di dalam mobil saja sambil terus memperhatikan istrinya yang sedang jalan menghampiri Serli.


Ratu sudah berdiri di samping Serli, sepertinya Serli tidak menyadari keberadaan Ratu. Dia terlihat melamun dan matanya juga sembab seperti orang yang habis menangis.


* Sepertinya Serli sedang ada masalah. Wajahnya terlihat bersedih dan matanya juga seperti habis menangis. Dia juga melamun sampai-sampai tidak menyadari keberadaanku disini.*Gumam Ratu dalam hatinya.


" Serli, kamu ngapain disinI?." Tanya Ratu mengagetkan Serli.


" Hahh. Mbak Ratu. Mbak ngapain?."Justru Serli balik bertanya kepada Ratu.


" Mbak tadi habis belanja sama mas Arya, dan mbak lihat kamu ada disini dan kamu juga melamun? Ada apa? Apa kamu ada masalah? Jika memang ada masalah kamu cerita saja sama mbak, jangan melamun disini. Disini itu bahaya Serli, apalagi kalau kamu melamun seperti ini."Seru Ratu mencoba menasehati adik iparnya dengan pelan-pelan.


" Bukan urusan mbak, Ratu. Mbak Ratu tidak perlu sok peduli dengan ku, lebih baik mbak pergi saja sana. Aku tidak mau dekat-dekat dengan mbak Ratu !!." Jawaban ketus Ratu terima dari Serli.


Ratu tidak mau memaksa Serli untuk menceritakan apa masalahnya. Biarlah suatu saat Serli mau menceritakan dengan sendirinya. Ratu pun berniat untuk kembali ke mobil dan tidak mau mengganggu Serli.


" Ya sudah, kalau begitu mbak pulang dulu ya. Kamu jangan melamun disini, setiap masalah pasti ada penyelesaiannya."Seru Ratu sambil menepuk pundak Serli.


Ratu melangkah mendekst mobilnya, namun baru juga dia melangkah kan kakinya sekitar 5 langkah tiba-tiba Serli memanggilnya. Ratu membalikkan badannya dan melihat Serli yang memandang kearahnya.

__ADS_1


" Mbak, boleh aku ikut kerumah mbak Ratu?." Tanya Serli dengan suara pelan dan wajah memelas.


" Boleh, yuk itu mas Arya sudah menunggu di mobil."Ucap Ratu dengan ramah. Sama sekali dia tidak memperlakukan Serli dengan kasar.


Serli bangkit dan dia ikut berjalan menuju mobil, setelah semua naik ke mobil, Arya segera melajukan mobilnya meninggalkan taman kota. Sepanjang perjalanan Serli hanya diam saja, dengan pandangannya mengarah ke arah luar jendela mobil.


" Kenapa dia dek?." Tanya Arya yang melihat sikap aneh Serli.


" Tidak tahu mas, mungkin saja putus cinta. Biasalah mas anak muda, mas dulu kan juga pernah muda pasti juga merasakan yang namanya jatuh cinta dan sakit hati kan?."Seru Ratu menggoda sang suami yang sedang fokus dengan setir mobilnya.


Serli diam-diam dia mendengarkan obrolan Ratu dan Arya. Bibirnya tanpa terasa mengulas senyum tipis di sudut bibirnya.


* Mereka kelihatannya sangat bahagia sekali. Mbak Ratu juga tetap bersikap baik denganku, tidak mau marah-marah jika memang aku tidak buat masalah.*Gumam Serli dalam hati.


Tanpa terasa mobil yang dikendarai oleh Arya sudah sampai di halaman rumah. Mereka semua turun dari mobil. Arya mengambil belanjaan yang ada di belakang. Ratu mengajak Serli untuk masuk ke rumah.


Setelah di dalam rumah, Arya membiarkan Ratu membawa Serli ke dalam kamar tamu. Sepertinya adiknya itu memang sedang ada masalah, dan Arya membiarkan Serli untuk betistirahat lebih dulu baru nanti dia akan menanyakan masalah yang di alami Serli.


Hooeek Hooeeekkk


" Serli kamu kenapa? Kamu sakit?." Tanya Ratu yang juga ikut masuk ke kamar mandi.


" Tidak tahu mbak, perutku mual banget. Sepertinya aku tidak tahan dengan bau pewangi ruangan ini mbak. Bisa tolong di matikan saja mbak itu alat pewanginya."Ucap Serli dengan wajahnya yang memucat.


Deeggghhh


Ratu langsung terdiam, dia khawatir jika saat ini Serli sedang hamil. Meskipun dia belum pernah hamil, Ratu tahu ciri-ciri dan hal yang sering di alami oleh ibu hamil. Apalagi jika memang sedang hamil muda.


" Kamu kenapa, Serli? Jujur sama mbak." Seru Ratu tegas.


" Mbak Ratu ini apaan sih. Orang lagi sakit malah di intimidasi seperti ini, awas aku mau keluar."Seru Serli menggeser tubuh Ratu lalu dia keluar kamar mandi dan duduk di pinggiran ranjang.


Ratu ikut keluar dari kamar mandi dan dia mendekati alat yang mengeluarkan bau harum di ruangan itu, lalu menekan tombol off nya. Meskipun sudah dimatikan, sisa-sisa bau wangi masih tercium di hidung Serli.


" Apa masih mual?."Tanya Ratu pelan.

__ADS_1


" Sudah agak mendingan. Sudah mbak matikan ya?."Tanya Serli.


" Hemmm.. Sudah. Kamu hamil Ser?." Tanya Ratu langsung menodong pertanyaan yang membuat jantung Serli tidak aman.


Serli masih diam saja sembari menundukkan kepalanya. Ratu mendekati Serli dan mengusap lembut punggung Serli. Tanpa Serli menjawab Ratu sudah tahu apa yang terjadi dengan Serli.


" Sudah berapa bulan?." Tanya Ratu dengan lembut.


" Sudah 1 bulan mbak. Mbak, aku takut ibu dan bapak marah. Pria itu tidak mau tanggung jawab mbak, dia tidak mau menikahi aku karena katanya aku ini seorang p3l4cur dan sudah menjadi resiko aku. Mbak, tolong aku mbak."Ucap Serli akhirnya dia mengakui jika dia memang sedang hamil.


Ratu m3nd3s4h pelan, akhirnya Serli mengakuinya. Serli menangis sesunggukan, dan itu membuat Ratu menjadi kasihan dan prihatin dengan Serli. Serli juga yang salah, tidak bisa menjaga pergaulannya dan tidak bisa menjaga kehormatannya. Apalagi pria itu memang menggunakan jasanya dan selalu memberikan bayaran, akan sulit untuk meminta pertanggungjawabannya.


" Serli, kamu yang sabar ya. Setiap masalah pasti ada jalan keluarnya. Kamu harus memberitahu bapak dan ibu, cepat atau lambat mereka juga akan tahu juga. Perut kamu itu nanti akan membesar, Serli."Ucap Ratu menasehati Serli.


" Lagi pula untuk apa juga kamu melakukan pekerjaan haram itu? Apa belum cukup uang jajan yang diberikan bapak dan mas Arya? Seharusnya sebelum kamu bertindak, kamu itu harus fikirkan akibatnya terlebih dahulu. Kalau sudah seperti ini tidak cukup kamu sendiri yang menyelesaikannya. Apalagi kamu itu di bayar, lantas bagaimana mau meminta tanggung jawab. Mbak juga sudah pernah mengingatkan kamu."Seru Ratu.


Hikss Hikksss Hikkss


Serli menangis sesunggukan, dia menyesali perbuatannya. Tapi sudah terlanjur, nasi sudah menjadi bubur dan tidak mungkin bisa menjadi nasi kembali.


" Mbak, tolong rahasiakan ini dari yang lainnya. Hanya mbak Ratu saja yang tahu, aku tidak mau ibu memarahiku. "Seru Serli memohon.


" Sekarang kamu bisa merahasiakan kehamilan mu itu, Serli. Tapi dua bulan lagi bagaimana? Apa kamu bisa merahasiakannya? Perut kamu akan membesar, Serli !."Seru Ratu dengan kesal.


" Tidak !! Perutku tidak akan pernah membesar."Seru Serli dengan yakin.


Deghh


Ratu tahu apa maksud Serli, Serli berniat untuk menghilangkan bayi dalam kandungannya itu. Ratu hanya bisa menggelengkan kepala nya dengan heran.


" Jangan bodoh kamu, Serli !! Jangan kamu tambahin lagi dosa kamu, bayi itu tidak bersalah dan dia berhak hidup. Mbak tidak akan pernah setuju jika kamu akan menghilangkannya. Mbak tidak segan-segan untuk memberitahu ibu dan bapak."Ucap Ratu mengancam Serli.


Tok Tok Tok


Belum juga obrolan Ratu dan Serli selesai, pintu kamar sudah di ketuk. Sepertinya Arya yang mengetuk pintu. Siapa lagi kalau bukan Arya, sebab di rumah itu belum ada pembantu rumah tangga.

__ADS_1


*********


__ADS_2